FALLING (CHAPTER FOUR) BY ATTALOCKSMITH

FALLINGFIX

TITTLE : FALLING

GENRE : YURI, ROMANCE, PAIN, DRAMA

DATE PUBLISHED : —

AUTHOR : ATTA

EMAIL TO CONTACT ME : attalocksmith@gmail.com

id line : (@LCK7866O) PAKE @ YA HEHE 🙂

**

(CHAPTER 4 “LAY BACK”)

**

Dirasakannya hangat yang menjalari lengannya. Perlahan kehangatan itu menghilang ia kemudian membuka kedua matanya melihat sinar lampu yang sangat terang. Sakit di kepalanya lama kelamaan memudar begitu saja. Bisa dilihat seorang gadis sedang membawa tempat air kecil yang sedang mengisinya membelakanginya.

“Pannie-ah..?” Lirihnya lalu bangkit setengah duduk. pening dikepalanya kembali terasa sedikit demi sedikit.

Gadis itu menoleh lalu tersenyum. ia berjalan mendekati Taeyeon yang masih terduduk lalu mengompress kepalanya.

“Maafkan aku karena datang telat.”

“Apa yang terjadi..?”

“Kau pingsan Taeyeon-ah.. Hoon Oppa lalu menyuruhku menemanimu sementara member lainnya ada jadwal yang harus dihadiri..” Jawabnya lembut sembari membersihkan lengan.. kaki.. leher Taeyeon dengan handuk hangatnya.

“Pannie-ah..mianhe..”

“Untuk apa?”

“Semuanya…” Tiffany terlihat bingung mendengar pernyataan Taeyeon.

“Dan untuk yang di Backstage it–”

“Sudahlah Taeyeon-ah kau tidak perlu meminta maaf soal itu, bukankah itu

wajar, kalian kan sepasang kekasih, sekarang aku juga sudah proses Taeyeon-ah. kau selama ini menghindari Baekhyun karena takut menyakitiku kan? kau tidak usah khawatir. aku akan berusaha untuk melupakanmu.. tapi maafkan aku jika itu akan memakan waktu yang lama ”

Tiffany tersenyum.senyumnya membuat hati Taeyeon teriris. ia kini sadar ia sangat sangat menyayangi sosok yang ada di hadapannya sekarang.

hatinya sakit ketika ia mendengar bahwa ia akan melupakannya, hatinya sakit mengetahui gadis yang ada didepannya berusaha untuk meninggalkannya. bukan meninggalkannya.. lebih tepatnya.. menghilangkan perasaannya sementara Taeyeon yang sangat bingung karena ia benarbenar.. telah.. jatuh. tidak disadari air mata jatuh ke pelupuk matanya.

“Taeyeon-ah! waegereu!? uljima..” Tiffany yang menyadari akan hal itu menyeka air mata Taeyeon perlahan. membuat Taeyeon malah semakin merasakan sakit di hatinya.

“Aku mohon jangan lakukan itu..” Lirih Taeyeon lemah sembari menangkap mata hitam tiffany dengan matanya..

“W-wae..?” Tangan Tiffany masih berada di wajah lembut Taeyeon.

“Aku mencintaimu Pannie-ah..”

“Sakit sekali ketika kau bilang kau akan melupakanku..”

Mata Tiffany menangkap mata Taeyeon yang mulai mengeluarkan air mata. Ia terkejut, sangat sangat, sangat terkejut apa yang baru saja dikatakan sahabatnya itu. Hatinya berdegup kencang, bukan, bukan seperti biasanya. Ini lebih cepat.

“Aku mencintaimu Pannie-ah, aku sangat menyayangimu. Hati ku sakit ketika kau tidak mau berkomunikasi denganku, hatiku sakit ketika kau tidak membalas pesan pesan dariku. Aku bisa merasakan sakit yang aku buat padamu Pannie-ah.. joengmal mianhe..” Kata Taeyeon sembari sesegukan menahan tangisnya.

“Yang aku tahu belakangan ini.. bahwa aku menyayangimu.. sangat sangat menyayangimu Pannie-ah.. ketika kau berjalan di depanku melewatiku begitu saja, itu sangat menyakitkan ku Pannie-ah.. aku ingin memelukmu setiap hari..”

“Ketika kita ada di suatu acara, dan para namja itu mendekatimu, aku merasakan sakit yang sangat dalam karena takut salah satu diantara mereka akan mendapatkanmu. Aku benarbenar tidak ingin kehilanganmu..”

“Aku menyadari bahwa aku ini sangat egois.. aku ingin mengatakan hal ini dari kemarin kemarin.. tetapi aku juga tidak ingin kehilangan Baekhyun.. biar bagaimanapun dia masih kekasihku.. dan sangat tidak mungkin jika aku mengatakan hal ini padamu..”

“Aku tau aku menyayangimu sudah sejak dulu, bahkan ketika kau menyatakan bahwa kau menyayangiku juga.. tetapi entah kenapa aku begitu bodoh baru menyadari perasaanku akhir akhi ini..”

“Aku sangat, sangat menyayangimu Pannie-ah.. kau tidak perlu menjawab pernyataanku ini.. dan aku hanya ingin kau mengetahuinya. Aku tidak ingin kau melupakanku atau menjauhiku.. itu sangat menyakitkan Pannie-ah.. aku tidak ingin setelah ini kau berdiri.. dan melangkahkan kakimu kebelakang sepertiku dulu.. It was my biggest mistake…

Tiffany masih terdiam, ia terus menyeka air mata Taeyeon yang sedari tadi masih mengalir. Tanpa ekspresi apapun, namun di dalam hatinya ia sebenarnya masih sangat terkejut, perasaannya campur aduk. Benar benar tidak bisa di jelaskan dengan katakata, ia terus bertanya apa ini nyata..

“Katakan sesuatu..” Lirih Taeyeon sembari mengenggam tangan Tiffany yang sedari tadi masih di wajahnya.

“Apa kau membenciku..?”

“Karena telah menarik – ulur-mu seperti ini..?”

Tiffany masih terdiam, matanya terus memandangi pemandangan indah yang kini masih ada di hadapannya. Ia mengangumi mata coklat indah yang memantulkan cahaya lampu itu.

“Ani Taeyeon-ah.. aku hanya tidak tau harus berkata apa..”

“Aku sangat terkejut sekarang..”

“Sudah pasti..” Taeyeon mengangguk lalu tersenyum. Tangan Tiffany mulai bergerak kembali membersihkan wajah Taeyeon dari air matanya dengan Tissue. Detik kemudian, Tiffany berdiri lalu membenahkan tasnya. Sementara Taeyeon hanya bisa memperhatikannya dengan wajah khawatir Tiffany akan melakukan hal yang sama padanya seperti yang ia lakukan dulu.

“Andwae Pannie-ah.. jangan tinggalkan aku..” Tangan Tiffany kini sudah menjadi tahanan milik Taeyeon.

“Tae. Aku haya ingin mengambil air minum untukmu.” Tiffany lalu tersenyum menunjukan senyumnya yang menawan.

Darah Taeyeon seakan berdesis, hatinya sungguh senang melihat Tiffany tidak meninggalkannya. Ia sejenak mengamati senyuman Tiffany. Senyuman yang akan selalu di dambakannya, senyuman yang mampu membuat dirinya tergila gila. Senyuman yang mampu membuatnya jatuh sangat keras.

Tiffany berjalan kearah counter yang tidak berada jauh darinya, perasannya campur aduk, senang karena akhirnya mimpinya benar benar menjadi kenyataan, sedih karena mungkin saja tetap ia tidak bisa memiliki Taeyeon secara utuh, bingung, kacau, semua nya bercampur, tetap saja ia berusaha menyembunyikan segala perasaannya karena tidak ingin Taeyeon khawatir.

“Aku mau ice cream..” Cetus Taeyeon ketika Tiffany menyuguhkan segelas air mineral hangat untuknya.

“Yyaa! Tidak mungkin! Kau masih sakit Tae!” Tangan Tiffany mendarat pelan di puncak kepala Taeyeon dan membuat Taeyeon terkekeh.

“Jadi.. kau tidak marah padaku..?” Taeyeon memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang baru saja terjadi diantara mereka. keheningan mulai muncul diantara keduanya. Setelah agak cukup lama berfikir, Tiffany mulai angkat bicara.

“Tidak..ini benar benar diluar dugaanku..”

“Kau tidak perlu mengatakannya sekarang Pannie-ah”

“Aku hanya tidak ingin merasakan sakit lagi Tae..”

“Aku mengerti Pannie-ah..” Lirih Taeyeon lemah. Ia mengerti sahabatnya ini sedang tidak ingin membicarakannya, tidak setelah semua yang telah dilakukan Taeyeon padanya. Taeyeon hanya dapat memandangi Tiffany dan memperhatikan seluruh gerakannya yang sedang menyiapkan sesuatu di dapur yang tidak memiliki dinding dan terhubung langsung ke ruang tengah.

“Ah.. ne… Taeyeon sudah sadar”

           

            “Baiklah, Yoong.” Tiffany lalu memutuskan pembicarannya lewat Telfon setelah Yoona ingin tahu bagaimana keadaan Taeyeon padanya.

“Taeyeon-ah, aku yakin kau lapar. Ini aku tadi membelikanmu Udon, jangan beri tahu siapa siapa, kau mengerti?”

“Aku bisa mati kalau ada yang tau” Lanjut Tiffany lalu berjalan menuju Taeyeon sembari membawa semangkuk Udon kesukaan Taeyeon sementara gadis blonde yang imut itu hanya memperlihatkan senyumnya.

“Dimana sausnya?” Tanya Gadis blonde itu ketika ia melihat udonnya terasa sangat hambar. Tiffany lalu menyeret tubuhnya untuk duduk disamping Taeyeon dan mulai menggerakan sendoknya untuk mengambil sebagian kecil Udonnya.

“Andwae! Kau tidak boleh memakan makanan pedas dulu! Nanti perutmu sakit!” Ujar Tiffany sembari meniup sesendok udon yang siap masuk ke kerongkongan Taeyeon.

“Arasseo…” Tiffany terkekeh melihat wajah itu, wajah yang selalu dirindukannya, wajah yang selalu ingin dilihatnya ketika ia membuka matanya dipagi hari. Dengan sabar ia menyuapi Taeyeon yang terlihat memperhatikan setiap jengkal wajahnya, tentu saja itu membuatnya sangat malu, bahkan ia mungkin menyadari kini wajahnya sudah berubah menjadi sedikit merah.

“Tae..”

“Ada apa Pannie-ah?” Taeyeon mulai khawatir karena tibatiba Tiffany berhenti menyuapinya dan beralih pada matanya dan menatap Taeyeon dengan wajah yang sendu.

“Bisakah aku bertanya sesuatu?”

“Tentu saja! Apa itu?” Tangan Taeyeon semakin melekat pada jemari jemari Tiffany yang jenjang.

“Apakah itu mudah?”

“Mudah? Apa maksudmu?”

“Meninggalkanku? Setelah semua yang telah kita lewati, setelah setiap waktu kau yang selalu mengenggam tanganku, menjagaku, memujiku, menggodaku, tertawa bersamaku. Dan tibatiba kau pergi begitu saja seperti tidak pernah ada apapun yang terjadi diantara kau dan aku Taeyeon-ah.. seperti kita tidak saling mengenal satu sama lain?”

Tangan Taeyeon bergetar hebat, perlahan ia melepaskan jarijari nya yang masih tertaut di tangan lembut Tiffany, ia menundukan wajahnya, perasaannya takut untuk menatap bola mata hitam yang ada di hadapannya. Sedangkan Mata Tiffany bergerak mengikuti gerakan tangan Taeyeon yang melepaskan genggamannya.

“Mianhe…..”

“Taeyeon-ah..”

“Yang aku fikirkan kemarin hanya.. aku hanya tidak ingin menyakitimu lagi.. aku berfikir jika aku tidak didekatmu lagi, itu akan membantu mengobati luka mu..”

“Aku berfikir.. jika saja aku tidak ada di kehidupanku, maka kau tidak perlu merasakan sakit lagi Pannie-ah..”

“Aku berfikir.. jika saja aku sedikit lebih sadar.. aku pasti tidak akan pernah menyakitimu..”

“Aku benar benar tidak ingin melihatmu sakit Pannie-ah.. aku..”

“Sssh… sudah cukup Tae. Kau harus tau, jika kau bersikap seperti itu, itu salah, fikiranmu, perkiraanmu, semua salah, itu sebaliknya, kau malah semakin menyakitiku Tae, kau tau kan aku.. sudah terbiasa hidup dimana kau ada didalamnya.. tetapi waktu itu… seakan- akan kau ingin membunuhku perlahan.. yang kubutuhkan kemarin hanya kau, Kim Taeyeon.” Tiffany mulai menggerakan tangannya dan menyeka air mata Taeyeon yang lolos perlahan.

“Mianhe.. aku memang sangat bodoh..” Taeyeon mulai memukul kepalanya pelan.

“Ssshh.. kau hanya belum mengerti Tae.. uljima..”

“Kau membenciku, kan..? aku menyayangimu Pannie-ah.. sangat..”

“Ani! Tae.. aku sangat menyayangimu.. dan mianhe.. aku masih butuh waktu untuk menjernihkan fikiranku..”

“Apa aku memiliki kesempatan..?” Lirih Taeyeon lalu menatap Tiffany nanar. Ia seakan menunggu jawaban yang pasti. Takdir berkata lain, Tiffany hanya tersenyum. Bukan mengangguk, entah mengapa Taeyeon merasa sedikit lega, walaupun bukan anggukan yang didapat, setidaknya itu bukan tanda bahwa jawabannya adalah tidak walaupun setelahnya ia merasa sangat khawatir bahwa nantinya jawabannya akan menjadi penolakan yang lainnya.

“Kau kan tau kau masih mempunyai hubungan Tae.. lagipula aku benar benar tidak ingin merusak hubunganmu.. mulai sekarang, aku akan mendukung hubunganmu Tae.. kau tidak perlu khawatir.. aku rasa perasaanmu padaku hanya sebatas angin lewat Tae. Cepat atau lambat itu akan menghilang..”

Baru saja jutaan jarum menhujami hati Taeyeon. perih sekali rasanya ketika mendengar pernyataan Tiffany padanya. Matanya kembali memanas, dadanya sesak, sangat sempit rasanya, ia mulai menarik nafas panjang dan kasar, mengambil udara lebih banyak.

Tidak terasa air mata kembali jatuh menuruni kedua pipinya, hidungnya, dan berlanjut kebawah entah sampai mana mereka akan berhenti.

“Uljima…”

“Aku akan selalu disini Pannie-ah.. aku berharap suatu hari kau akan melihatku.. disini.. untukmu.” Taeyeon lalu tersenyum sembari menyingkirkan tangan Tiffany yang berada di wajahnya dan menggantikannya dengan tangannya sendiri, perlahan ia membersihkan sisa sisa air mata yang masih menggantung dan melekat di wajahnya.

Tiffany hanya terdiam mendengarnya, jantungnya berdetak sangat kencang, darah di tubuhnya seakan akan berhenti mengalir. Entah mengapa ia sangat senang mendengar itu walaupun sedikit bimbang akan perasaannya. Ia memeluk tubuh mungil gadis blonde itu… sangat erat.

Detik kemudian gadis mungil itu membalasnya. Memberikan kehangatan disekujur tubuh gadis berambut hitam kecoklatan itu. memberikan kenyamanan yang selama ini hilang, memberikan rasa kebahagiaan yang selama ini tidak kunjung muncul dikehidupannya.

“Bisakah aku memelukmu setiap hari?” Tanya gadis blonde itu di sela sela dirinya yang masih memeluk sahabatnya itu, detik kemudian, anggukan lah sebagai jawabannya.

“Tentu, Tae. Aku bahkan dengan senang hati kekkeke.” Lanjut gadis itu lalu ia menyimpulkan senyuman yang menawan di bibirnya, hatinya berdetak 10 kali lebih cepat mendengar permintaan Taeyeon. Ia menekan puncak kepala Taeyeon dengan tangan kanannya untuk semakin mendekap di pelukannya sedangkan tangan kirinya mencoba memberi sentuhan lembut pada punggung Taeyeon.

“Aku ingin seperti ini selamanya, bisakah?” Pertanyaan kali ini membuat gadis berambut coklat itu terkekeh lalu melepaskan pelukannya lalu tersenyum dan membuat lengkungan di matanya, senyum yang selama ini Taeyeon rindukan. Tiffany kemudian menunjukan anggukan kepalanya dengan senyuman andalannya.

Membuat gadis itu semakin terisolasi kedalam imajinasinya, membayangkan bagaimana indahnya hidup yang akan di jalaninya jika saja ia bisa melihat senyuman ini ketika ia bangun dari mimpinya setiap pagi.

“Taeyeon-ah. Kau melamun lagi” Tangan Tiffany kini sudah melambai di hadapan wajah Taeyeon. Taeyeon lalu tersenyum memperlihatkan gigi-gigi putihnya yang rapih.

“A-ani.. aku hanya sedang menikmati pemandangan yang gratis ini.”

“Pemandangan? Pemandangan apa?”

“Ehm… senyum-mu? Aku sangat menyukaim- ehm.. maksudku, aku sangat menyukai senyummu, menurutku mereka adalah hal yang paling indah yang pernah kulihat.” Tentu saja mendengar itu kedua pipi imutnya itu kini bagai sudah mendidih seperti direbus.

“Bisakah kau berhenti menggodaku? Hanya untuk hari iniii saja..”

“Ah.. Wae..?” Taeyeon terlihat mengerucutkan bibirnya tanda ia sedikit kecewa atas permintaan Tiffany.

“Setiap kali kau bersikap seperti itu, aku serasa tidak mempunyai jantung. Seperti naik roller coaster yang berada di puncak paling tinggi lalu turun begitu saja. Jantungku selalu berdecak satu juta kali lebih cepat.”

Taeyeon seketika merubah ekspresinya menjadi ekspresi yang paling senang yang pernah ia tunjukan kepada dunia. Bedanya kali ini hanya orang yang sangat di sayanginya yang kini ada di hadapannya.

“Tapi aku serius Pannie-ah. Semua perkataanku, semua nya tidak yang hanya menggodamu, itu semua benar benar maksudku.”

Tifany menyerah akan sahabatnya itu, “See? Kau bahkan belum memberi jeda sudah memulainya lagi.” ia berjalan kearah dapur untuk mengambil beberapa cemilan untuk mereka menghabiskan malam, tentu saja Taeyeon bersikeras membantahnya, ia benar benar serius, katanya.

Baru saja ia berbalik untuk kembali ke tempat duduknya, Tiffany terkekeh memperhatikan Taeyeon yang sangat serius pada acara tontonannya di televisi yang hampir tidak terdengar suara apapun itu, ya, itu lah Taeyeon jika malam tiba, ia hanya ingin melihat gambar di tv tetapi tidak ingin mendengarkan suaranya ,sementara mulutnya yang terdapat banyak noda dari bumbu udon yang kini sedang di lahapnya.

“Lihatlah Kiddo! Kau seperti anak kecil, hanya tinggal memasukan makanan kemulutmu saja tidak bisa dengan menyelesaikannya dengan sempurna.” Taeyeon tersipu malu menyadari tangan Tiffany yang sudah bergerak lembut dengan Tissuenya membersihkan sekitar mulut dan bibirnya.

            “Far away.. far away from we were…”

Kedua pasang bola mata indah berwarna coklat miliknya, dan hitam milik gadis satunya kini tertuju pada ponsel berbalut hiasan plastic berwarna pink itu. tidak salah lagi, itu ponsel Tiffany. Siapa lagi diruangan ini yang memenuhi kriteria untuk menjadi pencinta pink selain dirinya?

“Andwae!” Sahut Tiffany dengan nada sedikit tinggi ketika sahabatnya itu menarik ponselnya dengan cepat lalu menekan tombol berwarna merah di bawah tulisan “Yoongie”, merasa itu akan menganggu moment dirinya dan Tiffany, heol. Sangat kekanak kanakan.

“Aish! Anak itu, menganggu saj—“ Taeyeon terpotong oleh dirinya sendiri setelah membalikan layar telefon menjadi layar utama pada ponsel Tiffany. Rupanya ini yang menyebabkan gadis berambut hitam itu berteriak ketika Taeyeon mengambil ponselnya begitu saja.

IMG_4934

            ‘omo.. aku benar benar lupa mengganti wallpaperku…omo…ottokhae…aku benar-benar malu… aish jinjja…’

“Yyya! Kim Taeyeon! seberapa besar nyalimu hingga seenaknya menolak panggilan telefon dan mengambil ponselku!” Sahut Tiffany dengan seluruh sisa kekuatan yang dimilikinya berusaha mengalihkan perhatian Taeyeon yang sejak beberapa detik lalu masih membuka mulutnya terkejut setelah melihat layar ponsel gadis berambut coklat itu.

“Seberapa besar nyaliku? Oh! Kau harus tau jika itu sangat besar! Aku bahkan berani untuk menunjukan ini.” Taeyeon terkekeh sembari merogoh sakunya dan memperlihatkan layar ponselnya.

IMG_4935

Disana! Ya, di sofa itu, Tiffany terdiam. Hatinya berdecak, lagi lagi seorang Kim Taeyeon mampu membuatnya untuk merasakan yang namanya terbang bagaikan tidak memiliki beban apapun. Hanya dengan satu hal kecil seperti itu sangat efektif membuat Tiffany sangat bahagia bahkan ia ingin menangis sekarang, penantiannya selama ini ternyata bukan sia sia seperti yang orang katakan.

Hanya beberapa detik keduanya menikmati masing masing dari senyuman yang mereka nampakkan, layar ponsel itu kini berbunyi menandakan seseorang sedang memanggil. Detik kemudian, Taeyeon menggigit bibir bawahnya sembari memberi tatapan yang tidak bisa di jelaskan dengan katakata pada gadis brownie itu sementara hanya senyum hangat sebagai balasannya.

“Kenapa diam saja Tae? P-pali sebelum panggilannya berhenti!” Seru Tiffany pada gadis blonde itu yang masih memperhatikannya, sementara gadis blonde hanya menggeleng lemah, ia benar benar tidak sedang di mood ingin mengangkatnya.

“Tae! P-pali! Dia pasti mengkhawatirkanmu!” Gadis blonde masih menggeleng masih menggigit bibir bawahnya dan menoleh pada ponselnya, tatapannya menunjukan bahwa ia ingin cepat –cepat melempar ponselnya keluar bangunan dari jendela, seakan ia tidak mengharapkan panggilan itu.

“O’Baekhyun-ah..” Taeyeon mengalah kali ini, tentu, kekasihnya terdengar sangat khawatir.

 

            “Aku baik-baik saja”

 

            “Ne, Tiffany yang menemaniku sejak tadi.”

 

            “Mwo!? Kau didepan!?”

 

Panggilan sudah ditutup. Mata Taeyeon kembali menangkap kenyataan yang kini di hadapinya, ia memiliki kekasih, yang resmi. Gadis brownie yang mendengar itu terlihat sudah membenahkan tas dan barangbarangnya bersiap untuk pergi tidak ingin menganggu sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta, fikirnya. Sedangkan gadis blonde hanya dapat menatap apa yang sedang dilakukan Tiffany.

“Tidak bisakah kau tetap disini?” pertanyaan yang sangat konyol tentunya bagi semua orang.

“Mwo!? Jangan bercanda Tae. Tentu saja aku tidak ingin menganggu kalian..”

“Beside… are you really want me to get another heart breaking, aren’t you?” Tiffany menepuk pelan bagian hatinya dengan tangannya yang lembut sembari menampakkan senyuman kemudian mengedipkan mata kiri nya, heol. Wink maut, membuat Taeyeon hanya mendesah berat.

Gadis blonde itu berjalan seirama dengan gadis brownie menuju pintu, gadis blonde itu dengan pasrah membuka pintu, pria imut dengan senyuman dan sebuket bunga juga makanan sudah berada di kedua tangannya.

Tentu ini menyakitkan bagi Tiffany, bagaimana tidak, ia sudah membayangkan bagaimana pria ini akan menemani Taeyeon sepanjang malam, mereka akan melakukan hal hal romantis, atau bahkan hanya menyuapkan sepotong coklat kemulut Taeyeon saja sudah membuatnya bergidik jelly.

She’s yours tonight. Baek.” Ujar gadis brownie itu sembari menampakkan senyum nya pada pria yang berhasil merenggut kebahagiaannya beberapa bulan yang lalu.

“Yya! Fany-ah!” Taeyeon pasrah lalu tersenyum pada kekasihnya itu. Ia tidak bisa menolak kedatangan pria itu, hatinya tidak cukup rela untuk melepaskan Tiffany dari tangannya malam ini, tetapi nasi sudah menjadi bubur, kekasihnya ternyata sudah didepan menunggunya, mau tidak mau, Taeyeon harus menghormatinya. Tiffany hanya terkekeh melihat pasangan imut ini, meski hatinya menjerit, ada sedikit dari bagian dirinya yang sedikit bahagia karena kini ia sadar bahwa gadis blonde mempunyai seseorang yang akan selalu ada disisinya. Sedikit demi sedikit ia yakin dapat melupakan Taeyeonn.

‘Tiffany-noona apakah kau akan pergi?”

Ah. Ne. please take care of Taeyeon. I got my eyes on you.” Tiffany berjalan mendekati Baekhyun lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Baekhun.

“She’s my everything.”

Membuat Taeyeon terbelalak sekaligus penasaran apa yang dikatakan gadis brownie itu pada kekasihnya. Baekhyun menampakkan ekspresi terkejutnya setelah punggung Tiffany menghilang termakan jarak, membuat gadis blonde itu semakin penasaran.

“Apa kau akan tetap berdiri disana?” Taeyeon membuyarkan fikiran kekasihnya yang masih saja bertanya tanya apa maksud dari perkataan seniornya beberapa detik yang lalu.

“Ah-Ne, Noona.”

“Apa yang dikatakan Tiffany sampai membuatmu seperti melihat hantu seperti itu?” Keduanya berjalan memasuki Dorm yang kebetulan kosong karena jadwal yang harus di tempuh Yoona hari ini padat menyisakan Taeyeon sendiri sepeninggal Tiffany.

“Dia mengatakan, kau adalah segala-galanya untuknya” Jawab Baekhyun enteng, pernyataan kekasihnya itu membuatnya merasa malu dan dapat merasakan kedua pipinya sekarang sudah merona, ada sesuatu di balik senyum itu. tentu saja Baekhyun tersenyum melihat senior sekaligus kekasihnya itu tersenyum, biar bagaimanapun kebahagiaan Taeyeon adalah kebahagiaannya.

“Aigoo anak itu.. aku tau dia menyayangiku, tidak perlu terlalu jujur seperti itu” Taeyeon mempersilahkan Baekhyun untuk menempati sofa yang sudah tersedia di ruang tengah, masih dengan pipi merona berkat Tiffany tentunya.

“Noona, apa kau merasa lebih baik?”

“Ah.. Ne. Setidaknya pening dikepalaku sudah tidak terasa.”

Baekhyun melayangkan tangan nya lembut di kening Taeyeon, meraba apa suhu kekasihnya itu sudah menurun, bisa saja ia terkena demam.

“Jinjja? Suhu tubuhmu sepertinya tidak baik baik saja noona, apa kau sudah makan malam?”

“Ne, Tiffany tadi menyuapiku dengan udon. Apa kau tidak memiliki jadwal malam ini sampai bisa disini?” Gadis blonde itu berjalan untuk mengambil segelas jus untuk kekasihnya yang sedari tadi memperhatikannya.

“Ah.. jinjja..? sepertinya aku akan tergantikan oleh Tiffany-noona jika seperti ini..”

Gadis blonde itu terkekeh mendengar apa yang dikatakan kekasihnya, detik kemudian, ia sudah kembali duduk dan memberikan jus itu pada kekasihnya sembari tersenyum.

“Minumlah. Kau tidak menjawab pertanyaanku.”

“Ani, aku sebenarnya ada jadwal malam ini yang harus di hadiri. tetapi aku dengar kekasihku jatuh sakit, aku tidak mungkin membiarkannya sendiri malam ini.” Pria itu tersenyum sembari memindahkan beberapa helai rambut Taeyeon kebelakang telinga kekasihnya itu, perlahan ia mendekatkan kepalanya, memajukannya sedikit lebih sedikit, gadis blonde itu hanya terdiam menggigit bibir bawahnya sembari memundurkan jarak nya.

“Mwo? Aku baik baik saja Baek. Kau harusnya menghubungi ku terlebih dahulu. Lagipula ada Tiffany yang menemaniku jadi kau tidak perlu menghindari jadwalmu, kasihan-kan penggemarmu” Jelas gadis blonde itu sembari meraih tangan kekasihnya dari samping kepalanya dan memberi jarak. Seperti… menghindari kecupan yang akan datang jika waktu tadi berlanjut.

Tingkah gadis blonde itu hanya membuat pria itu semakin khawatir, bukan khawatir tepatnya, ia terlihat bingung akan fikirannya sendiri.

“kasihan penggemarku atau karena kau tidak bisa bersama Tiffany-noona untuk waktu yang lebih lama?”

“Yya! Kau bercanda.”

“Ani, noona. Aku tau kau merindukannya, dan aku tau hubungan kalian akhir akhir ini renggang.”

Itu semua membuat gadis blonde itu bergeming. Tidak bisa di pungkiri perkataan kekasihnya itu memang benar, hanya Tiffany lah yang ia ingin berada disini saat ini, Gadis brownie itu lah yang selama in ia rindukan walaupun hampir setiap hari ia temui, bukan pria yang ada di depannya yang bahkan akhir akhir ini tidak pernah bisa ia temui mengingat jadwal dari kedua grup yang padat dan berbeda tempat. ia tertawa kecil setidaknya itu akan mencairkan suasana yang sudah mulai tegang sedikit demi sedikit ini, fikirnya.

“Noona, aku bersungguh sugguh. Tolong jangan tinggalkan aku.” Gadis blonde itu benar benar tidak mempunyai petunjuk apapun tentang apa yang di lakukannya sekarang. Ia menggigit bibir bawahnya sekali lagi, merasakan hawa dingin yang mulai menusuk tulangnya.

“Baekhyun-ah..”

Tidak ada jawaban, pria itu masih menatap kedua mata coklat itu hangat, senyum tidak lepas dari bibirnya. Ia sangat mencintai gadis blonde itu. sangat. Sebaliknya gadis blonde itu benar benar tersesat akan perasaannya sekarang.

“Noona, tolong beri aku waktu untuk meyakinkanmu. Aku akan berusaha sekeras mungkin agar kau kembali menyayangi ku.”

Hatinya berhenti berdetak, mungkin saja ia lupa bagaimana caranya bernafas di detik ini, tak satu katapun keluar dari mulutnya, ia benarbenar tidak tau harus berbuat apa terhadap pria yang masih menyandang sebagai kekasihnya itu.

“Aku tau kau masih menyayangi ku noona, walaupun kau sudah merasa bimbang. Aku juga tahu bahwa kau menyayangi Tiffany-noona. Dan aku mengerti itu. kalian sudah bersama 10 tahun, siapa pula yang bisa menahan perasaan yang tumbuh begitu saja, kan”

“Baekhyun-ah.. dengar, aku rasa aku tidak perlu menjelaskan semuanya kepadamu sekarang karena aku sudah tahu jka kau mengerti, kau tidak perlu memintaku untuk tetap disini Baekhyun-ah. Karena aku akan tetap disini, bersamamu.” Ucapnya dengan suara bergetar tetapi tetap berusaha keras untuk tersenyum usai menyelesaikan kalimatnya, membuat pria yang ada di hadapannya tersenyum.

‘Apa yang baru saja aku katakan? Aish!’ Hatinya masih bimbang, antara menerima kenyataan bahwa ia memiliki kekasih yang sangat menyayanginya, atau tetap mencintai sosok yang mungkin sangat sulit ia raih. Mengingat sosok itu tidak lagi mengharapkannya dan-

Chu~

Bibir pria imut itu kini sudah mendarat di bibir lembut Taeyeon, membuat gadis blonde itu terhenyak akan gerakan yang tiba tiba ini. Perlahan ia menutup matanya, mencoba membalas kecupan ringan kekasihnya itu. makin dalam.. dalam.. ia mencoba mencari perasaan yang pernah ada ketika bibir mereka bertemu.. hatinya semakin gelisah karena sudah 2 menit ia tidak juga merasakan perasaan yang dulu pernah ia rasakan..

“Omo!” Sial! Gadis berambut hitam dengan paras yang sangat menawan itu tidak sengaja membuka pintu tanpa menekan bell! Sepasang kekasih itu terhenyak melihat gadis yang di ketahui adalah salah satu rekan kerja Taeyeon sekaligus roommate gadis blonde itu. ‘Im Yoona………..

Gadis berambut hitam itu berjalan memasuki ruangan sembali meletakkan kedua telapak tangannya pada wajahnya menandakan ia tidak ingin melihat dan menganggu dua manusia yang sedang menjalin kasih di.. dorm nya sendiri.

“Yya! Yoong-ah! Awas kau, kemari!” Cetus gadis blonde itu pada Yoona yang baru saja melewatinya untuk masuk ke kamarnya. Gadis berambut hitam itu hanya terkekeh dan memberikan senyum senyum kudanya. Pertanda jika ia tidak salah, mereka lah yang salah karena melakukan ciuman yang cukup dalam di dormnya, dorm Yoona! Maksudnya.. dengan Taeyeon.

“Mm-mianhe Unnie… aku tidak tau kalau Baekhyun disini..” Yoona terkekeh setelah duduk disamping Taeyeon yang sedang menatapnya tajam, sedangkan Baekhyun hanya tersenyum dan menyapa seniornya yang sangat kekanak kanakan ini. Baru saja gadis blonde itu membuka mulutnya untuk memberikan sepenggal kata untuk menjelaskan pada Yoona.. terlambat, gadis berambut hitam itu sudah mengambil garis start.

“Pantas saja Tiffany-unnie tidak jadi tidur disini malam ini!”

“Akh! Unnie!!!” Gadis berambut hitam itu terus memegangi kakinya yang terasa sedikit karena perbuatan Taeyeon yang baru saja menginjak kakinya pelan, Taeyeon hanya terkekeh lalu meminta maaf pada kekasihnya atas tindakan kekanak kanakan sahabatnya itu.

“Yyya! Baekhyun-ah! Kenapa kau kesini, bukankah ini sudah malam, karena kau aku jadi melihat pemandangan yang tidak menyegarkan mata malam ini!”

“Ah.. mianhe noona. Aku hanya khawatir Taeyeon-noona bertambah parah, dan aku merindukannya..”

“Mwo!? Khawatir? Tidak perlu Baek, aku bisa menjaganya dan Tiffany-unnie akan selalu berada disisinya” Yoona tertawa kecil sembari menekankan nama sahabatnya, Tiffany yang akan selalu berada di sisi Taeyeon, membuat satu kali injakan lagi pada kaki Yoona, hanya saja kali ini sedikit lebih keras.

“Mianhe Baekyun-ah, kau kan tau dia seperti anak kec—“

“Aku sudah mengira aku akan melihat pemandangan itu malam ini, hanya saja aku mengharapkan itu Taeyeon-unnie dan Fany-Unnie, tapi apa daya…. Mimpi ku tidak menjadi kenyata—“

“OMO! UNNIEEE!!!!!!” bagaikan semut bangkot yang kini menggigit lengan Gadis berambut hitam itu, bukan, itu bukan semut, itu cubitan kecil tetapi mempunyai kekuatan tersendiri dari gadis blonde itu.

“M-mianhe Yoona-noona.. a-aku benar benar hany—“

“Jika itu Fany-unnie, aku bahkan tidak akan menutup mataku, aku akan menonton dari awal sampai akhir dengan senang hati!”

“AKH! UNNIEEE!! APHAAAAAA!” Aegyo sekaligus jeritan Yoona menggema diruangan yang tidak terlalu luas ini.

“Yoong! Jugulle!?”

“Aish! Molla!” Gadis berambut hitam itu kini benar benar menyerah untuk menggoda rekan kerja sekaligus sahabatnya itu, ia berjalan dengan langkah kesal menuju kamarnya, senyum kemenanga tergurat di bibirnya hingga ia menutup pintunya dan memberi pasangan kekasih itu kedipan sebelah matanya sebelum menutup pintu itu.

“Mianhe, Yoona memang sangat kekanak-kanak…”

“Ani, gwenchana noona. Aku memang salah tidak menghubungi mu dulu sebelum kesini, mianhe, noona.”

“Baekhyun-ah, berhenti mengatakan maaf, kau tidak salah, kau hanya mengkhawatirkan ku.”

“Saranghae..noona.”

“Nado”

Malam itu dihabiskan sederhana, keduanya sekedar berbincang tentang aktifitas atau hal hal yang sedang membebani hari hari mereka. benar benar malam yang sederhana untuk keduanya, untuk kali ini gadis blonde itu benar benar melupakan semuanya dan hanya meluapkan perasaannya, melupakan sedikit beban karena tekanan dari penggemar nya ataupun penggemar kekasihnya karena hubungan yang sudah terjalin beberapa bulan, tentunya malam ini di akhiri sebuah kecupan ringan. (:

**

GG 9 CHAT ROOM

 

23.00 PM

 

Yoona : Yya! Baekhyun belum juga kembali ke tempat asalnya!

 

Hyoyeon : OMO YOONG!

 

            Yuri : YYOOOONG!?

 

            Sooyoung : YOOOOOOOOOOONGGGG!!!

 

            Yoona : Mwo..? 0.0

 

            Jessica : TIFFANY IS HERE WITH US. HELLO WAKE UP! O.O

 

            Tiffany : I’m okay tho.

 

            Yoona : omo……………………………………………

 

            Seohyun : Aku sedang tertawa terbahak – bahak

 

            Sunny : Siapa yang tidak tertawa akan kebodohan maknae babo!

 

            Yoona : Tapi ini serius, aku bahkan tidak bisa menutup mataku karena mereka terus tertawa.

 

            Tiffany : mereka sedang berbincang Yoong. Baekyeon hwaiting…

 

            Jessica : I’m totally not fine with dat…

           

            Hyoyeon : Apa kau melihat sesuatu?

 

            Tiffany : Yyya Hyoyeon-ah! Hati kecilku menjerit

 

            Jessica : Kkekeke sudah pasti

 

            Sooyoung : Apa yang mereka bicarakan Yoong?

 

            Yoona : Aku bahkan melihat mereka … >.<

 

            Taeyeon : Pannie-ah jangan dengarkan si kurus Yoong. Saranghae.

 

            Sooyoung : OMO! YYAAAAAA! I’LL CAPTURE THIS!

 

            Yoona : OMG IT’S A CONFESSION!

 

            Jessica : IM TOTALLY HAPPY RN.

 

            Hyoyeon : OW OWW ONE SHOT.

 

            Seohyun : Omo unnie…………. Apa kah kalian sudah resmi berkencan?

 

            Yuri : Nampaknya aku terlewat banyak hal.. ada apa!?

 

            Sunny : TAEYEON BARU SAJA MELAKUKAN PENGAKUAN

 

            Yuri : MWO!? JINJJA!? PENGAKUAN APA!? APA IA MENGAKU BAHWA BAEKYEON BERAKHIR!?

 

            Tiffany : Yyya!

 

            Jessica : ANI! TAPI SECEPATNYA..

 

            Taeyeon : Fany-ah, aku merindukanmu

 

            Yoona : YYA! DAEEEEBAAAAAAKKKKKKKKK!

            Sunny : OMO! DAEBAK!!!!!!!!!

 

            Tiffany : I miss you too tae. Xoxo.

 

            Yoona : FANY-UNNIE! BEWARE!

 

            Tiffany : Taeyeon hanya bercanda Yoong. Lagipula aku sekarang mendukung Baekyeon. ^^

 

            Jessica : mwo…………..

 

            Seohyun : bercanda…?

 

            Hyoyeon : Fff aku kira ini nyata..

 

            Sunny : harapanku hancur sudah.

 

            Sooyong : aku sebagai presiden locksmith sangat kecewa..

 

            **

 

 

Hari berganti hari, seiring dengan waktu hubngan Taeyeon dengan Tiffany bukan lagi dekat, tetapi sangat dekat. Dimana ada Taeyeon disitu ada gadis cantik yang mempunyai senyuman bulan sabit. Dimana ada Tiffany, disitu ada gadis cute, cantik juga kekanak-kanakan dan.. dork.

Walaupun jadwal yang sangat padat untuk mereka, tidak memisahkan keduanya untuk saling bertemu, Tiffany belakangan ini memang memiliki program individunya, tetapi itu tidak membuatnya lepas dari Taeyeon, mereka bahkan sering mengambil waktu sekedar hanya untuk jalan berdua ataupun makan malam disuatu tempat yang benar benar rahasia.

Godaan, cadaan, senyuman saling di lemparkan dari Tiffany ke Taeyeon dan begitupun sebaliknya. Bukan hal baru untuk penggemar yang disebut sebut ‘Taeny Shipper” jika melihat foto kedekatan idola mereka.

setiap hari adalah hari nasional mereka, pasalnya ada saja foto yang tersebar di internet atau site site dan forum tertentu, ketika satu idola nya sedang bercanda dengan idola lainnya a.k.a Taeyeon dan Tiffany, anehnya keduanya tidak pernah mempublikasikan kedekatan mereka kedunia.

Walaupun demikian tidak memutuskan semangat Taeny Shipper untuk memuaskan kebutuhan mereka, ya, ‘Taeny Moment’.

Dan untuk hubungan Taeyeon dan juga Baekhyun, entah kenapa pria itu merasa kekasihnya sedang mencoba menjauhinya, entah ketika ia mengajak nya keluar sekedar meminum The atau Coffe Taeyeon selalu menolaknya dengan alasan entah itu kesibukannya atau bahkan tidak ingin menyakiti penggemar Baekhyun.

Setidaknya mereka kerap bertukar pesan dimalam hari karena padatnya jadwal. Gadis itu duduk di tepi sofa, memperhatikan pemandangan yang sangat indah baginya, melihat senyum itu saja sudah berhasil membauat jantungnya serasa mati. Gadis blonde itu dengan senyuman yang tulus masih memperhatikan Tiffany yang sedang sibuk dengan dunianya di dapur yang terpisahkan hanya oleh counter. Lebih terlihat seperti mini-kitchen no walls.

10600643_820920691265688_5975814047738525127_n

(Kyeopta ^^ ani.. Yeppeuni ^^) -@taeyeon_ss on Instagram

“Share”

“Yya! Aku tau jika aku mengagumkan.”

“Tapi berhenti memperhatikanku seperti itu, sangat menakutkan!” Taeyeon terkekeh mendengar suara khas husky Tiffany itu, meskipun sudah snagat larut keduanya masih saja terjaga melepas rindu setelah sepekan tidak bertemu dikarenakan jadwal Tiffany di LA untuk program televisinya.

“Benarkah? Apakah dengan memperhatikanmu membuatmu takut?” Tanya gadis blonde itu masih memperhatikan setiap gerak Tiffany, gadis itu hanya mengangguk malu, menahan rasa bahagianya, menyembunyikan wajah yang sudah semu itu.

“Menakutkan atau.. aku berhasil membuat pipimu begitu merah?” Taeyeon lagi lagi terkekeh menggoda gadis itu, sementara Tiffany hanya mendengus kesal lagi lagi ia tertangkap basah.

Beberapa menit kemudian setelah keheningan yang begitu canggung dan hanya terdengar bising alat alat di dapur yang dimainkan oleh Tiffany, ia berjalan mendekati Taeyeon dengan sebuah piring. Duduk disamping gadis blonde yang masih terus memperhatikan tanpa senyum hilang dari wajahnya.

“Sudah berapa kali kubilang jangan suka melewati makan malam!” Ujar gadis brownie itu sembari menujukan sendok yang sudah berisi potongan pancake yang baru saja dibuatnya kemulut Taeyeon, gadis blonde itu lalu melahapnya dengan senyuman lebar.

“M-mianhe.. aku terlalu senang hari ini akhirnya kau kembali sampai sampai aku lupa untuk makan..” Lagi lagi Tiffany tersipu malu, entah kenapa setiap perkataan Taeyeon selalu membuatnya bak putri yang sedang di manjakan oleh ksatria sejatinya.

Tiffany hanya mengggeleng lemah, sejujurnya ia benar benar tidak suka ketika Taeyeon melewati makannya seperti ini, Taeyeon mudah terkena demam jika ia terlalu lelah atau kurang asupan makanan dan vitamin. “Apakah rasanya buruk?” Tanya Tiffany sembari terus menyuapi Taeyeon tidak peduli seburuk apa rasa pancake buatannya, yang penting perut Taeyeon sudah ada mangsa untuk di cerna.

“Ani! Ini sangat lezat!!” antusias Taeyeon memuji masakannya membuat Tiffany lagi lagi tersenyum. “Aku belajar membuatnya ketika di LA, disana aku benar benar kesulitan mengatur pola makanku jadi aku sering membuat ini untuk diriku sendiri” Jawab Tiffany lalu menyodorka segelas air mineral pada Taeyeon membuat gadis itu terkekeh.

“Aigooo. Kasihan sekali anak ini..” Taeyeon mengapit hidung Tiffany lalu menunjuan aegyonya membuat Tiffany tertawa kecil. “Tapi rasanya ada yang kurang…” ujar Taeyeon sembari mengunyah, memasang ekspresi berfikir.

“Benarkah? Kurang manis? Asam? Atau terlalu garing?”

“ani…”

“Lalu..?”

“Kurang ice cream sebagai toppingnya..”

“YYA! Aku tidak akan membiarkanmu merusak gigimu malam ini! Lagipula kau sedang migraine Tae!” Tiffany menyodorkan minumnya kembali pada Taeyeon yang sudah memasang wajah kecewanya, ia benar benar mengerti jika Taeyeon sangat menyukai ice cream, bukan karena kasihan melihat si dorky yang satu ini, ia menyerah melihat ekspresi Taeyeon.

Ia menghela nafas panjang. Meletakkan piring di meja dan berjalan ke dapur, selangkah demi langkah Taeyeon mengembangkan senyumnya. “Baiklah baiklah… nona Taeyeon, kali ini kau menang, jangan beritahu Hoon-oppa jika aku kali ini mengalah, ara!?” Tiffany mengabil beberapa scoope ice cream ke gelasnya.

“YES MAM!”

“IIIIICCCCCCCEEEE CREEEEAAAAAMMMMMM!” Sahut Taeyeon sembari bertepuk tangan layaknya anak kecil yang akan mendapat jatah ice creamnya, tentunya dengan aegyonya membuat Tiffany terkekeh melihat bagaimana kekanak kanakannya sosok yang sangat ia sayangi itu.

Taeyeon membuka kunci tabletnya seiring ia mengunyah makanan yang ada di mulutnya, gadis brownie itu juga memperhatikan layar lebar yang ada di tangan Taeyeon sembari menyuapi gadis blonde itu. sesekali mereka tertawa karena beberapa tulisan yang tertera di layar itu.

Tawa mereka meledak ketika melihat beberapa foto lucu salah satu member mereka atau bahkan foto lama yang membuat mereka tertawa terbahak bahak, entah karena momen yang kurag begitu mendukung ataupun ekspresi dari member yang memang tidak beruntung pada waktu foto diambil.

Screen Shot 2015-07-10 at 11.50.34 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.51.03 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.48.07 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.52.19 PM

“YYYYYAAAA! TAENY! KECILKAN SUARAMU! AKU SEDANG MENCOBA UNTUK TIDUR!” Kedua terdiam. Suara sang Ice Princess terdengar jelas mendengung di telinga keduanya, jelas saja itu cukup keras pasalnya suara itu berasal dari salah satu kamar yang pintunya bisadibilang cukup tebal. Mereka tertawa kecil dan melanjutan aktifitas mereka, hanya saja, semakin Taeyeon meneruskan layarnya kebawah. Mereka merasa gugup.. sangat gugup.

Screen Shot 2015-07-10 at 11.53.01 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.53.48 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.53.14 PM

img_8921-1

12748_860661513958272_766661671036253095_n img_9094 Screen Shot 2015-07-10 at 11.54.40 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.55.00 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.55.05 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.55.11 PM Screen Shot 2015-07-10 at 11.55.24 PM

Keheningan kembali datang untuk keduanya. Sangat.. canggung…

“A-aku rasa sudah waktunya untuk tidur.” Taeyeon memecah keheningan dianta keduanya dan meletakan tabletnya sembari meminum sedikit air sekedar melepaskan rasa gugupnya, Tiffany hanya mengangguk dan bersiap untuk bergegas kekamarnya, biasanya mereka harus saling memeluk dulu sebelum tidur.. ini.. karena saling gugup dan benarbenar canggung, Tiffany berdiri tanpa sepatah katapun, tidak tau apa yang harus dikatakannya.

“Fany-ah, tidur bersamaku, malam ini saja..”

“Andwae, kau harus tidur nyenyak Tae.”

“Tapi aku tidak akan nyenyak jika kau tidak ada di sisiku.”

“Yya! Ratu drama! Seperti aku akan meninggalkanmu saja! Kita hanya berbeda beberapa meter Tae.”

“Beberapa meter terpisah darimu terasa berjuta juta kilometer bagiku” Taeyeon mengerucutkan bibirnya, merasakan telapak tangan yang hangat menyentuh kedua pipinya.

“Aigooo…. Jika kau terus seperti ini mana bisa aku menolak?”

Senyum Taeyeon mengembang lebar dan terlihat gembira. “Kajja!” ia menarik lengan Tiffany lembut memasuki kamar nya di dorm ini. Di matikan segera lampu kamar, membuka selimut tebal dan mempersilahkan Tiffany berbaring, ditutupinya tubuh Tiffany dengan selimut itu. ia memutar tubuhnya, membaringkan tubuhnya sendiri disamping Tiffany yang sudah memperhatikannya.

Memposisikan tubuhnya berhadapan dengan Tiffany, wajah mereka hanya berjarak beberapa cm, bisa dirasaka masing masing helaan nafas yang menusuk kulit sensitive mereka. Taeyeon tersenyum sekali lagi melihat malaikat yang ada di hadapannya. Ketika wajah mereka berdekatan seperti ini, walaupun belum pernah sekalipun lebih dekat dari ini, tetap membuat Taeyeon sangat nyaman.

Setelah puas memandangi betapa indahnya wajah gadis blonde itu, Tiffany memejamkan matanya, merasakan kantuk dimatanya semakin kian memberat, ia memejam mata sembari tersenyum, merasakan bahwa Taeyeon juga tersenyum.

Detik kemudian bisa dirasakan gadis itu meletakkan kepala Tiffany yang sudah setengah sadar pada lengan kriinya, menjadikannya tumpuan sebagai bantal, tangan kanannya mengelus lembut belakan punggung Tiffany.

Gadis brownit itu masih tersenyum, merasakan kehangatan selimut sudah cukup baginya, terlebih lagi kini tubuh dan lengan yang lembut menyelimutnya menambah kehangatan yang sangat nyaman baginya. Bisa di rasakan hemusan nafas Taeyeon yang menderu bertemu dengan keningnya.

Chu~

Taeyeon mengecup kening Tiffany

“Goodnight Boo.. i’m glad it is you.. beside me.” Lirih Taeyeon yang meyadari bahwa gadis yang sedang ia peluk ini tidak sepenuhnya tertidur, mesipun begitu,ia merasa senang Tiffany tidak merasa terganggu dan sebaliknya Tiffany mengeratkan pelukannnya dengam membalas pelukan Taeyeon lengan kanannya memeluk erat tubuh yang memberinya kehangatan ini.

Inilah kebiasaan yang sudah menjadi tradisi mereka akhir akhr ini.. entah ini bisa disebut hubungan sebatas sahabat atau lebih..

**

Pagi yang cukup riuh hanya dalam satu ruangan, suara yang terdengar bisa sampai ruang sebrang bahkan jika pintunya ditutup-pun suara cekikikan khas group itu masih dapat terdengar oleh telinga yang normal tentunya.

Sunny sekali lagi membuka akun social medianya, entah apa yang dilihatnya sampai membuatnya termenung sejenak. “Taeyeon-ah, gwencahana?” Tanya gadis berambut pendek itu pada sosok teman sejatinya yang sama sama di sebut ‘midget’ di group tercintanya. Gadis blonde itu menoleh dengan tatapan bingung. “Na? Wae?”. Sunny memperlihatkan apa yang baru saja dibacanya, rupayanya itu tentang respon negative yang kian bertambah banyak dari hari ke hari untuk hubungan sahabatnya dan juniornya.

Taeyeon terdiam, bukan hanya gadis blonde itu. semua yang ada diruangan, terdiam. Tidak tau harus berbuat apa, gadis berambut hitam kecoklatan itu menghampirinya, tangan nya perlahan mengenggam kedua tangan gadis blonde itu, detik kemudian, ia memeluknya. Tidak ada yang bisa dilakukan selain membalas pelukan itu, ia tersenyum, merasakan kehangatan yang menjalar di sekujur tubuhya, ini bukan pertama kalinya ia merasakan kupu kupu yang mengisi ruang hampa di perutnya hanya karena gadis berambut coklat itu.

“Taeng, Bagaimana rasanya?” gadis itu mengambil ponselnya tergesa gesa menangkap momen itu dengan kameranya. pertanyaan yang tentunya tidak bisa di hindari keluar begitu saja dari mulut sang penggoda Sooyoung,

 

Gadis blonde itu terhenyak pasalnya kini semua membernya memperhatikannya yang masih ada di pelukan Tiffany, tatapan mereka hangat, tersenyum sangat menawan menyaksikan dua insang yang sangat mereka sayangi sedang memberi kehangatan satu sama lain.

“Daebak” Jawabnya singkat menunjukan ibu jarinya sembari masih memeluk Tiffany dan membuatnya terkekeh, semakin di erat kannya pelukan Tiffany, baru saja Gadis brownie itu ingin menyudahi pelukannya. “Andwae! Tetap seperti ini!”

Gadis blonde itu tetap mengeratkan pelukannya sembari menikmati kenikmatan yang tiada tara ini, fikirnya. “Yya! Cari ruangan lain!” Candaan Sooyoung membuat seisi ruangan tertawa kecil lalu melanjutkan aktifitas tertunda mereka, sementara dua manusia itu masih memeluk satu sama lain tanpa bicara satu patah katapun.

“Cklek.” Pintu terbuka, tidak perlu di beri aba aba, semua mata tertuju pada pintu yang perlahan terbuka. “Anyeong, noona.” Sapa Pria itu langsung memperhatikan Taeyeon yang masih di pelukan Gadis brownie itu, ia tersenyum, bahkan tidak melepaskan pelukannya.

“Yya! Baekhyun-ah! Kau hanya menyapa kekasihmu!?” Sooyoung kini menghampirinya membuat ekspresi Baekhyun sedikit takut.

“Yya! Baekhyun-ah! Naga! (Pergi!) Taeyeon sedang berkencan” Hyoyeon dengan telunjuknya menunjukan arah pintu yang baru saja dilewati pria itu, membuat semua member tertawa kecil termasuk Taeyeon dan Tiffany.

“M-mianhe noona.. aku hanya ingin menghampiri Taeyeon-noona. Aku mengkhawatirkannya.” Baekhyun tetap berjalan menghampiri kekasihnya yang masih berada di pelukan gadis brownie itu, bukan Tiffany tidak ingin melepaskan pelukannya, tetapi Taeyeon-lah yang menahannya.

“Aish! Ara ara! Kami tahu kau mengkhawatirkannya, tetapi tidak bisakah kau lihat dia baik baik saja” Yoona kembali memulai argumennya, seperti nya ini akan berlanjut seperti drama drama di tv, melanjutkan episode semalam.

“M-mian noona..aku tidak bisa pergi sebelum berbicara dengan Taengoo-noona.” Jawab pria itu berusaha untuk setenang mungkin.

Kali ini Gadis brownie benar benar merasakan ada yang mengganjal, tanpa sepengetahuan member lain, ia berusaha keras untuk melepaskan pelukan Taeyeon lalu mencubit kedua pipinya, membuat gadis blonde itu semakin bingung “Aigooooo kwiyowoo!” ujar Tiffany memberi pujian pada panggilan Baekhyun untuk kekasihnya. “Guys please, beri mereka waktu dan ruang.”

“Baiklah Baekyun-ah! Kau kali ini lolos dari kami, tapi ingat ini karena permintaan Tiffany” Yuri memulai candaannya, diikuti tawa kecil semua member, Baekhyun mengerti bahwa ini hanya candaan belaka senior-seniornya, meskipun keliatannya sedikit kasar, itulah sifat group sekumpulan para dorky itu, tidak ada yang memisahkan mereka bahkan jika ada salah satu member merasa tersakiti, mereka akan membela habishabisan sampai titik darah penghabisan. Haha.

“Baekhyun-ah, kemarilah.” Gadis brownie itu bangkit dari tempat duduknya menyisakan Taeyeon yang tersenyum dan mempersilahkan pria itu duduk disamping kekasihnya.

“Ne, noona.” Tiffany tersenyum lalu duduk disamping Hyoyeon yang sibuk bercanda ria dengan sisa member lainnya, baru saja pria itu meletakkan bokongnya, semua mata mulai memandang Taeyeon dan Baekhyun yang kini sudah mulai duduk berdampingan.

“Taengoo, apa kau sudah merasa baikan?”

“Ah. Ne..”

“Aigo neomu kwiyowo ‘taengoo’” Goda Hyoyeon lalu mengeluarkan suara seperti peluit dari sudut jarinya. Membuat semua tertawa kecil melihat tingkah sepasang kekasih itu, termasuk Tiffany, meskipun ia mulai merasakan sesuatu menguliti ulu hatinya saat ini tetapi ia tetap berusaha untuk tenang, bagaimanapun ini adalah kebahagiaan Taeyeon, fikirnya.

“Noona.” Baekhyun mengengga kedua tangan Taeyeon sementara gadis blonde itu hanya tersenyum.

Chu~

Bibir pria imut itu kini mendarat lembut di bibir Taeyeon, entah apa yang difikirkannya… tentu itu sangat mengejutkan bukan hanya untuk Taeyeon tetapi untuk semua member, terlebih lagi gadis brownie yang tengah menahan panas matanya melihat pemandangan ini, hatinya berontak seakan tidak rela melihat orang yang sangat disayangi dikecup orang lain, dilain sisi hatinya kembali sadar bahwa ia benar benar tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk memiliki Taeyeon seutuhnya.

Disisi lain juga ia sedikit senang melihat pemandangan itu, Baekhyun yang ia tahu sangat lembut untuk Taeyeon, Gadis blonde itu sangat pantas untuknya, fikirnya.

“OMO!”

“YYYAAAA!”

“BAEKHYUN-AH!”

“OMO!….”

“YYYYYYYYAAAA!”

Satu persatu member mulai mengeluarkan suara nya melihat pemandangan ini, walau hanya terjadi beberapa detik, entah apa yang ada difikiran pria itu hingga berani mencium Taeyeon di hadapan monster-monster, bahkan dihadapan.. Tiffany. Taeyeon seperti menahan amarahnya pada kekasihnya saat ini, ia mencoba untuk tetap tenang, fikirannya campur aduk, marah, sedih, kecewa, menyesal menjadi satu, bukankah kekasihnya tau jika ia dan Tiffany…

Masih mengenggam satu sama lain, “Noona, saranghae.. “ tidak mau mengecewakan sosok yang ada dihadapannya, gadis blonde itu tersenyum lalu ia berkata bahwa ia juga mencintainya. Kapan pisau dan jarum –jarum itu berhenti menghujami hati gadis brownie yang masih lemah itu. seakan akan tidak ada waktu istirahat pun untuk Tiffany diberi jeda akan luka –luka yang selalu datang.

“Yedeul-ah! Cepat bersiap-siap! 1 menit lagi acara dimulai” Suara yang sangat mereka kenal terdengar setelah pintu kembali terbuka untuk kedua kalinya, detik kemudian semua member termaksud Baekhyun sudah berdiri untuk segera kepanggung.

Tangan Baekhyun masih melekat dengan tangan gadis blonde itu, seakan ada suatu magnet yang tidak bisa dilepas, mereka berjalan beriringan diikuti semua member yang nampaknya masih geram akan kelakuan Juniornya, semua tahu jika Baekhyun mengerti akan hal hal Tiffany dan Taeyeon, mereka hanya tidak habis fikir pria itu bisa berbuat sedemikian jahatnya pada Tiffany, setidaknya ia bisa melakukan itu ketika gadis brownie itu tidak ada di ha…dapan..nya..

Sesekali kepala gadis Blonde itu menoleh kebelakang sekedar melihat bagaimana keadaan Tiffany sedari tadi tangannya di apit oleh tangan Hyoyeon dan Sooyoung seperti malaikat penjaganya, Hati Taeyeon terasa sangat perih ketika ia menoleh dan mendapatkan air mata Gadis brownie itu mengalir di pelupuk wajahnya. Ia ingin berlari sekarang juga memeluk gadis itu, lagi lagi, ia membuat kesalahan, lagi lagi, ia begitu bodoh.

“Taeyeon-unnie! Andwae! Yeogiwa! (kemarilah)” Yoona benar benar tidak menyerah, ia sudah terlanjur geram akan kelakuan sahabat nya itu, ini benar benar di luar perkiraan. Baekhyun hanya dapat terdiam dan terpaksa melepas genggamannya karena gadis berambut hitam itu sudah menarik lengan kekasihnya dan ia membawa Taeyeon menjauh dari grup, sisa member sepertinya mengerti dan melanjutkan untuk bersiap ke panggung.

Yoona melepas tangannya yang sedari beberapa detik yang lalu menarik lengan sahabat sekaligus kakaknya yang sedikit bodoh itu, setidaknya itulah yang ia fikirkan tentang Taeyeon akan kejadian beberapa menit lalu. “Unnie!? Apa itu tadi!? Bukankah kita sudah membicarakan ini tadi malam!?” Taeyeon terdiam. “Kau bilang kau menyayanginya unnie! Kau tidak akan menyakitinya lagi!” Masih terdiam. “Kau bilang kau akan melakukan sesuatu tentang itu!” Taeyeon menundukan kepalanya, entah harus ia jawab apa sahabatnya yang sedang menahan emosi nya itu.

“Aish! Jinjja unnie! Kau tidak melihat Fany-unnie sedari tadi seperti apa!? Bagaimana bisa kau melakukan itu!? aish!”

“Dan satu lagi! Bukankah Baekhyun tau!?” Taeyeon mengangguk, ia masih bergeming, ia memang sudah sadar, bahwa ia begitu bodoh. Mengulangi kesalahan yang begitu bodoh, itu adalah hal yang paling bodoh yang pernah ia lakukan, ia semestinya tidak seperti ini.

“Unnie!”

“Mianhe….”

“Unnie!? Waegerau!? Apa yang kau fikirkan unnie!? Aku tau kau sangat menyayangi Tiffany-unnie!”

“Ne… sangat.”

“Lalu kenapa kau seperti ini….”

“Mianhe… aku hanya tidak bisa melihat Baekhyun kecewa..”

“MWO!? Lalu bagaimana dengan Tiffany-unnie!?”

“Kau bahkan tidak memikirkan perasaannya sedetikpun-unnie! Yang kau fikirkan hanya Baekhyun!?”

“Bagaimana dengan Tiffany-Unnie yang setiap hari harus memakan omong kosong dan melihat kalian dari jauh tanpa bisa melakukan apa apa!?”

Taeyeon ingin mati rasanya.

Detik ini juga.

Pedang yang sangat panjang menghunus hatinya, ia benar benar sadar akan kesalahnnya kali ini, benar-benar… sadar. Ani.. benar benar mengerti. Ia bodoh, sangat bodoh.

“Yoona! Taeyeon! Ppali! Hanya dalam beberapa menit kita akan on air!” Keduanya terpaksa memutuskan pembicaraan pribadi mereka, Yoona mengepalkan tangannya, ekspresi diwajahnya tidak luput dari amarahnya, ia benar benar geram akan kekasih sahabatnyaitu, ingin rasanya meninju muka polosnya dengan beton.

(Jessica, Sunny,Hyoyeon, Sooyoung, Yoona

         Yuri, Seohyun, Taeyeon, Tiffany) ß posisi duduk di stage.

“Tae, kau kemana saja? Apa ada masalah?” Tiffany menoleh pada sahabatnya yang baru saja duduk disampingnya, Gadis blonde itu terhenyak karena Tiffany, satusatu nya gadis yang mungkin baru saja ia sakitinya mengajaknya bicara, bahkan ia tersenyum. Taeyeon tersenyum menggeleng lemah. “Tae? What’s wrong? Kau sakit?” Tiffany meletakkan tangan kanannya pada kening gadis blonde itu, merasakan suhu tubuh Taeyeon yang sedikit terasa panas.

Lagi lagi gadis brownie itu mampu membuatnya merasa gila akan perasaannya, ia benar benar jatuh cinta. Jatuh cinta yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, bahkan dengan kekasihnya sekalipun. Ia benar benar telah jatuh.. dan semakin hari semakin dalam.

“Omo! Tae. You haven’t take your medicine yet, right!?” Tiffany mengenggam tangan Taeyeon hangat dan masih berusaha mengatur intonasinya agar tidak sekeras mungkin, beberapa member yang sadar akan keduanya hanya tersenyum melihat bagaimana melihat Tiffany yang sangat memerhatikan gadis blonde itu.

“Yya! Kau sendiri yang tidak mengingatkan ku.” Taeyeon tersenyum bodoh menunjukan gigi gigi yang putih.

“Mwo? Kiddo! Kau tidak pernah berubah Tae! bagaimana ceritanya jika aku tidak ada disini dan mengingatkanmu untuk meminum obatmu!”

“Ya aku tidak akan memakannya”

“Babo!” Tiffany memukul puncak kepala Taeyeon pelan lalu keduanya terkekeh, gadis brownie itu benar benar memaksanya untuk minum obat selesai acara ini. Seiring menunggu waktu acara di mulai, mereka berbincang, seakan – akan tidak ada yang terjadi diantara keduanya,

bahkan Taeyeon menggoda gadis brownie sampai sampai ia merasa dirinya seakan akan terbang dan tidak menapak ditanah. Ia benar benar lupa akan kejadian tadi, ia menyadari sesuatu, yang dibutuhkannya hanyalah gadis blonde itu. tidak peduli berapa kali ia harus terluka, selama Taeyeon tetap disisinya dan tidak meninggalkannya seperti dulu, ia akan terus bertahan.

“Tae, Baekhyun benar – benar main mata kearahmu.” Gadis brownie itu berdesis pelan, membuat Taeyeon merasa tidak nyaman, ia mengenggam tangan Tiffany lebih kencang, lebih kuat, seakan akan ia tidak akan pernah menyakiti gadis brownie ini lagi, ia menundukan kepalanya berusaha menghindari kontak mata dengan kekasihnya.

Tiffany yang menyadari telapak tangannya di genggam sangat erat tersenyum, ia kemudian melepaskan genggaman itu membuat Taeyeon terlihat sedikit kecewa, detik kemudian ia mengenggam tangan Taeyeon namun bukan seperti tadi, ia mengenggamnya perlahan, menautkan jemarinya dengan jemari Taeyeon, bukan hanya mengenggam kepalan tangannya.

“Aku lebih suka seperti ini.” Tiffany tersenyum.

“Jangan coba coba kau melepasnya!” Ancamnya lalu mencubit pipi imut Taeyeon, membuatnya kembali frustasi akan rasa yang diberikan Tiffany padanya, Tiffany benar benar membuatnya gila.

Rupanya satu pasang mata sedari tadi sedang memperhatikan keduanya, tepatnya adalah Sooyoung, yang sedari tadi duduk dibelakang Taeyeon dan Tiffany. “Ekhm! Apa aku mengganggu?” katanya setelah berpura pura berdeham, membuat keduanya menoleh lalu terkekeh.

“Taeyeon bisakah kau menyimpan wajah jatuh cintamu itu sebentar atau kalian akan tertangkap basah dan besok pagi kan ada artikel “SNSD Taeyeon & SNSD Tiffany flirting each other on the stage” kau mau itu?”

“Tentu saja dia mau.” Sambung Hyoyeon lalu mengedipkan mata pada keduanya, membuat tawa Taeyeon dan Tiffany meledak.

“Yya, Fany-unnie apa kau mau aku beri tahu rahasia?” Maknae kini angkat bicara karena terlihat senang melihat sahabat yang baru saja ia tarik kebelakang panggung berhasil mencairkan suasana.

Tiffany menoleh dan tersenyum memperlihatkan giginya, mengangguk girang. “Taeyeon-unnie pernah mengatakan, jika aku pergi berkencan dengan Fany, aku mau semua media mengeksposnya dengan foto ku dan dia diakhir kencan kami.” Tiffany tersenyum, memperlihatkan senyumnya yang paling indah pada Taeyeon, menyembunyikan rasa bahagianya hingga sekarang juga ia ingn melompat dari jurang.

“Lalu aku bertanya kenapa seperti itu, Taeng-unnie menjawab “agar semua orang tahu bahwa aku berhasil mendapatkan gadis yang sangat cantik.”

Taeyeon bergeming, ia benar benar ingin meninju sahabatnya yang baru saja membeberkan rahasianya pada… ia mengalihkan pandangannya kedepan menghindari kontak mata dengan gadis brownie itu, pipirnya sepeerti udang rebus saat ini, sementara Tiffany makin tersenyum layaknya orang yang sudah kehilangan akal sementara Yoona, Hyoyeon dan Sooyoung tertawa kecil melihat tingkah mati gaya Taeyeon.

            “Kau mati hari ini Yoong.” Desis Taeyeon pelan pada gadis yang ada di belakangnya. Tentu di sadari oleh Yoona dan ia hanya terkekeh dan bertingkah seperti ia meremehkan Taeyeon dengan segala aegyonya sementara Tiffany sudah berjalan kedepan karena ia ada membuka acara.

Acara dimulai, ini merupakan acara music dengan pembuka semua bintang tamu duduk bersama dan berbincang sekedar bercanda ria dengan sesama idola dan tentunya dengan pembawa acara. Melibatkan girlband ternama di korea itu dengan group namja satunya, atau bisa disebut EXO. Tentunya dengan girlband dan boyband lain ataubahkan penyanyi lain. Tiffany hari ini benar benar menjadi sorotan, pasalnya bebepa personil dari group tertentu benar benar mengidolakan sosok yang mempunyai senyum menawan itu.

Sedari tadi ia terus di tunjuk untuk maju kedepan memainkan beberapa permain yang dituntut untuk memegang tangan pasangan bermain, tentunya dari banyak namja bahkan yeoja yang mengidolakan Tiffany berusaha berlomlomba untuk menjadi pasangan bermain Tiffany di permainan selanjutnya.

Tidak hentihentinya pujian akan kecantikan untuknya berhenti dari mulut namja dan yeoja yang sedari tadi mengelilinya, senyumnya tergurat jelas di bibirnya, senyum yang menyebabkan lengkungan pada matanya.

Disana, Tiffany, Sunny, Yoona juga Yuri bercanda dan sisanya hanya mengobrol di kursi, sesekali pria imut itu mencuri pandang pada kekasihnya yang sibuk memperhatikan gadis brownie itu dan berbincang dengan sahabatnya, ia benar benar kecewa gadis blonde itu bahkan tidak memberinya satu sorot matapun.

Taeyeon yang sedang asyik bercanda mendengar suara tawa yang sangat ia kenali sangat khas mendengung di telinganya, siapa lagi jika bukan suara tawa Tiffany. Ia menoleh dan mendapatkan dirinya terpana pada senyuman Tiffany yang saat ini masih terpampang di wajahnya

Di perhatikan setiap lekuk pahatan wajah itu, tanpa ia sadari ia senyuman tulus tergambar jelas di wajahnya, ia benar benar mengagumi sosok itu. irama detak jantungnya benar benar tidak bisa dikontrol, sosok yang sedang ia amati ini benar benar sempurna. Ia semakin sadar bahwa ia telah jatuh.. untuknya.. dia benar benar jatuh cinta pada gadis brownie itu.

Senyumnya seperti menghipnotisnya, membawa dia keaalam bawah sadar, seandainya saja senyuman itu hanya “untuknya”. Andai saja gadis itu adalah miliknya,ia akan memeluknya sekarang juga tidak peduli siapa yang akan memperhatikannya, ia merindukan sosok itu. ia benar benar bersyukur ketika mengingat kembali bahwa gadis itu menyatakan jika ia menyayanginya.. ani.. ia mencintai dirinya yang tidak tahu apa kelebihannya.

Ia merasa benar benar beruntung mempunyai sosok bak malaikat itu. Tidak henti-hentinya senyum terlepas dari bibirnya.

Detik demi detik, seiring waktu berjalan, senyuman pudar dari bibir nya yang lembut, berubah menjadi datar ketika beberapa namja dan yeoja mendekati sosok yang sedari tadi ia perhatikan, mereka menggodanya,

membuatnya tertawa, membuatnya tersenyum, terlebih lagi ada beberapa namja dan Yeoja yang bahkan membenahkan helai rambut yang keluar dari garisnya ataupun mengenggam sengaja tangan.. Tiffany.. ia merasakan hawa panas seperti.. jealous…?

Hyoyeon yang memperhatikan sahabatnya yang sedang terpana pada gadis pujaannya segera mendekatkan bibirnya ke telinga gadis blonde itu.


 


            “Sangat di sayangkan.. kau melepaskannya.”

Taeyeon terhenyak dari lamunannya, mendengar itu, hatinya berdebar sangat cepat, ketakutan menghampirinya seakan-akan ia akan kehilangan sosok itu lagi. Lalu senyum tipis tergurat di wajahnya.

            “Percayalah, aku tidak akan melepaskannya lagi.”

 

Ucapnya pada Hyoyeon lembut lalu kembali memperhatikan gadis itu, sementara sahabarnya itu hanya tersenyum memperhatikan Taeyeon seperti anak kecil sedang melihat pemandangan yang sangat indah. Membiarkan ia terbang dengan lamunannya.

 

**

HAALLOOO KETEMU LAGI HEHEE ^^

JAM 12.27 DAN MASIH NYELESAIIN INIII^^

I HOPE YOU LIKE IT ^^

PLEASE DON;T BE SILENT READER :p

ONE COMMENT GIVE ME A MILLION REASON TO KEEP DOIN THIS ^^

SO PLEASE LEAVE A COMMENT ^^

jangan biilang keren keren aja :p authornya ga keren ^^ *plak

komen kalian sangat aku harapkan, kalo lagi baca komen kayaknya pengen banget ngetik dan lanjutan lanjutannyaa, tapi kalo sepi ga ada semangat semangatnya ahahha entah mengapa. Komen juga tanda kalian mengapresiasikan tulisan kuuu ^^ 

OHYAA GIMANA TAENY MOMENTNYA DISINI EHHE? KURANG? ^^

BTW KALO MAU TANYA TANYA KE AKU ADD LINE AJA YA

ID NYA (@LCK7866O) PAKE @ YA HEHE 🙂

Special thanks to:
NW

Arisandhiwang

Sunisbright

Totobeljjang

Kiddocute

Taengo231

Atas komen sosweetnya dan udah mantengin ini ff terus sama semua locksmith yang udah mau baca dan kasih komen makasiihhh banget;) don’6 know much it means to me:)

Ohya untuk beberapa pertanyaan di komen sebelumnya, nanti aku jawab di FF baru atau Falling yaa 🙂

AKU LIAT AKHIR AKHIR INI JARANG ADA YANG NGUPDATE YA, DEMI MENJAGA KELANGSUNGAN FF TAENY AKU ADA FF BARU NEMENIN FF INI BERJALAN INI POSTERNYA

SKMW

jangan lupa tinggalin jejak untuk kelanjutan falling dan updatean new ff ^^

gomawo ^^

saranghae ^^

Advertisements

128 thoughts on “FALLING (CHAPTER FOUR) BY ATTALOCKSMITH

  1. Omona!! Taeny momenttttt 😀 seharusnya tae sudah mlepskn baekhyun, kasian fany harus melihat itu terus menerus, adalah tae mau hanya perlu memilih fany dan kau akan bahagiaaaaaa

    Like

  2. Gila yah thor nih ff mantep bgt
    baper parahhhhhhhhh
    feelnya dapet bgt ngena parahhh
    Yg paling parah tuh sweet momentnya beuhhhhh bikin sensasi tersendiri
    teruskan karyamu thor
    ga sabar bgt nunggu lanjutan

    Like

  3. Oh taeny, bkin hatiku gimana gituh, haha,,..
    Iya dah, bkan hanya ff nya yg keren,
    Tp authornya jg keren.
    Lnjut thor, :GkAdaKataYgLainSih: ^^

    Like

  4. Hi thor, chapter ini g serumit chapter2 sblm nya. Dsni sbnr nya aq pnsran sprti ap klanjutan hubungan baekyeon atau taeny. Ktna kyk na kamu ngbuat ni ff sreal mgkn.foto2nya mngbantu bgt buat jd lbh ngefeel lg. Nd aq salut bgt sm kamu bs bikin ni crta pjg gni hehe. Kalo update lg jgn lm2 y

    Like

  5. Hi thor, chapter ini g serumit chapter2 sblm nya. Dsni sbnr nya aq pnsran sprti ap klanjutan hubungan baekyeon atau taeny. Ktna kyk na kamu ngbuat ni ff sreal mgkn.foto2nya mngbantu bgt buat jd lbh ngefeel lg. Nd aq salut bgt sm kamu bs bikin ni crta pjg gni hehe. Kalo update lg jgn lm2 y..

    Like

  6. Aigoo ini moment yg paling ditunggu,taeny kalian luar biasaaa…
    Agak lebih indah lagi jika hubungan baekyeon segera berakhir dan biarkn bendera taeny berkibar… kkkkkk

    Like

  7. Yoong, hyo, soo pls~ para LS berterima kasih lh kalian pd mereka haha asli mereka bisa bgt ngomporin suasana. Gue lanjut baca deh ya.. Misi hehe

    Like

  8. Tae kenapa ga pilih fany aja, biar si bebek dilepas aja kasian klo msh sm dia mah seakan fany diduain terus kasian juga disakiti terus2an kayak gitu….

    Like

  9. keren thor..lo mikirin konsep ni ff scra mendetal dan d kemas scra menarik dgn penambahan gambar2 membawa c pembaca lebih dlm brdelulu ria..

    gue bacok bnr’n tu c bakong..tae loses ga berani tegas

    Like

  10. Ini lah moment yg paling gereget 😭😭😭
    Keren keren nih cerita thor 👍👍👍👏👏👏👏
    Jadi makin cintaaahhh sama TaeNy 😍😍😍😘😘😘😘

    Like

  11. Eaaaa… 😀
    Aigooo taeny betapa so sweetnya kalian ini >__< foto moment mereka 😀
    hrusnya dtambah video jga thor :v *plak
    gua paling suka chap ini thor 😀
    oke gua gak akan bosen bwt bilng
    keep writing and fighting thor !!!! 😀

    Like

  12. Jengkel banget lihat bekyun, kpang berakhir sih thor tae sma bekyun??? Kasihan lihat fany tersakiti trus T_T

    Like

  13. tae udh beneneran syg sama fany? putusin aja itu baek nya, jahat bgt dia tau fany suka tae tp sengaja di panas”in gitu

    Like

  14. INI SERIUS SAYA BELOM BELAJAR KIMIA BUAT ULANGAN BESOK!!!! TOLONG BANTUANNYA YA, ATTA-AH BUAT ULANGAN KIMIA BESOK!!(Author Atta anak IPA kan? Apa IPS? Apa jgn2 masih SMP!? Jgn bilang kalo Author anak SMK. Gimana mau minta bantuan kalo anak SMK ya?) *ABAIKANPLIS. DI CHAPTER INI JUJUR AJA KURANG GREGET TAENY-NYA. GARA-GARA ADA BAEKHYUN SI NGESELINN!!!! HUUUUU. HUSH PERGI SANAAAA. TAPI MAKIN LAMA MAKIN SENENG DEH KARENA TAENY MAKIN DEKET(BAHKAN LEBIH DEKET DARIPADA YANG DULU) YEEEEEEEEEE. PART SELANJUTNYA PASTI JADIAN DEHHH *SOKTAU *OKESIP. MAKASIH YA AUTHOR ATTA DAN AUTHOR JAZZMINE UDAH MAU NYUMBANG CERITA GRATIS.. TIS. MANA CERITANYA BAGUS-BAGUS BANGET LAGI. MAININ EMOSI PEMBACAA. DAH AH PASTI ATHOR INI BOSEN SAMA KOMEN SAYA YANG JEBOL INI. MIAN ATTA-AH. BTW, PART KELIMA DIKEEP DULU BUAT BESOK. YESSSS, BESOK ABIS ULANGAN ADA HIBURAAAN.

    NB: SAYA GULIPAK-GULIPEKAN DI KASUR SAMBIL KETAWA NGAKAK WAKTU BACA CHATANNYA MEMBER GG. *LUPAKAN. BYEBYE ATHOORR. KEEP WRITING, JAZZATTA!!!!

    Like

  15. aduhh parah tuh chat nya sooyoung bikin ngakak
    ” aku sebagai presiden
    locksmith sangat kecewa.. ” keke lucu nya minta ampun
    taeny kapan jadian nya ? aduhh gak sabar nii

    Like

  16. Tae sadar dong..kurang apa si panny itu…udah sabar banget ngadepin tingkah kmu ama baek..😤😤😤😤😤😤..lama2agak kesel juga ama taeng😡😡😡😡😡

    Like

  17. Di stu sisi gak ingin nyakitin tp mau gimna lg nasi sudah menjadi bubur😔😔
    Bisa jealous jg tae*senyum evil.. kira hanya bs memamerkan sok romantisnya jar dgn sih berondong 😞😞😞 gak terima aja pany di sikapi sperti itu dgn tae.. omong kosong semua yg tae kasi buat pany yg ada hanya sakit yg di terima pany😠😠

    Like

  18. Wahh.. Ngubek _ngubek listt ff Jazzatta, semuanya keren dan bikin greget. . Chatroom nya bikin ngakak foto taeny moment sweet diabetes, jg fto funny moment nya
    bikin ngakak.. Si baekhyun mungkin kayanya udah sadar kalo tae udah ga ada rasa ama dia cmn menghormati sbg kekasihnya aja,.. Sebel jg main asal nyium_nyium gitu byunbaekhyun, dasarr arrrggghh !!ga terima aku!! Fany kasian ya, nangis terus krna tae 😭😭😭

    Like

  19. Gw gk suka taeyeon di sini. Plin-plan tarik ulur aja kerjanya, emang hati kayak tarik tambang gitu bisa sesuka hati di tarik ulur!! Tiffany pun bodoh mau aja ngikutin apa yg dibilang taeyeon.
    Gw harap ada pemeran cowo tambahan deh ntah itu si khun, gray dll. Hehehhehehe

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s