YOU, AGAIN. CHAPTER TWO

“Oh, Maafkan aku. Apa kau baik baik saja?”Kali ini, Taeyeonlah yang berusaha untuk berdiri lebih dulu dan mengulurkan tangannya untuk membantu Tiffany berdiri.

Sementara Tiffany, dia hanya bisa terdiam sejenak membisu. Tidak ada yng tau jika saat ini hatinya tengah di terpa angin topan yang sangat dahsyat. Rasanya ia ingin meledak-ledak. Harusnya dia merasakan bahagia yang selama ini ia rasakan karna telah memperhatikannya cukup lama.

Namun dia hanya membeku, melihat tangan itu terulur.

Apa yang keluar dari mulutnya jutsru membutnya terkejut sendiri.

“Bisakah kau lebih hati-hati lagi lain kali!?”

Tiffany justru berdiri tanpa menggamit tangan itu, membut Taeyeon sedikit terkejut akan itu.

Tiffany berkali-kali mengutuk dirinya begitu bodoh sekarang. Sumpah serapah yang ada kini di katakannya di dalam hati. Dia tidak seharusnya mengatakan itu pada orang yang mau meminta maaf dan membantunya. Apalagi, dia adalah orang yangia kagumi. Dia harusnya bisa menjaga sikap.

Atau karna dia terlalu menyukainya, jadi dia tidak mau orang itu mengetahuinya dengan segera?

I’m so sorry.”Ujar Taeyeon sekali lagi,

Ugh. Nevermind, just forget it.”Balas Tiffany kemudian berlalu pergi mempercepat langkahnya. Tidak ada yang tau jika dia kini mengharapkan seseorang untuk membunuhnya saja. Dia sendiri tidak mengerti kenapa perkataan yang keluar dari mulutnya jauh berbanding terbalik dengan hatinya yang meronta bahagia.

Dia hanya tidak bisa menahan dirinya. Dan kini, rasa penyesalan yang begitu besar tengah melanda hatinya yang telah porak-poranda terlebih dulu.


“Aku, benar-benar bodoh…”Gumam Tiffany sembari memandang kosong kedepan. Teman-teman yang ada di sekitarnya bisa mendengar dengan jelas perkataanya barusan.

“Hei, ada apa?”Tanya Jessica pelan,

“Kau benar-benar aneh. Habiskan makananmu.”Sambar Sooyoung sembari melahap sandwichnya.

“Selera makanku hilang. Aku benar-benar bodoh…”

Jessica yang semakin penasaran, tidak bisa mehahan dirinya lagi kali ini. Dia bangkit dari duduknya dan segera menarik satu lengan sahabatnya untuk ikut bersamanya.

Dengan gerakan itu, Tiffany sedikit terkejut, namun kini ia hanya bisa menuruti kemauan kakinya untuk melangkah bersama Jessica.

“Jadi, katakan padaku apa yang terjadi.”Tukas Jessica sembari melipatkan kedua tangannya di dada. Kini mereka tengah berada di dalam kamar mandi wanita yang tak terletak jauh dari kantin. Namun, Tiffany masih menutup mulutnya sembari membasuh mukanya pelan.

“Apa ini tentang di Kim Taeyeon itu?”

“Darimana kau tau!?”Balas cepat Tiffany sembari menatapnya heran,

“Sooyoung yang memberitahukannya padaku. Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal kalau itu dia?”

Tiffany seharusnya tau, jika cepat atau lambar Jessica akan mengetahui kebenarannya. Dia seharusnya sudah bisa menebak, bahwa dia tidak akan bisa menyimpan ini dari sahabat sejak kecilnya itu.

“Aku takut orang-orang akan mentertawakanku jika mereka mengetahuinya. Maksudku, disinilah aku menjadi salah satu gadis yang paling di takuti. Mempunyai kepribadian yang terkenal buruk, jatuh hati pada gadis pindahan yang misterius. Yang bahkan terdengar sangat tak masuk akal.”

Jessica menarik napasnya dalam-dalam, lalu dia meletakan kedua tangannya di bahu Tiffany.

“Lihat aku.”

“Kau tidak mempunyai kerpibadian yang buruk. Juga, tidak ada salahnya jika kita jatuh hati pada orang yang random. Kau tau, jika seseorang menyukai orang lain, berarti selalu ada alasan yang jelas. Kenapa perasaan itu bisa muncul.”

“kau tau sendiri, jika aku tidak akan pernah mengejekmu, bahkan menertawakanmu.”

“Itu sungguh bodoh. Aku yakin, semua dari kita pasti akan mendukungmu.”

“Gomawo, Sica-ya.”

“Anytime,”Jawabnya tersenyum tipis.

“Jadi, apa yang mengganggu pikiranmu?”

“Kau tau, tadi pagi.. Kita tanpa sengaja bertabrakan di lorong.”

“OMG. REALLY? AND THEN? DID YOU SAY HI TO HER? OR WHAT!?”

Tiffany justru menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Sembari meggeleng pelan.

“Aku mengatakan bahwa dia tidak berhati-hati dan berlalu begitu saja.”Gumamnya pelan, membuat Jessica kini juga ikut terdiam.

Now, that is called stupid.

I know… itu terjadi begitu saja dan aku tidak bisa menahannya.”

What am i suppose to do now, Jess?

Well, jika kau memang benar-benar menyesal. Kau sebaiknya minta maaf atas itu.”

No way. Aku seperti membeku bila dia di dekatku, Jess. Kau tidak mengerti, aku bahkan sulit untuk mengeluarkan kata-kata.”

Namun, Jessica kini justru menyunggingkan senyumnya. “Itu berarti kau benar-benar menyukainya. Aku penasaran orang seperti apa yang bisa menaklukan hati seorang ratu lapisan sosial di sekolah ini. Bahkan ketika dia tidak melakukan apa-apa.”

You tell me. Dia hanya begitu mempesona. Don’t you think? Aku suka bagaimana kedua matanya terlihat begitu memikat. Mereka berwarna coklat madu yang menenangkan. Wajahnya begitu teduh, sikapnya begitu sederhana.”

“Kalau begitu. Pergi dan berbicaralah dengannya.”


“Sialan! Kau benar-benar…”Tukas Tiffany sembari mengepalkan tangannya.
Dirinya benar-benar tidak mengerti pada gadis ini lagi. Pertama, dia sudah bercumbu dengan mantan kekasihnya membuat hubungan mereka harus berakhir. Lalu, dia dengan sengaja menumpahkan jus jeruk pada kemeja sekolahnya.

“YAH! KAU GILA!?”Sambar Sooyoung melangkah maju menarik kerah baju Sulli sementara gadis itu hanya bisa diam. Entah dia melakukan itu dengan maksud atau tidak.

“Sebaiknya kau meminta maaf.”Ujar Jessica melipatkan tangannya di dada.
Namun tidak juga ada jawaban darinya.

“Yah. Kau bahkan tidak merasa bersalah karena membuat hubungannya dengan Minho harus berakhir. Sekarang kau bahkan tidak mau meminta maaf? Kau mempunyai mulut untuk bicara. Kan?”

Sementara Tiffany hanya sibuk dengan kemejanya yang terlanjur basah. Dia mengedarkan pandangannya. Lalu kedua matanya bertemu dengan tatapab itu lagi. Tatapan paling teduh yang menjadi favoritnya kini tengah tertuju padanya.

Tiffany bisa merasakan detak jantungnya yang berirama tak normal. Namun dia lebih memilih untuk berpaling dan menatap sinis pada Sulli.

“Kau tidak akan lolos kali ini!”Katanya lalu pergi meninggalkan keramaian dan mempercepat langkahnya ke kamar mandi.

Namun tanpa di ketahui orang-orang, seseorang juga mulai melangkahkan kakinya menjauh.


“Aku kira kau membutuhkan ini.”

Tiffany bersumpah bahwa jantungnya seperti berhenti untuk memompakan darah detik ini juga. Seperti berhenti berdesir ketika mengetahui siapa orang yang kini tengah menyodorkan beberapa lembar tisyu.

Sialan. Apa yang harus aku lakukan?

“Tidak. Terimakasih. Kau bisa menyimpannya.”

Taeyeon hanya tersenyum simpul,

“Aku memaksa.”Balasnya sembari membantu membasuk bagian kemeja yang basah milih Tiffany. Sementara lagi lagi, Tiffany bisa merasakan jantungnya yng copot.

Dia merutuki bau harum yang memabukkan yang gadis ini punya. Dia mengutuk kecantikan Taeyeon dari jarak yang begitu dekat. Dia benar-benar jengah untuk mengakui bagaimana sosok ini begitu membuatnya gila.

I said, i’m fine.”Katanya sembari menyingkirkan tangan Taeyeon pelan,

“Baiklah.”

“Namaku, Kim Taeyeon.”

Yah. Apa dia bercanda?

Dia tidak perlu mengatakannya disaat aku sudah memperhatikannyasejak lama. Disaat namanya itu tidak pernah sekalipun pergi dari kepalaku.

“Aku tau.”Lagi-lagi Tiffany tidak mau menyambut jabatan tangan Taeyeon. Itu karena dia benar-benar hilang kendali akan dirinya sendiri. Taeyeon di dekatnya tidak membuat situasi menjadi lebih baik.

“Benarkah?”

“Siapa yang tidak tau? Kau lah satu-satunya yang berhasil menaklukan Mr. Tucky.”

Taeyeon terkekeh pelan mendengarnya. Membuat Tiffany terbawa hanyut dengan suara lembutnya.

“Dan kau, Tiffany Hwang.”

“Ey. Apa yang aku bicarakan? Semua orang pasti mengenalmu.”

“Maksudku, kau adalah ketua team cheers sekolah kita. Kau cantik dan populer.”

Tidak pernah sekalipun dalam bayangan Tiffany akan mendapatkab pujian begitu cepat dari orang yang di kaguminya.

“Aku sudah terlalu banyak bicara, kan?”

“Aku hanya ingin meminta maaf untuk yang tadi pagi. Aku benar-benar tak sengaja.”

Taeyeon menarik sudut bibirnya untuk tersenyum lagi. “Kalau begitu, aku akan pergi.”Tambahnya hendak keluar dari kamar mandi ini.

Sebelum satu tangan Tiffany reflek menarik lengan gadis itu lebih dulu,

“Aku yang seharusnya minta maaf. Maaf atas perkataanku yang kasar.”

Taeyeon tersenyum hangat mendengarnya. Dia juga mempelajari hal baru yang apa orang-orang tak ketahui. Tiffany sang ratu lebah, tidak seperti apa yang orang lihat selama ini.


“Jadi, seperti itu.. pantas saja kau dan teman-temanmu sangat membenci Sulli.”Taeyeon menganggukan kepalanya pelan, dia sekarang mengerti kenapa gadis yang ada di sampingnya begitu membenci teman sekelasnya itu.

“Well, Minho juga brengsek. Keduanya benar-benar membuatku muak.”

Taeyeon tersenyum hangat,”Kau hanya harus memaafkan mereka. Itu akan membuat keadaan hatimu menjadi lebih baik. Lupakanlah.”

“Tidak semudah itu,”Balas Tiffany pelan.

“Aku tau.”Gadis berambut hitam itu kini melemparkan pandangannya untuk ketua cheers itu.

Tiffany ikut menoleh, dirinya merasa lagi lagi terbunuh karena tatapan teduh yang selalu di dapatkannya dari Taeyeon. Kedua bola mata itu seperti menghipnotisnya. Dia hanya tidak bisa memikirkan hal yang lebih indah dari itu.

Mereka berdua memang tengah berada di lantai atap sekolah mereka. Taeyeon memang berencana untuk menghabiskan waktu di tempat menyendirinya ini. Namun, dia berpikir tidak ada salahnya jika dia mengajak Tiffany untuk ikut bersamanya. Lagipula, dia ingin mengenalnya lebih baik.

“Apa alasanmu pindah kemari?”Tanya Tiffany setelah berusaha mengembalikan kesadarannya akibat ulah tatapan mematikan itu.

Taeyeon sempat terdiam, “Tidak ada alasan. Aku hanya ingin memulai di lingkungan yang baru.”

Tiffany hanya menjawabnya dengan anggukan pelan,

“Lalu, apa kau menyukainya? Maksudku sekolah ini.”

Taeyeon terkekeh pelan, “Tentu. Banyak sekali hal yang aku sukai. Seperti kantin kita yang selalu menyediakan makanan yang lezat, perpustakaan yang lengkap, taman yang teduh.”

“Lalu bagaimana dengan orang-orangnya?”

“Hmm. Aku mempunyai teman-teman yang baik di kelas. Memang banyak orang-orang yang menurutku menyebalkan karena menindas orang lain, but, it’s alright.”

Tiffany tertawa pelan, “Aku tau. Dan salah satu dari jalang itu adalah aku.”

Taeyeon kini mulai mengerti arah perkaataan Tiffany, “Itu tidak benar. Kau bukan mereka. Kau hanya bertingkah seolah-olah seperti mereka. Itu adalah hal yang berbeda”

Dan Tiffany kini mulai mengetahui kenapa dirinya sudah jatuh terlalu dalam untuk orang yang ada di dampingnya. Semua perasaan yang timbil ternyata memang mempunyai alasan tersendiri.


Tiffany hanya tidak bisa menahan senyum mengembangnya.  Dia diam-diam mensyukuri insiden kecil tadi yang menyebabkan kemejanya basah. Jika itu tidak terjadi, mungkin pembicaraan panjangnha bersama Taeyeon tidak akan terjadi. Ada rasa bahagia yang mengelilingi ruang hatinya karena dapat mengenal sosok itu lebih jauh.

Dia kini tau, bagaimana sosok itu sangat handal dalam berkata-kata. Taeyeon adalah anak satu-satunya di rumah. Dia sangat menyukai ice cream, membaca, juga menulis karangan. Dia sangat suka berada di taman, dia akan menghabiskan waktunya disana. Dia sangat tidak menyukai keramaian. Termasuk orang orang yang penasaran akan banyak hal.

Tiffany sangat menyukai bagaimana kedua mata itu akan berbinar ketika Taeyeon menceritakan berbagai hal. Dia menyukai bagaimana lembut suara Taeyeon. Bagaimana dia akan menyisihkan rambutnya ke belakang kupingnya, ia sangat jatuh cinta akan itu. Sinar matahari yang membuatnya semakin anggun. Tiffany bahkan tidak bisa menyampaikan apa yang ada di pikirannya lagi, sosok itu benar-benar membuatnya gila. Padahal, pertemuan mereka hanya selama satu jam, tetapi keduanya sudah berbicara berbagai hal seakan nyaman terhadap satu sama lain.

“Oops. Aku rasa kita terlalu asyik sendiir. Bel sudah berbunyi.”Tukas Taeyeon tertawa pelan,. Tiffany diam-diam merutuki suara bel itu yang baginya sangat mengganggu waktunya dengan sang pujaan hati.

“Kau harus kembali ke kelasmu.”Tambah Taeyeon tersenyum hangat padanya. 

Bel sialan.

“Baiklah. Terimakasih untuk tissuenya.”

“Dan cerita-ceritamu.”Tambah Tiffany pelan, belum berani melihat Taeyeon lagi.

“Itu bukan hal yang harus kau terimakasihi.”Dia terkekeh pelan,

“Aku senang bisa mengenalmu, Tiffany.”

Kini Tiffany menoleh untuk Taeyeon. Dia tidak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya kali ini. Dia seperti hanya ingin melompat dari atas atap dan mati bahagia. Senyum itu sangat indah di layangkan untuknya. Dia bertanya-tanya apa dia bahkan bisa memejamkan mata malam ini. Karena kebahagiaan yang di rasakannya begitu membludak di dalam sana.

“Senang mengenalmu, Taeyeon.”

@TiffanyHwang : Untuk beberapa alasan, terima kasih untuk tumpahan jusnya. lol x)

@TiffanyHwang : She is wonderful. Aku rasa aku tidak akan bisa tidur malam ini

@JessicaJung : @TiffanyHwang YAH. YOU TALKED TO HER?

@ChoiSyoung : @TiffanyHwang DON’T TELL ME ITS HER. HOW WAS IT?

@TiffanyHwang : @ChoiSyoung @JessicaJung i miss her already guys.

@YulYulk : @TiffanyHwang @ChoiSyoung @JessicaJung YAH. SIAPA YANG KALIAN BICARAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!

@TiffanyHwang : @YulYulk masa depan ku 🙂

@YulYulk : @TiffanyHwang sebaiknya kau beritahu aku, Mrs. Hwang.

@TiffanyHwang : @YulYulk mungkin maksudmu, Mrs. Kim 🙂

@ChoiSyoung  : YAH. YAH. YAH. KAU MEMBUKA KARTUMU SENDIRI. RT @TiffanyHwang : @YulYulk mungkin maksudmu, Mrs. Kim 🙂


“Sekarang, siapa yang mau membantuku mengantarkan ini?”Pria paruh baya itu meletakan tumpukan buku di atas mejanya. Dia benar-benar berharap, salah satu dari murid yang ada di kelas ini mau membantunya.

“Bagaimana denganmu, Minho?”

“Aduh. Aku rasa kakiku terkilir, Mr.”

Tiffany hanya bisa memutar kedua bola matanya mendengar itu,

“Yah. Dasar banci, pakai saja rok!”Sambar Tiffany membuat gurunya itu menatapnya tajam.

“Lalu, kenapa tidak kau saja yang mengantarkan ini, Huh, Mrs. Hwang?”

Ia bersumpah, akan menghabisi Minho  yang sekarang berbalik tertawa kepadanya.

“Bukankah itu seharusnya di lakukan laki-laki? Kenapa tidak kau saja, Mr. Tucky?”

Dengan itu, membuat seluruh kelas ini tertawa mendengar perkataanya. Yang justru menyindir gurunya sendiri,

“Aku harus mengantarkan yang lainnya. Ini harus di antarkan ke kelas 3 F.”

3 F…?

“BAIKLAH. BAIKLAH.  AKU AKAN MENGANTARKANNYA! DENGAN SENANG HATI SEMUANYA AKAN BERES!”Balas Tiffany sembari berdiri dengan senyumnya yang mengembang, membuat Jessica hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Ia tahu betul, kenapa Tiffany tiba-tiba menerima perintah itu.

3 F adalah kelas cahaya hidupnya. Kim Taeyeon.


Tiffany berani bersumpah, ia tidak pernah merasakan grogi yang begitu hebat hanya karena akan memasuki suatu pintu. Dia bahkan tidak pernah merasa ragu atau takut berada di depan orang banyak saat berlaga sebagai ketua team cheers di tengah lapangan. Dia sudah terbiasa dengan itu. Mendengar banyak sorak-sorai, bahkan orang-orang menyerukan namanya dengan lantang.

Namun berbeda dengan saat  ini, di balik pintu itu. Terdapat sosok yang tidak pernah meninggalkan pikirannya siang dan malam. Beban yang ia bawa sekarang, rasanya tak terlalu berat. Mungkin karena kepalanya penuh akan Taeyeon yang kini sedang di dalam sana.

tok tok

Tiffany mulai membuka pintu dengan satu tangannya. Jantungnya berdebar tak karuan sekarang. Apalagi ketika ia mulai melangkah masuk. orang-orang di salam sana mulai berbisik, sementara dia hanya melihat lurus ke depan. Belum berani  untuk melihat para siswa,

“Yah. Bukankah itu Tiffany Hwang?”

“Wah.”

“Dia benar-benar cantik jika di lihat dari dekat, kan?”

“Apa yang di lakukannya disini?”

“Apa dia sedang di hukum?”

Tetapi ia menghiraukan bisikan itu dan hanya menemukan Mrs. Song di depan papan tulis.

“Oh, kau Tiffany. Apa itu buku dari Mr. Tucky?”

“Ya.”Dia mulai meletakan buku-buku itu di meja, tanpa menyadari. Seorang gadis berambut hitam yang duduk di belakang, kini tengah memperhatikann dengan senyum tipisnya.

“Kalau begitu, aku permisi.”Tambahnya setelah selesai. Lalu kedua matanya mulai mencari ke sekeliling ruangan kelas ini.

Disana. Dia menemukan sosok itu kini tengah tersenyum kepadanya. Senyuman yang hanya dapat membuatnya mati di tempat. Tatapan hangat itu, tidak pernah berubah. Membuat Tiffany semakin menginginkan itu di setiap harinya.


Taeyeon menyunggingkan senyumnya lagi untuk gadis yang ada di depan sana, yang kini hendak melangkah untuk keluar dari kelasnya.

Taeyeon tidak bisa menghentikan dirinya untuk terus memuji sosok itu karena kecantikannya. Dia menyukai bagaimana gadis itu akan tersenyum. Dia menyukai bagaimana kedua matanya akan melengkung seperti bulan sabit ketika tertawa. Dan kini dia berdiri di depan sana, merebut semua perhatiannya.

Dia terus menaruh pandangannya bahkan hingga gadis itu keluar dari pintu kelasnya.

Taeyeon lalu menoleh kearah luar jendela. Dia bisa merasakan perasaan itu di ulu hatinya. Perasaan yang sama ketika ia sedang melihat, Tiffany.

Apa mungkin, semua dugaannku, benar?

Itu tidak  mungkin, kan?

Tapi aku melihatmu di perpustakaan, aku melihatmu di lapangan, aku melihatmu di balik jendela kamarmu.

aku juga selalu melihatmu sedang berusaha melihat kedalam kelasku.

Aku selalu melihatmu. Sedang memperhatikanku.

Kemarin sore, aku melihatmu lagi. Tetapi kau langsung menoleh seolah mencari-cari sesuatu yang hilang.

Tetapi pada akhirnya, kau hanya melihat matahari terbenam seperti itulah hal terindah yang pernah kau lihat. Sementara aku melihatmu, berfikir hal yang sama.

jazz


YHA. ANDAIKAN ORANG YANG KITA SUKA DI SEKOLAH, SUKA SMA KITA JUGA KAN YA.

GA BOLOS-BOLOS GUE. WKWK. komen dong yaaa biar cepat ku update 😉 semangat uas yaa readers2 kuu. Semoga hasilnya sesuai kerja keras kita ya hehe.

add line jazzatta untuk update terbaru yak @lck7866o

Advertisements

98 thoughts on “YOU, AGAIN. CHAPTER TWO

  1. aduuuhhh taeny blm official aj dah bikin diabetes…
    haha jd slama ini taeng pun sadar klo ppany diem” merhatiin dirinya…
    hoho tp mgkin kah taeny memang punya feeling yg sama..?smoga saja..
    seandainya sj semua kisah kasih di sekolah bisa semanis punya nya taeny…
    hahaha

    Like

  2. Huhuhu manis sekali, as always. Fresh dengan karakter fany yg baru, biasanya kan taetae yg dominan. Rasanya pengen buru buru ngungkapin perasaan masing masing, nggak kebayang gmna manisnya, langsung diabetes yg ada 😂
    Semangat untuk semua yg uas, smga sukses!! Author jg semangat nulisnya 😆

    Like

  3. Uhuyyy diabetes gue thor, blm resmi aja udah kek gitu. Taeny ohh taeny. Tapi akhir2 ini lose taeny moment bgt thor nyesek gueee. Iya seandainya aja orang yg kita sukai juga suka sama kita ye thor pasti bahagia dehh. Gue blm uas thor. Semangat uasnya😘 next

    Like

  4. Weeeeh
    Sweet paraaah …
    Kadar gulaaa naiiik hHahahha
    Bahagia itu sederhana, liat taeny gini salah satunya :3

    Semangaaaaaat …..

    Like

  5. Blm apa” udah bikin senyum” sendiri ..
    Aiiii .. si Kim menyadari kalau Fany menaruh hati pada nya ..
    Ayoo donk buat Momemt lagi yg lbh manis

    Like

  6. Ahhh, taeny sweet bgt…
    Apalagi pany yg suka curi2 pandang ama taeng…
    Apalagi udh berani manggil dirinya mrs.kim.. sweett..
    Ah smga cpt update ya thor..

    Like

  7. Suka bacanya alurnya ga terlalu cepet dan ga terlalu lambat juga. Bahasa mudah di cerna Wkwkwkwkw. Taeny seenggaknya udah ada progres lah ya. Dan tae sadar ya koo dia di perhatiin sama fany

    Like

  8. Gitu dong update nya cepettt.. reader nya kan ga sampe lumutann nungunyaa wkwkwkw..
    disaat kau sedang melihat dan memperhatikan org yg kau suka, di waktu yg sama org itu melihat ke arahmu juga.. ya elah taeny bisyaa ajeehh..

    Like

  9. annyeong thor i’m new reader here!! 😊
    aaaaaaa ini ceritanya bener2 sweet overload!! ngebayangin berada diposisinya tiffany sambil membayangkan betapa indahnya senyuman & tatapannya taeyeon,, aaaaaa pokoknya Indah banget dah pokoknya,, ckckck 😂😂
    ditunggu next chapnya thor!! 😁😆

    Like

  10. Hahahaha tiffany sanking gugupnya sampe bentak2 tp gpp deh msh dikasih kesempatan sm sulli buat ngobrol sama taeyeon yg juga sangan mengagumi seorang tiffany hwang! Assseekkkk
    Sampe mau bgt dia bantuin mr.tucky bawain buku ke kelas cahaya hidupnya hahahahaa😅😂😂
    Good luck taeny😆

    Like

  11. Wah gua seneng update nya cepet walaupun gua telat baca and telat momen maaf ya hehehe

    Gua jadi makin penasaran ama lanjutan cerita nye

    Semoga tuh fany langsung nyatai cinta nya ama tae
    Pasti seru banget , ngebayanginnya aja udah seru banget

    Update nya cepet ya thor biar gua ga keburu tua
    Hahahahahah

    Fighting 😊😊😊😊

    Liked by 1 person

  12. Ciee..yg udh ada peningkatan,fany masih malu malu kucing nih klo ketemu tae…
    Fany modus…bilang aja klo mau ngeliat tae gk usah pake terpaksa nganterin buku,
    Tae masa kgk peka sih…fany tuh suka sma kmu…
    Oke sekian~ di tunggu lanjutan cerita’a

    Like

  13. Busett pany galak amat gimana taeng mo deketin situ..
    Untung taeng lumayan pd mo ngajak situ ngomong duluan..
    Suka bgt ma ni ff thor kerennn w jd maraton kan bacanya soalnya w liat udah ampe chap.4..
    Lanjut dulu ya thor..

    Like

  14. aigooo.. ini kyk nyta bngt.. gimana kita jga psti bkal berlaku hal yg sma kyk tiff pas berpapasan ma gebetan :v apa aja dilakuin biar liat gebetan gokil inimah… :v
    pelan” mereka mulai saling mengenal #eaaaa

    Like

  15. Wehh sekarang semngat bangett thorr
    Kan uasnya barusan selesai 😄😄
    Aww aww ternyata taeng selama ini juga merhatiin pany 😄😄
    Aduhh nggak sabar nihh lihat gimana kedepannya

    Like

  16. Yaelahhhh fany…
    Tiba diblang hrus dianter ke klas 3f ygbtrnyta klasnyabtaeyeon…lngsung cpet x dia mngiyakannya..hahahahha

    Trnyta taeyeon slma ni tau,,klw fany sllu mmperhatikannya…??
    Yaammpuunnnnn…..😄😄😄

    Like

  17. Yaelaahhhhh fany,,tba dia sdar klw tu klas taeyeon lngsung ja dia mau…hahahahhaha

    Ternyata eh trnyta taeyeon slma ni tau klw sllu dprhatiin ma fany…hahah
    Fany ketauan deh..

    Like

  18. @TiffanyHwang : Untuk beberapa alasan, terima kasih untuk tumpahan jusnya. lol
    (Wkwkwk tAnte telolet tAnte)

    @TiffanyHwang : She is wonderful. Aku rasa aku tidak akan bisa tidur malam ini
    (Aku pAsti jugA gak bAkalan bisA tidur kalau liAt taeny begitu.. Omooooo)

    @YulYulk : @TiffanyHwang @ChoiSyoung @JessicaJung YAH. SIAPA YANG KALIAN BICARAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!
    (Poor yul)

    Tapi tumben ya mantAnyA bukan si khun *oh

    Like

  19. Curigaa nih terinspirasi dri pengalaman pribadi jadi stalker nih authornya, wkwkkwwk
    Wah taeyeon tau yaa ternyata klo fany suka stalking dia, o o ow
    Ngeri nih klo sulli sekelas sama taeyeon, entar ada apa2 dah:3

    Like

  20. as always ya setiap cerita yang di buat pasti bikin suka, gimana nanti alur ceritanya belum mau nebak” cuma berharap happy ending buat taeny
    dan agak curiga, mungkinkah tae itu denger omongan jeti waktu di toilet?
    berharap semua cerita” yang belum tamar bakal di rampungin 🙂 dan mungkin bakal buat os lagi
    makasih ya thor, udah luangin waktu di tengah kesibuka 😊

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s