MISTAKES (CHAPTER EIGHT) BY JAZZ

Jazz agak kesulitan nih nulis scene dimana ada ruang operasi cyin~ cita2 mau jd dubes sih, bukan dokter. Eaaak. Kalo ada yg salah2 tolong di perbaiki ya huhuuu.

kalo ada typo yang fatal kasih tau woyyyyyyyy jangan diem aje 😦 eh untuk para siders nongol kek sekali2 capek nih ngarang bebas ga di kasihapresiasi 😭😊 canda dingz.

Ehya karna diriku bukan dokter ya wkwk memang ada secene yg aku ambil dr doctor stranger untuk sesi operasi besar 😊

jazz


 

Kabag. Song lalu berlari mendekat pada pasien  utama mereka. Di ikuti dengan dokter yang lainnya. Sementara Tiffany hanya bisa terdiam di tempatnya, ia masih berusaha mencerna semua yang  kini sedang terjadi di depan matanya.  Air matanya kini mengalir deras, namun Tiffany bisa merasakan kakinya yang kaku, lututnya terasa lemas untuk menopang tubuhnya sendiri.

“Dia mengalami hemotoraks! Kita harus mengeluarkan darahnya secepat mungkin untuk tindakan pertama!”Seru Kabag. Song setelah memeriksa singkat keadaan lebih jelas dari Presiden muda mereka.

Hemotoraks : adanya darah di antara ruang 2 pleura salah satu penyebabnya adalah patahan tulang tusuk yang menembus dinding pleura.

Tiffany kini kembali mendapatkan kesadarannya, dia juga ikut berlari mendekat pada sosok itu. diagnosis pertama yang berhasil di pecahkan Kabag. Song berhasil membuatnya ketakutan setengah mati. Bayangan-bayangan kemungkinan paling buruk telah menyergapnya lebih dulu. Sosok itu kini terbaring tepat di depannya. Menyadari kehadiran Tiffany, banyak dari mereka memberi jalan untuknya.

Tiffany menatap Taeyeon yang terpejam dengan nanar, dia tampak sulit untuk mendapatkan gambaran luka Taeyeon karna pandangannya yang kabur. Ada  banyak luka yang ia bisa lihat dari sini, dan itu menyakitinya untuk menyaksikan langsung dari jarak dekat seperti ini.

“Kita harus melakukan tindakan yang cepat, Tiffany.”Sambar Kabag. Song yang iba melihat bawahannya yang sedang terpukul. Dia memang telah menyadari bahwa mungkin. Hanya mungkin. Tiffany dan Taeyeon mempunyai hubungan yang berbeda dari yang lainnya. Dan dia bisa mengetahui itu hanya dengan memperhatikan mereka tempo hari.

“Aku tau, Kabag. Song. Aku yang akan melakukan tindakan pertama,”Jawab Tiffany dengan menatap serius penuh harap atasannya. Air matanya tak berhenti mengalir, ia hanya berharap untuk menjadi orang pertama yang dapat menyelamatkan wanita ini dari masa kritisnya.

“Apa kau yakin, kau bisa melakukannya, Tiffany?”Bukan Kabag. Song tidak yakin akan kemampuan Tiffany. Dia tau bahwa namanya bahkan sedang bersinar di antara dokter di departemen ilmu bedah lainnya. Tiffany adalah satu yang terbaik dengan record yang ia punya di sepanjang karirnya di rumah sakit ini. tetapi ia hanya merasa simpati melihat kondisinya yang mungkin sedang di landa ketakutan dan rasa khawatir yang melampaui batas. Dia hanya memikirkan kemungkinan yang bisa saja terjadi, bahwa Tiffany tidak akan bisa melakukannya dengan keadaan shock seperti ini.

“Tentu saja, Kabag. Song.  Dia akan menjadi tanggung jawabku.”Tiffany menatap kepala departemennya dengan penuh harap, ia benar-benar merasa harus melakukan ini. bagaimanapun keadaan hatinya sekarang. Ia tidak bisa tinggal diam menyaksikan situasi seseorang yang di sangat di cintainya sekarang.

“Baiklah. Aku menyerahkan Presdir Kim kepadamu, Tiffany.”


Tiffany lalu memilih sahabatnya sendiri sebagai asistennya kali ini di ruang operasi. Dia lah pemimpin jalannya operasi Presiden perusahaan, yang baru saja mengalami kecelakaan hebat. Baginya, Taeyeon bukanlah presiden kali ini. baginya, Taeyeon adalah seseorang yang sangat di kasihinya, cintainya, dan kepingan besar yang berpengaruh di dalam hidupnya. Dia tidak akan membiarkan orang ini hilang dari pandangannya. Tiffany bertekad untuk membuat keajaiban sekarang,

“Kita akan melakukan CABG terlebih dahulu. lalu melakukan perbaikan reptur septum.”

CABG : peningkatan aliran darah ke otot jantung.

“Messer.”

“Suction.”

“Tube.”

“Intubation.”

“Ini menjadi buruk Tiffany-euisa, tekanan darah nya semakin menurun”

“tekanan darah menjadi 80/50

“Harus kah kita mempersiap kan transfuse darah Tiffany-euisa?”

Tiffany lalu terdiam dengan pisau bedah yang masih setia di genggamannya. Ia sama sekali tak menyangka jika keadaan Taeyeon seburuk ini. dia mengutuk dirinya berkali-kali karena justru, ketika dia di butuhkan oleh orang yang sangat dia cintai, dia tidak bisa melakukan yang terbaik di situasinya sekarang.

Tekanan darah Taeyeon semakin menurun dan Tiffany mulai terpejam. Ia benar-benar berusaha mencerna apa yang sedang terjadi di hadapannya.

“Tiffany-euisa!”Seru Dokter anestesi yang berada di sisi lain meja operasi, karna melihatnya justru malah terdiam.

“Tiffany!”Kali ini giliran Yuri yang terheran,

Bunyi mesin penunjuk tekanan darahnya semakin jelas terdengar, melengking menembus banyak gendang telinga yang ada di ruangan operasi.

“Ini adalah gagal jantung. Saya akan melakukan CPR.”Tiffany kembali membuka kedua matanya,

Kali ini, aku tidak akan kehilangmu, Taeyeon-ah..

Siapkan defibrilator!”

CPR : resusitasi jantung dan paru-paru

Defibrilator :  stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung.

“Naikkan 200mV!”

Tegangan pertama berhasil di jatuhkan, namun mesin itu masih menghasilnya bunyinya yang nyaring.

“Berikan aku 220mV!”

“Taeyeon-ah!”Tiffany kembali melekatkan piringan logam bearliran enegrgi listrik itu pada jantung wanita ini yang kini dalam situasi bahaya.

Tiffany benar benar merasa hidupnya kini juga telah di renggut

“Taeyeon-ah! Bertahanlah!”Serunya dengan air mata yang mulai berjatuhan lagi, , lalu berhasil membuat semua pasang mata menatap haru kejadian ini.

arus besar yang menstimulasi kontraksi seragam dan simultan dari serat otot jantungitu nampaknya mulai bekerja,

“Tekanan darah terus meningkat!”

Aku hampir saja kehilanganmu, Taeyeon-ah..

 


 

Tiffany menatap nanar pasien yang ada di hadapannya. Ada banyak alat yang mengelilingi tempat tidurnya. Ada banyak selang yang di aplikasikan pada tubuhnya. Kondisinya benar-benar memperihatinkan. Tetapi akan lebih di sayangkan jika dia tidak selamat di operasi sebelumnya.

Pastinya banyak yang akan merasakan tombak tajam yang menghunus jantung, jika mengetahui orang ini pergi meninggalkan mereka.

Tetapi seorang Tiffany dengan segala usaha dan kemampuannya bisa membuat keajaiban pada sesi operasi tadi. Walaupun ini hanya tindakan pertama yang ia lakukan, dia mengalami kesulitan ketika orang itu tiba-tiba mendapatkan serangan jantung di tengah-tengah proses operasi. Itu benar-benar membuat Tiffany terpukul, tetapi terlepas dari egonya dan kasihnya pada pasien. Dia adalah pemimpin operasi yang harus bertanggung jawab di meja bedahnya.

Tidak ada yang akan mati di meja operasiku.

Prinsipnya sebagai dokter memang selalu di pegang teguh olehnya, semua berkat kesalahannya di masa lalu yang ceroboh. Namun dengan bantuan seseorang dia bisa mendapatkan kembali pekerjaanya.

Taeyeon-ah.. aku akan berusaha lebih keras lagi.

Air matanya lalu kembali jatuh menyaksikan apa yang di lihatnya kini. Wajah Taeyeon begitu pucat, bibirnya pasi, kedua kelopak matanya terututup rapat. Yang hanya Tiffany harapkan adalah, keajaiban yang mungkin datang untuk kedua kalinya kali ini. dia pernah melihat kondisi Taeyeon yang benar-benar buruk di masa lalu, tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan melihatnya lagi hari ini. dengan keadaan yang jauh lebih memperihatinkan.

Tiffany tau, operasi sebelumnya berhasil. Tetapi ia menyadari, keberhasilan sebelumnya tidak akan dengan mudah membuat orang ini kembali membuka matanya. Bagaimanapun, dia masih mengalami masa kritis yang harus bisa di lewatinya untuk beberapa minggu ke depan sebelum operasi terakhir kembali di lanjutkan.

Tiffany benar-benar berdoa, agar kondisi Taeyeon selalu stabil hingga hari itu. karena jika kegagalan jantung di alaminya sekali lagi, expire (meninggal) mungkin saja akan terjadi. Dan itu adalah mimpi buruk yang tak pernah ingin ia hadapi.

Melihat Taeyeon benar-benar pergi dari hidupnya.

Tiffany tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana terpuruk hidupnya, jika itu terjadi.

“Taeyeon-ah, kau harus membantuku juga. Kau harus bertahan, sayang.”Tiffany menjatuhkan kecupan yang begitu lembut di kening wanita itu yang kini terlelap. Air matanya berhasil mendarat di papan mukanya, lalu mengalir mengikuti garis wajahnya yang sempurna.

Taeyeon-ah. Janji yang kau buat sendiri, kau melanggarnya. Dan aku akan menghukummu jika kau terbangun nanti, jadi.. sampai hari itu. aku mohon bertahanlah..


Tiffany berjalan tergopoh ketika dirinya melangkah keluar dari ruangan itu. rasanya ia tidak memiliki kekuatan lagi untuk berdiri tegak. Dirinya bahkan tidak tau lagi apa yang mungkin akan terjadi ke depannya. Dia merasakan sesuatu yang menghimpit ruang dadanya sedari tadi,

Jika saja, dia bisa memilih. Atau memutar balikkan keadaan, Tiffany merasa dirinyalah yang seharusnya terbaring disana. Dirinya yang penuh dengan kesalahan dan rasa penyesalan yang begitu  besar. Bukan Taeyeon, dengan segala kesempurnaannya yang kini terbaring lemah di sana. Bukan Taeyeon yang selalu di sakitinya dulu, bukan Taeyeon yang sudah cukup melewati hari-hari sulit yang ia dapatkan dari penyakitnya dulu. Bukan Taeyeon yang sudah berhasil mencapai puncah keberhasilan di hidupnya. Yang justru terpejam dengan ancaman yang sangat menyakitkan. Dia tidak akan bisa membuka matanya lagi.

Tetapi Tiffany tidak akan membiarkan itu terjadi, ia pernah menyakiti juga meninggalkan orang itu. dan dia tidak berniat untuk kembali kehilangan Taeyeon untuk yang kedua kalinya, dia akan membuat sejarah.

Tetapi, bagaimana caranya?

Dia terlalu mencintai Taeyeon kali ini, sampai-sampai sebagian dari dirinya tidak lagi mengerti apa itu kenyataan dan yang mana hanya mimpi belaka.

“Tiffany-Unnie?”

Tiffany menoleh untuk menemukan seseorang yang tidak asing baginya. Gadis itu kini di kelilingi banyak orang berjas. Dia berlari kecil menghampiri dirinya, sementara Tiffany masih berusaha untuk mengerti apa yang kini pandangannya dapatkan.

“Hayeon-ah?”

Mungkinkah semua kesamaan yang ada di keduanya bukan hanya kebetulan? Mungkinkah perasaannya akan kedua orang itu selama ini benar? Mungkihkan mereka …?

Tiffany tidak lagi harus mengetahui jawabannya. Karena ia telah mendapatkan itu tepat setelah Hayeon berhambur ke pelukannya. Ia bisa merasakan sesuatu yang semakin menekan ruang dadanya. Dia bisa merasakan kehadiran Taeyeon di gadis ini, Tiffany merasa sedang mendekap tubuh Taeyeon ketika dirinya mulai melingkarkan tangannya pada gadis ini.

Hayeon lalu menumpahkan tangisnya pada bahu Tiffany yang berbalut jas putih bersih dokternya. Sementara Tiffany sudah tidak bisa mengeluarkan air matanya lagi, semua sudah terkuras habis sebelumnya.

Tiffany hanya bisa mengusap punggung hingga pucuk kepala gadis ini yang tengah terisak,

Jadi, selama ini aku benar..

Semua bukan hanya kebetulan.

Taeyeon-ah..

Aku melihatmu di diri Hayeon. Aku bisa merasakanmu di dirinya..

Dan aku tidak pernah lupa bagaimana rasanya ketika kalian berdua ada di dekatku.. perasaan bahagia itu selama ini tak pernah membohongiku.


Hayeon mungkin di umurnya yang masih belasan tahun, dia tidak seperti gadis belia kebanyakan. Dia mempunyai kemampuan untuk mengerti yang berbeda dari gadis seumurnya. Dia bisa dengan mudah menangkap situasi yang ada di sekitarnya. Dia mampu memahami likuk kehidupan yang terkadang naik dan turun di waktu yang bersamaan. Jadi, ketika Tiffany berbicara seolah-olah dialah yang menjadi penyebab kakaknya menjadi seperti ini. dia bisa memahaminya dengan sekali pandang.

Matanya mencari-cari kebenaran di bawah pengawasan Tiffany, saat dia mulai mengatakan banyak hal tentang hubungannya dan kakak kandungnya dulu. Hayeon hanya bisa terdiam dengan seksama mendengarkannya. Awalnya ia begitu tidak menyangka, bahwa yang dahulu membuat kakaknya, Taeyeon pulang dengan sejuta beban dan penekanan, adalah orang yang tanpa sengaja ia temui, dan bahkan dia sangat mengagumi orang itu yang berprofesi sebagai dokter. Tiffany. Hayeon begitu terkejut sampai dirinya tak bisa berkata apa-apa. dirinya seperti tersesat akan waktu yang berjalan. Apa lagi ketika Tiffany mengatakan bahwa dirinya lah yang terus membuang Taeyeon hingga orang itu menyerah akan semuanya. Hayeon tidak lupa, kembali menitihkan air matanya ketika mendengar betapa terpuruk hidup kakaknya dahuli terlepas dari kebahagiaan yang ia dapati baru-baru ini. atau setidaknya, sebelum dia mengalami kcelakaan yang hebat.

Keinginan Hayeon dahulu adalah membuat orang yang menyakiti kakaknya, untuk membayar semua dosanya. Dia bahkan bertekad bahwa dialah orang yang akan mewujudkan itu. tetapi ia begitu tidak menyangka, bahwa orang itu selama ini ada di dekatnya. Heck, dia sangat dekat dan menyayanginya seperti seorang kakaknya sendiri. Hayeon tidak bisa memungkiri betapa kecewa dan sakit hatinya ketika mendengar penjelasan Tiffany, dia merasa bodoh karena tidak bisa menemani kakak kandungnya dulu yang tertimpa masalah juga beban yang bertubi-tubi.

Tetapi, terlepas dari semua itu. Hayeon adalah remaja yang mampu mengklasifikasi berbagai masalah yang ada di hidup ini. dirinya lalu menyadari bahwa itu semua dalah masa lalu yang seharusnya tidak perlu di gali lagi. Lagi pula, dirinya telah berhasil membawa kembali kebahagiaan kakaknya. Walaupun hanya untuk waktu yang sebentar. Hayeon tau, Tiffany sedang berkata kejujuran sekarang. Namun, dirinya juga bisa dengan mudah menangkap pandangan tulus, menyesal juga khawatir di sorotan mata wanita ini.

Dia bisa mendengar intonasinya yang kadang melembut, juga panik di waktu yang bersamaan. Tiffany kadang menempatkan banyak kata maafnya di setiap perkataan yang terlontar dari bibirnya. Sesekali dia menjatuhkan air matanya berkali-kali sembari menggenggam kedua tangan Hayeon. Dia hanya ingin gadis ini tau, bahwa dia benar-benar menyesal akan semua yang sudah terjadi. bahwa dia sekarang disini untuk waktu yang lama bersama kakaknya, bahwa dia sedang berusaha keras untuk memperbaiki semuanya.

Dia hanya ingin gadis ini  tau, betapa dia mencintai Taeyeon dengan segenap hati dan jiwanya.

“Tiffany Unnie, berhenti menangis.”Ia mengatakan itu dengan air matanya juga yang masih mengalir. Dia tersenyum lalu menghapus tangisan Tiffany yang pecah ketika ia selesai dengan semua penjelasannya.

Tiffany lalu mendongak untuk menemukan pandangan Hayeon yang tenang dan damai.

“Taengoo saja bisa memaafkanmu, kenapa aku tidak?”Lanjutnya,

“Terlepas dari semua kesalahan yang telah kau ciptakan, kau tetap Tiffany Unnie yang mengagumkan. Aku berterima kasih karena kau sudah mau mempercayaiku untuk memahami semuanya. Awalnya memang sangat menyakitkan untuk mengetahui kebenaran, tetapi kemudian aku bisa menemukan jawaban sebenarnya. Kau mungkin tau, betapa salahnya perbuatanmu, tetapi kau tetap berusaha untuk memperbaiki semuanya. Banyak sekali orang yang melakukan kesalahan, justru membuatnya terjadi berulang kali. Bukan memperbaiki yang ada. Tetapi kau berbeda, Tiffany Unnie. Aku bisa melihat bagaimana matamu berbicara kebenaran, ketulusan juga rasa khawatir yang hebat. Aku bisa melihat Taengoo di sana. Di hatimu yang paling dalam, yang selama ini berusaha kau kubur.”

“Jadi, aku mohon pegang janjimu untuk itu. jangan membuat Taengoo tersakiti untuk yang kedua kalinya. Orang itu sudah cukup menerima kesialan di hidupnya, bahkan untuk saat ini. aku begitu menyayangi Taengoo sampai ingin mati rasanya. Membayangakn hidupku tanpa ada dia di dalamnya, aku tidak bisa, Unnie..”

Hayeon lalu menangis sesenggukan ketika mengatakan ungkapan hatinya,

“Dia  orang yanghebat dengan segala kesempurnaannya. Dia pekerja keras, dia penyayang juga orang yang menyenangkan. Dia begitu berharga, seperti berlian yang pantas untuk di genggam dan di jaga sampai kapanpun.”

Tiffany semakin terisak dengan keras mendengarkan Hayeon yang kini berbicara dengan tatapan nanarnya yang penuh dengan rasa sakit,

“Sekarang orang itu sedang terbaring disana, matanya tertutup dan tidak ada yang tau untuk berapa lama.  Bahkan untuk dia membuka matanya lagi, kita tidak bisa menebaknya, kan? Atau dia akan mati, Unnie?”

Tiffany kemudian menggeleng cepat akan pertanyaan yang baru saja berhasil menerobos dinding pertahanan hatinya,

“Tidak, Tidak, Hayeon-ah. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi…”Jawabnya cepat lalu merengkuh tubuh kecil Hayeon untuk di dekapnya.

“Unnie.. aku adalah orang yang jarang memohon untuk orang lain. Tetapi kali ini.. aku mempercayakanmu untuk Taengoo, unnie.. tolong selamatkan dia..”Hayeon menenggelamkan wajah dan air matanya di bahu Tiffany, merasakan tubuhnya yang semakin di tarik erat oleh wanita ini.

“Tentu saja.. kau bisa percayakan Taeyeon padaku kali ini.. aku tidak akan membiarkannya pergi untuk yang kesekian kalinya. Aku tidak mungkin mengulang kesalahan yang sama, Hayeon-ah..”

Lalu keduanya menangis tersendu, sembari memikirkan bagaimana yang mugnkin akan terjadi di depan mereka. Apakah mereka akan mampu menghadapi situasi yang sedang menghadang? Badai belum berlalu dan mereka masih jatuh di dalam lubang kekhawatiran yang dalam. Berharap seseorang mau menemukan mereka dan memberikan cahaya keajaiban yang selama ini dinanti.


“Jessica Unnie bilang dia akan datang hari ini,”Ujar Hayeon setelah dia membaca pesan singkat yang terteda di telfon genggamnya.

Sementara Tiffany hanya menggigit bibir bawahnya, kira-kira apa yang akan terjadi nanti. Bahkan setelah semua yang terjadi, dirinya masih merasakan perasaan ini yang menjadi khawatir dan gugup akan kehadiran Jessica. Pasalnya, orang itu pernah mengaku bahwa dia adalah kekasih dari Taeyeon sekarang. Dan itu benar-benar membuatnya kikuk,

“Tenang saja, Unnie. Aku mengerti sekarang,”Suara Hayeon melembut melihat ekspresi wajah Tiffany yang berubah,

“Taengoo dan Jessica Unnie kini hanya bersahabat, mereka tidak benar-benar bersama.”

Tiffany kembali berpaling dan mengangkat satu alisnya, “Oh?”

“Aku tau, mereka terlihat seperti sepasang kekasih, kan?”Hayeon terkekeh pelan mengingat perlakuan yang di berikan dua orang itu untuk satu sama lain. Memang, dengan hanya sekali pandang saja, orang pasti akan mengira mereka sedang berada dalam lingkaran cinta jiwa muda.

“Tapi aku, mengharapkan mereka benar-benar bersama, kau tau?”Tambah Hayeon dengan hati-hati, takut-takut akan menyinggung perasaan wanita yang ada di sampingnya.

“Aku tau, Hayeon-ah. Mereka memang seperti sudah di takdirkan untuk bersama,”Walaupun Tiffany agakkecewa dengan pernyataan Hayeon. Dirinya mengetahui dengan pasti apa penyebab di balik harapannya itu.

“Kau salah, Unnie. Jika kita berbicara tentang takdir, kau lah yang di takdirkan untuk Taengoo.”Sanggah Hayeon cepat ketika dia mendengar nada kecewa yang ada di perkataan Tiffany.

Sementara Tiffany hanya bisa membelalakan matanya mendengar perkataan Hayeon barusan. Masih tidak mengerti akan itu, dia menatapnya dengan penuh harap Hayeon akan mampu memberikan penjelasan yang lebih jauh tentang itu.

“Maksudku, Jessica Unnie benar-benar seperti figure sahabat, dia ada ketika Taengoo jatuh atau dia sedang berada di atas. Dia selalu melindunginya, memberikan perhatian layaknya sahabat sejati yang pernah ada. Mereka melengkapi satu sama lain dengan berbagai cerita hidup bersama. Mereka saling menyayangi, dan mencintai. Tetapi itu semua adalah lingkup dari kehidupan sahabat satu untuk selamanya.”Jelas Hayeon sembari menatap Tiffany dengan yakin,

“Sedangkan kau, Unnie.. kalian bertemu di waktu dan tempat yang tidak tepat. Lalu kalian jatuh cinta, walaupun banyak sekali masalah yang terselip di likuk hubungan kalian, sampai kalian harus berpisah. Waktu dan jarak bahkan juga mengambil peran besar dalam perpisahan kalian. Tetapi walaupun Keadaan kalian yang jauh berbeda, profesi yang juga sama sekali berlawanan, kalian di pertemukan lagi justru karna itu. dan sekarang, Lihatlah. Kalian kembali ke masa dulu saat kalian pertama kali jatuh cinta. Dan dengan keadaan yang sama juga. Kalian itu seperti takdir yang sudah di tulis suratannya. Aku bahkan bertanya-tanya kenapa hidup bisa mempunyai plot cerita yang unik ini untuk kalian berdua.”

Seperti ada sesuatu yang merekah hebat di perasaan seorang Tiffany Hwang akibat  mendengar penyataan Hayeon barusan. Seperti ada pintu yang kini menganga lebar di setiap ruang hatinya. Dia merasa bodoh karena bahkan tidak bisa mengerti situasinya sekarang, di saat orang lain sudah mengerti semua arah petunjuk takdirnya bersama Taeyeon.

Maafkan aku karena telah mempersulit jalan kita untuk bersama, Taeyeon-ah..


Wanita brunette itu hanya bisa memandang sedih orang itu yang kini sedang terpejam, sesekali dia menjatuhkan air matanya mengingat akan figure itu. bagaimana harinya bisa berjalan bersamanya, bagaimana dia juga akan mengakhiri dengan orang itu ada di sampingnya. Semua gambarannya terasa sangat kabur untuk saat ini.

Semuanya terjadi begitu cepat, dia tidak siap akan waktu yang sedang di hadapinya sekarang. Dia tau, dia tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya. Dia mungkin sadar akan kekurangannya, tetapi satu hal yang hanya ia tau sekarang. Dia tidak akan pernah merasa lengkap tanpa orang ini mengisi hari-harinya. Dia hanya bisa memanjatkan doa untuk surge agar Taeyeon dengan keajaiban bisa membuka matanya kembali.

Melihat Taeyeon dengan kondisi yang terbilang parah, dengan semua luka dan alat-alat yang membantunya untuk terus bernafas, berjuta kali lebih menyakitkan, daripada harus kehilangannya hanya karna jarak seperti dahulu.

Jessica mungkin tau, apa yang mungkin saja terjadi di masa yang akat datang jika keadaan Taeyeon tidak menunjukan kemajuan. Tetapi dia tidak mempercayai itu. baginya,  Taeyeon adalah salah satu sosok yang sangat mengagumkan di hidupnya. Dia kuat dan hebat, dia pasti mampu  menghadapi ini. seperti dia melawan semua penyakitnya dulu dan bangkit dari keterpurukannya. Jessica yakin dengan seluruh hidupnya, bahwa sosok itu akan kembali lagi pada orang orang yang menayanginya. Kembali lagi dengan semua cerita dan mengisi hari-hari mereka dengan canda dan kasih sayangnya.

Walaupun jatuh di lubuk hatinya yang terdalam, dia bisa merasakan luka yang kini semakin meluas karena situasi ini. dia masih terus mempercayai keajaiban yang ada. Di ikuti dengan rencana yang di atas akan keberlanjutan cerita hidup mereka.

“Taengoo-ya.. kau selalu seperti ini.”

“Aku bahkan tidak merasakan firasat apa-apa..”

“Lebih baik untuk merasakanmu jauh dariku, daripada seperti ini.”

“Kau dekat, tetapi kau tidak berbicara apa-apa, kau tidak bergerak. Bibirmu pucat pasti, matamu terpejam rapat, kau tidak tertawa dan ceria seperti biasanya. Taengoo-ya..”

“Bangun, kau pasti bisa melawannya.”

“Aku sangat mengenalmu..”

“Yah. Kau masih berjanji untuk mentraktirku eskrim ketika kau kembali! Kenapa kau malah seperti ini.. bangun kau, bodoh!”Jessica bisa merasakan air matanya yang mengalir begitu deras saat ini. dia hanya bisa mengatakan itu sembari  mencengkram bagian lengan baju Taeyeon. Berulang kali dia berusaha menghapus tangisannya yang terus membasahi kedua pipinya.

“Sulit sekali, Taengoo-ya.. mempunyai orang sepertimu di sekitarku yang terus saja menjungkir balikkan hidupku.”

“Aku berjanji tidak akan cerewet dan manja lagi padamu, Taengoo-ya.. aku tidak akan mengusikmu ketika kita bertemu, aku bahkan akan membayar semua makan siang kita di café favoritku yang katamu menghabiskan seton dari uang. Aku akan lebih jarang ke salon dan mengahabiskan uangku disana, seperti yang kau benci akan sikapku yang boros. Aku tidak akan melarangmu lagi untuk banyak-banyak memakan ice cream itu. kau bisa memakannya sepuasmu, Taengoo-ya..”

“Tetapi sebagai balasannya..”

Jessica bisa merasakan hatinya yang patah berulang kali ketika menghadapi orang ini kapanpun, dengan kondisi apapun. Bahkan dengan Taeyeon yang kini masih terpejam, dia bisa merasakan luka yang begitu dalam, semakin sakit rasanya.

“Kau harus membuka matamu, Taengoo-ya..”


ini sudah genap hari ke 30 semenjak kejadian itu. tetapi keadaan belum sama sekali berubah, Tiffany masih menemukan Taeyeon dengan matanya yang masih tertutup rapat. Ia masih dengan kondisinya yang tidak berubah. Tidak ada kemajuan yang signifikas kecuali mesin penunjuk detak jantung itu berjalan dengan irama yang normal. Tiffany hanya bisa beryukur untuk itu,

dirinya tidak pernah absen untuk terus mengunjungi kamar rawat Taeyeon. Itu sudah seperti kebiasaanya untuk masuk dan memberikan ucapan selamat pagi, dan harapan yang sama setiap harinya. Lalu dia akan mengecup keningnya dengan seluruh perasaan yang dia punya untuk orang itu. lalu melanjutkan hari seperti biasa. Lalu di penghujung hari, Tiffany akan kembali lagi sembari mengucapkan perpisahan karna dirinya telah usai bekerja. Lalu mengecup lagi kening itu dengan lembut. Dengan doa yang sama setiap malam.

Tiffany bahkan akang menghabiskan waktu makan siangnya di kamar itu, sembari makan, dia akan menceritakan bagaiman harinya berjalan pada Taeyeon yang masih tertidur. Sesekali dirinya akan memilih untuk bermalam disana karna shift yang ia dapat. Rasanya tidur di ruangan ini yang terdapat Taeyeon di dalamnya, jauh lebih nyaman daripada kamar dokter jaga semalam lainnya. Lagipula, dia akan merasa sangat damai untuk memandang wajah Taeyeon untuk waktu yang lama.

Dia dan Hayeon bahkan akan sengaja bercanda di sisi lain tepat tidur, sesekali bercerita tentang bagaimana sikap Taeyeon yang lucu, mengagumkan, juga penyayang di waktu yang bersamaan. Mereka tidak pernah melewatkan seharipun untuk kembali kesini dan menyempatkan untuk mengganti bunga lavender kesukaan Taeyeon tiap harinya.

Tiffany bisa merasakan perasaanya akan figure ini semakin kuat dan dalam setiap harinya. Dia bisa merasakan dirinya yang begitu mencintai Taeyeon apapun kondisinya. Sekalipun wanita itu belum membuka matanya, untuk melihat keberadaan Tiffany yang selalu ada, dan tak pernah beranjak dari sisinya.

Tiffany terus mempercayai, bahwa pasti suatu hari Taeyeon akan kembali lagi padanya. Jadi dia terus meyakinkan itu di dalam keteguhan hatinya.

“Taeyeon-ah, hari operasi besarmu semakin dekat. Aku jadi semakin takut, Taeyeon-ah.. aku tidak tau apa aku bisa berhasil di operasi itu. kali ini kondisinya berbeda, bukan orang lain yang akan aku bedah. Tetapi, ini adalah kau. Rasanya sungguh berbeda, aku seperti dokter yang harus mengoperasi orang yang paling di kasihinya. Dan kaulah orang itu, Taeyeon-ah. Aku terus berdoa untuk Tuhan agar kau di berikan jalan yang mudah hingga hari itu.”

“Tetapi kau juga harus berjanji bahwa kau juga akan berusaha, Kim Taeyeon. Aku tidak bisa melakukannya tanpa kau ada untuk membantuku. Kau harus melawan semuanya dan aku akan membantumu untuk itu sebagai balasannya. Aku akan berusaha dengan keras, Taeyeon-ah. Kau akan kembali lagi padaku, dan kita akan bersama

“Jika aku membiarkanmu pergi untuk yang kedua kalinya, aku bertanya-tanya apa aku bisa menghadapinya sendiri. aku belum terbiasa untuk menjalani hari tanpa kau ada di dalamnya, Taeyeon-ah.. aku takut..”

“Tetapi aku berjanji akan menjadi dokter yang hebat, jadi tolong berikan aku kekuatan, aku akan membuatmu bangga, Taeyeon-ah..

Tiffany lalu mengecup punggung tangan Taeyeon yang sedari tadi di genggamnya erat. Dia meletakan telapak tangannya yang halus di wajahnya, merasakan sentuhan Taeyeon yang sangat ia rindukan untuk waktu yang sangat lama. Tiffany kembali terpejam,

“Aku benar-benar mencintaimu,”Ujarnya pelan, lalu kembali menjatuhkan beberapa kecupan di punggung tangan Taeyeon.

“Jadi, bertahanlah untukku.”


Bagaimana perkembangannya, Tiffany? Aku masih belum bisa berkunjung, masih banyak yang harus aku urus disini. Sampaikan salamku pada Hayeon. Ohya, dan Taengoo! Katakan pada mereka aku meirndukan keduanya!

-Jung Jessica-

Tiffany menarik sudut bibirnya untuk tersenyum karna pesan singkat yang baru saja tiba,

“Jessica mengatakan maaf karna belum bisa mengunjungimu, Taeyeon-ah. Dia juga sangat merindukanmu.”Tiffany mengusap lembut rambut panjang Taeyeon. Dia mengecup sekali keningnya sebelum kembali duduk di sisi lain tempat tidur,

“Aku telah mendengar bahwa kaulah yang berhasil di operasi  tindakan pertama  Taeyeon.”Jessica membelakangi Tiffany yang kini tertunduk, mereka berdua ada di ruangan rawa Taeyeon yang sangat sunyi.

“Aku berterima kasih untuk itu, Tiffany.”

“Tapi, itu semua belum cukup..”

“Yang kau lakukan tidak akan pernah cukup, Tiffany. Kau tahu itu, kan?”Jessica melembutkan suaranya, dia masih belum berbalik untuk menatap wanita itu yang masih menundukan kepalanya.

Tiffany mengerti betul apa yang sedang di bicarakan Jessica. Ini semua memanghanya  tentang satu hal, Taeyeon.

Dia sendiri menyadari , apa yang sudah di lakukannya mungkin tidak akan pernah bisa di bandingan dengan  dosa yang telah ia lakukan di masa lampau. Ia tidak akan bisa menebus semuanya dengan mudah. Apa lagi semua kesalahan yang ia  perbua terhadap wanita itu, terhadap Jessica, Hayeon dan bahkan dirinya sendiri.

“Aku tau.. aku sangat tau.. dan aku mengerti. Aku mengerti jika kau mungkin membenciku Karena telah menyakiti Taeyeon sebelumnya,”

“Itu benar, aku membencimu karena telah menyakiti Taengoo. Aku membencimu karena semua kesalahan yang telah kau perbuat, aku membencimu karena meninggalkan luka untuk Taeyeon yang tidak pernah berujung. Aku membencimu karena kau adalah, Tiffany.”

Baru saja Tiffany ingin mengatakan sesuatu, Jessica sudah mendahuluinya lagi.

“Tiffany yang selalu menjadi satu-satunya orang di matanya.  Tiffany yang selalu di kaguminya, di kasihinya terlepas dari kesalahan yang terjadi dahulu. Tiffany yang selalu menjadi inspirasinya untuk terus bangkit dari keterpurukan. Nama Tiffany yang akan di sebutnya dengan mata berbinar memancarkan kebahagiaan. Dan Tiffany yang baginya, adalah sumber dari segala macam kebahagiaan di hidupnya.  Kau begitu berarti baginya, kau begitu di sanjungnya, membuat aku merasakan iri yang dalam akan sosokmu, Tiffany. Apa yang telah kau perbuat padanya?”

Jessica berbalik lalu melemparkan pandangannya kea rah Taeyeon yang masih setia terpejam di atas tempat tidurnya. Tangisan air sudah menggengani pelupuk matanya, lalu dia menatap nanar Tiffany yang mematung mendengarkan semua kata-katanya. Tiffany sudah lebih dulu menjatuhkan air matanya karena itu,

“Tiffany.. Hwang..”Gumam Jessica pelan lalu ikut menitihkan air matanya,

“Aku mengaku kalah, sekarang.”

Tiffany lalu membulatkan kedua matanya mendengar itu, dia menatap Jessica penuh Tanya dan khawatir. “Aku tidak bisa membuatnya berpaling darimu, aku gagal.”

Jessica menatap Tiffany sekali lagi, “Apa kau mencintainya?”

Pertanyaan itu membuat Tiffany tertegun untuk beberapa saat, “Ya, Aku mencintainya. Sangat.”

Tiffany akhirnya bisa menjawab pertanyaan seperti itu dengan baik. Ia tidak pernah seyakin ini dalam hidupnya, “Itu bagus. Karena mulai sekarang, aku harus berusaha melepaskan Taeyeon lagi, untukmu.”

“Tapi, Tiffany.. ini bukan permainan lagi.. aku sungguh-sungguh akan membunuhmu lain kali jika kau pergi meninggalkan sisinya lagi. Aku pernah mengalah padamu sekali, dan aku melakukannya lagi sekarang.”

“Tetapi aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya lagi, atau kau harus berhadapan langsung denganku.”

Tiffany lalu semakin memantapkan hatinya untuk itu, ia yakin akan pilihannya kali ini. dia juga mengerti bagaimana besarnya hutang yang harus di bayar pada Jessica. Dia pernah mendapatkan kesempatan itu sekali, dan ia membuangnya dengan keji. Dan dia mendapatkannya lagi sekarang, kali ini dengan bayaran yang setimpal, untuk bisa bersama Taeyeon lagi. Tetapi ia tau akan ada resiko yang besar jika ia melanggarnya lagi. Lalu dirinya menyadari, bahwa mungkin ini adalah kesempatan terakhirnya. Dan dia tidak akan mendapatkannya lagi, jika dia melewatkan yang satu ini.

“Jadi..  Kali ini kau tidak bisa membuang kesemmpatan terakhirmu. Kau harus mengisi hari-hari orang itu, dengan kebahagiaan yang pantas ia dapatkan. Tebus semua dosamu dengan tidak pernah meninggalkan sisinya, lagi. aku tidak pernah memohon pada orang lain sebelumnya..”

Jessica lalu melangkah mendekat padanya yang kin masih terisak,

“Tetapi, kali ini aku memohon padamu, Tiffany. Untuk Taengoo, dan semuanya. Kau harus melakukan pilihan yang tepat, kau harus bersamanya dalam suka dan duka. Orang itu begitu suci dan lembut, kau harus menjaganya. Seperti aku yang selalu melakukan itu untuknya. Dan hanya kaulah harapanku untuk membawanya kembali. Kembali bersama kita, di dunia ini. berbagi cerita setiap  harinya, mendengar tawanya yang unik, juga candaannya yang lucu. Kau harus berjanji padaku, untuk membawanya kembali, Tiffany. Berusahalah dengan keras, buat aku percaya dan tidak merasakan penyesalan atas keputusanku untuk melepasnya lagi, untuk bersamamu.”

 Aku berjanji padamu, Jessica.

Aku akan membawa dia kembali ke sisi kita.

Dan kesempatan yang kau berikan, akan aku pastikan aku menjalaninya dengan bijak dan hati-hati. Aku tidak akan pernah mengulang kesalahanku lagi. dan ini adalah kesempatanku untuk membuktikannya padamu.

Aku.. akan berusaha lebih keras lagi.

 


 

 

Aku sudah di lobby utama, Tiffany.

Wanita itu menarik napasnya dalam, lalu membuangnya dengan kasar. Sampai kapan ia akan seperti ini? diapun tidak tahu. Dia belum bisa memutuskannya. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia ingin sekali mengakhiri hubungannya dengan pria itu. tetapi itu semua tidak semudah yang orang kira. Ia sudah terikat dengan keluarga mereka juga, sekali ia masuk ke dalam lingkup bertunangan, bukan hanya raganya yang menjadi milik pria itu. tetapi jiwa dan hatinya juga, sudah terikat dengan ikatan keluarga dari masing-masing pihak.

Tiffany tidak bisa memikirkan hal yang lebih baik, untuk bisa sedikit menghargai perasaan pria itu. ia mengakui bahwa dia pernah jatuh cinta sangat dalam dengannya, tetapi seorang Taeyeon dapat membuat keyakinannya berubah total. Dan itu berkat ke sempurnaan yang dia miliki. Yang Tiffany percaya, adalah yang terbaik di hidupnya.

Setiap kali ia melihat Nickhun, ia sama sekali tidak merasakan perasaan yang dulu mengelilinganya ada disana lagi. Semuanya tampak samar, sedangkan nama Taeyeon tak pernah beranjak dari kepalanya. Dia akan menjawab perkatan Nickhun seadanya, dan berusaha untuk tertawa di setiap candaanya. Tak tulus memang melakukannya, tetapi hanya itulah yang bisa ia lakukan sekarang.

Dia ingin sekali terbebas dari ikatan janjinya sendiri dengan pria itu, dan berlari bersama Taeyeon hingga ujung dunia. Tetapi nampaknya realita tak seindah itu. dia masih disini, masih menjadi milik orang lain bahkan saat Taeyeon masih terpejam, berjuang untuk hidupnya. Tiffany merasa seperti seorang pengecut karena tidak berani mengambil keputusan sendiri. dia merasa seperti orang bodoh karna sifatnya sendiri. yang baginya sangat egois.

Dia hanya tidak bisa berhenti menyakiti Taeyeon..

Tiffany tidak pernah mempunyai niat untuk itu, tetapi dirinya tau. Jika dia sudah berada di luar kemampuannya untuk semua itu. kendali yang seharusnya ia pegang sendiri, ia hanya tidak bisa mengambilnya.

“Taeyeon-ah, aku akan pergi sebentar. Aku akan kembali secepat mungkin, sayang.”Tukasnya lalu mencium kening orang itu dengan lembut, dia menyempatkan untuk memandang garis wajah Taeyeon sekali lagi. Lalu tersenyum tanpa alasan yang jelas,

“Saranghae.”


“Lalu ketika Minjung datang, semuanya harus mengumpat di balik lemarinya yang begitu kecil!”Pria itu tertawa akan pernyatan yang di lontarkannya sendiri. sementara Tiffany tidak menemukan itu lucu sama sekali, padahal candaanya mungkin akan lucu ketika orang lain yang mendengarnya.

Jadi dia hanya terkekeh pelan, sembari menyeruput kopinya. Dia begitu bosan disini, andai ada orang yang mau menjemputya sekarang untuk kembali ke rumah sakit. Ia tidak perlau menyakiti pria ini dengan berpura-pura bahwa dia sedang bersenang-senang dengannya disini.

“Fany-ah.. ada apa?”Tanya pria itu dengan intonasui yang lembut,

“Oh? Aku baik-baik saja. Ada apa denganmu..”Lalu di akhirinya dengan tawa heran,

Pria itu menaikkan satu alisnya,

“Kau terlihat tidak senang bersamaku..”

Tiffany lalu menatap pria itu dengan tatapan heran, mencoba mencari maksud dari penyataanya barusan. “Kau ini bicara apa?”

Baru saja pria itu ingin menjawabnya, namun telfon genggam Tiffany kembali bordering.

“Sebentar, Khunnie.”

Pria itu hanya memasang wajah herannya. Dia begitu penasaran akan apa yang membuat tunangannya itu semakin jauh dari dirinya. Dia yakin dia tidak melakukan kesalahan apa-apa. tapi kelakuan Tiffany jelas sekali menunjukan bahwa ada yang menganggu perasaanya belakangan ini.

“Baiklah, Kabag. Aku akan melakukan pemeriksaan Taeyeon siang ini juga.”

“Eh, maksudku, Presdir Taeyeon.”

“Baiklah, Kabag. Song. Sampai bertemu di rumah sakit.”

Tiffany lalu memutuskan pembicaraanya di telfon genggam, lalu menatap Nickhun lagi. Dia lalu mendapatkan ekspresi tidak biasa pria itu,

“Maaf Khunnie sepertinya aku harus kembali. Kabag. Song memintaku untuk melakukan pemeriksaan kondisi Taeyeon.”

“Lagi?”

“Apa hanya nama Taeyeon, Taeyeon, dan Taeyeon yang ada di kepalamu!?”

Tiffany hanya bisa ternganga mendengar pria itu yang selama ini di kenal lembut tiba-tiba berteriak kepadanya, ia agak merasa takut dengan intonasi suaranya yang di tinggikan.

“Dia bahkan bukan siapa-siapamu! Yang kau bicarakan hanya Taeyeon ini Taeyeon itu. Kau bahkan rela menjadi dokter untuk merawatnya selama ini bahkan ketika banyak dokter lain yang bersedia untuk menyelamatkannya juga.”

“Kau bahkan sering mengabaikanku hanya untuk Taeyeonmu itu yang sekarang bahkan belum membuka matanya! Kau menghabiskan waktumu dengan sia-sia Tiffany! Apa kau tidak menyadari itu? Apa kau bahkan mengetahui perasaanku, ketika kau menolak untuk keluar bersamaku hanya untuk menjaganya semalaman? Apa kau mengetahuinya, Tiffany!?  Buka matamu dan lihatlah aku yang sekarang di depanmu! Tidak ada Taeyeon! Lihatlah! Dia hanya orang asing yang aku bahkan tidak mengerti kenapa kau begitu menyanjungnya!”

Tiffany lalu mengepalkan tangannya dengan kuat mendengar setiap perjataan Nickhun barusan. Dia sungguh tidak percaya bahwa pria ini mampu mengatakan itu semua tanpa memperdulikan efek di balik omongannya. Dia sungguh tidak terima dengan pernyataan yang dia lemparkan begitu saja tadi. Tiffany bisa merasakan amarah yang menggebu di ulu hatinya sekarang,

“Apa kau sudah selesai? Bisakah aku bicara sekarang?”Tiffany berusaha dengan keras untuk menahan emosinya yang kini meluap-luap dengan menjawab pria ini dengan nada yang tenang.

Nickhun hanya terdiam dengan wajah amarahnya yang kini memandang Tiffany,

“Orang asing? Kau bahkan mengatakan atasan mu sendiri yang sungguh baik padamu, orang asing. Nickhun.”

Pria itu agak terkejut ketika wanita yang ada di depannya kini hanya memanggil namanya, bukan nama panggilan yang biasa di gunakannya.

“Kau sungguh keterlaluan, kalian bahkan bercanda dan bekerja bersama. Kalian berteman, tapi apa ini balasanmu?”

“Bukan itu yang aku maksudkan, Tiffany..”sela Nickhun cepat,

“Maksudku, di luar sana banyak dokter yang bisa menjaganya. Kenapa harus kau juga yang menawarkan diri untuk itu?”

Tiffany menarik napasnya dalam lagi, kali ini dia memasang wajah serius yang tenang.

“Karena dia bukan orang asing yang seperti kau sebutkan tadi, Nickhun. Kau tidak mengetahui apa-apa.”

Tiffany lalu bangkit dari duduknya, hendak pergi meninggalkan pria ini yang masih merasakan amarah yang dalam. Nickhun ingin menahan lengan wanita itu untuk pergi dengan sigap,

“Lalu beritahu aku jadi aku bisa mengerti, Tiffany. Siapa dia bagimu?”

Ada penekanan di akhir kalimatnya, dan Tiffany bisa mengerti bahwa pria ini menginginkan jawaban yang pasti. Tiffany hanya bisa memandangnya dengan tatapan kosong kali ini. Dia sempat berlikir apakah perlu dia memberitahu semuanya, dan apa yang akan terjadi jika pria ini tau yang sebenarnya?

“Kau tidak perlu tau.”

“Aku pergi.”Tiffany melepaskan tangannya dengan paksa, meninggalkan Nickhun yang terdiam penuh tanda tanya.

Lagi-lagi Tiffany mengutuk dirinya sendiri karena menjadi seorang pengecut untuk hubungannya dengan Taeyeon.

Maafkan aku, Taeyeon-ah, ini bukan waktu yang tepat…


“Operasi akhirnya bisa kita lakukan pekan depan.”

Mendengar itu, wajah Hayeon sumringah lalu segera memeluk Tiffany yang kini ada di depannya, yang baru saja memberikan kanar bahagia itu. “Aku tau, Taengoo bisa bertahan hingga hari itu.”Gumamnya di bahu Tiffany, ada nada bahagia disana dan Tiffany bisa merasakannya juga.

Walaupun dia ragu akan dirinya sendiri untuk menghadapi itu, dia berusaha tenang dan berdoa untuk melakuan yang terbaik yang dia bisa.

“Aku tau kau juga bisa melakukannya, Tiffany Unnie. Kau adalah dokter yang mengagumkan yang pernah aku temui di hidupku.”Tambah Hayeon, mampu membuat Tiffany mengukir senyum di wajahnya mendengar itu.

“Plus, aku tau akan menepati janjimu sebelumnya, kan?”Hayeon melepaskan dekapannya dan menatap penuh harap Tiffany.

Wanita itu lalu mengangguk cepat sembari mamasang wajah yakinnya.

“Aku akan menepatinya, Hayeon-ah, aku akan berusaha dengan keras. Aku tidak mau mengecewakanmu dan kakakmu untuk yang kedua kalinya. Dia akan kembali lagi ke kita, Hayeon-ah.”Suara Tiffany melembut mengatakan itu, dalam hatinya dia juga meyakini dirinya sendiri akan itu. Perasaan takut dan khawatir mungkin begitu besar, tetapi sama halnya dengan tekat dan kemauannya untuk memperjuangkan Taeyeon.

Dia tidak ingin kembali ke masa lalu dimana dia tidak dapat merasakan kehadiran Taeyeon. Dia tidak ingin menyesal karena melepaskan orang itu lagi.

Dia tidak ingin mengulang kesalahannya lagi.


Hari ini adalah hari besar baginya, juga bagi orang-orang yang mengaharapkan kemajuan dari kondisi wanita itu yang sudah hampir dua bulan terbaring lemah di atas ranjangnya.

Tiffany tidak bisa mengungkiri bagaimana gugup dan takutnya dia sekarang, dia bisa merasakan detak jantungnya yang sangat cepat. Lagi, operasi besar ini adalah penyebabnya. Dirinya akan kembali menjadi pemimpin jalannya sesi operasi. Dia telah mempersiapkan dirinya untuk waktu yang lumayan lama. Dan hari ini adalah penentunya juga. Dia tak hentinya memanjatkan doa pada surga untuk memperlancar jalannya operasi.

Terlepas dari tugasnya sebagai dokter yang menyembuhkan pasien. Dia akan menjadi seseorang yang membantu untuk mengubah jalan hidup Taeyeon seperti sedia kala. Dia bertekad untuk membawa kembali Taeyeon. Dia ingin bersama orang itu untuk waktu yang lama, dan ia sangat yakin akan pilihannya. Dia ingin menjadi orang yang juga berperan besar dalam hidupnya. Dan ini adalah salah satu caranya. Dia tidak ingin berdiam diri lagi, Tiffany menyadari bahwa apa yang sekarang akan di lakukannya, mungkin saja akan mengubah suratan takdir Taeyeon yang kurang beruntung ini.

Lagi pula sudah banyak yang mempercayakan kemampuannya. Dia bahkan telah berjanji pada Hayeon dan Jessica, bahwa dia pasti akan berhasil di operasi besar ini. dia telah memegang janjinya kuat-kuat, dan tidak berniat untulk mengingkarinya.

“Kim Taeyeon. Presiden dari perusahaan yang sekarang menjadi tempat kita bernaung. Mengalami kecelakaan helicopter enam minggu yang lalu. Usianya 29 tahun, dia sudah dalam kondisi kritis sejak di larikan ke rumah sakit dan menjalani operasi tindakan pertama. “

Kabag. Song membuka konfrensi rapat kali ini di hadapan banyak pasang mata pekerja di rumah sakit ini. Kabag, ketua dapertemen, professor, dokter dari segala bidang kini tengah berkumpul untuk menghadiri rapat mengenai operasi akhir dari Presdir mereka.

Membuat Tiffany yang sedari tadi duduk di balik podium, merasakan keringat dingin yang terus menganggunya.

“Dia mengalami penyumbatan arteri akibat pembekuan darah, dan patahnya tulang rusuk.”

Baru saja pernyataan itu di lontarkan, ada salah seorang dokter muda yang mengangkat satu tangannya untuk memberikan pendapatnya.

“Dia bisa saja mengalami gagal jantung di  tenga-tengah operasi.”

Tiffany akhirnya berani untuk menjawab komentar dokter muda itu yang ia tau, berasal dari departemen bedah juga. Sama sepertinya.

“Kegagalan jantung memang sempat terjadi, di operasi tindakan pertama. Tetapi ketika itu terjadi, saya bisa menanganinya dengan baik. Intinya adalah, walaupun kemungkinan itu akan terjadi lagi, nanti. Saya rasa dengan membantu mengembalikan detak jantungnya dengan cpr, akan membantu lagi. atau tidak, Presdir akan mengalami expire, kan? Saya sudah memikirkan kemungkinan terburuk.”

lalu banyak yang menganggukan kepala mereka setuju dengan jawabannya,

Kabag. Song memutuskan untuk melanjutkan presentasinya, “Seperti yang kalian lihat, kita harus menyembuhkan arteri koronernya. Juga pembesaran pada katup dan ventrikel kiri. Karena sebagian besarnya akan mengalami fibrosis.”

Fibrosis : pembentukan skar halus membuat jaringan mengeras dan mengurangi aliran cairan sebagian ventrikel kiri.

“Dan karena itu, kita harus memasang VAD.”

VAD : Ventrikel membantu perangkat sejenis pompan jantung.

“Dan Tiffany-Euisa  yang akan memimpin jalannya operasi Presiden.”

Kabag. Song dan yang lainnya memonitor mereka dari luar ruangan operasi yang akan berjalan. Mereka khawatir akan sesi ini yang belum juga di mulai. Terlihat jelas bahwa orang yang ada di dalam sana sedang ricuh dankebingungan.


 

“Ada apa ini?”Tanya Tiffany setelah dia memasuki ruang operasi dan memakai pakaian sesi operasinya. Sekali lagi, dia kembali menunjuk sahabatnya, Yuri untuk menjadi sisten pendamping.

“Pasien mengalami pembekuan darah.”Jawab Yuri cepat,

“Ini adalah salahku, Dokter. Aku lupa melakukan tesnya,”Sambar seorang dokter muda denga nada khawatir dan takutnya, Tiffany lalu menoleh kearahnya. Ia tidak habis pikir, bahwa ada saja orang yang akan melupakan hal sepenting itu.

Dia tidak menyangka, bahkan dia sesi operas belum di mulai, sudah ada masalah serius yang menghadangnya.

“Maafkan aku,”

“Bagaimana dengan trombositnya?”Tanya Tiffany cepat tanpa mengiraukan permohonan maafnya,

“Hanya ada 50.000. kita tidak bisa melakukan operasi!”Jelas Yuri di balik masker itu,

“Pasien akan meninggal, jika kita tidak melakukan operasi!”balas Tiffany tak kalah keras, sebenarnya rasa takut yang begitu mencekam sedang melanda hatinya kini.

Tetapi ia harus kuat untuk Taeyeon.

aku tidak akan membiarkan itu terjadi, Taeyeon-ah..

“Tetapi kita tidak bisa menyuntikkan herparin atau warfarin.”

Herparin : antikoagulan

Warfarin : mencegah thrombosis.

“Terjadi kekacauan disana, Kabag. Song.”

“Laporkan padaku,”

“Pasien mengalami pembekuan darah, jumlah trombosit normal adalaah 300-400 ribu, tetapi dia  hanya memiliki 50.000. “Kabag. Song tidak meninggalkan pandangannya akan monitor, dia sempat berpikir keras untuk mengangani masalah itu. Pasien akan meninggal jika dia tidak segera mendapatkan operasinya,

Ini adalah Presiden mereka yang sedang di tangani.

“Itu berarti mereka tidak bisa menamkan VAD…”Ujarnya pelan,

Sementara di ruang operasi..

Tiffany menatap betul-betul dan berusaha mencari tau kondisi Taeyeon sebenarnya di monitor cardiac. Dirinya kini di landa gelisah yang hebat, benar-benar takut akan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.

“Kita tidak bisa melakukan operasi, Tiffany-euisa..”

“Lepaskan peralatan oeprasinya dan bawa dia ke ruang rawat.”Sambar dokter anestesi yang terheran melihat Tiffany yang masih menatap monitor dengan sangat hati-hati.

“Tunggu sebentar.”cegah Yuri cepat,

“Tidak ada yang bisa kita lakukan, semuanya sudah berakhir. Presiden tidak bisa..”

“Aku bilang tunggu sebentar! Biar Tiffany-euisa yang memutuskan!”

Tiffany lalu memejamkanmatanya untuk sesaat.

Taeyeon-ah, aku tidak mempunyai pilihan lain. Ini adalah keputusan akhirku.

Lalu dia kembali membuka matanya, Tiffany menatap lamat-lamat semua orang yang ada di ruangan ini. tatapan penuh dengan keyakinan dan kesungguhan.

“Jika kita tidak  bisa menyuntikkan warfarin pada pasien.. kita akan melakukan prosedur SAVER.”

Lalu semua orang menatapnya dengan tatapan tidak percaya,

Itu adalah prosedur saat mereka membuka permukaan jantung, untuk menghilangkan jaringan yang mati. Dan membuangnya. Kemudian mereka menutupnya kembali seperti keadaan semula. Kedengaran sangat mudah, tetapi ini adalah prosedur operasi yang sudah tak terpakai. Tingkat keberhasilannya sangat rendah jadi tidak ada yang menggunakannya lagi.  apalagi dengan kondisi Taeyeon yang banyak nekrosis (banyak jaringan yang sudah mati)

“Kita harus tetap menyuntikka herparin selama prosedur saver.”Tambah Tiffany yang kini menyadari orang-orang menatapnya dengan ekspresi yang khawatir.

“Tapi akan terjadi pendarahan!”

“Kita bisa melakukannya dengan persediaan darah dan trombosit. Dan jangan sampai lengah.”Jawab Tiffany cepat,

“tetapi katup kirinya penuh dengan 40% nekrotik, Tiffany-euisa.”

Tiffany justru berjalan menuju ke sisi lain ranjang operasi, bersiap untuk memulai sesinya.

“tetapi kita membutuhkan persetujuan walinya!”

Aku yakin Hayeon akan setuju dengan keputusanku, iya kan, Taeyeon-ah? Aku minta maaf untuk keadaanmu yang seperti ini. aku tidak bisa memikirkan hal yang lebih baik,“Walinya pasti setuju akan keputusanku.”Jawab Tiffany lagi,

“Sekarang bersiaplah.”

“Yuri,”Panggilnya, lalu wanita itu ikut berdiri di sekitar meja operasi. Dia menatap Tiffany bangga, menandakan dia juga menghargai  keputusan yang di ambil dengan keberaniannya.

“Beritahu aku jika kau melihat tanda-tanda pendarahan.

“Baiklah.”

Tiffany kembali terpejam,

Ini dia, Taeyeon-ah..

“Prosedur saver. Akan di mulai.”

 


 

 

Tiffany tidak menyangka jika usaha kerasnya akan berhasil. Dia mampu menyelesaikan semuanya dengan senyuman sumringah ketika monitor menunjukan keadaan Taeyeon yang sangat baik di akhir sesi operasi. Dia sempat merasa putus asa setelah mengetahui kondisi Taeyeon yang tiba-tiba saja menurun saat operasi akan di mulai. Tetapi dengan segala kebraniannya dia mengambil keputusan yang mungkin orang lain tidak akan pernah memilih jalan itu.

Dia sungguh bahagia, hingga tidak bisa menahan air matanya. Lalu memeluk tubuh sahabatnya yang juga berada dalam satu ruangan. Semuanya menatap Tiffany haru akan keberhasilannya .ini adalah sebuah keajaiban yang berhasil ia ciptakan hari ini. dan tidak akan dengan mudah di lupakan oleh orang lain yang menyaksikannya.

Tiffany lalu melangkah keluar ruangan dengan tangis harunya, menemukan Hayeon dan Jessica yang masih memasang muka khawatir dan takut mereka.

Tetapi setelah melihat ekrpresi Tiffany, keduanya ikut mengembangkan senyum mereka dan berlari menghampirinya.

Hayeon segera berhamburan ke pelukan Tiffany yang kini masih menangis pelan, “Aku tau kau bisa melakukannya, Unnie.. terima kasih karena menepati janjimu.”Gumamnya lalu menghapus air mata Tiffany yang jatuh,

Tiffany hanya bisa mengangguk pelan tanpa bisa berkata apa-apa. lalu dirinya menatap Jessica dengan tatapan kepuasan dan bahagia.

“Aku rasa kau pantas mendapatkan kesempatan itu, Tiffany. kau telah  membuktikannya, Terima kasih.”Jessica menarik tubuhnya untuk kembali di dekap,

Tiffany bisa merasakan kebahagiaan yang merekah hebat di ruanghatinya kini.

“Terima kasihkarena sudah berusaha, dan tidak lagi melanggar janjimu.”Gumam Jessica pelan sembari masih memeluknya erat,

 

 


 

“Kau tidak mengerti, Nickhun.”

Pria itu tidak dapat menahan rasa kecewanya lagi. Dia hanya bisa terpejam merasakan beribu-ribu jarun kecil yang menusuk-nusuk hatinya sekarang. Menyakitkan memang, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa.

“Khunnie? Kau memanggilku itu dulu..”Gumamnya pelan belum mau menatap kembali wanita yang ada di depannya,

Sementara yang di ajaknya bicara hanya bisa menatapnya nanar, penuh penyesalan. Tiffany tau, dia telah menyakiti banyak orang. Dia bahkan baru saja mengulanginya lagi. Tetapi diq juga tidak bisa menentukan kemana hatinya akan berlabuh.

Dia telah jatuh untuk Taeyeon untuk yang ke sejuta kalinya. Dia sangat mencintai figur itu dan tidak akan pernah bisa melepaskannya lagi, sekalipun dia harus meninggalkan pria dengan seluruh keteguhan hatinya yang telah mengisi hari-harinya selama Taeyeon tidak di sampingnya.

Dia sangat mencintai Nickhun, tetapi itu tidak pernah cukup. Tidak seperti bagaimana rasa cinta itu ada untuk seorang wanita bernama Taeyeon.

Ia tidak pernah bermaksud untuk mempermainkan perasaan orang lain, Tiffany tau dirinya tidak sempurna. Tetapi dia tidak bodoh untuk mengetahui siapa orang yang mampu membuatnya mencapi titik paling bahagia di hidupnya. Dia begitu bodoh karena terlambat menyadari itu, jadi dia ingin menuntaskan semuanya sekarang.

Walaupun orang itu belum tentu akan kembali padanya, membuka kedua matanya. Ada untuknya seperti sedia kala, Tiffany hanya tidak mau. Jika orang itu akhirnya kembali padanya, mengetahui bahwa ia masih menjadi milik orang lain. Itu sama saja dia membunuh orang yang sangat di kasihinya berulang kali, dan ia tidak pernah mengharapkan itu terjadi.

“Kenapa.. Tiffany? Kau tidak mau memanggilku seperti itu lagi?”Suara itu parau terdengar, sementara Tiffany mulai menitihkan air matanya perlahan. Bagaimanapun, dia pernah mencintai pria ini dengan segenap hati dan jiwanya. Berpisah dengannya pasti akn meninggalkan bekas luka yang mendalam.

“Tiffany, aku selalu berpikir bahwa aku telah melakukan yang terbaik untukmu. Sampai-sampai aku tidak menyadari bahwa kau perlahan sudah pergi dari kehidupanku.”

“Tiffany, Jika aku memang berbuat kesalahan, aku minta maaf. Tetapi kau tidak bisa meninggalkanku seperti ini..”Pria itu tidak mampu menampung lagi bendungan air matanya.

Tiffany yang menyaksikan itu semakin terisak, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ia tersesat akan waktu yang sedang berjalan di sekitarnya,

“Bisakah kau memikirkannya lagi?”

“Apa dia bahkan pantas untuk menjagamu, Tiffany? Dia juga perempuan, sama sepertimu. Dia tidak bisa menjagamu, seperti yang aku lakukan. Apa kau bahkan bisa melihat masa depanmu bersamanya? Aku rasa tidak, Tiffany. Dia tidak bisa membuatmu bahagia, jangan memilih sesuatu yang akan membuatmu menyesal.”

Dengan itu, berhasil membuat Tiffany untuk mendongak menatap pria yang kini berusaha tegar. Tiffany lalu bisa mengetahui dengan pasti apa yang sedang di bicarakannya,

“Kau tidak mengerti!”Tukasnya agak keras,

“Lalu buatlah aku mengerti.”

Tiffany mengepalkan kedua tangannya. Dia menatap pria itu dalam, agaknya dia kecewa karena pria itu telah berbicara seperti itu tentang Taeyeon. Orang yang sangat di cintainya kini.

“Aku pernah berpikir seperti itu juga, aku bahkan sudah menggambarkan masa depan kita bersama, dan melepaskan Taeyeon begitu saja. Aku membuangnya hanya untuk menggapai masa depan itu. Bersamamu, Nickhun. Tetapi ketika dia pergi, aku baru merasakan yang namanya kehilangan dan penyesalan yang tidak berujung. Aku mungkin sedang tertawa dan bercanda bersamamu, tetapi kau tidak pernah tau bahwa setiap kali kita bersama, hanya nama Taeyeonlah yang terus terekam di memoriku. Dia adalah orang yang begitu mengagumkan dan semua orang ingin memilikinya. Tetapi aku dengan segala kebodohnku membuang dirinya yang begitu sempurna itu. Hatinya begitu suci, dan aku menyakitinya berulang kali. Tetapi dia masih mau memaafkan semua kesalahanku, Nickhun. Dia seperti malaikat yang entah bagaimana di kirimkan untuk orang sepertiku. Yang bahkan tidak pantas untuk bersanding dengannya. Kau tidak mengerti bagaimana perjuangannya untuk melawan takdir kehidupannya yang begitu keras. Aku? Aku bahkan tidak pernah di sampingnya ketika dia sedang berada dalam keterpurukannya. Aku begitu idiot untuk membiarkannya pergi. Melakukan itu untuk kedua kalinya, akan menjadi hal terbodoh yang pernah aku lakukan di dalam hidupku.”

“Aku tidak berniat untuk mengulang kesalahan yang sama,”

“But she’s a girl, Tiffany! Just like you! She can’t protect you, for God sake!”

Tiffany bisa merasakan api amarahnya yang membara di dalam ruang hatinya,

“Berhenti mengatakan itu. Berhenti mengatakan jika dia tidak bisa melindungiku. Sekali lagi aku ulangi, kau tidak tahu apa-apa.”

“Dia mungkin perempuan sama sepertiku, itu juga menjadi hal yang aku pikirkan dulu. Aku tidak bisa bersama seorang perempuan, dia tidak bisa menjagaku, dan keluarga kecilku nanti. Dia tidak bisa mengambil peran sebagai pelindungku dari marabahaya. Aku terus mempercayai itu, Nickhun. Percayalah.”

“Tetapi kemudian aku menyadari, semua itu salah..”

“Bahkan ketika aku sudah meninggalkannya, dia terus menjadi pelindungku yang tak ada hentinya. Apa kau ingat ketika aku menjadi dokter yang salah mendiagnosis pasien? Hingga komite rumah sakit berpikir untuk memecatku. Dia adalah orang yang mau menggantikan posisiku untuk itu, dia bahkan meninggalkan negara ini untuk waku yang lama agar aku bisa tetap bekerja disana dan menjadi seperti ini.”

“Bukan hanya itu, Nickhun. Dia telah melakukan banyak hal untuk melindungiku. Melindungi orang sepertiku yang tak pernah berhenti menyakitinya. Bisa kau bayangkan betapa hebatnya dia?”

“Dia bukan hanya seorang perempuan yang lemah. Aku mempercayainya. Taeyeon adalah orang yang bisa menjagaku dengan caranya sendiri. Dia melakukannya dengan sangat baik, hingga saat ini.”

“Seperti yang kau katakan sebelumnya.”

“Dia perempuan, tetapi dia adalah Kim Taeyeon. Aku begitu mencintainya, dan aku yakin dia merasakan hal yang sama padaku. Dia adalah sosok yang tepat, sosok yang ada di gambaran masa depanku nanti, dan dia adalah pelindung dan figur pemimpin keluarga kecilku nanti, Nickhun.”

Lalu dia melenggang menjauh dari tempat pria itu berdiri. Menghapus air matanya yang jatuh, dan memantapkan langkahnya untuk kembali ke orang itu. meninggalkan Nickhun yang hanya bisa termangu akan apa yang baru saja terjadi. Kisahnya dengan pria itu telah berakhir, dia akan memulai yang baru dengan orang itu. yang masih terpejam, yang ia yakin. Akan membuka kedua matanya lagi suatu hari.


Tiffany menangis tersendu sendiri di kamar ini, dirinya di landa banyak rasa yang di aduk dalam satu wadah hatinya. Dia masih teringat kejadian semalam dimana dia akhirnya memutuskan hubungannya dengan pria itu. dia merasakan sakit di hatinya, namun dia juga bisa merasakan beban itu yang sangat menyiksanya, mulai hilang dengan perlahan.

Isakan tangisnya semakin hebat ketika dia mendapati wajah damai Taeyeon di atas ranjang. Dia menggamit satu punggung tangannya, di jatuhkannya banyak kecupan lembut disana.

Aku telah berhasil, sekarang giliran kau yang harus berusaha untuk membuka matamu, Taeyeon-ah..

Tiffany terpejam memikirkan beberapa hal yang menganggu pikirannya akhir-akhir ini. bagaimana jika operasi itu tidak akan menunjukan efek apapun? Bagaimama jika semua itu sia-sia dan Taeyeon benar-benar tidak akan membuka matanya lagi? ia seharusnya sudah bangun, tetapi disinilah dia. Masih mendapati Taeyeon dengan kondisi yang sama seperi sebelumnya,

Ketakutan semakin mencekamnya sehingga Tiffany menghasilkan isakan yang lebih keras,

Dia kembali memejamkan matanya, menangis terisak memikirkan semua yang kini terjadi. Dia hanya tidak bisa menahannya lagi, dia sungguh menginginkan keajaiban datang padanya, sekali lagi.

“Kau terlihat berantakan ketika menangis seperti itu, Fany-ah”Ujar suara seseorang dengan sangat pelan dan parau. Hampir tidak terdengar,

Tiffany lalu membuka matanya,

Dan nampaknya surga sekali lagi mengabulkan doanya,

Di dapatinya Taeyeon yang kini membuka kedua kelopak matanya setelah sekian lama. Tiffany bisa melihat senyum tipis yang tergores di bibirnya di balik selang pernafasan itu.

Dan dia tau, bahwa orang ini telah kembali di hidupnya.

Untuk waktu yang lama.

Taeyeon-ah…

 

 

 

 

 


 

huuuuuuuuuuuuuuuuuuft. sulit sekali memang bahkan untu memikirkan plot cerita ini.

jazz kewalahan.😭😭

jadi apapun hasll mengarang bebas aku, tolong nikmati saja ya! ❤

luvs! jangan lupa komen ah, terus jangan suka nebak2 cerita dehhh. bikin spoiler aja dasar locksmith jail-jail banget emang. 😦

salam cantik! maksudnya salam locksmith deng <3😊

@JAZZATTA1

 

 

 

 

Advertisements

101 thoughts on “MISTAKES (CHAPTER EIGHT) BY JAZZ

  1. utk koreksi : pasien yg sadar dri koma lebih dari 2 blan respon pertama keliru dgn kalimat panjang yg teyon lontarkan ckup dgn gerak jari perlahan lalu pany melakukan penilain dini kondisi pasien bru dilakukan pemeriksaan lnjutan lainnya misal pemeriksaan anggota gerak.
    fatal bgt tuh bsa gtu lupa ct/bt-nya edan bgt ankesnya. kndisi pasien dg jmlh trmbosit 50rbu operasi omaigot ga bsa byangin mgkn klo dunia nyata udh mati untung cma ff.
    Jass udah ya dramanya jgn dipanjangin lgi udah bosen.
    sekian.

    Like

    • kalo udah bosen gausah baca lagi deh, mendingan 🙂 terima kasih untuk koreksiannya ya, maaf sebelumnya saya bukan dari latar kedokteran. tapi tolong lain kali bisa lebih di perhatikan cara penyampaiannya, apa itu menyakiti/menyinggung penulis. saya tidak meminta untuk anda membanca di wp kami, tetapi terima kasih telah meluangkan waktunya untuk sekedar membaca tulisan amatiran kami. termakasih.

      ps. jika anda tidak akan membanca disini lagi, silahkan. tetapi jika demikian, berarti anda tidak akan membuka wp kami lagi. terima kasih sekali lagi, kami sangat menghargai apapun kritikan anda,

      🙂
      -jazzatta-

      Liked by 3 people

      • Maaf klo komen yg ak tulis menyinggung dn menyakiti penulis tdk ada maksud utk itu. Silakan hapus saja komen yg ak tulis.
        Ak hnya menggmentari konten dlm tulisan penyampaianku yg keliru dlm pemilihan bahasa. Maaf, beneran ga mau cari musuh, sekali lagi maaf. Terimakasih.

        Like

  2. Entahlah gue jadi ga tau mau komen apaan. Itu bener bener deh tae aduh lu Thor jungkir balikin hati para readers ahahahaa.

    Like

  3. 😭😭😭😭.. Daebak authornya narik ulur perasaan para reader euy😭😭😭
    Dok hwang uh sllu no 1 di hati tae dapet kembali dan memutus kan kehidupannya buat sang pemilik hati direktur Kim ^^.. Di sebut pantaskan taeny mendapet kan pengorbanan cintanya slma 4 tahun lamanya mrk tak dioertumukan .. Tetapi takdirlah yg mempermainkan keadaan hingga di part ini taeny di uji kembali.. Gomawo thor memberikan motivasi para jones untuk bisa memahami.. Memaafkan.. Menerima semua yg pernah di alamai sang pencinta ^^

    Like

  4. wuuhhh sempet di bikin panik nihhh ama jalanya operasinya taeyeon.. belum mulai operasi udah ada masalah aja.. untung nya fany berhasil, berhasil pula putus ama nikon,, tinggal berharap taeny Balikan lagi..

    Like

  5. Tegang banget scene2 awal *berasa nonton drama*
    Selama operasi tae serangan jantung, ngeri malah tiffany syok tp untungnya dia tetep profesional,,
    Dan akhirnya hayeon tau klo tiffany yg udh nyakitin tae, tp dengan sifat pemaaf nya kaya tae hayeon ngerti dan malah ngedukung taeny 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
    Dan jessie beta bangga sama ente, mau ngelepas org yg lo cintai untuk ke dua kalinya 👍🏻👍🏻👍🏻
    Akhirnya kata putus terucap juga dari mulut fany, great job fany sorak sorai bergembira 🎉🎉🎉🎉
    Taeyeoonnn sadarrr dan masih sempet ngeledek fany uuhhhggg bahagiannya beta 😍😍😍

    Typo nya dikit kok author jazz surga => surge hehe jauh yahh,,
    Semangat jazz !!! Update soon gak sabar liat taeny berlovely 😬😬😬

    Like

  6. wohooo perbaperrr,, akhirrnyaaa setelah sekian lama koma sadar juga,, perjuangan patini nyelametin taetae ada hasilnya,, next thor. Ditunggu falling nya juga udah kangen

    Like

  7. Jazz jazz, ini cerita ngefeel banget dah. Ga tau harus komen apa hahaa
    Yang penting, janji yak buat taeny happy ending hehee

    Oh ya, sempet baca tadi ada beberapa typo cuma…. tercover lah ya sama cerita nya yang daebak hahaa

    Semangat terus jazz…

    Like

  8. Wow…panjangnya,
    Jleb lah keren ceritanya biarpun ga ngerti masalah medis…~kekekeke
    Yeaaa putus sm si gajah,AYOOO LOCKSMITH KITA PARTYYYYY….
    put..put..put…put ur hands up !!!!

    Like

  9. Akhirnya fany bz tegas syp yg d pilih n tdk egois lg,sungguh tae begt pntg buat fany ampe fany membuat keputusan yg mengejutkn..pts dr nikhun..
    Smg nh awal yg bae buat taeny..

    Akhirnya tae sadar juga deh..

    Like

  10. huaaa gue bangga sma lu thor, lu bsa bkin plot crita yg serumit ini dgn baik *bow
    lu hbat bgt bsa tau tntang nama” ilmiah kedokteran, apa jgn” lu anak stikes? haha
    akhirnyaaa tippany brani buat ninggalin si nickhun, dan taeny bersatu.. msih tinggal brp chapter lg thor? pliss lah selipin nc nya sdikit, bnyak jg boleh haha :v

    Like

  11. aduuuuh, dramanya bner2 bkin hanyut. deg2annya berasa bgt. lega deh, ahirnya tiffany bsa ngmbil kputusan. nyakitin sih. tp seenggaknya itu lbih baik drpda mnduakan.
    yeyy…. itu ahirnya tae bngun kan? lnjuuuuut!!

    Like

  12. Wkwk baca akhirnya dlu baru awalannya:’v gue kira bakalan nyesek lagi ternyata akhirannya rada adem wkwk,ajib setelah sekian lma menunggu tipanul mutusin gajah akhirnya dia mutusin gajah juga,lega huy:’V ditunggu kelanjutannya😆

    Like

  13. Btw gue kga konek pas bagian operasi,otak ora mudeng:’v maafkan daku karna daku disklh anak ips bukan ipa:’V ceritanya bikin ser ser mplos kehati:’V ajib bener,JAZZ BIKIN ENDINGNYA HAPPY YAK,KALO NANTI ENDINGNYA HAPPY,GUE KASI PERMEN SATU BUKUS PELASTIK DEH:’V ENTAR KIRIM LEWAT JNE :’V DITUNGGU KELANJUTANNYA , SANGAT SANGAT DITUNGGU #maapkandaku #komen #duakali :’v

    Like

  14. Pusing gw baca istilah kedokterannya ahaha tp sok sok ngerti aja deh lah yah..
    Uda nih bangun nih si tae ? Ciyeee tiffany ciyeee.. Hahaha
    Ta, typonya banyak… Tp gpp lah masih ngerti maksudnya kok pas baca.
    Abis ini yg manis manis yah jangan yg galau galau lagi. Lelah hati adek baca yg galau galau mulu hahaha

    Like

  15. Author saya suka karyamu apapun ituuuuu! Apapun yg kau tulis nurut gw sih yg pntg kt ngerti mksd cerita dan alurnya and thanks for the great feelings thor! Semua karyamu favoritku! Hwaitaeng thor!!!

    Like

  16. huuuffft daebaksakonexD
    perjuangan tidak akan menghianati hasil. akhirnya buka mata tpi liat pany berantakan:)
    thor sukses buat campur aduk feelnya. great kak:))

    Like

  17. Akhirnya taeyeon sadar jg, dan tiffany pun senang karena beban yg dia rasakan utk meninggalkan nickhun sudah lepas plus taetaenya bisa kembali bersamanya

    Like

  18. yeay.. putus.. putus.. putus.. akhirnya pany putus jg sama si dia.. hahaha
    ayo pany buat tae cepet sembuh, dan resmikan hubungan kalian.. yeay. 😁
    gomawo thor udah update cepet..hehe. 😁

    Like

  19. annyeong author …
    mianhe ne … aqw bbrapa blan kmaren jadi sider …
    soalnya koment an qw kaga masuk …
    smoga aja koment an qw yg ini masuk … amiiinnn

    Like

  20. alhamdulillah masuk … hehe

    oke author … aqw bcanya nek rumah nnti … soalnya aqw lg di sekolahan … jadi aqw koment ya ntar …
    annyeong …
    kamsahamnida … *bow*

    o iya, akun qw dulu yg namanya arfike_99 ne …

    Like

  21. stelah sekian lama akhirx fany tetapin hatix untuk tae seorang…
    kayak nton drama kedokteran nih..seru aplg wkt fany ambil kptusan pake metode saver* jadi ingat drama korea Dr.Stranger*..keren wihhh…
    next updatex pasti lbih keren kan thor?

    Like

  22. Walaupun gw ga ngerti ttg permedisan tp keren ceritanya.
    Dan yg bikin seneng si fany putus ama kunti, trs bs lanjut ama tae..apalagi tae udh sadar

    Like

  23. Thor itu typo byk bgt wooooy. Tapi kenapa ceritanya makin keren aja wooooy. Gak tau lagi deh harus bilang apa. Semangat nulis terus ya jazz, atta juga. Haha. Semoga kedepannya karya kalian makin keren, luar biasa, blablabla yang bagus2 lah. Aamiin. Maaf ya oot, gak bisa lagi komen tentang ceritanya, udah terlalu keren. Cara penulisannya.. Ide ceritanya. Bener deh suka bgt dari awal baca karya kalian berdua. Keep writing, ok? Haha. Kapan update lagi niy. Haha. Byebye.

    Like

  24. Yeesss tiffany kamu memang pintar memutuskan untuk pisah dari om gajah itu!! *peluk pany*😁 walopun drama tapi asik banget tau gk bacanya kek nonton kdrama jadinya wkwkwk always bagus karya mu thor 👏👏👏👌👍

    Like

  25. Huaaaaaaaa…….
    gw gk ikutan mewek kayak tippa dah… hahahhaha… akhernya mereka putus juga… yey!!!
    Aduh berasa ambil jurusan kedokteran gw thor… kekekeke…
    Tapi serius. semua cerita lo selalu ngebuat gw kecanduan… muke gile… gw fans no.1 lo…
    Buat taeny moment yg bnyk ya thor…
    Yoyoyoyo… see you again thor. Hwataeng!!!!

    Like

  26. Sukurin dah si khunyuk udah diputusin, daebak….akhirnya fany berani juga ngambil keputusan buat benar2 bersama taeyeon….
    Taetae buka mata juga akhirnya…emang kayaknya taeyeon baru mau bangun kalo fany udah benar2 mutusin si khunyuk kkkkk….. Jazz,,,cepetan kawinin taeny nya dong biar ga disamber orang lagi hihi… #ngarep

    Like

  27. Thorrr gue bnr2 kagum bgt sm karya mu ini thor..
    kata demi kata di ff lu tuh rasanya ngefeel bgt gt.. hehehe.. kyk ngalamin sendiri rasanya hahaha lebayyy tp bnrn lho thor.. daebakkk pokoknya.. hawa2 nya taeny bkal bersatu nih.. fighting jazzz… ^_^

    Like

  28. Authorr saranghae 😘😘
    Ahh, seneng banget baca chap ini 😁😁
    Akhirnya pany bisa mengakhiri nya sama nikhun 😄😄
    Aww aww, sica juga akhirnya udah benar” ngelepas taeng buat pany nihh, hayeon juga bisa memahami panyy 😁😁😁
    Aduhh semoga happy ending thorr
    Jangan buat salah satu dari mereka ada yg luka lagi thorr, udah cukup segitu aja tersiksanya mereka berdua 😂😂
    Jangan buat taeng sadar sebentar trus dia akhirnya nggak bisa sadar lagi thorr
    Jangannnn yaa thooorrrr 😁😁
    Hope happy ending
    Semangat for next chap thor

    Like

  29. hoorreeee, pany udah putus. akhrnya dia bsa tegas juga. pasti skit bgt jd jessi, sabar ya.
    tae, akhrnya kmu comeback juga….
    menunggu sweet”annya mereka…

    Like

  30. Gue nungguin banget sweet scenenya Taeny,,kapan thor sweet scenenya dimunculin??

    Btw bagian scene medisnya keren mengingat authornya kurang ngerti tntang dunia medis..
    Daebakkk 👍

    Like

  31. Akhirnya kau memilih keputusan yang tepat fany-ah, hahh syukur taeyeon akhirnya sadar juga. Semoga mereka bisa cepat bersatu, satukan mereka thor 😁,
    Semoga ga ada halangan lagi buat mereka bersama, fany-ah jaga ya taetae nya jangan di sakitin lagi loh.
    Author, bingung mau ngomong apa, chapter ini penuh pelajaran, keren thor keren banget malah, kita bukan hanya membaca tentang perasaan mereka, tapi dengan mempelajari ilmu kedokteran. Author emang daebak banget 🙌🙌🙌🙌🙌, yosh di tunggu chap selanjutnya thor 🙇, fighting 💪💪💪💪

    Like

  32. Huaaaaa sedih sedih gimana gitu , baca nih ff sambil dengerin lagu ballad euh 😭😭😭😭 , terharu sma pengorbanan tae di masalalu … sukur deh pani udh ngelepas nickhun dan tae udh sadar .. chap ini kan tegang2 gimana gitu jdi next chap kudu ada yg manis2nyaa hehe

    Like

  33. Ayo dooong next chapter nya!! 😆😆 gk sabar nih thor 😂😂
    JAZZATTA jjang! Ff nya daebak!! 😝😘

    Like

  34. huwaaa gue was” baca ini ff
    untung s tae selamat
    pasti taeny akan selalu bersatuu
    akhirnya hubungan tiffany sma s kunyuk udah end

    Like

  35. Aku terpaku. Bru baca lagi ff mu jazz yasalam bkin hmm thank u thank u uda nyempetin bkin ff ini bawhahw slam locksmith te wkwkwk

    Like

  36. Akhirnya tiffany putus sama nickhun. Hhhhaaha senang gw.
    Dan gw harap taeyeon emang bakalan sembuh untuk selamanya. Gw benci sad ending soalnya. Heheheh.
    Thor lu benar” bisa buat hati gw bergejolak

    Like

  37. Daebak!!!
    Puncak dari segala chap..
    Mommy akhirnya memutuskan hbungnnya dgn si gajah..
    Dan akhirnya daddy jg terbangun dari tidurx yg pnjang…
    Emak njess.. Aing suka gaya mu 😆😆😆

    Like

  38. Akhirnyaaaa…..fany memtuskan hubngannya juga ma nickhun..
    Walaupn ksian juga ma nickhun,,gak da buat slah mlah diputusin..hahah

    Dan taeyeon akhirnya sdar juga..

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s