FALLING CHAPTER SIXTH BY ATTALOCKSMITH

ANYEONG^^ AKHIRNYA SETELAH SEKIAN LAMA HIATUS BALIK LAGI, JEONGMAL MIANHE APDETNYA KELAMAAN:( AKHIRAKHIR INI SIBUK BANGET OSIS, MULAI SEMESTER BARU YAAMPUL BANYAK DEH ALESANNYA 😦 TAPI JANJI DEH ABIS INI GA GINI LAGI TAPI MAAF KALAU GABISA PANJANG BANGET LAGI UDAH KEK KERETA SAMPE 10.000 CHARACTER DAN INI SEBAGAI PEMBUKA AWAL MULA LAGI SEBELUM KEMBALI AKTIF^^

maapin sebelumnya kalo banyak salah atau typo, ini bikinnya ngebut takut pada kecel kalo updatenya lebih lama dari ini :3 

TITTLE : FALLING CHAPTER FIVE

AUTHOR : ATTA

DATE PUBLISHED : UNKNOWN

**

Untitled

Di kursi dan meja dengan banyak makanan ala ala seafood yang khas di restaurant ini ia terduduk. Tidak menyentuh sedikitpun makanan yang memang ia pesan sejak pagi. Bahkan air yang ada di gelasnya sampai saat ini masih terisi penuh, angina pantai yang berlalu lalang di hadapannya tak henti hentinya menyerang tubuh.

Gadis itu memperhatikan air yang tenang, memperhatikan cahaya bulan yang memantul pada permukaan air yang gelap, berharap seseorang akan menemaninya sekarang, menjadi sebuah jawaban dari pikirannya. Menahan semua air mata yang sedari tadi serasa sudah menggenang di matanya.

Sesekali melampiaskan perasaan dan amarahnya dengan mengetuk pelan piring dengan pisaunya, membuat sedikit goresan pada sisi piring piring itu.

“Aku tidak yakin kau bisa menghabiskan semuanya, Unnie.”

Untitled1

Gadis itu menoleh, mencari asal suara itu, mendapatkan sosok figure cantik sekaligus imut yang sedang tersenyum aneh kearahnya, tanpa di sadari senyum tipis tergurat di bibirnya ketika sosok itu bergerak lalu berjalan ke arahnya.

 

Ia meletakkan pisau yang sedari tadi di genggamnya, menarik kursi yang ada di dekatnya lebih dekat dan menepuk pelan kursi itu, memberi tanda agar gadis itu untuk duduk.

“Hentikan senyummu itu, itu sedikit menakutkan” Ujar gadis yang lebih tua itu ketika Ji-Eun baru saja meletakkan bokongnya pada bantal kursi. “Yah! Berarti sejak sore tadi aku menakutimu!? Unnie! Senyumku itu jarang ku tunjukkan! Hanya untuk orang tertentu saja! Orang orang spesial! Harusnya kau merasa beruntung!” Gadis yang kini telah berambut coklat itu terkekeh mendengar reaksi dari sosok yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu.

“Aku kira kau tidak akan datang” Lanjut Taeyeon lalu menyeruput segelas coklat panasnya, mengambil gelas lainnya lalu menawarkan untuk gadis yang sedari tadi masih memperhatikannya. “Berhenti menatapku seperti itu, kau membuatku takut” Gadis itu lalu terhenyak, tidak percaya akan perkataan yang baru saja dilemparkan gadis yang saat ini sedang tertawa kecil.

“Yah! Aku tidak se-seram itu! Ah aku tahu.. Unnie, kau gugup bukan jika ada aku didekatmu?” Taeyeon lagi-lagi tertawa mendengar perkataan Ji-Eun. Membuat gadis itu tersenyum lega, ia sangat mengetahui bagaimana perasaan lawan bicaranya saat ini. Setidaknya ia berhasil membuat gadis yang lebih tua itu tertawa.

“Kau terlalu percaya diri Ji-Eun-ah.” Taeyeon mengangkat tubuhnya dari kursi, menyenderkannya pada pagar, menjadikan tangannya sebagai tumpuan kepalanya, tangannya menopang dagunya, memperhatikan lebih dekat bulan nan jauh di sana. Merasakan angin pantai yang semakin menusuk tulangnya, perlahan merapatkan baju yang di kenakannnya.

“Bukan aku yang terlalu percaya diri, tapi itu kenyataan. Dan soal aku datang, tentu aku akan datang! Unnie kau ingat kan kau berhutang padaku makan malam.” Gadis muda itu berjalan menghampiri Taeyeon, ikut menyenderkan tubuhnya pada pagar balkon itu, ikut merasakan hembusan semilir angina yang melewati keduanya.

“Tetapi aku baru saja mengirimmu pesan setengah jam yang lalu, dan voila! Kau cepat sekali.” Gadis berambut hitam itu terkekeh. “Ah! Itu! kebetulan ketika pesan darimu masuk aku sedang berada tidak jauh di tol dekat daerah sini, Ohya Unnie, kenapa kau tidak bersama Tiffany-Unnie? Beberapa jam yang lalu aku lihat Tiffany-Unnie memasuki mobil dengan seorang pria.” Taeyeon terdiam, mengambil kerikil kecil yang ada di pijakannya lalu membuangnya di laut lepas.

“Bintang malam ini tidak banyak yang memamerkan cahaya indahnya.” Membuat gadis berambut hitam itu ikut bergeming, kini ia mengerti pembicaraan tadi tidak akan berlanjut lebih jauh. “Ne, karena mereka merasa malu dengan mu Unnie, ternyata ada keindahan yang jauh lebih indah dari yang mereka punya.”

Taeyeon terkekeh, memukul pelan lengan gadis itu, mengacak sedikit puncak kepalanya, lalu memperhatikan langit gelap itu lagi. “You’re so cheesy” Lanjut Taeyeon lalu kembali tertawa, membuat gadis itu kembali tersenyum, lagi lagi ia berhasil.

“aku sepertinya tidak pernah melihat gelang itu ketika memperhatikanmu di tv unnie.” Taeyeo terhenyak, ia memperhatikan pergelangan tangannya, memperhatikan seutas tali dengam manik manik kecil menghiasi lingkaran lengannya. Senyum yang menawan terpampang jelas dibibirnya. Mengingat suatu moment yang terlintas di benaknya.

“Tiffany yang memberikannya.”

Gadis yang lebih muda itu terkekeh kecil lalu menoleh pada gadis brownie itu. memberikan senyumnya yang paling hangat.

“Tiffany-unnie pasti sangat menyayangimu.” Taeyeon menoleh, ia terhenyak. Mungkinkah gadis itu mempunyai petunjuk akan apa yang sedang ia baru saja katakan. Ia menatap gadis itu dengan sejuta pertanyaan. “Walaupun akhir akhir ini kita sangat jarang bertemu, tidak berarti Yuri-Unnie tidak melaporkan serinci mungkin apa yang terjadi denganmu Unnie.”

Rupanya tanpa perlu ia bertanya, pertanyaannya sudah terjawab semua.

“Jadi ada apa denganmu unnie”

“Tidak ada. Aku hanya bosan jadi aku memintamu untuk menemaniku.”
“Unnie, kau tidak akan pernah bisa menyembunyikan apapun dari ku” sepasang bola mata itu menangkap matanya dalam. “apa yang sedang kau bicarakan?” Ji-eun terkekeh mendengar jawaban gadis itu.

Biar bagaimanapun, sosok yang pernah sangat dekat dengannya itu tidak pernah bisa berbohong. Mata juga hatinya tidak pernah selaras. “Baiklah aku mengalah. Aku hanya lelah. Aku tidak tahu harus berbuat apa.” “Lakukan-lah.” Gadis brownie itu membelalakan matanya, seakan tidak percaya akan perkataan yan baru saja dikatakan oleh Ji-eun. “Tidak mungkin. Ia tidak akan mau menerimaku. Aku hanya… Seorang.. Yang..” Ji-eun mendesah berat.
“Unnie, kau itu lebih dari apa yang kau pikirkan. Kau lah yang ditunggunya. Jangan percaya akan hal hal yang belum tentu terjadi. Sekarang, angkatlah panggilan itu dan pulang”  Taeyeon sekali lagi bergeming, tidak tau harus berkata apa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Perasaannya saat ini benar benar kacau, di satu sisi ia merasa sangat marah, ketika ia tahu bahwa sosok yang sangat dicintainya bahkan tidak pernah mengungkit hal yang membuatnya marah seperti itu.

Di lain sisi hatinya sangat sakit mengetahui bahwa impiannya memang benar benar tidak akan menjadi nyata, biar bagaimanapun Tiffany pasti akan memilih orang lain yang jauh lebih sempurna dari dirinya, yang ia anggap sangat tidak berhak mendapatkan seseorang seperti Tiffany, Seseorang yang rela selalu ada disampingnya, seseorang yang mempunyai hati yang sangat lembut, seseorang yang sangat sabar akan dirinya, seseorang yang selalu menperhatikannya, seseorang yang juga sangat sempurna, di lain sisi juga ia berpikir, sangat tidak mungkin jika ia harus merasa cemburu, jelas Tiffany.. Bukan siapa siapanya, ia sama sekali tidak mempunyai hak untuk itu.

“Tidak perlu” “Mwo?”

“Ya, aku bisa pulang nanti. Jika aku kembali, siapa yang akan membantumu untuk menghabiskan semua makanan ini?”

Ji-Eun alias IU itu terkekeh, ia lalu berjalan dan meletakan bokongnya pada salah satu kursi, menarik gadis brownie itu untuk duduk di hadapannya. Menyunggingkan senyuman dambaan semua orang dan penggemarnya itu.

“Kau sangat keras kepala Unnie. Jadi ayo kita habiskan agar kau bisa cepat menghampirinya.”

Bukan protes yang Ji-Eun dapat, hanya tawa kecil yang keluar dari mulut Taeyeon. sejujurnya, tidak bisa di pungkiri, hatinya tetap pada gadis itu, gadis yang selama ini berhasil mengisi hari –harinya dengan kupu –kupu yang gadis itu berikan. Ia tidak akan pernah lupa bagaimana rasanya ketika hatinya serasa ingin meledak di suatu pagi ketika pemandangan pertama yang ia kagumi setelah membuka matanya adalah sosok yang selama ini di dambakannya.

Ia tidak akan pernah lupa bagaimana rasanya ketika melihat keindahan yang tiada tandingnya terlelap dengan sempurna di sisinya.

“Aku pasti akan pulang. Aku pasti akan menghampirinya, aku akan selalu disisinya, biar bagaimanapun ia adalah orang yang paling penting dihidupku, aku tidak akan pernah meninggalkannya. Jadi aku tidak akan pernah bisa jauh dari –nya, aku akan membiarkan ia senang, Ji-eun. Kebahagiaannya, kebahagiaanku.”

Gadis yang lebih muda itu tersenyum, detik kemudian ia tertawa kecil lalu meneruskan suarapan sembari tawa masih terngiang di telinga Taeyeon.

“Yyah! Wae!? Tidak ada yang lucu!”

Sekali lagi gadis itu tertawa memperlihatkan keindahan matanya yang tertutup ketika ia tertawa kecil itu.

“Ji-Eun ah!”

“Arasseo, arasseo. Kau bilang padaku jika aku cheesy, ternyata kenyataannya, you’re more than cheesy unnie!”

Gadis brownie itu terhenyak, detik kemudian ia melempar potongan kue kecil kearah gadis yang lebih muda darinya itu. membuat gadis itu malah terkikik.

“Yyah! Im not cheesy!”

“Lalu apa?”

Taeyeon terdiam. Melirik langit di atasnya, mencari suatu jawaban.

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya!”

“Kalau begitu aku juga”

“Apa?”

“Bahwa kehadiran, senyum, tawa Taeyeon-unnie lah keindahan yang tidak akan pernah terkalahkan.”

Taeyeon mendengar itu semakin melebarkan senyumnya. Hatinya serasa sedikit longgar mengetahui ternyata masih ada tambahan satu sosok yang ada disisinya. Malam itu dihabiskan oleh candaan dan curahan hati keduanya tentang kehidupan yang sedang mereka jalani. Tawaan serta rasa nyaman karena kehadiran sosok yang akhirnya datang lagi dihidupnya membuat gadis berparas menawan dan lebih muda dari Taeyeon itu merasa hidupnya tidak lagi kosong. Entah sampai kapan ini akan berlangsung, apa yang penting hanyalah mengikuti arus dan menjalaninya.

**

Gadis itu masih terduduk, sudah beberapa jam ia hanya memperhatikan layar ponselnya, memeluk erat bantal kecil yang memang sudah menjadi pasangan sofa itu. pancaran sinar dari layar datar di hadapannya tidak membuatnya sedikitpun merasa kantuk.

Sekali-kali gadis itu mencuri pandangan kearah pintu yang sedari tadi di harapkannya untuk terbuka. Mengharapkan sosok itu segera pulang. Tangannya terus menggenggan layar datar itu. berharap akan segera berbunyi.

Detik kemudian ia bangkit, berjalan perlahan kea rah jendela yang cukup besar. Diperhatikannya kota Seoul yang ramai, tepatnya, malam –nya Seoul. Dimana warna lampu bukan hanya berwarna putih dan kuning tetapi juga biru, merah, jingga, ungu, dan berbagai macam warna yang menggugah selera untuk mendatangi satu persatu toko atau bangunan yang memamerkan warna warna yang menarik untuk datang.

Dihati kecilnya berharap di salah satu keramaian itu, salah satu ramai kendaraan itu, terdapat sosok yang sudah sejak 3 jam lalu ia tunggu. Sosok yang sedari tadi ia nantikan.

From : Seohyun^^

“Unnie, Eodiga?”

Ia mengambil nafasnya berat, membuangnya perlahan, bukan pesan ini yang ia nantikan, dengan cepat ia membalas pesan itu lalu memperhatikan pemandangan yang masih asyik di nikmatinya. “Taeyeon’s apartment. Aku sedang menunggunya.”

Seperti inikah rasanya jatuh cinta? Bibirnya sedari tadi lelah untuk tersenyum. Membayangkan bagaimana rasanya ketika sosok itu memeluknya, mengurai rambutnya, merengkuhnya ketika ia tertidur, itu semua membuat nya merasakan banyak kupu-kupu di perutnya yang kecil,

Mendengar suara yang selama ini ia dambakan, melihat mata yang selama ini ia kira tidak pernah menangkap matanya, menyentuh kulitnya tanpa ada rasa sosok itu akan merasa risih, bersamannya disetiap waktu. Itu semua membuat jantungnya bergedup dengan cepat.

Ia meraih ponselnya, membuka folder music kesukaannya, ya, dia selalu mendengarkan itu setiap malam, mendengar suara itu selalu membuat hatinya tenang. “Taeyeon & Sunny – It’s Love”

Ia memeluk tubuhnya sendiri, merasakan suhu pendingin ruangan yang semakin membuatnya merasa merinding, ini cukup dingin. Ia menarik kursi kayu itu, mendudukinya, melanjutkan aktifitasnya, yaitu menikmati pemandangan malam di kota Seoul.

Detik kemudian,

Sepasang lengan yang halus melingkari lehernya yang jenjang, deru nafas yang lembut perlahan menggelitik lehernya, membuat Tiffany semakin melebarkan senyumnya, cukup terkejut memang, tetapi merasakan sosok itu, sosok yang memeluknya itu membuat hatinya serasa akan meledak, ia yakin, inilah sosok yang sudah dinantikannya sejak tadi.

“Fany-ah.”

Suara yang sejak sore tadi belum ia nikmati itu kini menggema diseluruh ruangan yang sunyi. Hanya ada deru nafas keduanya kini menghiasi ruangan.

“Hm?”

“Kau harusnya beristirahat, kau pasti lelah.”

Tiffany tertawa kecil.

“Aku menunggumu.”

Kini sosok itu yang tertawa. Mengeratkan pelukannya, memejamkan kedua matanya, menikmati aroma tubuh Tiffany yang menyerbak di sekitarnya.

“Aku tahu.”

“Maaf—“

“Tidak perlu. Tidak perlu meminta maaf, aku yang terlalu kekanak-kanakan, pergi begitu saja meninggalkanmu, maafkan aku.”

Gadis brownie itu bangkit, membalikkan tubuhnya, mendapatkan sosok yang sangat dirindukannya sedang menunduk, seakan tidak berani menatapnya. Detik kemudian Tiffany memeluk sosok itu, merengkuhnya dalam kehangatan.

“Aku yang meminta maaf, membatalkan janji kita begitu saja, terlebih lagi aku membohongimu, tapi percayalah, bukan maksudku untuk membohongimu, aku hanya tidak tahu harus berkata apa ketika manager oppa memberitahuku aku ada jadwal tambahan dan dinner yang begitu tiba tiba dengan produser, tapi aku membatalkannya langsung ketika kau pergi Taeyeon-ah. Maafkan aku.”

Sosok yang lebih pendek darinya itu membalas pelukannya, menaruh kepalanya di ceruk leher gadis brownie yang kini mengurai rambutnya.

“Jadi, kau dan Nickhun…”

“Nichkhun..?”

“Aku melihatnya.. m-m”

“Apa?”

“M-menciummu..?”

Tiffany terhenyak, detik kemudian ia tertawa kecil, mengeratkan pelukannya, memejamkan kedua matanya ,merasakan kenyamanan yang tiada tara yang kini didapatinya.

“Jadi karena itu?”

“Berita benar adanya?”

“Yah! Tidak mungkin. Kau salah paham Tae. Nickhun dan aku hanya berlatih untuk scene VC minggu depan. Aku berani bersumpah.”

“Jadi itu tidak benar?”

“Ani”

senyum lebar kini terlukis diwajar Taeyeon, tangannya terus merengkuh bagian belakang baju Tiffany, tidak ingin ia lepas rasanya.

“Kau cemburu?”

“Yah!”

Tawa gadis brownie itu menjadi music tersendiri bagi Taeyeon, hatinya sangat lega mendengar keadaan yang sebenarnya, ternyata jalan cintanya tidak sesakit seperti yang tayang di tv setiap harinya, setidaknya, pujaan hatinya bukan milik siapa siapa, yang kapan saja bisa merebut Tiffany darinya. Ingin rasanya ia melompat kegirangan, tetapi sayang, ia sudah terlalu nyaman berada di pelukan Tiffany.

Tidak ada lagi tempat dimana ia ingin berada selain disisi gadis brownie itu.

“Apa kita akan terus seperti ini? Aku lapar, Tae.” Taeyeon tertawa renyah, melepaskan lengannya lembut dari tubuh bagai magnet untuknya. “Baiklah, aku akan membuatkanmu pasta kesukaanmu. Lalu aku akan mengantarmu kembali ke dorm.” Taeyeon berjalan menjauh dari Tiffany, bersiap untuk mengambil beberapa bahan, baru beberapa langkah, tangan mungilnya di tahan oleh tangan halus itu. “Kau tidak memintaku untuk tidur disini?” Raut wajah Gadis brownie itu membuat Taeyeon tertawa kecil, gadis yang sewaktuwaktu tampak sangat dewasa itu kini berubah menjadi anak kecil yang merengek untuk satu butir permen.

“Tentu Nona Hwang, itupun jika kau mau.” Jawab gadis yang kini berambut hitam itu. “Tentu saja aku mau! Aku sangat mau!” sekali lagi sosok itu membuat Taeyeon tertawa kecil. Taeyeon menarik gadis itu untuk duduk, sementara dirinya berjalan kea rah dapur, ia mempersiapkan beberapa bahan sembari menikmati pemandangan yang ada di hadapannya, menikmati pujaan hatinya yang sedang bermain dengan ponsel kecilnya, tidak disadarinya suara indah dirinya sendiri masih terngiang diruangan ini.

“Kau tidak habis-habisnya mendengarkan itu.” Gadis brownie itu menoleh, mendapatkan Taeyeon yang sedang berkutik dengan ‘mainan’ dapurnya.

“Aku sangat menyukaimu suaramu, music yang sangat indah, untukku.”

Senyum tulus terlukis diwajah keduanya. Sejujurnya gadis berambut hitam itu merasa malu untuk mendengar suaranya sendiri, terlebih lagi sang pujaan hati yang setiap saat selalu memujinya, tidak pernah ia rasakan perasaan seperti ini, bahkan sekalipun ketika ia bersama lelaki imut itu. diperhatikannya Tiffany yang bersenandung kecil mengikuti alunan lagu miliknya.

Tinggal satu sentuhan terakhir, daun hijau itu diletakkannya di atas keju dan bumbu berwana marun itu. ia berjalan menghampiri gadis yang masih memainkan ponselnya, menarik pelan ponsel itu dan meletakkannya di atas meja.

“Berhenti bermainnya, ini, makanlah, lalu istirahat.” Ujar gadis itu lalu meletakkan tubuhnya disisi kanan Tiffany. Satu suapan kini melayang kea rah mulut gadis itu. “Mashitta!”      Gadis berambut hitam itu terkekeh. “Kau juga harus makan”

Taeyeon menggeleng pelan. “Aku sudah makan.” “Really? Dimana?”

“Di tempat perjanjian kita, aku sudah memesannya, sangat di sayangkan jika di abaikan begitu saja” Gadis brownie itu terhenyak, menghentikan kunyahannya sembari menatap mata Taeyeon dalam.

“Mianhe..”

Taeyeon juga ikut berhenti menyuapi gadis itu, tangannya mengenggam jemari-jemari Tiffany, menautkan dengan miliknya. “Aniyo. Gwencahana, lagipula tadi aku mengajak IU, jadi aku tidak sendirian. Setiaknya ada yang menemaniku.”

“IU? Ji-eun?” Gadis itu mengangguk pelan.

“Ne.”

“Ohya? Apa kabar dirinya?”

“Apa ia masih mencoba untuk dekat denganmu?”

“Apa ia tidak gugup melihatmu lagi?”

“Apa kalian tidak merasa canggung setela sekian lamanya?”

Taeyeon terkekeh, melanjutkan adukannya pada piring, melayangkan suapan lainnya.

“Kau terlalu banyak bertanya, yang pasti, ia semakin cantik.”

Tiffany terhenyak. Mengehentikan kunyahannya.

“Lebih cantik dariku..?” Taeyeon terkekeh melihat bagaimana kekanak-kanakannya gadis ini, tentu saja gadis itu lah yang menurutnya paling cantik, tidak akan ada yang bisa menandinginya.

“Tentu saja.. Ya..”

“Yah!”

Bukannya merasa kesal Tiffany malah ikut tertawa mengiringi tawa Taeyeon, andai saja ia bisa merasakan kebahagiaan ini setiap harinya, pasti tidak aka nada hari yang buruk di hidupnya.

**

Gemiricik air dapat di dengarnya sedari beberapa menit yang lalu, sementara ia mengganti pakaiannya menjadi lebih nyaman untuk tidur, dilangkahkan kakinya menuju tempat tidur dengan selimut tebal berwarna putih, bukannya menuju alam mimpi, kakinya malah menggantung ditempat tidur sementara ia terduduk di sisi tempat tidur itu. memainkan ponselnya

Membuka salah satu halaman, senyum tipis tergurat di gadis bibirnya. Hatinya seakan berhenti berdetak, melihat salah satu gambar yang ada sosok yang sangat dicintainya disana. Sosok yang saat ini sedang membersihkan dirinya di dalam pintu yang hanya berjarak beberapa meter darinya.

Untitled2

“GIRL’S GENERATION TAEYEON BRING A LOT OF TROPHIES TO HOME FROM SEOUL MUSIC AWARD”

Bibir nya melukiskan senyum yang tulus, betapa bangganya hatinya melihat seluruh headline dari beberapa situs terkenal memampangkan sahabat sekaligus orang yang sangat dicintainya itu. bukan sia sia Taeyeon melewati hari yang begitu sulit, setidaknya semua itu terbalas hari ini. Ia memperhatikan gambar itu, gambar dimana ada sesosok gadis berambut hitam berjalan dengan anggunnya, sangat, sempurna.

Belum cukup lama ia mengangumi sosok maya itu di layar datarnya, pintu yang tidak jauh berada ditempatnya itu terbuka perlahan, detik kemudian, gadis berambut hitam itu sudah berdiri tepat di depan pintu, melepaskan kunciran di rambut yang sedaritadi di kenakannya, tidak perlu waktu lama untuk mata gadis brownie menikmati pemandangan itu. kini ia yakin, jika surga itu nyata.

“Wae?”

Rupanya gadis itu tepat berada di hadapannya, melambaikan tangannya, membuatnya terbangun dari lamunannya.

“Ani, apa aku sudah berkomentar tentang rambutmu itu?” Taeyeon terkekeh, gelengan pelan yang Tiffany dapat, lalu sosok itu merebahkan tubuhnya pada tempat tidur yang terlihat nyaman, menepuk ruang kosong disampingnya, mengiysyaratkan Gadis brownie untuk menyusulnya.

“Kau sangat cantik, Taeyeon.” Lagi lagi gadis berambut hitam itu hanya dapat terkekeh, berusaha menyenbunyikan semburat merah di kedua pipinya, jantungnya berdegup kencang, entah mengapa perasaan ini selalu dirasakannya setiap saat gadis brownie berada di dekatnya.

“Lagi lagi menggodaku, huh?” kini gadis brownie yang terkekeh, ia memperhatikan setiap lekuk wajah Taeyeon yang sibuk menatap langit-langit, tanpa ada keinginan untuk menutup kedua matanya, terlalu menikmati keindahan yang berada di hadapannya.

“Bisakah kau berhenti menatapku, ini mulai menakutkan.”

“Aku bersungguh-sungguh, rambut hitam itu sangat cocok untukmu.”

Gadis berambut hitam itu kini terkekeh, menikmati suasana yang sedang dialaminya detik ini juga,

“Oh God!” Lagi lagi Tiffany benar menikmati pemandangan yang menurutnya adalah suatu hal yang tidak mungkin ia lewatkan, “Ada apa?” “Kau tertawa!” “Lalu?” “I don’t know, I just loved it. I love your voice so much.” Suaranya terdengar sangat tenang, ya, itu benarbenar tulus dari lubuk hati Tiffany yang paling dalam.

Taeyeon adalah satusatunya alasan mengapa ia masih disini, mengapa ia masih bertahan di industry ini, jika bukan karena Taeyeon beberapa tahun lalu yang membuatnya bangkit, ia pasti tidak akan disini, tidak akan duduk, di tempat tidur ini, dengan orang yang sama yang membuatnya bangkit dikala itu, lagi lagi hanya Taeyeon-lah suatu hal yang bisa membuat keajaiban cukup besar di hidupnya. Hanya Taeyeonlah, yang paling, berharga.

Gadis berambut itu membaringkan tubuh ringannya tepat di sebelah Tiffany yang sedang memperhatikan setiap jengkal tubuhnya. Kedua pasang bola mata itu bertemu, kebahagian terasa memuncah di jantung mereka, seakan tidak ingin hari ini berakhir, hari dimana mereka dapat menikmati kehangatan yang diberikan satu sama lain, kehangatan mata dan nyamannya kebahagiaan yang begitu sederhana.

Tanpa lepas sedikitpun dari masing masing pandangan, Taeyeon tersenyum. “Fany-ah.” Lirihnya, membuat gadis brownie itu terhenyak akan kenikmatan yang sedari tadi terpancar dari matanya. “Oh?” “Apa kau mau melakukan hal gila bersama ku sekarang?” Tiffany terkekeh.

“Hal gila? Seperti?” Wajah Taeyeon seketika menyesuaikan seakan-akan ia sedang berfikir. “Kau tidak perlu tahu, kau mau?” Gadis brownie itu semakin bingung, sejujurnya ia tidak keberatan jika harus melakukan hal segila apapun di jam jam yang seharusnya keduanya sudah menutup mata dan beristirahat, “Sekarang?” Taeyeon mengangguk cepat. “Tapi kau harus berjanji padaku jika besok kau mengosongkan jadwalmu dan beristirahat bersamaku?” Taeyeon terkekeh, tidak perlu ada janji ia akan sangat senang melakukanya.

“Call!”

 

**

Mobil itu berhenti, mencium pembatas jalan yang mengarah ke pantai. Ia menoleh, mendapatkan gadis yang sangat dicintainya begitu terlelap dengan nyamannya, memperhatikan setiap lekuk wajahnya, matanya yang tertutup begitu sempurna, hidungnya yang begitu… menggoda, bibirnya yang sejak dulu sangat ingin dirasakannya jika di pertemukan dengan miliknya, deru nafasnya begitu cepat, jantungnya terus berirama tidak terkontrol. Tanpa gadis itu sadari, ia mendekatkan wajahnya pada wajah yang yang begitu bersinar terpantul cahaya bulan dari kaca mobil.

“Ekhm” Tiffany tersenyum, sungguh licik. “Tsk!” Gadis berambut itu dengan cepat keluar dari pintu nya, menggerutu kecil, sungguh malu, malu. Bisa dirasakan pipinya yang seperti tomat rebus detik ini, ia menendang batu kerikil dan pasir kearah pantai, berharap Tiffany melanjutkan tidurnya. Sungguh Tuhan Maha Adil, harapannya kali ini tidak di kabulkan, bisa dirasakan kehangatan dan deru nafas yang hangat menghantam lehernya yang jenjang, seseorang memeluknya dari belakang, meletakkan bibirnya pada lehernya yang terekspos karena ia menyisihkan rambutku ke sisi lainnya.

“Oh Ayolah Tae, kenapa kau tidak meneruskannya?” Tiffany terkekeh, meletakkan kepalanya pada sandaran bahu Taeyeon, sementara gadis itu hanya menahan nafasnya, ia harus bisa menahannya, ia sungguh mengerti jika gadis ini tengah menggodanya. “I wanna taste your lips.” Sekali lagi Taeyeon terhenyak, ia merasakan geli menjalar di sekujur tubuhnya ketika suara itu menghantam pelan gendang telinganya. Ia sungguh benar benar tidak dapat mengatasi ini, gadis mungil itu membalikkan tubuhnya, menarik lembut tangan Tiffany, berjalan kea rah suatu tempat di ujung pantai, terlihat rumah kecil yang terbuat dari kayu yang begitu dipahat indah, gadis brownie mengrenyitkan alisnya, bertanya-tanya kemana Taeyeon akan membawanya, sebenarnya ia tidak peduli, kemanapun jika bersama Taeyeon tidak akan menjadi masalah baginya.

Gadis berambut hitam itu meletakkan jemarinya pada gagang pintu, membukanya perlahan, sungguh begitu gelap, dengan meraba-raba tombol saklar pintu. Tiffany sungguh tertegun, tidak pernah terlntas di pikirannya isi rumah kayu ini akan begitu indah, tanpa sadar ia melepaskan genggaman tangan Taeyeon, melangkah masuk untuk menikmati lebih dekat ruangan yang begitu mungil ini, ini terlihat seperti rumah kecil di tepi pantai yang tidak akan terlihat oleh manusia manapun ketika di malam hari jika tidak melewati beberapa jalan setapak kecil.

Ada satu tempat tidur yang agak begitu lebar, radio canggih yang kecil, satu dining room yang mungil dan satu dapur kecil, “Our House.” Tiffany terkekeh, sungguh lucu dan menakjubkan ketika pujaan hatinya berbicara bahasa asing itu. Keduanya berjalan kearah dining room, sembari tangan Tiffany menyentuh beberapa perabotan yang ada, ini sungguh cantik. Taeyeon menyalakkan cahaya itu.

Untitled3

“Anyeong Fany-ah!” Suara yang begitu familiar di telinganya terdengar mengisi ruangan yang mungil ini, gadis itu menoleh, mendapatkan wajah cantik itu layar datar yang terpampang di sudut ruangan. “Aku begitu merindukanmu!” “Berada jauh bahkan hingga beratus ribu kilometer darimu membuatku tersiksa, disinilah aku, di Negara yang tidak begitu kukenal, aku berharap kau disini, menemaniku. Aku tidak begitu menyukai promosi laguku hingga sejauh ini darimu. Hmph”

Tiffany terkekeh melihat perubahan ekspresi pada wajah Taeyeon di layar datar, sementara Taeyeon hanya tersipu malu, menarik lengan Tiffany memberi isyarat untuk duduk sementara ia duduk di hadapannya, masih menikmati Gadis brownie yang tersenyum tulus memandangi layar datar, Taeyeon meletakkan kepalanya di telapak tangan menjadi tumpuannya. Sungguh, tidak ada kebahagiaan melebihi kebahagiaan miliknya saat ini.

            “Lihatlah Fany-ah! Kau baru saja mengirimiku pesan untuk semangat hari ini. Tentu saja aku akan semangat Fany-ah, ini semua untukmu, semua yang ku lakukan hanya untukmu.” Tidak disadarinya sedikitpun gadis Brownie menitikkan tetes demi tetes air mata bahagianya, ingin rasanya detik ini akan berlangsung selamanya, sementara Taeyeon kemudian mengenggam tangan Tiffany, ingin rasanya membuncah rupaya upaya kali ini berhasil membuat Tiffany tersenyum.

“Fany-ah, besok pagi aku akan kembali untuk sehari, ingin sekali rasanya menyudahi promosi ini, sayangsekali meskipun aku kembali aku tidak dapat menemuimu karena jadwalmu yang begitu padat, tetapi tidak apa. Aku mengerti, ohya dan besok aku akan mengunjungi orang tuaku, baru beberapa waktu yang lalu aku menghubungi mereka, sepertinya mereka begitu merindukanku, Hayeon, Jiwoong – oppa, appa, eomma. Apakah kau merindukan mereka? Appa terus bertanya kapan kau akan mengunjungi mereka, mereka merindukanmu juga Fany-ah.” “tidak terasa aku sudah berbicara seorang diri didepan kamera berjam-jam, kalau begitu aku akan beristirahat Fany-ah, annyeonghi jumuseyo, Saranghae Fany-ah!”

“Anyeong Uri-Fany-ah!” Terpampang jelas di layar datar, 5 manusia yang begitu rukun, pria paruh baya itu yang merekan dirinya dan keempat keluarganya, sungguh keluarga yang bahagia, sungguh bahagia juga yang menikmati pemandangan itu, benar benar, hangat. “Fany-ah Nae Ttal! Anakku, kapan kau akan berkunjung? Aku merindukanmu membantuku didapur pada sore hari, Taeyeon sangat tidak bisa diandalkan! Aku mengharapkanmu disini! Cepatlah kalian menika-“

“Eomma!” “Wae? Benarkan? Cepatlah kalian menikah dan berhentilah menjadi artis, kami mempunyai cukup uang pula!” “Fany-ah! Anakku! Appa merindukanmu! Kami akan menunggu kehadiranmu! Kami semua merindukanmu Fany-ah! Cepatlah kemari, apakah kau tidak bosan hanya di Seoul? Disini pemandangannya indah bukan? Temani aku bermain catur! Taeyeon sangat payah! Aku tidak bisa memujinya! Memang benar, Taeyeon tidak akan bisa melakukan apa apa tanpamu!”

“Fany-Unnie! Aku sangat sangat merindukanmu, kenapa kau tidak pernah membalas pesanku Unnie? Apakah kau begitu sibuk? Kapan kau akan mengunjungi kami? Aku merindukan bagaimana Unnie mendandaniku hingga aku menjadi cantik seperti Fany-unnie! Taeyeon-unnie benar benar tidak memiliki selera yang bagus! Cepatlah kalian pindah kesini, berhentilah menjadi artis lagipula Taeyeon unnie mempunyai banyak uang, bahkan tujuh turunan tidak akan habis!” “Ji-Woong oppa! PPali! Ini akan ditonton Fanny-unnie.”

“Oh!? Chakkaman aku menyelesaikan lahapanku dulu! Sudah, Anyeong Fany-ah! Senang rasanya mendengar jika kau baik baik saja dari Taeyeon, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali kau mengunjungi kami! Berjanjilah ketika kau sudah melihat video ini kau akan menghubungi dan mengunjungi kami! Ohya dan kami rajin menontonimu depan tv setiap malam, kau sangat cantik Fany-ah! Taeyeon sangat beruntung memilikimu, Heol! Sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku kira aku bisa mendapatkanmu, kau sudah bersahabat sejak lama dengan si kurcaci ini, tidak terasa akan sejauh ini! Aku sangat mendukung kalian! Taeyeon cepatlah nyatakan perasaamu padanya sebelum aku merebutnya! Aku berharap kau akan mengunjungi kami dengan Taeyeon!” “Oppa!” “Wae? Lihatlah Fany-ah, si kurcaci ini tersipu malu! Jangan sekali kali kau menolaknya, jika kau menyakitinya akan akan membawakan banyak serangga untukmu hawk!”

“Fany-ah! Kau sudah lihat mereka kan? Maafkan aku jika kau merasa risih akan perkataan mereka, haha, ohya, disinilah aku, kau bisa tebak ini dimana? Ada halaman, pohon, jalan setapak kecil, atap yang lucu, kaca yang bening, dan ada sesosok pria yang sedang menyeruput kopi dan menikmati korannya? Kau bisa tebak? Ya! Kau benar! “Appa!” “Oh? Taeyeon-ah! Wake up already?” “Say Hi to the camera appa! It’s Tiffany!” “Tiffany!? Eodiga!?” “she’ll watch this appa!” “Fany-ah! When exactly you will come back to home!? I miss you so much! This kid right here, which is your girlfriend of course, enough with this, I’ll use Korean instead. Taeyeonmu ini yang menemaniku sejak kemarin, kakak –kakakmu masih sibuk dengan urusan masing masing! Bagaimana kabarmu!? Rasanya tidak cukup menanyakan kabar lewat telepon dan pesan, aku ingin melihatmu! Berjanjilah padaku kau akan mengunjungiku dengan Taeyeon! kita akan berlibur bersama, aku menunggu rencana pernikahan kalian! Oh ya Fany-ah! Percayakah kau Taeyeonmu ini takut ketika meminta izin untuk menjadikan mu bagian dari hidupnya padaku? Aku dan kakak kakakmu tertawa, tentu aku akan merestui kalian jika kalian bersatu, kalian sangat sempurna untuk satu sama lain,Appa yakin kalian dapat melewati semuanya, aku yakin kalian akan bahagia, tidak ada yang tidak mungkin, kau atau Taeyeon masing masing tidak mempunyai salah karena mencinta satu sama lain, tidak ada, ingat itu. berbahagialah dengan Taeyeon, karena dengan itu aku akan merasa bahagia.”

Gadis itu masih mengalirkan air matanya menuju konstrasi yang lebih rendah, tidak dapat menahan rasa bahagianya, kini ia begitu menyadari bagaimana kerasnya ia jatuh untuk Taeyeon, bagaimana besar cintanya untuk gadis mungil yang sedari tadi memperhatikannya yang sedang memandangi layar, ia menoleh, mendapatkan senyum tulus Taeyeon, menautkan jemarinya pada jemari Taeyeon.

“Fany-ah, disinilah aku, dirumah kita, aku sudah menyiapkan ini jauh jauh hari, letaknya tidak jauh dari kota Seoul tempat kita tinggal sekarang, memang, lumayan besar, tapi lihatlah, jika kau melangkah kan kaki kesini, kesini dan kesini, kau akan melihat pemandangan yang begitu, pinggir tebing! “

 Untitled4

“Persis seperti yang kau inginkan bukan? Fany-ah, ini milikmu, aku terlihat mempunyai kepercayaan diri yang besar bahwa kau akan menerimaku bukan? Tetapi benar begitu bukan? Fany-ah, beri satu kesempatan lain untukku membahagiakanmu, sekali ini saja Fany-ah aku tidak akan mengecewakanmu, aku akan terus berada disisimu. Kau ingat setahun lalu? Kau pasti masih terluka karenaku, sudah banyak yang kulakukan lalu hanya bisa merepotkanmu dan membuatmu sakit, Fany-ah, aku berjanji aku tidak akan menyakitimu lagi, aku sungguh sungguh berjanji, Fany-ah, terimakasih selama ini kau sudah berada disini untukku, tidak perduli berapa kali kau menderita karenaku, terimakasih karena kau tidak pernah menyerah, kali ini kau hanya harus duduk nyaman saja, aku yang akan membahagiakanmu. Fany-ah, apakahkau tau bahwa aku sangat cemburu ketika kau dengan pria pria tu? Dengan para namja yang menggodamu, apakah kau tahu? Aku merasakan sakit setiap kali membayangkan jika kau suara hari akan menikah dengan salah satu dari mereka, lalu membuat keluarga yang begitu bagagia, fany-ah, memang benar aku tidak dapat memberikan segalanya untukmu, tetapi percayalah, aku.. akan terus berjuang untukmu, my heart is your fany-ah, so if my life. Terimakasih sudah membiarkanku masuk dikehidupanmu, jika dengan berada disisimu membuatku harus melewati banyak rasa sakit dan sulit, aku dengan senang hati akan menjalaninya Fany-ah, jika aku tau bahwa kau lah akan terus bersamaku, I’ll make sure to make your heart happy and locked safely by me, and only me. Be mine, will you?”

            Gadis itu bukannya berhenti menangis, bahkan menjadi matang, ia terus mengalirkan air mata, ia tahu ini adalah air mata bahagia, jantungnya terus berpacu dengan cepat, mendapatkan bola mata hitam yang menangkan matanya, ia mengangguk perlahan dan lama kelamaan menjadi cepat, mengangguk sembari sesegukan, tidak tau harus berkata apa, tidak tau apa yang harus di lakukannya, dengan cepat ia mengambil kertas yang ada di meja, meraih pulpen di rak buku.

“I’m giving you my heart Taeyeon, no, I already gave you my heart, thank you for making me feel this way, you taught me how to love and to be loved, you make me happy as who I am today, you make me realize how lucky I am that I have you, I’m sorry I can’t say anything romantically because I’m not a pro in this case, you know what? I would never be able to love someone this way every again and I won’t fall for anyone else if it isn’t you, I love you Taeyeon-ah, I love You.”

            Senyum lebar juga tulus menghiasi wajahnya, matanya berkaca setelah selesai membaca apa yang ada diisi kertas, akhirnya semuanya menjadi nyata, suatu harapan yang sudah berada lama di lubuk hatinya akhirnya terwujud, kesempatan baru juga lembaran baru akan hadir di hidupnya, kebahagiaan yang hangat akan di genggamnya, gadis itu berdiri, menghampiri gadis yang masih bergeming itu, meraih wajahnya dengan kedua tangannya, mendekatkan wajahnya pada gadis yang sudah mulai memejamkan kedua matanya, sampai kedua hidung itu bertemu. Detik kemudian bibir mereka terkunci. Ia merasa sungguh beruntung ia memakai sepatu tinggi dan Tiffany hanya memakai sandal biasa, setidaknya dengan begini semua berjalan dengan lancar, detik demi detik ia terus melumat bibir Tiffany hangat

Detik kemudian, gadis berambut hitam itu melepaskan pelukannya, menatap hangat kedua bola mata Tiffany, “Sekali lagi, apakah kau yakin?” “Oh?” “Kau yakin?” “Yah! Taeyeon-ah I don’t want to be somewhere else if it’s not here, with you“ “Kau tau resikonya jika bersamaku.” Tiffany tersenyum mengangguk mengerti, ia sungguh mengerti bahwa ini bukanlah perkara yang mudah dan ini keputusan yang besar untuk semua orang tetapi mempertaruhkan segalanya, segalanya yang ada di hidupnya untuk hubungan ini baginya hanyalah hal kecil yang tidak ada artinya jika Taeyeon yang berada disisinya. Begitu juga dengan gadis berambut hitam itu, dengan sekerjap ia membawa Tiffany kedalam dekapannya, akhirnya, makhluk sempurna itu seutuhnya menjadi miliknya, ia benar benar, tidak akan mengecewakannya.

**

“OMO YAAAAAHHHH!”

Benar benar suara itu sungguh menyebalkan pasalnya gadis gadis itu sedang menimati sarapan mereka dengan tenang, tak adil rasanya jika harus terganggu dengan suara bising itu. “Tsk! Unnie! Kecilkan suaramu!” Seohyun benar benar tidak ingin minggu paginya di ganggu oleh Sunny,

sudah berapa minggu ia menjalani jadwal yang begitu padat dan baru kali ini dapat relaks di dorm seharian. Belum lagi siang ini ada acara yang harus dihadiri kelompok yang beranggotakan 9 orang itu. “Yah! Kenapa kalian diam saja? Kau tidak ingin mendengar berita bagus!?” Telinga Yoona normal dan tidak salah mendengar perkataan Sunny, dengan cepat ia berlari, merebut ponsel dan berusaha membacanya dengan cepat. “OMO!” sahutnya membuat semua gadis yang sedang sibuk dengan kesibukan masing masing menoleh.

Belum beberapa detik lewat, seseorang mengetuk pintu, detik kemudian dua gadis berjalan dengan santai, gadis brownie dan dan gadis blonde itu dengan nyamannya duduk begitu saja disofa, gadis brownie menyandarkan kepalanya bahu Gadis blonde itu dengan santai memainkan ponselnya. “Omo, omo, masih pukul tujuh kalian ini” “Yah Unnie! Chukae!” sahut Yoona. “Sepertinya hanya Sunny dan Yoona yang baru mengetahuinya tsk – tsk” Yuri menggeleng pelan.

            “Jadi ceritakan!” Hyoyeon menerjunkan tubuhnya pada sandaran sofa, antusias ingin mendengar kelanjutan cerita setelah dirinya, Jessica, Yuri, Seohyun juga Sooyoung kembali ke dorm tengah malam. “Apa?” Dengan polos gadis brownie itu menjawabnya, tidak berniat mengalihkan pandangannya pada Taeyeon yang sibuk memakai headset memainkan opnsel dan menyeruput jusnya.

“Apa yang di katakan Taeyeon!?” Gadis blonde itu sepertinya menyadari orang orang di sekitarnya sedang memperhatikannya, ia terkekeh. “Aku bertaruh ia sangat-sangat romantiss! Ah aku iri! Andaikan Taeyeon melakukan itu padaku.” Ujar Jessica santai melirik Tiffany sediit sinis bermaksud menggoda. “Yah! In your dreams! Taeyeon is mine!”

 Untitled6

“@hotsoostuf : Anyeong Sooyoung disini. Maafkan aku tidak hadir di acara siang ini, aku sedang menemani this dorky’s couple sarapan, kasihan mereka pulang terlaru larut semalam ehkm^^”

 Untitled5

“@yulyulk : I’m sorry, but take it or leave it ^^”

**

Wanita itu mengigit ibu jarinya, berfikir keras, otaknya terus berputar, kedua matanya mencari suatu jawaban di kertas ini. Jawaban yang seharusnya ia dapatkan. Giginya sesekali bergemeletuk, entah itu karena angin yang dingin, atau karena kekhawatirannya.

“Kau tidak bisa melakukan ini.” Akhirnya suara pria itu memulai pembicaraan menegangkan diantara kedua belah pihak. Pria paruh baya dengan kacamata hitam yang berada di sebrangnya itu mengangguk kecil, mencoba memahami situasi untuk pria tampan yang berada di bawah naungan perusahannya itu.

Membuat pria berkacamata bening tebal dengan paruh wajah yang sedikit lelah dan selulit yang ada di beberapa bagian wajahnya mengkerut, memohon permintaannya untuk kali ini saja di kabulkan. Wanita itu terus melirik kertas yang akan menentukan masa depannya kedepan, berharap keajaiban akan datang padanya hari ini.

“Aku mohon. Kali ini saja.” Pria itu masih memohon pada wanita itu untuk menyetujuinya, sementara pria yang ada di sampingnya terus membaca kata demi kata yang ada pada kertas itu.

“Ini hanya akan berlangsung 2 tahun. Tak akan memakan waktu yang lebih lama. Lagipula ini menguntungkan kedua belah pihak.” “Apa aku benar?” Gadis brownie dan pria yang ada disampingnya itu terhenyak. Biar bagaimanapun perkataan yang baru saja di lemparkan memang sepenuhnya benar.

“Saham perusahaan mu anjlok sekian persen karena beberapa hal, dan ini saatnya kalian bangkit dan naik ke atas seperti yang kalian lakukan sebelumnya. Lagipula tidak ada ruginya kan? Penggemar pasti akan suka dengan berita dadakan seperti ini.” Gadis brownie masih mengigit bibirnya, harapannya selama ini mungkin akan segera sirna.

“Apa yang akan kalian lakukan dengan ini?” Pria baruh baya dengan jas hitam rapih yang sedari tadi berdiri dibelakang gadis brownie akhirnya angkat bicara. Membuat pria yang ada di sebrangnya tersenyum kecil.

“Kita hanya perlu merekayasa kedekatan antara keduanya, dan mengumbarnya di beberapa media, beberapa bulan kemudian album baru mereka akan laku keras dan saham perusahaan mu akan naik. Mudah bukan?” Pria itu melanjutkan perkatannya, membuat gadis brownie dan pria atau yang sering disebutnya “Appa” itu selama ia mempertaruhkan hidupnya di negri gingseng ini sedikit terlihat bingung akan jawaban apa yang harus mereka beri.

“Bisakah aku bicarakan terlebih dahulu dengan kepala agency kami?” Pria itu menawarkan dengan setenang mungkin, membuat gadis brownie itu menggeleng kecil. “No, Appa. Kita tidak memiliki banyak waktu, lagipula agency tidak akan menolaknya, mereka pasti bahkan akan senang.” Pria memperlihatkan wajah khawatirnya pada gadis itu, membuat gadis brownie itu tersenyum untuk meyakinkannya. “Bagaimana dengan kau sendiri, Tiffany? Apa kau yakin kau akan baik-baik saja?” Gadis brownie itu mengangguk pelan, entah itu sebagai jawaban ya atau sebaliknya.

“N-ne” Jawabnya ragu ragu, hatinya terus berdetak lebih kencang dari biasanya, apa ini artinya usahanya selama ini kurang? Atau bahkan tidak berguna sama sekali? Apa impiannya untuk bersama gadis yang selama ini ia idam idamkan sirna begitu saja? Apa yang di katakan Taeyeon nanti?

**

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

MAKE SURE YOU’LL LEAVE A COMMENT IF YOU WANT TO SEE THE NEXT CHAPTER ^^

AND ALWAYS GIVE SUPPORT^^ SEKALI LAGI MIANHE LAMAA… UDAH SELESAI SEMEDINYA KOK^^ 

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

SKMW

PREVIEW “SHE KEEPS ME WARM”

“Fuck.”

Kopi panas itu menodai kemeja putih bersihnya, lagi lagi ia mengutuk benda mati yang tidak bersalah. Ia berjalan mengeluari mobil yang baru saja di parkirnya, beberapa orang disekitarnya tertegun melihat gadis itu yang baru saja melepaskan kemeja yang melekat di tubuhnya, menampakkan tubuhnya yang sempurna, memperlihatkan kaki nya yang jenjang, tangannya yang panjang, jemarinya yang lentik, bahkan navelnya yang tidak tertutupi oleh baju setengah badan itu.

11034226_1032685836759342_7413557351784333217_n

Taeyeon dikenal juga sebagai gadis yang sangat dingin, tetapi sisi lain dari dirinya yang menonjol, ia juga gadis yang lembut. Ia sangat dingin akan hal sekitarnya tetapi ia sangat lembut dalam kelakuannya menangani banyak hal, ia adalah tipikal gadis yang sangat menyayangi sahabat-sahabatnya. Semua orang juga tahu bahwa sifat dinginnya hanya berlaku pada orang yang tidak dikenalnya, tapi apa daya mereka Taeyeon hanya mengenal beberapa sahabat di kampusnya, ia bukan gadis yang pandai bersosiliasi karena sifatnya yang tertutup.

“Tap- Tap”

Suara riuh di ruangan yang sangat luas ini seketika hening untuk beberapa saat ketika sosok yang menawan dari ujung kepala sampai ujung kaki itu memasuki wilayah kantin ini, mengangumi sesosok manusia yang sangat sempurna.

Berjalan menghampiri meja yang sudah terdiri dari beberapa gadis yang sibuk dengan aktifitas mereka. tidak termasuk mereka, gadis gadis itu tidak terpana sama sekali pasalnya sosok yang hamper sampai meja mereka itu adalah sahabat dekat mereka sejak mereka masih kanak kanak.

“Yya! Choi Sooyoung! Kau makan lagi!?” Suara gadis berambut merah itu memecah keheningan lalu dengan sekuat tenaga ia memukul pelan kepala gadis yang sedari tadi hanya mengunyah makanannya. Membuat kedua gadis lainnya hanya tertawa. Sooyoung, Sunny, Jessica, Yuri, Taeyeon. Kelima junior sekaligus Senior yang sangat didambakan di universitas ini. Masing masing mempunyai latar belakang yang menjadi daya tarik sendiri.

Taeyeon dengan santai meletakkan bokongnya pada salah satu kursi yang memanjang itu dan mulai mengambil beberapa lembar roti yang sudah ada di meja. Membuat semua mata masih tertuju padanya. Pada setiap jengkal tubuhnya yang terekspos, kulitnya yang seputih porselen mengambil perhatian semua namja, bahkan yeoja. Heol. Dia sangat… hot.

Gadis berambut coklat itu termenung melihat sahabatnya yang baru saja duduk di sebrangnya, ‘aish anak ini…’ fikirnya setelah memperhatikan setiap jengkal tubuh Taeyeon, lagi lagi sahabatnya itu mempertontonkan seluruh lekuk badan nya yang sangat sempurna itu.

**

Kim Taeyeon, gadis yang begitu liar sekaligus misterius ini memiliki sejuta pesona yang dapat memikat begitu banyak hati begitu melihatnya, gadis sempurna ini juga begitu, spesial. Tentu seluruh raga ditempat ini sudah mengetahui jika gadis ini, into girls. Fakta yang sudah lama di ketahui ini tentunya tidak membuat patah semangat penggemar prianya yang setia. sampai suatu pagi.

“Holy… mother..fucking of God…” Suara sahabatnya yang terdengar masih mengunyah makannannya itu membuatnya menoleh, mengikuti arah pandangan sahabatnya, “Itu, lihat, disana,” Lanjut Sooyoung.

Untitled7

Screen Shot 2015-11-01 at 2.18.32 PM

She’s…. Hot!” sahut Sooyoung. Taeyeon terhenyak, menelan salivanya. Memperhatikan setiap jengkal lekuk tubuh gadis yang berada di sebrangnya, tersenyum, sangat lebar. Tertawa, sangat renyah. Meletakkan garpu juga pisaunya pada meja. Merasaan decak jantungnya.

**

“Kau Tiffany, apa aku benar? Ya aku benar, perkenalkan.”

“People call me Taeyeon, but you can call me tonight.” 

“Tiffany, the people stares. cause we look so good together”

**

what will happen if the two hottest girls meets in one place?

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________________________

DON’T FORGET TO LEAVE A COMMENT! KEEP IN TOUCH WITH US !

TITTLE : FALLING CHAPTER 7

AUTHOR : ATTA

DATE PUBLISHED : UNKNOWN

EMAIL TO CONTACT US : attalocksmith@gmail.com

id line : (@LCK7866O) PAKE @ YA HEHE 🙂

JANGAN LUPA KOMENNYA YANG BERMANFAAT OKE

Advertisements

70 thoughts on “FALLING CHAPTER SIXTH BY ATTALOCKSMITH

  1. akhirnya mereka jadian jg, tae nya romantis bgt. tp kok di ending itu fany ditawarin skandal? gmn ntar tae nya, semoga gk bikin badai diantara mereka

    Like

  2. Akhirrrrrnyaa jadian huaaa oemjii tpi kbr hubungan tae sma sibaek gimana yaahhaha
    Jgn blng pany ditawarin skandal sma si nikun hff semoga gk badai lagi taeny
    Sekian lama menunggu dilanjut juga emmm
    Thor yg confused part 3nyacpt dipost ya

    Like

  3. Romantis amat Tae. Cieh…… Duh akhirnya Taeny jadian juga. Setelah penantian lama….
    Duh itu ada apa lagi, Fanny dan khun? Please jgn donk, kasian Tae. Gmn hubungan Taeny nantinya…..
    Itu FF baru ya? Wah kayaknya seru, two hottest girls meets in one place? Kekekeke……
    Ditunggu deh.

    Like

  4. Aduh….gw kesem” ama cerita yg satu ini….lama gk updet,gw masih ttep inget rincian masa lalu..hahahah….aaaa…
    Taeny oh taeny….serius…taeyeon gw…lo romantis bngetttt…gw mau gantiin tiffany kalo lo mau…hahaha…
    Yakin!!! tiff mommy pasti d jodohin ama gajah thailand….i’m ambruk…
    Serius thor…gw bener” udh move on ama 2014.please jgn d ungkit…gw sakit ati…
    Oh my…ada~~~yg baru….tetep d tunggu kelanjutannya…..see you kak atta…nih gw kasih vitamin😗😗😗..tripple kiss for you..hahahah

    Like

  5. ah gilaaaa taeyeon romantis bener xD
    mereka jadian yak?ayo buruan maen ke rumah mertua tuh ppany,udah diundang gitu wkwkwk
    gpp ngaret update’a atau lama..
    yang penting kan tetep update thor hehe
    eh ada ff baru lagi nih…kaya’a seru cerita’a.

    Like

  6. WWWWOOOOH I LOVE IT. LIKE FINALLY THEY HAD A GIRLFRIEND-BOYFRIEND RELATIONSHIP, NOT JUST BEING BEST FRIEND FOR EACH OTHER. WOOOHHOOOO. I KNOW I KNOW MY ENGLISH IS BAD I KNOWW. SOOO, JUST FORGET ABOUT IT, OK? THORR GILA THOOR GAK PERCAYA AKHIRNYA MEREKA BERSATU JUGAAA! GAK KEBAYANG DEH SERUMIT ITU PERJALANAN MEREKAAA. MEREKA BENER-BENER BERJUANG BANGET BUAT DAPETIN SATU SAMA LAIN. UHHH I LOVE IT. BUT, SERIOUSLY THOR!? IS THERE A NEXT PART FOR THIS STORY?? OH, YOU MUST BE KIDDING ME. I CANT THINK ABOUT ANOTHER TAENY’S TEARS IN THIS STORY. PLEASE… MAKE IT HAPPY ENDING, OK?:” THENN, I JUST WANT TO SAY AGAIN AND AGAIN AND AGAIN AND AGAIN, ABOUT: KEEP WRITING JAZZATTA!! THANKYOU VERY MUCH FOR YOU BOTH STORY THAT ALWAYS MAKE MY DAY BEAUTIFUL *EAA *BODOKALOENGLISHSAYASALAHBODO. AH YA, THEN I WANT TO SAY SORRY FOR (ALWAYS) SPAMMING WITH THE CAPSLOCK. IS IT TOO LATE NOW TO SAY SORRY? OR NAH??:p BYEBYEEEE. THANKYOU SO MUCH THORR.

    Like

  7. Ternyata panny ama khun gak beneran..cuma akting..😥😥😥😥😥ternyata…tapi gak begtu ngerti pas akhirnya..itu panny mau bikin scandal biar saham naik???

    Like

  8. Ternyata semua harapan tae slma ini hanya sebatas harapan tanpa ada pelaksanaan 😧😧
    Masih panjang.. TAENY tetep di uji 😐😐 akan sesakit mna n sesabar apa tae ngadepin semua ujian ini😢😢

    Like

  9. Jirrrr sumpaahh yee. Tulisan lu bener” bikin wuaahhh. Heeemm btw gua suka bgt kalo cerita taeny yg kaya ngambil dari sisi kehidupan real mereka. Sumpaahhh sukaaa. Gara” baca ff falling gua jadi berdelusi😯 sumpah kadang mikir “Di balik hubungan baekyeon sama khunfany ternyata terselip taenyy” omaaiigaaddtt sumpahh jadi ratu delusi deh. Apalagi sekarang kalo berita tentang baekyeon or khunfany yg gua baca di flashback. Malah Jadi mikir ke taeny nya wkwkwk. Sumpaahh laahh yaaa gua kangen bgt sama tulisan kalian berduaa hiks. Okeelah sekian

    Liked by 1 person

  10. Akhirnya taeny jadian. Si kurcaci bisa romantis ya.
    Baru lagi jadian udah langsung ada badai. Itu skandal apa lagi yg bakalan dibuat

    Like

  11. mau tanya apa ini ga ada part flashback soal yang di apartemen? sebenernya ada beberapa yang bikin bingung hehe, dan di akhir tbc kok bisa tiba” udah kayak gitu?
    maaf ya kalau datang tiba-tiba terus banyak nanya 😀
    buat nextnya belum ada ya?

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s