FALLING (CHAPTER TWO) BY ATTA LOCKSMITH

 

 LINK CHAPTER ONE 

FALLING

 

Tittle : FALLING

Author : Attalocksmith

Date Published : —

Genre : Drama, Romance, Comedy, NC, Yuri, Straight

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang (A.k.a Taeny) , SNSD

 Email to contact me : attalocksmith@gmail.com

 

 

“What’s a soulmate?”

 

“ It's a.. Well, it's like a best friend, but more. It's the one person in the world that knows you better than anyone else. It's someone who makes you a better person, well, actually they don't make you a better person... you do that yourself-- because they inspire you. A soulmate is someone who you carry with you forever. It's the one person who knew you, and accepted you, and believed in you before anyone else did or when no one else would. And no matter what happens.. you'll always love them.” –Dawson

**

“Aku sangat senang kaulah yang disini bersamaku Panny-ah.”

Bangun Tiffany! Kau tidak mungkin merasakan perasaan ini. Aku hanya tersenyum canggung lalu mengalihkan perhatianku ke awan yang begitu indah di atas sana.

“Kau ingat dulu kita sering berlarian di tepi pantai? Saat kita pertama kali bertemu kau bilang kau sangat menyukai pantai dengan aksen koreamu yang sangat jelek itu, ingat?” Taeyeon lalu tertawa kecil menyeruput air mineral botol yang sedari tadi berada di tasnya.

“Yyya! Kala itu aku baru saja pindah ke sini! Tentu saja aku ingat, kita dulu sering berkejaran bukan? Aku juga ingat kau marah padaku ketika aku tidak sengaja mendorongmu hingga kau jatuh dan terkena ombak lalu seluruh pakainmu basah.” Ucapku panjang lebar sesekali sembari memperhatikan Taeyeon yang sedang meminum air minumnya itu.

“Kau mau?” Taeyeon menyodorkan botol minum itu padaku, tanpa raguragu aku langsung meminumnya, tidak bisa dipungkiri setelah tertidur selama 2 jam di mobil membuatku sangat haus. Taeyeon hanya tersenyum padaku.

“kau mempunyai daya ingat yang bagus panny-ah! Tapi apa kau ingat dulu kau pernah memberiku gelang dengan hiasan bintang laut yang kau beli pada hari itu juga?” Taeyeon mengerutkan jidatnya sembari memberi tatapan penasaran kepadaku

“Tentu saja! Aku juga ingat kau membuang begitu saja ke laut, kan?” Aku tersenyum mengingatnya lalu ia terkekeh.

“Itu terjatuh Panny-ah, bukan aku yang membuangnya dengan sengaja” Taeyeon lalu merogoh sakunya, perlahan ia menggenggam sesuatu yang berada di dalam tangannya, diletakkannya di atas meja, gelang berhiaskan bintang laut berwarna warni dan terdapat pasir didalam hiasannya.

“Ini untukmu, sekaligus permintan maaf dariku atas kejadian dulu.” Taeyeon tersenyum lalu meraih tanganku dan memasangkan gelang itu. aku tidak dapat berkata apa apa selain terkejut lalu tersenyum. Bisa kurasakan jantungku berlomba dan berdetak sangat kencang,apakah ini nyata? Aku harap perasaan ini hanya mimpi. Aku tidak sanggup mengatakan satu patah katapun.

Taeyeon menatapku, aku seperti beku, aku tidak bisa menggerakan jemari ku, aku tidak bisa mengatasi ini… aku ingin membuang pandanganku terhadapnya, tapi yang didalam berkata lain.. aku tidak bisa megalihkan pandangan mataku terhadap mata Taeyeon. Mata kami lagi lagi bertemu seperti yang biasa kami lakukan.

Ini aneh, kami sudah sering melakukan contact eye seperti ini, entah itu sengaja, tidak sengaja ataupun untuk fan service. Tetapi baru kali ini aku merasakan.. ada yang berbeda.

“Tae.. tentang yang kubicarakan tadi pagi, aku ada sesuatu untuk…”

“Cling!” Taeyeon dengan cepat mengambil ponsel yang diletakkannya di atas meja. Dengan sekerjap, sesuatu yang baru datang ke ponselnya itu bisa membuatnya tersenyum lebar dan tertawa kecil.

“Siapa?” Nada bicaraku kini berubah menjadi lebih tinggi dan lebih tenang. Mencoba menerka nerka apa yang terjadi dengan bunyi dari ponsel Taeyeon itu.

“Uh, tidak ada, aku harus ke toilet! Aku sudah menahannya dari tadi!” dengan cepat Taeyeon beranjak dari tempat duduknya dan berlari kecil beringsut masuk kedalam restaurant. Penasaran akan apa yang membuat Taeyeon tersenyum itu, aku menarik ponsel dari meja. Ku ketik “taetif” untuk membuka ponsel Taeyeon. Benar saja, ia belum mengganti kata sandi untuk ponselnya.

From : Baekhyun

Time : 17.56 Pm.

 

Anyeong! Unnie, apakah kau sudah makan malam? Ah aku rasa tidak terlalu penting sudah atau belum karena bagaimanapun juga aku tidak bisa ketempatmu mengajak mu makan malam, haha. Aku hanya ingin bilang, jangan lupa besok kita ada jadwal kan! Istirahat lah yang cukup!

Bukan. Bukan ini yang aku harapkan. dengan cepat aku meletakkan kembali ponsel Taeyeon kembali ketempat semula. Dengan geram aku mencengkram ujung pisau yang tidak tajam itu.

“Argh” rintihku sembari memperhatikan jari telunjukku yang ternyata teriris kecil. Aku meringis kesakitan, kenapa rasa sakit nya terasa lebih ringan di banding rasa sakit yang baru aku rasakan tadi?. Tunggu. Sakit?

“Omo Panny-ah! Kau berdarah!.”

Taeyeon dengan cepat menggenggam tangan ku, secepat kilat ia mengambil kain berwarna putih itu lalu mengikatkan secara melingkar pada jariku. Apa yang harus ku katakan. Aku sangat menyukai setiap detik sentuhannya.

“Tunggu disini dan jangan kemana-mana!” ujar Taeyeon sembari menunjukan jari telunjuknya kehadapan ku mengisyaratkan ku untuk mematuhinya, aku hanya dapat terkekeh melihat tingkahnya. Lalu ia berlalu dihadapanku dengan setengah berlari ia beringsut masuk kedalam restaurant.

Taeyeon yang kukenal benar benar sama seperti dulu, ia sangat perhatian dan penyayang. Ia sangat peduli terhadap kesehatanku. Aku pun begitu, aku sangat peduli kepadanya mengingat Taeyeon adalah gadis yang sangat ceroboh, aku sering sekali mengingatkannya untuk makan, bahkan ketika Taeyeon sakit, aku lah yang mengingatkannya untuk meminum obatnya, bukan hanya itu, jika kami tengah berada di lokasi syuting atau sedang bekerja di event event tertentu, ketika makan siang datang, ia sering lupa membawa obat obat tertentunya,maka dari itu akuselalu mengeluarkan obatobatnya yang aku bawa dari dorm.

Taeyeon bukan hanya sahabatku, ia seperti keluargaku. Dan aku baru menyadari akhir akhir Taeyeon sedikit berubah menjadi lebih, sensitive, baik, perhatian dari sebelumnya. Ini membuatku sangat bingung. Dan akhir akhir ini juga Taeyeon selalu berubah berubah emosinya, 3 hari yang lalu, ia sangat diam. Ia bahkan tidak mengatakan sepatah katapun kepadaku sampai pada malam hari ia mengajakku mengobrol seperti biasanya. Dan hari ini, ia sangat romantic dan perhatian. Dia sahabatmu Tiffany. Ingat itu.

“Ini, aku akan membersihkan lukanya terlebih dahulu.” Taeyeon Nampak tergesa gesa lalu meletakkan kotak putih itu, sembari tangannya meraih kapas dan suatu cairan, ia mulai membersihkan lukaku.

“Omo taeyeon-ah! Kau cocok sekali menjadi dokter.”

euisa? Maja. Tetapi aku hanya akan mau menjadi doktermu.” Dia tertawa renyah, sebuah tawa yang benar benar membuatku bahagia hanya karena mendengarnya.

Kedua mata coklat terangnya menatap kedua mataku dengan dalam. Aku menikmati setiap garis dan lekuk warna di dalam iris matanya yang berwarna cokelat madu itu. sangat membuatku, nyaman. Ia mengambil beberapa kasa dan ia menutup luka kecilku itu.

“Selesai. Lain kali kau harus lebih berhati-hati Miyoung-ah.” Taeyeon lalu duduk kembali ketempat duduknya. Ia memperhatikanku. Sekali lagi, ia menatapku. Dalam.

Betapa nikmatnya bisa memandangi kedua pasang matanya yang indah itu. Tidak lupa aku menikmati aroma tubuhnya yang samar samar terhirup olehku. Aku selalu ingat ini lah aroma tubuh Taeyeon. Ini lah parfum kesukaannya sejak sebulan lalu.

“Sebulan ini, kau belum juga mengganti parfum mu.” Kataku sembari tersenyum menatapnya, aku bersumpah baru kali ini kami saling memandangi mata antar satu sama lain selama dan seserius ini. Rupanya ia sedikit terkejut lalu tersenyum lebar memperlihatkan gigi – giginya yang rapih.

“Omo! ternyata kau memperhatikanku, apakah aromanya bagus?”

“Tentu saja,aku menyukainya, memangnya ini parfum apa, Tae?”

“Ah, ini parfum pemberian Baekhyun. Dan aku sangat menyukai wanginya, sepertinya aku punya selera baru.” Taeyeon tergelak lalu menyeruput Air yang ada di gelasnya. Aku hanya mengangguk mengerti, entah mengapa setiap aku mendengar nama itu, sesuatu di tubuhku terasa seperti ada yang teriris. Tidak. Aku tidak boleh seperti ini. Taeyeon.. sahabatku. Sepertinya memang benar jika Taeyeon sedang dekat dengan Baekhyun, terlihat dari cara bicaranya.. dan tingkahnya tetapi aku masih belum berani untuk membicarakannya, biarkan Taeyeon yang memberitahuku dengan caranya, aku harap, kedekatan mereka, bukan seperti yang aku bayangkan….

Author View.

Dua insang itu terus mencurahkan isi hati mereka, kali ini yang mereka bahas adalah bagaimana mereka mengeluhkan beberapa hal yang terjadi di tempat kerja mereka. Menit selanjutnya, 3 pelayan lalu datang menyajikan berbagai hidangan dan tentunya beberapa dessert. Tiffany lalu membantu menurunkan makanan itu dari meja troll sementara Taeyeon sibuk mengambil gambar Tiffany dan makanan- makanan itu.

“Ini ice cream mu, nona Kim.”

“dan ini, ice cream mu Nona Hwang.” Ujar pelayan itu lalu tersenyum. Taeyeon yang sedari tadi sibuk mengambil gambar dan melihat ulang gambar gambar yang di ambilnya kini mengalihkan pandangannya pada dua ice cream itu.

“Omo, ini terlalu banyak ice nya, bisakah kau membuat ulang yang sedikit lebih cair? Tiffany tidak bisa memakan ini, dia sedang sakit kepala, akan bertambah parah jika ia mengkomsumsi ice terlalu berlebihan.” Ujar Taeyeon sembari meraih Ice Cream Strawberry milik Tiffany lalu mencoba memberikannya pada salah pelayan.

“Ani, tidak apa apa tae. Aku suka ice!” Ujar Tiffany lalu memperlihatkan Eye smilenya lalu mencoba merebut kembali Ice Creamnya.

“Andwe! Tolong tukar ini” Kini Taeyeon benar benar serius akan tindakannya. Tiffany hanya dapat tersenyum melihat tingkah sahabatnya. Taeyeon hari ini benar benar membuatku merasa berbeda. Fikirnya.

“Baiklah, maaf atas kesalahan kami, kami akan segera membuat yang baru sesuai dengan yang Nona Kim inginkan.” Ketiga pelayan itu tersenyum sangat ramah lalu dengan sigap mereka berlalu kedalam untuk membuat pesanan yang baru.

Kilatan Cahaya lampu lampu di tepi pagar dan balkon mulai menyala. Tak terasa hari sudah semakin gelap. Cahaya itu memantunlkan bayangannya ke air yang tenang, suara deru ombak masih terambang ambang di telingar membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasa damai.

Tiffany menyipitkan matanya, jam ditangannya terlihat sudah menunjukan pukul 19.00.dengan seksama ia memperhatikan rekan kerja sekaligus sahabatnya itu, dengan sejuta pertanyaan di benak kepalanya. Perasaannya campur aduk. Ia sangat senang akan Taeyeon hari ini karena sikap Taeyeon yang sedari tadi membuatnya merasa.. special.

Di sisi lain Taeyeon membuatnya sangat bingung setengah mati. Entah mengapa, tiba tiba ia merasakan sesuatu yang berbeda hari ini, ia merasa perasaanya perlahan berubah, benarbenar berubah. Sebenarnya bukan hanya kali ini ia merasakan in, tepatnya sudah sebulan ia merasa ada yang berbeda dengan dirinya terhadap Taeyeon.

“Yyya! Berhenti memainkan ponselmu! Cepat habiskan ice cream mu sebelum mencair” Kini Tiffany mulai menaikkan intonasi suaranya setelah memperhatikan Taeyeon yang sangat sibuk dengan ponselnya. Taeyeon tidak memperdulikannya dan tetap melanjutkan aktifitasnya.

“Yya! Jinjja! Bisakah kau tidak memainkan ponsel mu selama itu ketika sedang bersamaku? Kita sangat jarang seperti ini akhir akhir ini Taeyeon!” Ujar Tiffany menatap Taeyeon kesal. Lagi lagi sahabatnya itu tidak menggubrisnya bahkan ia tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

“KIM TAEYEON!”

Taeyeon tertawa terbahak bahak mendengarnya. Rupanya ia berhasil membuat Tiffany marah, sementara Tiffany hanya menatap Taeyeon dengan tatapan bingung. Diletakkan ponselnya itu ke meja, Taeyeon lalu menopang dagunya dengan kedua tangannya memperhatikan mata Tiffany. Lagi lagi Eye Contact itu terlihat dalam, tiffany di buatnya salah tingkah.

“Kau lucu Pannie-ah. Aku seperti ingin menciummu.” Jelas saja mendengar itu membuat Tiffany tersentak. Tidak bisa di pungkiri, perasaan seperti goose bumps menjalar diseluruh tubuhnya, seperti ada kupu kupu yang bermain di dalam perutnya. Tergurat senyum tipis

yeppeoyo..” Ujar Taeyeon masih memperhatikan Tiffany, karena malu Tiffany lalu mengalihkan perhatiannya pada sesuatu. Ia merogoh tas tenteng yang sedari tadi ia letakkan di kursi sebrangnya.

Ini.. untukmu Taetae..” Box berhiaskan pita itu kini sudah berada di tangan Taeyeon.. dengan perlahan ia membukanya dan terlihat cahaya cahaya kecil memancar menjadi warna warni.

“Ini untukku!?” Tidak bisa menahan rasa penasaran apa yang ada di dalam box itu, Taeyeon segera menyambar kotak kecil itu, di bukanya dengan perlahan, terlihat kilauan warna warni memancar dari benda kecil yang terdapat di kotak kecil itu, warnanya sangat indah seperti pelangi yang sedang memamerkan keindahannya kepada siapa saja yang melihatnya

“Ini kalung.. untuk..ku?” Taeyeon sedikit terkejut lalu mengambil Kalung itu dari kotaknya dan memperhatikannya lebih dalam. Ini, benar benar indah, fikirnya.

“Tentu saja! Kau suka?”

“Aku sangat meyukainya! Gomawo! Ini sangat indah Pannie-ah, seperti.. kunci…?” Taeyeon tersenyum lebar sembari membuka pengait kalung itu. di lepasnya kalung yang selama ini di pakainya.

“sini, biarkan aku yang memasangkannya untukmu, kau benar Taetae! Lihatlah aku mempunyai gemboknya..” Tiffany lalu menarik symbol kalungnya yang bersembunyi dibalik bajunya. Terlihat kalung dengan motif gembok yang siap di kunci. Ia berdiri perlahan mendekati Taeyeon, di sibakkannya rambut panjang Taeyeon ke sisi bahunya, Tiffany menelan ludah ketika melihat sisi leher mulus Taeyeon membayangkan betapa inginnya ia menyentuh leher itu. tunggu, apa yang ia fikirkan?

“How sweet! Thank you much Panny-ah!” Ujarnya lalu memeluk sahabat terdekatnya itu. pelukan hangat itu terus menerus menyelimuti Tiffany, ia sungguh tidak ingn melepaskan pelukan ini, ini begitu nyaman.

“Congratulations Taetae sekali lagi! Kau akan memakainya kan?” Tiffany perlahan melepaskan pelukan Taeyeon hangat. Di sibakkkan kembali rambut Taeyeon olehnya

“Tentu saja!” ujar Taeyeon lalu tersenyum lebar

“This necklace will show you how much I love you Taetae-ah! Nothing would never ever separate us!” Tiffany memamerkan Eyesmilenya dan membuat Taeyeon sangat senang, ini benar benar, malam yang indah untuknya. Benar benar kebahagiaan yang sangat singkat tetapi mampu membuat Tiffany merasa bergetar dan mendapat perasaan yang akhir akhir ini selalu muncul dalam dirinya.

**

tiffany-prince-selca-5

(Aku sangat senang hari ini, bahkan aku sampai tidak bisa tertidur, apakah Prince akan membantu ku untuk tertidur?) – @xolovestephie

Tiffany View

Dengan satu sentuhan jari ku pada tombol bertuliskan “Share” itu, kini foto yang baru saja ku unggah sudah terpajang di halaman akun social instagram ku. Hari ini benar benar indah, aku sangat senang, sebenarnya, bukan pertama kali aku merasakan ini, tetapi aku merasa, hari ini baru semuanya benar benar.. sangat terasa jika.. aku benar benar merasakannya sejak sebulan yang lalu.

Ada sesuatu tentang Taeyeon yang berhasil membuatku seperti aku orang yang paling beruntung didunia karena bisa memilikinya, ehm, maksudku, dekat dengannya. Ada sesuatu tentang Taeyeon yang dapat membuatku nyaman, ada sesuatu tentang Taeyeon yang berhasil membuatku seperti aku orang yang paling bahagia yang pernah ada karena dibuatnya.

Dan, ada sesuatu tentang Taeyeon yang selalu aku rindukan akhir akhir ini. Seperti beberapa hari yang lalu aku tidak dapat bertemu dengannya dan aku sangat merindukannya.

Sejak kapan aku merasakan semua ini? Bukan kah ini sudah hamper sebulan? Kenapa sampai saat ini belum juga hilang. Ini sangat sulit. Aku sangat bingung, bagaimana bisa aku merasakaan perasaan seperti ini? Aku sudah bersama sama dengan Taeyeon hingga 10 tahun lamanya, bagaimana bisa aku.. aku merasakan semua ini? Apa ini mungkin? Apa ini boleh? Apa ini tidak.. salah..?

Ku hempaskan tubuhku begitu saja ke tempat tidur, kubiarkan mataku terpejam, ku coba kosongkan pikiranku, bagaimana pun, aku harus mempunyai istirahat yang cukup karena besok jadwalku sangat padat. Aku tidak boleh memikirkan sesuatu yang belum pasti dan tidak boleh larut dalam pikiran ku, kubiarkan mataku terpejam begitu saja, mungkin saja dengan cara ini aku dapat terbang ke alam mimpi.

Kulirik jendela kamarku yang masih terbuka, terlihat lampu lampu yang ada di kota Seoul ini suda mulai redup, mungkin orang orang sudah mulai menghentikan aktifitasnya karena hari sudah semakin larut. Bulan mulai menampakkan dirinya menggantikan posisi matahari, Bulan malam ini.. begitu indah.. terlintas di benakku cita citaku sejak kecil adalah bisa mendarat di bulan.

Perlahan demi perlahan, mataku mulai terasa berat, seperti nya sedikit lagi aku sudah siap untuk melangkahkan kaki ku kedalam alam mimpi.

“Cling” astaga! Baru saja aku akan tertidur, entah itu apa sesuatu memintaku untuk mencoba melihat ponselku, aku merasa aku harus melihatnya, perlahan tapi pasti aku meraba suatu tempat kosong tempat tidur di atas kepalaku untuk mencari ponselku. Ku raih ponselku dengan mata yang masih setengah sadar ini. Seketika aku langsung terkejut dan merubah posisiku menjadi duduk, kedua mataku menatap layar tidk percaya

Taeyeon memberi komentar di fotoku!

(Omo pannie-ah. Kau sangat cantik bahkan dari sampingpun.hey apakah itu prince yang berada di pangkuanmu :3, omo ! prince, Kau sangat beruntung malam ini. Harusnya aku yang berada di posisimu saat ini. Hehe.) – @taeyeon_ss

Tergurat senyum di bibir tipisku, lagi lagi aku tidak bisa menghentikan detak jantung ku yang terasa sangat cepat, aku rasa ini alami, semua orang pasti pernah kan merasakan ini ketika sahabat mereka mengkomentari salah satu foto mereka? Ya kan..?

Taeyeon memang seperti itu, ia sangat mengerti bagaimana cara membuat sone senang, mungkin saja ini hanya salah satu kelakuaannya . untuk fan service. Entah kenapa, aku sangat berharap Taeyeon melakukan ini semua karena tidak ada tujuan apa apa selain ia bermaksud benar benar mengatakan itu semua. Semua perkatannya hari ini.. sangat membuatku merasa senang. Tunggu? Itu sangat tidak mungkin!

“Cling!”

(Akhir akhir ini aku melihat Taeny lebih dekat dari biasanya)

 

(OMO! Taeyeon berkomentar!)

 

(Goodnight Taeny!)

 

(Taeny is real<3)

 

(Taeny is… really… exist)

 

(Taeny semakin lama semakin romantic)

 

(Apa Taeny akan segera mengumumkan kabar bahagia?)

 

(Byuntaeng! Aku mengerti apa yang ia maksud di komentarnya)

 

(Aku ingin melihat Taeny dinner bersama)

 

(Kira kira, apa yang Taeny lakukan malam ini?)

 

(Good night beautiful.)

 

(Good night Tiffany.)

 

(OMO! Apa yang membuat Tiffany Unnie senang hari ini?)

 

(Mungkinkah ia senang ada sangkut pautnya dengan Taeyeon)

 

(Apakah taeny benarbenar nyata? Katakana padaku ini bukan mimpi)

 

(Ini hari terindah dalam hidupku, I hope taeny really exist)

 

Baru saja beberapa menit aku sudah mendapatkan 360.345 like dan puluhan ribu komentar. Ini selalu terjadi ketika aku mengunggah foto jika ada Taetaenya maka penggemar yang mengidolakan kami berdua pasti akan berkicau dan mereka akan mengatakan bahwa mereka sangat senang jika aku bersama Taeyeon atau bahkan jika hanya Taeyeon berkomentar atau bahkan hanya menyukai salah satu fotoku, mereka semua pasti akan berkicau kembali.

Memang tidak sedikit yang mendukung hubunganku dengan Taeyeon, tapi, kami benar benar hanya sebatas sahabat.. biarpun begitu, aku sangat senang mengetahui bahwa aku adalah orang terdekat Taeyeon. Aku sangat.. menyayanginya sebagai sahabat.. ya.. sahabat..

Aku menoleh memperhatikan jam dinding yang sudah menunjukan pukul 11 malam itu, ya, baru satu jam lalu aku sampai hotel lalu membersihkan diriku sehabis dinner bersama Taeyeon tadi.

“Tok..tok”

“You can come in!” pekikku yang ku yakin itu Hyoyoen, tentu saja itu Hyoyoen, siapa lagi kalau bukan dia. Gagang pintu pulai bergerak kebawah, pintu kamar ku perlahan terbuka, terlihat Hyoyoen dengan pakaian tidurnya dengan wajah yang sangat suntuk seperti sudah siap untuk tidur.

“Kau baru pulang ? aku menunggumu sejak tadi babo-yah!” Ujarnya sembari berjalan mendekatiku, detik selanjutnya ia sudah berbaring tepat di sampingku dan memejamkan matanya.

“Mianhe.. aku bersama Taeyeon seharian ini.” Kataku lembut karena takut membangunkan Hyoyoen, sudah pasti ia akan tidur bersamaku malam ini. Itu lah Hyoyoen, ia sangat penakut, jika hanya ada kami berdua di ruangan hotel yang mempunyai 3 kamar ini, ia selalu tidur di kamarku, dikarenakan Manager Oppa sedang ada urusan di luar kota sampai besok pagi.

“Tidak heran.” Jawab Hyoyoen sembari menarik selimut yang sedari tadi sudah ada di tangannnya lalu ku bantu untuk menutupi tubuhnya.

“Ternyata yang aku bicarakan kemarin, benar.” Ujar Hyoyoeon masih dengan matanya yang tertutup. Perlahan ia melihat ke arahku lalu menutup matanya kembali.

“Benar? Maksudmu?” Tanyaku kebingungan. Aku segera merubah posisiku menjadi tengkurap di samping Hyoyeon dan memandanginya. Menunggu jawaban darinya.

Author View.

“Taeyeon unnie… dekat dengan Baekhyun”

“Kau sudah lihat artikel di internet? Mereka.. dikabarkan jalan berdua dan makan siang bersama 4 hari yang lalu. Bahkan mereka akhir akhir ini sering sekali mengirim pesan satu sama lain” Hyoyeon melanjutkan perkataannya. Jelas saja itu membuat Tiffany beranjak dari tempat tidurnya.

Meraih cepat ponselnya yang di letakkan di meja. Dengan seluruh sisa tenaga nya, ia segera membuka beberapa artikel yang ramai di kunjungi akhir akhir ini, ia dapat beberapa site yang memang terkenal akan berita factual dan actual nya.

Benar saja, baru sampai di halaman depan, sudah terpampang jelas skandal Taeyeon dan Baekhyun yang sangat dekat dan bahkan ada beberapa foto mereka makan siang dan jalan bersama. Bahkan Baekhyun sempat membawakan tas Taeyeon. Mata Tiffany mulai terasa perih, saat itu juga sangat menyakitkan bagi Tiffany, ia kini sedikit sadar akar perasaannya. Ini bukan perasaan yang biasa ia rasakan terhadap Taeyeon.

Mungkin ini mengapa ketika mereka sedang di pantai dan makan malam, Taeyeon hanya focus mengetik dan tersenyum dan tertuju pada ponselnya. Mungkin ini mengapa.. Taeyeon terlihat begitu senang. Mungkin ini kenapa.. Taeyeon sedari siang tadi selalu memperlihatkan senyumnya.

“Maaf, bukan maksudku untuk mengatakan itu.” Suara Hyoyeon memecahkan keheningan di ruangan yang besar itu. sesekali ia membuka matanya hanya sekedar untuk memperhatikan Tiffany.

Ia tahu betul bagaimana perasaan Tiffany dikarenakan sudah agak lama Tiffany selalu menceritakan perasaan nya yang tidak menentu dan bingung, ya, Hyoyeon adalah tempat curahan hati Tiffany.

Meskipun Tiffany terus menyangkal pendapat Hyoyeon, tetapi gadis itu percaya bahwa Tiffany mempunyai sesuatu perasaan yang lain terhadap sahabatnya itu, ia selalu meyakinkan Tiffany untuk berkata jujur akan apa yang dirasakannya agar tidak tersakiti di kemudian hari.

Tentu saja gadis berambut hitam itu menolaknya, bagaimana bisa ia jujur, itu akan membuat persahabatannya dengan Taeyeon rusak. Bukan hanya itu, Taeyeon tentu akan menjauhinya.

Aniyo Hyoyeon-ah. Nan Gwenchana..” Ujar Tiffany lalu memperhatikan sahabat nya itu. perlahan ia meletakkan ponselnya lalu berbaring di tempat tidur yang cukup lebar itu. Tangannya bergerak menuju jantungnya, merengkuh erat bahan baju yang ada di hatinya, hatinya terasa sangat sakit, bagaimana pun juga ia harus menahannya.

“Kau menyayanginya.” Lagi lagi Hyoyeon meyakinkan sahabatnya itu dengan merubah posisinya menjadi duduk, ia terus memperhatikan Tiffany yang masih memejamkan matanya.

“Kau juga… mencintainya.”

Tiffany yang mendengar itu membuka matanya, hatinya semakin sakit, tidak bisa di pungkiri bahwa itu semua memang benar.. ia mencintai seseorang yang bahkan tidak bisa ia miliki, tetapi ia masih sangat ragu apa perasaannya benar benar nyata, tergurat senyum tipis pada wajahnya, menahan semua raa sakit pada ulu hatinya. Ini tidak mungkin. Fikirnya.

“Lebih baik kau tidur Fany-ah.” Hyoyeon yang merasa sahabatnya sudah cukup untuk mendengar perkatannya, mulai menarik selimut perlahan dan menutupi tubuh Tiffany, di tariknya salah satu guling yang berada di dekatnya pada Tiffany. Ia lalu membaringkan tubuhnya kembali. Dengan membawa perasaan sakit hatinya, Tiffany akhirnya dapat masuk ke alam mimpinya.

Ya.. alam mimpinya. Dimana semua bisa menjadi mungkin dan satu satunya tempat ia tidak akan merasakan sakit dan dapat melupakan segalanya untuk sementara.

yv1bg-wallpapers-384910708-1680x1050

(Semua bintang juga tahu, kau yang membuatku terbang, dan kau juga yang membuatku jatuh.. sangat keras.) – @xolovestephie

**

ia merasa sesuatu telah membangunkannya, perlahan ia buka kedua bola matanya melihat matahari mulai menampakkan dirinya, pancaran sinarnya mulai mencoba menerobos melalui celah celah tirai di jendela kamar nya. Kedua sudut bola matanya menangkap Hyoyoen yang masih tertidur pulas bagaikan anak kecil yang merasa kelelahan setelah seharian bermain.

Ia coba merenggangkan tangannya dengan menariknya ke atas. Ah. Ini terasa sangat nyaman. Kedua kakinya mulai menapakki lantai yang dingin, segera dipakainya sandal tidur yang sangat tebal itu. hari ini benar benar, dingin.

Tulang jendela mulai ditariknya ke atas sekedar untuk melihat pemandangan Seoul di pagi hari. Meskipun Seoul adalah kota yang sibuk setiap harinya dan selalu banyak kendaraan yang memulai perjalanannya, bukan berarti ia tidak mempunyai pemandangan yang indah. Bisa terlihat jelas orang orang berlalu lalang di tepi jalan, sedang memperhatikan ponsel atau bahkan membaca buku, banyak pelajar yang mulai menunggu antrian bus dan ibu yang mengantar anaknya kesekolah.

“Hyoyeon –ah! Bangun! Sudah siang!” Sahutnya sedikit keras kepada Hyoyeon yang masih saja belum bangun, sedikit tidak enak setelah membangunkannya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, mereka mempunyai jadwal yang padat hari ini.

“YYA! Kenapa kau membangunkanku, ini bahkan baru jam 7!” Katanya setelah ia dengan terkejut terbangun lalu menarik ponselnya cepat dan memperlihatkan nya kepada Tiffany. Ia hanya tertawa kecil melihat tingkahnya. Itu lah sahabatnya, Hyoyeon, ia sangat tidak suka seseorang menganggu tidurnya.

Arasseo, aku akan mandi dan mencari sarapan ke lobby.” Jawabnya lalu berjalan mengambil handuk yang menggantung di sudut ruangan, dilihatnya Hyoyeon masih sangat nyaman dan tidak mau berpisah dengan tidurnya.

Ia lalu beringsut masuk ke kamar mandi seperti kebiasaan rutinnya untuk membersihkan diri. Rupanya, ia benar benar lupa akan apa yang terjadi semalam. Ia lupa bagaimana rasa sakitnya malam kemarin, tidak butuh waktu lama untuk membersihkan diri nya, kemudian sosok gadis cantik itu keluar dari pintu itu, dengan dress bermotif bunga dan rambutnya dibiarkan tergerai, sedikit polesan lip tint dan bedak, kini sosok itu sudah siap untuk hari ini. Benar benar kecantikan yang sederhana namun menawan.

Gadis itu lalu melangkahkan kaki nya menuju lift untuk bergegas mencari Manager Oppa untuk sarapan. Maklum saja, pihak management tidak mengizinkan mereka untuk menerima makanan dari hotel karena mereka tidak ingin dimana tepatnya ruangan yang mereka tinggali. Gadis itu memperhatikan sekelilingnya, tampak sepi dan ada beberapa paparazzi mengambil gambarnya dari luar.

Setelah di pastikan sang manager belum juga tiba, ia berjalan menuju ruangan yang bertuliskan Lobby dan duduk di sofa yang telah di sediakan lalu memainkan ponselnya. Detik selanjutnya, ia beranjak menuju meja yang sudah tersediakan beberapa cokelat panas khusus untuk para tamu hotel ini.

Ini akan sedikit mengusir rasa dingin, fikirnya. Lalu ia meletakkan tas yang sedari di tentengnya di sampingnya. Perlahan tapi pasti ia mulai menyesap cokelat panas itu sembari menikmatinya. Baru sedikit yang ia minum, ia melihat sosok sepatu wedges yang tidak terlalu tinggi berada di hadapannya, perlahan ia mendongakkan kepalanya.

“Pannie-ah.” sebuah suara berhasil mengejutkannya membuatnnya hampir tersedak cairan kopi yang kuminum. Melihat sosok itu, ia terdiam sejenak, lalu muncul sekelebat bayangan di fikirannya tentang kemarin malam.

Jantungnya serasa berhenti berdetak saat melihat sepasang mata coklat madu yang begitu indah menatapnya dengan tatapan yang begitu menyejukkan. ‘melihat matanya membuatku merasa nyaman, disisi lain, membuatku sakit. ‘ Hatinya berteriak membuyarkan semua lamunannya yang begitu memuja paras sahabatnya itu.

“Apa yang kau lakukan disini, t-tae?” Tanya Tiffany terbata bata karena terlalu gugup, dengan cepat ia merubah posisinya menjadi berdiri, kini mereka saling berhadapan satu sama lain.

“Harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini pannie-ah? Baru saja aku akan ke kamarmu untuk memberikan ini.” Ujar Taeyeon sembari menunjukkan tempat makan yang di baluti tas kecil. Rupanya itu adalah sarapan untuk Tiffany dan Hyoyeon, dan Taeyeon sebagai leader merasa harus bertanggung jawab akan itu karena sang Manager tidak bisa hadir.

“Manager Oppa tidak bisa hadir hari ini, dan jadwal hari ini semua nya di undur Pannie-ah.” Taeyeon lalu merebut cangkir itu dari tangan Tiffany, dengan santainya ia menegak coklat panas itu lalu tersenyum.

“Kau hari ini terlihat terlalu rapih Tae”

“Benarkah?” Taeyeon setengah terkejut mendengar cara berbicara Tiffany yang tedengar lebih pendiam dan seperti mempunyai beban.

“Ne, seperti katamu, kita tidak ada jadwal kan?”

“Ahh.. ne.. sebenarnya aku ada janji dengan Baekhyun hari ini” Taeyeon lalu tersenyum sangat lebar. Lagi lagi, Tiffany merasa sakit mendengar nama itu. terlebih lagi mendengar kalimat pertama, tetapi ia tidak bisa melakukan apa apa akan hal itu. itu diluar kendalinya. Yang bisa ia lakukan hanya.. menunggu sampai perasannya reda. Entah kapan waktu itu akan datang.

“Kau tidak pernah bercerita tentangnya.” Tiffany mencoba berbicara dengan Taeyeon setenang mungkin. Tidak mungkin ia menunjukan rasa sakit dan sedihnya pada Taeyeon. Biar bagaimana pun juga, Taeyeon adalah sahabatnya.

“Aku rasa begitu.. mianhe.. akhir akhir ini aku sangat sibuk sampai sampai aku lupa banyak hal yang ingin aku cerit-“

“O’Hyoyeon-ah?” Tanpa sadar Tiffany memotong pembicaraan Taeyeon dengan mengangkat telfon dari Hyoyeon yang tibatiba, seakan akan ia sudah cukup mendengar penjelasan dari Taeyeon.

“O’ arasseo.” Kata Tiffany mengakhiri panggilan teleponnya.

“Maafkan aku memotongmu, tetapi Hyoyeon memaksaku untuk segera kembali kekamar, ia kelaparan” Tiffany lalu menunjukkan Eye smilenya dan bergegas membawa tas dan merapihkan sofa yang sedari tadi ia duduki. Baru saja berbalik untuk menuju ke lift, sesuatu menarik tangannya. ‘Ya Tuhan, aku tidak tahan ini.’

 

“Ada apa denganmu Pannie-ah? Kau tidak seperti biasanya..” Tiffany berbalik masih menampilkan senyumannya itu, dengan lembut ia melepas genggaman tangan Taeyeon.

“Maafkan aku, aku terburu – buru” Tiffany berlalu begitu saja dari hadapan Taeyeon dan membuatnya kebingungan akan tingkah Tiffany yang tibatiba seperti menjauh dari dirinya.

Tiffany View

Ku percepat langkahku menuju lift, ah cepatlah terbuka, Taeyeon memperhatikanku. Mungkin ia sedikit bingung kenapa aku bertingkah seperti ini, tapi sungguh aku tidak ingin merasakan sakit yang lainnya, melihatnya membuat ku sangat sakit, melihatnya, mengingatkan aku bahwa aku tidak mungkin bisa memilikinya, melihatnya sangat membuatku gugup. Keadaan sudah berubah seratus delapan puluh derajat.

Akhirnya pintu lift terbuka, dengan tergesa gesa aku beringsut masuk segera ku tekan tombol menuju lantai 11, terlihat dari daalam Taeyeon yang masih memperhatikanku, detik selanjutnya ia berbalik menuju pintu keluar. Maafkan aku Taeyeon-ah. Aku benar benar tidak bisa mengatasi ini.

Author View

“Darimana saja kau Fani-ah, aku sudah kelaparan” Baru saja Tiffany masuk dan menutup pintu, Hyoyeon sudah menyambutnya dengan ocehan dan membuat Tiffany tergelak karena melihat Hyoyeon yang sangat berantakan.

“Mian.. aku tadi bertemu Taeyeon dan ia bilang Hoon Oppa tidak bisa hadir hari ini dan ini sarapannya ohya juga hari ini jadwal kita hari ini diundur semua.” Jelas Tiffany yang membuat Hyoyeon tersenyum lebar. Tentu saja ia tersenyum lebar, siapa yang tidak bahagia jika mendengar kabar bahwa mereka bisa istirahat seharian penuh setelah memenuhi hari hari dengan jadwal yang padat.

“Bagaimana denganmu Fani-ah?” Ujar Hyoyeon disela sela makannya pada Tiffany yang sedang memperhatikan layar Televisi dengan serius, berita itu.. tentang skandal kedekatan Taeyeon dan Baekhyun, entah mengapa ia merasa harus menonton siaran itu walaupun sakitnya bahkan seperti pedang yang dihunuskan langsung ke jantungnya.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Tiffany lemah sembari masih memperhatikan layar televise seakan mengerti apa yang di maksud sahabatnya itu.

“Kau tidak baik baik saja, aku sangat mengenalmu, kau fikir hidup bersama hampir 11 tahun ini aku tidak mengetahui apa apa tentang dirimu? Apalagi kau dan Taeyeon sangatlah dekat.” Ujar Hyoyeon lalu menghentikan makannya. Tiffany yang mendengar itu hanya tersenyum tanpa menoleh ke arah Hyoyeon sedikitpun. Hatinya semakin teriris ketika mendengar pembawa acara itu berkata bahwa kedekatan BaekYeon di informasikan sudah lebih dari 2 bulan.

‘Kedekatan keduanya diketahui sudah berlangsung selama 2 bulan. Berawal dari project membuat ost lagu bersama untuk sebuah drama, apa keduanya akan berakhir dengan sebuah hubungan yang lebih romantic?’

 

2 bulan? Yang benar saja.. ia bahkan tidak mengetahui apa apa tentang itu sama sekali. Bagaimana bisa Taeyeon tidak menceritahan apapun kepadanya, kenapa ia harus mengetahui ini dari orang lain, bukan dari sahabatnya sendiri? Ini terasa sangat sakit.

Matanya membulat melihat pemandangan didepannya. Hatinya teriris. Buliran air mata mengalir dari sudut matanya, dia menangis lagi setelah diam diam menangis saat Hyoyeon tertidur karena baru kali ini ia merasakan sakit. Ini bahkan lebih sakit dari cinta pertamanya ketika ia masihdi bangku sekolah.

Sesak. Rasanya terasa sangat sesak. ia menggigit bibir bawahnya. menahan rasa sakit yang menekan dadanya. Dia menarik nafas, melonggarkan paru-paru nya yang terasa begitu sesak dan sempit, ia merasa membutuhkan udara baru.

Dia menenggelamkan kepalanya pada bantal. Menangis sambil terisak.. Bahunya berguncang. Kali ini, dia benar benar menangis. Hatinya sangat terasa sakit. baru kali ini dia merasakan rasa sakit yang sangat menyayat hatinya.

Hyoyeon yang menyadari akan hal itu dengan cepat menghampir Tiffany yang berjarak sekitar 1 meter darinya, dengan sabar ia menepuk nepuk lembut punggung Tiffany dan menghiburnya juga berkata semua akan baik baik saja.

Perlahan tapi pasti tangisan Tiffany semakin mereda. Setelah merasa puas, ia mulai menoleh kepada Hyoyeon dan memberikan senyumnya. Betapa bahagianya ia mempunyai sahabat yang masih ada di sisinya

“Hey sekarang giliranku bercerita.” Hyoyeon mengambil kembali mangkuk berisi bubur dan sayurannya, Tiffany mengangguk dan tersenyum bersiap untuk mendengarkan Hyoyeon.

“Dulu sewaktu ku masih di bangku SD, guru ku berkata, “Siapapun yang merasa dirinya sendiri bodoh, harap berdiri”” Hyoyeon memulai ceritanya sembari memakan sarapannya.

“Lalu benar benar tidak ada yang berdiri. Ia berkata “Aku yakin ada beberapa siswa yang merasa bodoh dikelas ini, ayo, berdiri.”” Tiffany masih setia mendengarkan dengan seksama sesekali ikut menganggu Hyoyeon yang sedang makan dengan meminta beberapa suap.

“tidak di sangka si pintar Ye Bin berdiri” lanjut Hyoyeon.

“lalu guru ku berkata “Oh ternyata Ye Bin berdiri! Jadi kau merasa dirimu itu bodoh, yebin?” lalu teman ku si Ye Bin menjawab.”

“Bukan begitu Guru, aku hanya kasian hanya kau yang berdiri sendirian.” Lanjut Hyoyeon.

Jelas saja mendengar itu Tiffany tertawa terbahak bahak, sahabatnya itu berhasil membuat nya lupa sejenak akan segalanya, sampai sampai ia tersedak sedikit bubur di kerongkongannya karena tidak bisa menahan tawanya. Hyoyeon yang melihat itu hanya dapat tersenyum setelah melihat sahabatnya tidak terlihat sedih lagi.

Baru saja keduanya menikmati sarapan mereka sembari bercanda, mengobrol dan tertawa, bel pintu tibatiba berbunyi pertanda seseorang telah datang di depan pintu. Hyoyeon dengan sigap langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu,di lihatnya dari layar monitor camera pintu depan, terlihat 2 gadis cantik lainnya yang tersenyum lebar. Rupanya itu Yoona dan Jessica, mereka terlihat sangat anggun dengan pakaian sederhana dan make-up yang natural.

“O’ Hyoyeon-ah! Ppali buka pintunya! Sebelum ada yang menyadari kami!” Sahut Yoona dengan nada khawatir, dengan tergesa-gesa Hyoyeon membuka pintunya.

“Anyeong! Where’s tiff?” Tanya Jessie sembari berjalan dan melepaskan flat shoesnya lalu menaruh tasnya di sisi pintu kiri sementara Yoona hanya mengikutinya dari belakang.

“Itu, dia sedang sarapan, apa yang membawa kalian kemari?” Tanya Hyoyeon santai sembari membantu meletakkan coat yang di kenakan Yoona ke gantungan baju.

“Apakah tidak boleh!? Aku sangat bosan di hotel, lalu aku menelfon Jessie unnie untuk menemaniku kemari.” Jelas Yoona lalu menghapiri Tiffany yang sedari tadi tersenyum meperatikan sahabat sahabatnya itu.

Taeyeon-ah Eodiso?” Tanya Hyoyeon sembari melanjutkan sarapannya pada Yoona yang sedang merecoki Tiffany yang sedang mamakan buburnya.

“Taeyeon unnie? Bukankah tadi Tiffany bertemu dengannya? Ia masih di bawah mengurus sesuatu, nanti juga menyusul” Jelas Yoona masih mengunyah bubur itu.

“Kau sudah dengar berita tentang Taeyeon dan Baekhyun?” Jessie tibatiba membuka topic baru sembari memainkan ponselnya.

“Omo! Yyya! Daebak! Aku bahkan tidak mengetahui apa apa tentang itu!” Yoona terdengar sangat antusias dengan topic yang satu ini, sementara Hyoyeon yang sedari tadi memperhatikan Tiffany kini mulai bergeming.

“Nado! Ini sangat mengejutkan, bagaimana denganmu Tiffany?” Jessica lalu menghampiri Tiffany yang duduk di karpet dan siap mendengarkan cerita Tiffany.

“bagaimana denganku?”

“Ya! Pastinya Taeyeon bercerita tentang sesuatu terkait hubungannya dengan Baekhyun padamu! Right?” sontak Hyoyeon terkejut akan pertanyaan Jessie, Hyoyeon sangat tahu apa yang sedang terjadi dengan Tiffany, mengingat Tiffany sangat terbuka dengan Hyoyeon, Jessica dan Yoona. Tentunya juga semua member tahu bagaimana kedekatan Taeyeon dan Tiffany.

“Ah.. ne. dia tidak bercerita sedikitpun tentang itu kepadaku, aku bahkan baru mengetahuinya tadi malam.” Tiffany mencoba berbicara setenang mungkin lalu tersenyum

“Yyya! Bagaimana bisa ia melakukan ini kepadamu?” Jessie lalu mengigit sendoknya dan memasang wajah serius.

“Uhm, mungkin dia memang tidak sedang ingin membicarakannya

“Aku mengerti perasaanmu.” Yoona kini angkat bicara sembari memperhatikan Tiffany yang terlihat khawatir.

“Aku yang tidak mengerti maksudmu Yoong.” Ujar Tiffany lalu tertawa kecil, tawa itu murni,

“Don’t act so dumb. We knew what happened to you, it is hurt, isn’t it? to see your bestfriend looks like fading away.” Aksen Amerika Jessie kini mulai muncul, sisanya hanya tersenyum mendengarnya.

Memang, tidak ada satu member pun kecuali Taeyeon yang tidak mengetahui hal ini, maklum saja, Tiffany dan Taeyeon memang sangat dekat, jangankan penggemar mereka yang menyadarinya, bahkan semua member pun tahu keduanya mempunyai sesuatu tentang itu, terlebih lagi Tiffany adalah orang yang sangat terbuka pada member lainnya.

Sudah sebulan ini memang Taeyeon lah yang mulai tertutup entah itu masalah pribadi atau bahkan umum. Semua juga tahu bahwa Taeyeon dan Tiffany tidak bisa dipisahkan, bagaikan manusia dengan udara.

“We will support you, Tiff. No matter what happen, we will always be behind your back.” Cetus Jessie lalu memeluk sahabatnya itu. Tergurat senyum tipis bibir Tiffany.

“Satu pesan dari ku Tiff. Jika kau lelah, aku mohon berhenti mencoba dan jangan menyakiti dirimu sendiri.”

Tiffany hanya mampu menampakkan senyumnya. Ia merasa sangat beruntung menjadi dirinya dan di kelilingi sahabat sahabat yang tidak ada meninggalkannya dan akan selalu berada di belakangnya.

**

13.00 PM at Tiff, Hyo room.

 

“Unnie..” Jessie langsung menoleh kemana arah itu berasal, rupaya Hyoyeon yang sedari tadi melihat video-video di youtube tentang performa group yang tengah naik daun itu.

“Wae?” Tanya Jessia lalu menghampiri Hyoyeon yang kiranya berjarak 2 meter darinya, sementara Tiffany dan Yoona sibuk mengobrol dan mencurahkan isi hati mereka.

“Lihatlah, Yuri terjatuh!” Tawa Hyoyoen dan Jessie seketika meledak ketika melihat Yuri terjatuh lalu bangkit ketika penampilan mereka berlangsung. Pasalnya tidak ada satu memberpun yang menyadarinya. Mata Jessie kini beralih ke pinggir dilihatnya video dengan berbagai judul berawal “Taeny”.

“Omo!” Hyoyeon yang sadar akan judul judul di tepi layar mulai membuka salah satunya, terdapat banyak video dua sahabatnya itu saling memberi tatapan yang dalam juga ketika mereka tersenyum bersama atau bahkan moment moment lucu dan romantic keduanya.

“Mwo yyaaa! Daebak! Fani-ah!” seketika itu juga Tiffany menoleh dan menghampiri keduanya diikuti Yoona lalu mereka berkumpul mengelilingi layar datar itu.

“Aku tidak pernah tau Taeny Shipper sebanyak ini!” Ucap Jessica kagum setelah melihat salah satu video Taeny berhasil mendapat 2 juta penonton dan puluhan ribu penyuka.

“Omo! Daebak!!!!” Cetus Yoona ketika melihat komentar komentar yang sangat antusias akan hubungan Taeny yang sangat dekat. Sampai mata mereka tertuju pada satu komentar yang mendapat like sebanyak 827. Tiffany hanya tersenyum melihat tingkah tingkah sahabatnya itu. sesungguhnya ia berfikir ini belum apa apa, masih banyak video video seperti itu yang tersebar luas bahkan Tiffany sering membaca fanfiction diri nya dan Taeyeon.

“Oh lihatlah! Ada berita Taeyeon unnie menjemput Fany unnie!” Sahut Yoona sembari jari nya menunjuk berita yang ia maksud

“Oh! Aku tidak tahu ada paparazzi ketika itu!” Tiffany kini terlihat gembira setelah melihat berita itu, juga ada beberapa foto ketika Taeyeon mengantar Tiffany kedalam hotel.

27 June 2015

img_0151

Dua idol yang tengah naik daun ini terlihat sangat senang setelah menghabiskan waktu mereka dengan dinner romantic berdua di pantai. Kedua nya memang pribadi yang sangat dekat. Keduanya tampak menikmati suasana suasana yang di dapat, berikut ini beberapa foto Taeyeon SNSD dan Tiffany SNSD ketika memasuki salah satu hotel ternama di Korea

 

Masih sangat asyik melihat beberapa berita tentang itu dan berita lainnya tentang group mereka, pintu depan terlihat terbuka, terlihat sosok gadis cantik dengan pakaian simple tetapi tetap menawan, ia lalu tersenyum melihat ke-empat sahabatnya saling tertawa dan mengembangkan senyum mereka.

“Anyeong!” Taeyeon lalu menghampiri keempat sahabatnya, jelas saja mereka semua terkejut karena tidak ada angin tidak ada suara sosok itu tibatiba muncul didepan mereka.

“Khamcagya! Kau mengagetkan ku!” Jessie lalu menoleh kepada Taeyeon dan melewatinya karena ingin mengambil segelas air di kulkas sementara Taeyeon langsung menghampiri Tiffany.

“Aku ingin menjemputmu” Taeyeon kini sudah menarik tangan Tiffany pertanda ia ingin Tiffany segera berdiri dan mengikutinya.

“Eodiga?” Tanya Tiffany dengan ragu-ragu.

“Temani aku makan siang nanti dan temani aku berbelanja baju juga perfume baru lalu bertemu Baekhyun di SM” Taeyeon lalu tersenyum lebar memperlihatkan gigi giginya yang rapih.

“ANDWAE!” Ketiga sahabat itu Jessica, Hyoyeon dan Yoona langsung menarik tangan Tiffany dari Taeyeon karena sudah mengerti maksud dari Taeyeon yang meminta Tiffany untuk menemani nya hanya untuk bertemu Baekhyun. Tidak mau Tiffany tersakiti, Hyoyeon mengajukan dirinya.

“Aku saja! Aku sedang bosan! Otte!?”

“Kalau kau tidak mau dengan Hyoyeon! Aku bersedia menemanimu!” Cetus Jessie lalu mengenggam tangan Taeyeon. Sedangkan Taeyeon hanya terlihat kebingungan melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu.

“Andwae! Aku hanya ingin bersama Panny!” Tolak Taeyeon lalu menarik tangan sahabatnya itu kembali. Tiffany hanya bisa tersenyum melihat tingkah semua orang diruangan ini yang lucu.

“Aku saja tidak apa apa, lagi pula kalian ingin istirahat bukan?” Ujar Tiffany lalu berdiri dan mengambil tasnya. Ketiga sahabat itu hanya mampu mendesah dan kecewa melihat Tiffany sedangkan Taeyeon sudah terlihat sumringah dengan senyumannya yang terlihat senang.

Tiffany View

Lagi. Taeyeon menggenggam tanganku sangat erat. Baru saja melewati pintu depan aku ingin melepaskan tangannya, tapi ia sama sekali tidak melepaskan tanganku. Sangat. Erat lagi lagi aku di buat bingung karenanya. Tidak kah aku bisa beristirahat sebentar dari fikiranku? Baekhyun? Ia ingin bertemu baekhyun hari ini? Yang benar saja. Aku sangat sakit.. Tae.

Tidak ada yang memulai pembicaraan sampai kami tiba di Lift. Aku masih tenggelam dalam fikiranku, kurasakan hanya tangannya sudah sedikit terasa basah. Bisa kulihat wajah Taeyeon yag sangat tenang. Lekukan wajahnya sangat sempurna. Bahkan bibir ny-

Oh lupakan. Kami sudah sampai di lantai dasar, ya basement. Taeyeon masih menggenggam tanganku sangat erat. Kami berjalan keluar Lift bisa kulihat keadaan sangat sepi dan hamper tidak ada orang satupun selain penjaga yang terlihat sangat jauh dari jarak kami.

Taeyeon menuntunku menunju mobilnya, di bukakan pintunya untukku lalu ia tersenyum padaku, ah.. lepas juga tanganku darinya. Perlahan detak jantungku kembali ke kecepatan normal sejak tadi keluar kamar sudah pasti detak jantungku tidak beraturan iramanya. Terlebih lagi ini Taeyeon.. yang sedang bersamaku..

“Pannie-ah” Taeyeon memecah keheningan diantara kami, aku menoleh memperhatikannya menanti perkataan selanjutnya.

“Kau sedikit berubah, menjadi lebih pendiam.” Lanjutnya sembari menyalakan mesin mobil kemudian menjalankannya perlahan.

“kau tau kau bisa bercerita apa saja padaku kan?” Aku menoleh kepadanya yang sedang memperhatikan jalan dan hanya mengangguk pelan.

“Aku melihat fotomu di Instagram, siapa yang menyakitimu Pannie-ah?” Katanya sekali lagi mencoba membuat percakapan diantara kami. Aku tidak menatapnya, aku memperhatikan jalan yang baru saja kami lewati, aku tidak memperdulikan katakatanya.. mendengarnya, membuatku sangat sakit.

“Aku mendengar berita kedekatanmu dengan Nickhun. Apa ia yang menyakitimu?” aku menggigit bibir bawahku pelan mendengar perkataan Taeyeon barusan. Hati ku semakin sakit. Kenapa bisabisa nya ia membahas orang lain.. tentu saja, ia tidak mengetahui apa apa tentangku..

“Ah ani.. aku bahkan tidak dekat dengannya. Memang benar ia akhir akhir ini sering memberiku pesan atau menelfon ku..”

“Tetapi aku tidak pernah membalasnya.” Lanjutku lalu tersenyum dan mencoba menyalakan music yang menurutku akan mengusir kecanggungan diantara kami. Ya. Nickhun. Haha. Pria itu bahkan tidak ku beri satu balasanpun. Entah mengapa aku tidak merasa itu sangat penting karena aku benar benar tidak tertarik padanya.

“Ah! Jinjja! Itu berita bagus! Sejujurnya aku sangat cemburu mendengar berita itu! mendengar kau dekat dengan orang lain, aku sangat tidak suka itu” Kata Taeyeon lalu ia tertawa kecil dan memperlihatkan senyumnya.

HA! Yang benar saja Kim Taeyeon! Jika itu membuatmu cemburu, bagaimana denganku? Bagaimana denganku mendengar berita berita itu dan mengetahui jika itu nyata!? Aku hanya terkekeh mendengar candaan Taeyeon lalu mendengarkan music yang sedang di putar diradio itu.

“Bagaimana jika kita makan siang Taeyeon-ah?” Usulku mencoba untuk mengusir kembali kecanggungan di antara kami. Ini benar benar tidak seperti biasanya.

“Uhm baiklah! Kau sudah lapar?” Antusias Taeyeon yang kini semakin senang mungkin karena aku memulai percakapan kami. Mungkin saja..

“Ne. sarapanku habis oleh Hyoyeon dan Yoong juga Jessie yang mengangguku.” Desahku seperti anak kecil membuatnya tertawa lalu memperhatikanku beberapa detik sebelum kembali memperhatikan jalan.

“Aish! Dasar mereka! Baiklah, bagaimana jika kita makan… udon?” aku tersenyum dan menoleh ke Taeyeon juga mengangguk pertanda setuju. Langit sangat cerah siang ini di Seoul. Bagaimana pun juga ini terlihat gelap mengingat kaca mobil Taeyeon yang berwarna gelap. Ku dongakkan kepalaku kearah roof top yang transparan itu memperhatikan awan yang seolah mengikuti kami.

“Apa yang membuat mu senang hari ini, Tae?” Tanya ku pada Taeyeon yang sedari tadi masih tersenyum entah apa itu alasannya, sesekali bisa kurasakan ia melirikku dan tersenyum lebih lebar. Atau itu hanya perasaanku saja.

“Baekhyun?” Tanya ku sekali lagi, entah apa itu, bagaimana bisa nama itu keluar dari mulutku sendiri, Taeyeon terlihat sedikit terkejut mendengarku. Ia menoleh dan aku juga menoleh, mata kami sekali lagi bertemu. Perlahan ia mulai memperhatikan jalannya kembali.

“Bukan, ah! Bisa kah kau ambil kaca itu?” Ujar Taeyeon menunjuk kaca bersegi empat itu yang berasa di dashboard mobil. Segera ku raih kaca itu dan memberikannya pada Taeyeon.

“Coba kau pegang saja Ppanie-ah. Apa ada sesuatu di kaca itu?” Tanya Taeyeon lalu aku memperhatikan kaca itu, benar benar tidak ada apa apa seperti kaca normal biasanya.

“Tidak ada apa apa, Tae.” Jawabku masih memperhatikan kaca itu.

“Benarkah? Lihatlah wajah yang ada di kaca itu. Bukankah disitu ada alasan mengapa aku sangat bahagia saat ini?”

Sekali lagi. Taeyeon membuatku tersipu malu atas perkataannya. Bisakah kalian bayangkan? Orang yang sangat aku sayangi memujiku sebegitu manisnya? Bisakah kau lihat betapa aku senangnya? Lagi lagi ia membuat jantungku terasa berdetak sangat kencang. Bisa ku lihat Taeyeon hanya tersenyum dan sesekali memperhatikan ku.

“Terus saja memperhatikanku Taeyeon-ssi.” Aku tertawa kecil melihat tingkah Taeyeon yang menggemaskan itu.

“Apa itu sakit?” Tanya nya lalu meraih tangan kiri ku. Di genggamnya sangat erat membuatku hamper meringis kesakitan.

“Apanya?”

“Ketika kau jatuh dari surga?” Lanjut Taeyeon lalu tersenyum lebar. Astaga ia tidak berhenti menggodaku, jebal Tae, jantungku sedari tadi belum sempat beristirahat. Aku hanya tersenyum sesekali memukul pelan lengan Taeyeon. Selama dalam perjalanan akhirnya aku dan Taeyeon mempumyai percakapan, dan aku masih belum berani menyinggung tentang Baekhyun.

**

Gelak tawa Taeyeon menjadi salah satunya suara di ruangan ini. Ia baru saja tertawa karena aku memberinya sebuah lelucon. Mendengar tawa nya saja bisa membuat ku sangat senang, aku berharap moment moment seperti ini tidak akan cepat berakhir dan berganti dengan moment yang.. sudahlah tidak perlu membahasnya. Yang terpenting sekarang aku sedang bersama Taeyeon.

Ya, restaurant Udon ini memang tempat favoritnya Taeyeon, terlihat sepi, bahkan bisa dibilang hanya aku dan Taeyeon yang berkunjung, mungkin karena ini hari kerja dan orang orang masih sibuk akan aktivitas mereka.

“Taetae, ada sesuatu di matamu” Kataku sembari menunjuk matanya dan memperhatikan kedua bola mata yang indah itu.

“Ah Jinjja? Dimana? Aku tidak merasakan gatal” Jawab Taeyeon lalu membuat matanya semakin lebar dengan menarik ke dua sisi atas dan bawahnya. Aku hanya terkekeh.

“Ah ternyata bukan apa apa, ternyata itu hanya pantulan cahaya yang indah di matamu.” Lanjut ku lalu tertawa kecil, Taeyeon lalu tersenyum lebar dan memukul kepalaku pelan. Baru saja ia tertawa, ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk. Aku memperhatikannya, ia meraih ponselnya dan membaca pesan itu, senyum tipis tergurat di bibirnya.

“Sepertinya Baekhyun akan terlambat. Bagaimana jika selesai makan kita lihat dan membeli beberapa baju?”

“kau belum pernah membicarakan Baekhyun padaku Tae.” Kini aku mulai berani memulai percakapan itu berharap Taeyeon tidak akan marah jika aku mengungkitnya. Aku sudah tidak tahan lagi untuk mendengar penjelasan darinya.

“Ah tentang itu. kami hanya dekat sebatas rekan kerja, malam ini kami hanya akan membahas tentang project tertunda kami. lihatlah Udonnya sudah datang, kau harus cepat cepat makan Pannie-ah sebelum itu menjadi dingin.” Ya, Taeyeon berhasil mengalihkan pembicaraan dan aku hanya bisa mengikutinnya, aku tidak ingin Taeyeon merasa terganggu.

Setelah selesai makan siang, Taeyeon mengajakku kesalah satu toko di salah satu Mall ternama di Seoul. Ya. Itu toko baju. Sepertinya ia mengajakku kesini untuk meminta pendapatku tentang pakaian yang akan di pakainya ketika ia akan bertemu ‘rekan kerja’ nya itu. sudah jelas aku tidak dapat menolak permintaan itu. baju demi baju di cobanya.

Dia terus bertanya apakah ini terlihat cocok untuknya, sudah berapa kali aku harus bilang, dia sangat cantik, apapun akan terlihat cocok untuknya.. aku merasa lelah sedari tadi berdiri, kuseret kaki ku kesalah satu sofa. Ku perhatikan Taeyeon depan kaca yang masih memperhatikan dirinya sendiri. Oh God! Dia sangat sempurna, dia sangat.. cantik, lekukan tubuhnya, kulitnya, matanya, wajahnya, sifatnya, perlakuannya, bisa membuatku terhipnotis.

Aku terus memperhatikannya yang sedari tadi mencoba beberapa baju. Aku senang melihatnya tersenyum itu, aku senang melihatnya bahagia. Tapi bukankah ini terlalu berlebihan jika hanya untuk membahas Project? Ini seperti..ah sudahlah aku tidak perlu membahas itu.

“Cling”

Ponselku berbunyi. Ku seret pengait tas ku dan kuraih ponselku, ada pesan rupanya. Baru saja kulihat homefront ku, aku terkejut bukan kepalang. Baekhyun ? bagaimana ia mendapat ID ku? Aku bahkan tidak mengenalnya. Tetapi aku sering bertemu dengannya pasalnya kita berasal dari agensi yang sama dan itumembuatku pasti sering bertemu dengannya.

‘Baekhyun sent you a messages.’

Karena penasaran, aku buka dan kubaca perlahan.

‘Anyoeng noona! Apakah Taeyeon noona sedang bersamamu? Aku benarkan? Aku berada di luar toko baju yang kalian kunjungi sekarang, bisakah kau keluar sebentar?’

Baekhyun di luar? Apa yang ingin dia lakukan? Dengan cepat aku berdiri dan meminta izin pada Taeyeon untuk keluar sebentar mencari cemilan. Ku langkahkan kaki ku perlahan mencari Baekhyun di luar Toko. Ah itu dia. Mamakai topi hitam dan hoodie juga kacamata,akupun begitu, agar orang orang tidak mengenali kami. Aku rasa ia tersadar akan kehadiran ku dengan sigap ia lalu menghampiriku.

“Taeyeon noona di dalam?”

“Bagaimana kau tahu?” Tanya ku bingung sembari memperhatikan ke adaan sekitar. Bagaimana pun ini bukan tempat yang aman untuk berbicara

“Ayo lebih baik kita cari tempat lain” Baekhyunh hanya beringsut mengikutiku, aku menuntunnya untuk pergi ke ruang emergency yang pastinya aman.

“Ada apa?” Tanya ku mencoba memberikan ekspresi setenang mungkin.

“Uhm..Tiffany noona, aku hari ini ada kencan dengan Taeyeon noona, kau tau itu kan?” katanya sembari melepaskan Topi dan kacamatanya.

“Kencan!? Bukankah ini pertemuan untuk membahas suatu project?” Tanya ku karena sangat terkejut mendengar pertanyaannya

“Benarkan Taeyeon noona memberitahuimu seperti itu? sebenarnya ini bukan kencan tetapi aku meminta nya untuk dinner berdua malam ini dan….”

Cukup. Aku tidak mau mendengar kelanjutannya, aku rasa aku tahu kemana ini akan pergi.

“Aku akan menyatakan rasa sayangku padanya.” Lanjut nya lalu tersenyum lebar. Ugh. Ini sakit. Aku mohon hentikan, haruskah ia melakukan ini kepadaku? Kita bahkan baru kali ini berbicara satu sama lain.

“Lalu.. bagaimana menurutmu noona?” tanyanya padaku yang sedari tadi hanya bisa terdiam. Apa yang hars kukatakan? Membayangkan apa yang akan terjadi mala mini saja sudah cukup membuatku sakit.

“Kalau aku boleh tau, sejak kapan kalian dekat..? dan apa kau yakin Taeyeon menyukaimu?” Tanya ku raguragu. Aku berharap ia tidak menjawab pertanyaan ku karena akan menyakitkan jika dugaanku semua benar.

“Uhm, Taeyeon noona tidak memberitahumu? sekitar 6 bulan.. aku tidak begitu yakin tetapi Taeyeon noona setiap malam selalu berkata jika ia menyukaiku dan ia pernah berkata jika ia tidak bisa jika tidak ada aku di harinya. Itu membuatku sangat yakin jika ia akan menerimaku.”

Tepat seperti dugaanku. Haha kau mendapat 100 Stephanie Hwang.

“Baiklah.. jika seperti itu. lakukan lah, aku yakin ia akan senang mendengarnya” Jawabku terpaksa lalu tersenyum padanya. Ini.. menyakitkan bukan ketika kau harus berkata sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kau katakana. Ini bahkan membuatku tambah sakit membayangkan Taeyeon yang akan menerimanya. Lebih sakit ketika membayangkan esok akan banyak berita tentang hubungan mereka. Aku seperti ingin mengambil batu bata dan dan melemparkannya pada seseorang untuk melampiaskan kemarahanku.

“Bisakah kau jemput Taeyeon di toko tadi? Sepertinya aku sedikit pusing. Taeyeon sudah cantik dengan dressnya, tinggal kau dapat mengganti pakaian mu dengan tuxedo.” God! Rasanya aku ingin lari sekarang juga. Ingin lari secepat mungkin dan sampai di kamar dan menumpakhkan semua amarahku.

Baekhyun terlihat sangat senang dan ia menyetujui saranku. Ia lalu pamit padaku dan pergi untuk mengganti pakaiannya. Kini hanya ada aku.. dengan fikiranku.. ku raih ponselku, segera ku cari kontak dan aku tekan tombol hijau itu.

“O’Hyoyeon-ah. Bisakah kau menjemput..ku?”

“Arasseo..aku akan menunggumu.”

**

Author View.

“Dimana Taeyeon, Tiff?” Tanya Jessie padanya yang baru saja masuk kedalam mobil ini. Sudah bisa diliat Hyoyeon yang duduk di kursi setir dengan Yoona di sampingnya dan Jessie di sampingnya.. perlahan air matanya tumpah begitu saja seperti takkan ada yang bisa menghentikannya.

Dengan sisa tenaga yang ada ia menjelaskan apa yang sedang terjadi. Perlahan tapi pasti air mata itu semakin deras mengalir dari kelopak matanya. Ketiga sahabatnya hanya terdiam dan menyimpan rasa terkejut pada diri mereka. Biar bagaimanapun, keadaan Tiffany yang paling penting sekarang. Hyoyeon mulai menjalankan mobilnya perlahan, Yoona menepukmenepuk pelan dari kursi dmana ia duduk pada bahu Tiffany yang baru saja bersender pada Jessie, dan Jessie yang dengan sabar memeluk Tiffany hangat dan mencoba membuat sahabatnya itu tenang.

Hatinya.. sakit.

…..

….

..

.

**

‘Pannie-ah, kenapa kau tidak bilang padaku jika kau pusing?’

Pesan masuk yang barusan saja ia baca membuat nya tambah sakit, ini benar benar hari yang buruk baginya. Ia berharap ia tidak bangun ketika pagi agar ia tidak merasakannya lagi. Ia hanya terdiam memperhatikan pesannya tanpa membalasnya. Padahal, ia sudah siap untuk menuju alam mimpi mengingat ini sudah memasuk jam 11 malam. Di ubahnya setting ponselnya menjadi mode bergetar karena ia tidak sedang moon mendengar suara ponsel itu setelah menangis selama beberapa jam hingga membuat matanya bengkak.

Drrt.

‘Pannie-ah..’ ia masih bergeming tidak tau harus membalas apa.

Drrt.

‘Kau bahkan tidak pamit denganku.’

Drrt.

‘Pannie-ah..’

Drrt

‘Pannie-ah jangan diam saja. Kau bahkan tidak mengangkat telfonku.’

Drrt.

‘baiklah aku rasa kau lelah, selamat beristirahat.’

**

02.00 AM

From : Tiffany

To : Taeyeon

I know its kinda late.. but good morning, hope you’ll have great day today.

                                                      Keep the spirit up, Taetae.

Lalu ia.. memejamkan matanya.

**

 

GIRLS GENERATION TAEYEON & BAEKHYUN EXO DATING SCANDAL

 

Media outlet ‘Dispatch‘ has dropped quite the news today as they have unleashed their exclusive report pertaining to an alleged relationship between SM Entertainment artistsEXO‘s Baekhyun and Girls’ Generation‘s Taeyeon!

 

‘Dispatch’ says that the two have been dating from tomorrow the utmost secrecy. After the two had dinner together.

An insider apparently revealed, “Baekhyun picked Taeyeon as his ideal type as he was debuting, and Taeyeon found it cute… The two showed their interest in each other towards the latter half of last year, and started to date officially this February.”

 

After a few hours, SM Entertainment has released a statement to confirm that the two are in fact dating! A rep from the agency responded to media outlets, “Having started off as close sunbae-hoobae, the two recently developed feelings for each other and are in the beginning stages.”

Sekali lagi. Hatinya teriris, nafasnya sesak, matanya mulai memanas, kenapa ia harus mengawali pagi dengan berita seperti ini. Ini sungguh tidak adil baginya. Kenapa harus ia yang selalu tersakiti? Apakah ia benar benar mencintainya..? ini sungguh sulit.

Dilain sisi tidak ada yang bisa ia lakukan selain meratapi keduanya yang tengah bahagia, perlahan bulir bulir mutiara mengalir kembali dari matanya yang masih sembab. Ini bahkan baru jam 8 pagi. Semua orang masih tertidur pulas sedangkan ia sudah seperti ini.

Ingin rasanya menghilang sementara dan kembali lagi ketika keadaan sudah menjadi normal dan baikbaik saja untuknya. Ia memeluk lekuk lututnya, terduduk di tepi tempat tidur dan ponsel yang baru saja sengaja ia lempar. Ia menangis sesegukan, rasanya baru kali ini ia merasakan sakit yang sungguh luar biasa. Ia makin yakin jika ini adalah nyata, bagaimana bisa ia jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri..

Tunggu.. ia benar benar jatuh cinta..? matanya semakin memerah, tangisannya semakin keras seperti tidak peduli jika ada yang mendengarnya. Hati nya benarbenar.. sakit.

Kata demi kata yang baru saja ia baca, sungguh membuat nya sangat terpuruk. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya kelak, Gadis yang selama ini selalu berada disampingnya akan berubah menjadi seseorang yang tidak dapat ia kenal. Membayangkan sosok yang selama ini membuatnya tersenyum tidak akan lagi membuatnya tersenyum. Membayangkan sosok yang selama ini selalu menggodanya.. tidak ada lagi untuk menghiburnya..dia fikir, dari salah satu dari seribu yang sosok itu perbuat mungkin salahsatunya ia bermaksud serius bukan hanya untuk penggemarnya, jawabannya… salah. Ternyata sosok itu tidak pernah sekalipun menganggapnya lebih dari seorang sahabat.

Hatinya kembali teriris mengingat ia harus menjalani hari harinya seperti biasa dengan sosok itu walaupun ia tau akan ada banyak air mata di kemudian hari. Hatinya sangat sakit membayangkan ada banyak moment sosok itu dengan sosok lain di salah satu panggung kedepannya dan ia tidak bisa melakukan apa apa selain hanya memandanginya.

Ia ingin mati rasanya ketika ia tahu…

Ia tidak bisa memilikinya.

…….

……..

………..

…………

…………..

…………….

**

9 July 2015

Ia terus membaca layar datar itu, di lihatnya semakin kebawah membuatnya tersenyum. Bagaimana ia merindukan suasana panggung dan penggemarnya.

(Dimana Tiffany unnie, sudah hamper 2 minggu! Kami merindukannya!)

 

(We want her back)

 

(Tiffany unnie.. semangaaat!)

 

(Fanytastic always here!)

 

(mungkin kah ia sakit hati karena Baekyeon?)

 

(Baekyeon benarbenar membuatku patah hati)

Senyumnya berubah menjadi tawa yang renyah, tidak heran penggemarnnya seperti itu, setiap detik nya pasti ada saja yang dapat menjawab dengan benar. Sudah sepekan lebih Tiffany hanya mengurung dirinya di Dorm, berusaha menenangkan hatinya dan sekaligus beristirahat, dan beberapa event juga perform yang sudah ia lewatkan. Sesekali ia menyeruput Teh Panasnya. Ya. Ia masih di Seoul sedangkan rekan rekan kerjanya sudah di Jepang karena ada beberapa acara yang harus mereka hadiri. Sudah sepekan lebih juga ia tidakbertemu.. Taeyeon. ia bahkan tidak pernah membalas pesan satupun dari Taeyeon. namun seberapa keras ia mencoba untuk melupakan Taeyeon, ia tau itu akan sangat sulit, ia ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri selama 3 minggu ia meminta izin untuk beristirahat.

Taeyeon sangat kebingungan melihat sahabatnya, ia sama sekali tidak mempunyai petunjuk akan sahabatnya itu sementara member lainnya hanya diam dan tentang hal itu karena mereka tidak ingin Taeyeon mengetahui apa yang sedang terjadi. Sudah berates ratus pesan juga yang dikirim Taeyeon dalam sepekan lebih ini dan tak satupun di balasnya.

Ia benar benar ingin menyerah tetapi ia tidak bisa. Ia tau itu tidak akan semudah ini. Di langkahkah kakinya menuju ruang utama, sesekali ia tersenyum melihat wajah dari sosok yang selama ini ia rindu rindu kan pada layar datar yang lebar itu. ya. Televsi.

Sesekali ia tertawa melihat sosok itu tertawa dan sesekali ia terlihat tidak mempunyai ekspresi ketika berita hubungan Baekyeon tidak kunjung reda. Ia sangat merindukan sosok mungil itu, sosok yang selalu menggodanya, sosok yang selalu memperhatikannya, ia sangat merindukan setiap sentuhan atau bahkan ketika kulit mereka bersentuhan sedikitpun. Ia sangat merindukan genggaman tangannya.

Ia terus memberi tahu dirinya sendiri ‘get over it’ tetapi itu bukan perkara yang mudah, setiap malam iahanya menghabiskan malamnya terlarut dalam fikirannya lalu menangis sejadijadinya tanpa ada satuorang pun yang mengetahuinya.

“Ddrrrrrrtt.” Bel pintu berbunyi pertanda ada seseorang yang datang, ia yakin itu pasti Managernya yang membawa sarapan untuknya. Dilangkahkan kakinya menuju pintu, tanpa ia memegang gagang pintu, pintu itu sudah terbuka. Betapa terkejutnya ia melihat sosok yang kini ada di hadapannya.

“Pannie-Ah…” Ujar sosok itu dengan matanya yang memerah seperti ingin menangis. Tiffany berjalan mundur menjauhi sosok itu. jangan. Jangan lagi. Ia sudah cukup tersakiti.

“Ada apa..” Lanjut sosok itu, bisa dilihat tangannya membawa bubur kesukaan Tiffany, di letakkannya di meja yang pendek itu. dengan cepat ia merengkuh tubuh Tiffany dalam pelukannya.

“Aku sangat merindukanmu!” Cetus sosok mungil itu, bisa dilihat ia terlihat menjijit kakinya untuk memeluk gadis berambut hitam itu.

“Kenapa kau tidak membalas satu pesanpun dariku…” Ujar gadis mungil itu sembari terisak.

“Kau tahu aku tidak bisa menjalankan satu haripun tanpamu. Ara!?” amarah serta kesedihan bercampur aduk menjadi satu membuat Tiffany merasa sesak karena sulit bernafas akan pelukan gadis mungil itu.

ia mencoba melepaskannya tetapi disisi lain ia sangat senang bisa merasakan sentuhan itu kembali, ia sangat senang masih bisa merakan pelukan itu disisi lain ia sangat sedih dan kecewa bahwa ia bertemu dengannya ketika ia belum bisa melupakannya. Dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan pelukan itu.

“Andwae! Ada apa denganmu!? Aku sangat merindukanmu!” Suara sosok mungil itu semakin meninggi, ia sangat marah dan kecewa pada gadis yang sedang ia peluk.

“Nado……” jawab Tiffany lalu meneteskan airmatanya dan membalas pelukan gadis mungil itu perlahan, perlahan juga ia memeluk gadis mungil itu sangat kencang.

“Kau membuatku bingung tae….”

Mendengar itu Taeyeon perlahan melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata Tiffany.

“Apa maksudmu? Aku merindukanmu.” Taeyeon masih menatap Tiffany sebaliknya Tiffany.

“Kau membuatku bingung akan perasaanku. Aku tidak tahu kapan persisnya perasaan ini datang. Yang aku tahu, aku sangat menyayangimu, aku sangat merindukanmu, aku merindukan pelukanmu, aku rindu bagaimana kau menggenggam tanganku. Kau.. selalu memperhatikanku, kau selalu membuatku senang dan tersenyum Tae.. kau juga yang membuat ku sakit..”

“Biar bagaimana pun tidak ada yang bisa aku lakukan selain memandangimu dari jauh.. memandangi mu bahagia bersama orang lain. Aku.. sangat sakit Tae. Hari dimana aku merasakan pelukanmu bukan pelukan yang biasanya.. pelukan mu membuat tidurku sangat nyaman.. kehangatan yang dibuatmu sangat membuat ku sangat nyaman Tae..”

“Kau tahu siapa yang aku maksud di foto itu..? yang menyakitiku? Sekarang kau tahu jawabannya bukan..? you gave me so much butterflies Tae. But you also gave me that pain.. kau membuatku bingung.. disisi lain kau selalu membuatku bahagia tetapi setelah itu tibatiba kau membuatku sangat sakit.. “

“Kau memperkenalkanku sebagai sahabatmu.. dan itu sangat menyakitkan bagiku karena kita memang hanya sebatas sahabat.. ini menyakitkan ku lebih lagi ketika aku tahu bahwa aku tidak bisa memilikimu, Tae.. “

“When you were introduced me as your best friend, I always hated that you were only my best friend. I wanted something more between us, I wanted you. However, I told myself that this was just a stupid one-sided crush that I have on you, but it apparently ir isn’t. setiap kali aku melihatmu kelelahan karena jadwal atau lainnya, aku ingin menjadi penghilang rasa lelah dan stressmu.. seperti yang kau lakukan kepadaku.. Dan..”

“Apa maksudmu…”

“AKU MENCINTAMU KIM TAEYEON! TIDAK BISAKAH KAU MELIHAT ITU!?”

**

HEY !

SO HOW’S THIS CHAPTER SO FAR?:3

PLEASE LEAVE A COMMENT AND LIKE FOR THE NEXT CHAPTER!

ONE COMMENT ALWAYS GIVE ME A MILLION REASON TO KEEP DOIN THS :3

THANKYOU!

-you can call me atta. But that’s just my nickname hehe :3

See you In next chapter! :3

email to contact me : attalocksmith@gmail.com

Advertisements

124 thoughts on “FALLING (CHAPTER TWO) BY ATTA LOCKSMITH

  1. Serius ini keren Thor heheheh, gue udah komen belum ya. Berasa pernah baca kekekek. Lanjut Thor harus cepet update nya . Kasian amat dah fany aduh aing mah. Taeng ga peka, tinggal nunggu reaksi tae aja nih kan fany udah bilang kalo dia cinta ma tae.

    Like

  2. Pingback: FALLING (CHAPTER THREE) BY ATTALOCKSMITH | WARNING !!! LOCKSMITH ONLY!!!

  3. Yaampun ini beneran sedih tiffany, sedih banget pasti liat taeyon ama baekhyun. Ahh tapi akhirnya tiffany ngasih tau juga perasaan nya ama taeyon. Semangat terus ya thor! xD

    Like

  4. susah klo lawannya ga peka kek taeng.. kesian lah pihak kedua nya ckck.. trus jg taeng tuh kayanya pengen ngalihin pembicaraan mulu klo ngomongin adek baek nya tu ppfffttt… -_-

    Like

  5. ya Tuhan aq baru baca chap 2 ini..kudet bnget gk tau klu udh kluar yg chap 2..ini keren bnget..fany udh mnyatakan prsaanx..gmn tae ya?next

    Like

  6. disini gw prihatin sama sii ppany,,wae taeyeon??waee???
    Mgkin emng dasarnya sii taeyeon g pekaan..
    Gw suka sma ini ff soalnya chapnya puaaanjangg enak bacanya..

    Like

  7. Perihhh bgt itu perihhh…
    Jgn kan tiff, gue aja patah hati gegara skandal itu. Taengie~
    bakalan ada nick jg gak nih?? Ehh tp kan kunti dah bubaran. Ahh tau deh serah maunya lu aja ta. Kan critanya punya atta hehe

    Like

  8. njirrr nyeri hate gua thor 😥
    ini mah bkan ff kayanya ya 😦
    berasa real a life 😦
    panny uljima 😦
    taenya kagak peka pisan thor 😦
    ini ff DAE to the BAK thor…
    ini ff terpanjang kedua yg pernah gua baca :v *lebay
    oke thor keep writing and fighting 😉

    Like

  9. SERIOUSLY THOR? ARE YOU KIDDING MEE!!!!? SHIT… THIS IS JUST TOO FUCKING COOL. NO NO THIS IS MORE THAN JUST COOL, I THINK ITS…… ALMOST PERFECT. BECAUSE, YOU STILL HAD SOME MISTAKES. BUT, YOU KNOW THAT, PEOPLE ALWAYS HAVE ANY MISTAKES. AH, HOW CAN I DESCRIBE THIS? I’M IN LOVE WITH YOUR STORY(ESPECIALLY THIS PART). AND I JUST WANNA TOLD YOU IF THIS PART IS REALLY REALLY BETTER THAN THE PREVIOUS ONE. I’M SORRY IF I MADE A MISTAKES, BC MY ENGLISH IS NOT GOOD ENOUGH. AND DON’T FORGET TO POST THE NEW STORY IN THIS WP(WHATEVER ABOUT YOUR STORY OR JAZZMINE’S STORY, BECAUSE I WANT TO READ BOTH) HAHAHAHAHA. I HOPE YOU UNDRESTAND WHAT I MEAN:p. BYEBYE. LOVE JAZZATTA<3. I'M SORRY IF I DISTRUB YOU, WITH MY COMMENT. KEEP WRITING, YEAH!!!!!!!

    Like

  10. gue agak kesel sma sifat nya si tae
    gak suka ada si baek di sini # mening gue usir aja itu orang wkwk
    aduh fany udah nyatain perasaan nya gimana tuh reaksi taeyeon ?

    Like

  11. Tuh pendek kudu di jitak kali ia.. GAK peka peka liat.. haduhhh😬😬😬😬
    Beberapa ff thor yg MAQY baca sllu tae yg sad n sekrng mlh pany😆😆 *rasakan gtarannya😁😁
    TAENY tetep taeny cerita yg sllu di perbincakan dgn hal layak public.. sesuatu yg jarang terjadi.. sahabat yg mencintai n menyayangi sepenuh hati😊😊 always love u TAENY ^^.. GOMAWO thor

    Like

  12. Yaa ampunn taeyeon malah ga peka sihh,liat tuh fany nya tersiksa bget..kasian fany..ni keren Thor,gue telat bget baca nya 😄 berasa cerita ini nyata,biar yg bahagiq nya ja yg moments nyata tuk taeny 😅

    Like

  13. Ini si midget betul” gak peka atau sudah mati rasa ya? Itu ppany udah kaya di php-in aja. Tuh midget makan tuh gombalan lu anak orang jadi jatuh cinta kan. Elu nya kagak mau tanggung jawab. Hehehehhe

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s