YOU, AGAIN. CHAPTER FOUR BY JAZZ

Taeyeon bisa melihat tatapan itu. Tatapan khawatir yang belum ia dapatkan dari siapapun belakangan ini. Dia bisa melihat mimik Tiffany yang terluka begitu mengetahui lebamnya. Ia tak pernah merasakan ini, Taeyeon sama sekali tak pernah menyadari. Bagaimana dia sangat merindukan kehadiran seseorang yang bisa memperhatikannya.

Namun, tetap saja. Dia bukanlan tipe yang akan langsung terbuka pada seseorang, ia hanya tidak mau membuat orang lain khawatir, atau merasa kasihan padanya. Itu pasti sedikit banyak akan merepotkan mereka.

Ia hanya tidak suka menjadi beban. Apa lagi untuk seseorang yang baru saja memasuki hidupnya.

“Ini bukan apa-apa, Pany-ah.”Jawabnya melembut, dia tersenyum pada Tiffany yang masih terdiam di posisinya.

“Apa seseorang menyakitimu?”

Lagi-lagi Taeyeon hanya bisa menarik bibirnya untuk tersenyum, lalu menggeleng pelan.

“Aniyo,”

“Lalu?”Tiffany mulai menarik lagi satu tangannya,

“Aku hanya tidak sengaja melukai diriku,”Balas Taeyeon pelan,

Walaupun Tiffany tahu pasti, lebam itu bukanlah dihasilkan karena kecelakaan. Pasti seseorang telah melakukan itu kepada Taeyeonnya. Namun, ia hanya tidak mau membuat Taeyeon kesal atas rasa keingin tahuannya. Dia hanyalah orang baru, setelah semuanya. Ia merasa tidak mempunyai hak untuk bertanya lebih detail.

“Baiklah,”

“Taeyeon-ah,”

“Huh?”

“Bisakah aku… maksudnya kita.. Saling mengirimi pesan?”

Taeyeon tertawa kecil akan itu, apalagi dengan wajah Tiffany yang kini sangat lucu baginya.

“Tentu,”


Tiffany dan teman-temannya kini sedang menghadiri salah satu pesta akhir pekan yang di adakan oleh anggota team baseball sekolah mereka. Terutama, di rumah megah nan luas yang Siwon punya. Dia memang menjabat sebagai ketua club cabang olahraga itu.

“Yah. Lihatlah, apa orang seperti pantas menjadi ketua osis?”Kata Tiffany sembari melirik Siwon yang kini sedang dalam kondisi mabuk sembari memegang botol beernya.

Jessica hanya tertawa mentah, “Tapi tetap saja, akan sangat sulit bagi Taeyeon mengalahkannya. Dia mempunyai banyak fans,”

Benar! Tiffany sama sekali tidak memikirkan tentang itu. Dia dan Donghae memang mempunyai banyak fans di sekolah. Sebagian besar dari mereka memang perempuan. Mereka menyukai keduanya bukan hanya karena tampang, namun kekayaan mereka juga menjadi salah satu pendorong.

“Aish. Benar juga..”

“Kecuali kau bisa membuatnya mundur dari kampanye itu.”Tambah Jessica sembari menyeruput minumnya.

Dengan itu mampu membuat Tiffany terdiam sejenak. Sebelum akhirnya,

“Ayo, kita harus mengikuti pestanya.”


 [Tiffany – 9:57 pm]  YAH. KIMM TEYON.

[Taeyeon – 9:578pm] Tiffany?

[Tiffany – 10:12 pm] KAU ADALAH MAKHLUK PALING LUTU YANG PERNAH DI CIPPPTAKAN UNTUKKU. Y44KAN?

[Taeyeon – 10:13 pm] Tiffany? Kau mabuk?

[Tiffany – 10:30pm] MABUK? HAHAHA. AKU M4SIH SDAR. AKU B4HKAN B1SA MEMBEDAK4N YANG MANA MALAIKAT TANPA SAYAP DAN YANG MANA MANUSIA. W4LAUP0N AGAK SULIT JIKA ITU KAU. KARENA AKU TID4K MELIHAT PERBEDAANYA.

AKU MENUNGGU PESANMU. KENAPA KAU TIDAK MENGIRIMNYA? KAU TIDAK MENYUKAIKU?

[Taeyeon – 10:31pm] Tiffany, sebaiknya kau pulang. Kau dimana? Minumlah air yang banyak.. Kau tidak mempunyai toleransi tinggi untuk alkoholkan?

[Tiffany – 10:32pm] YAH. 4KU bhKAN bisa MENgeTik Dgn B3N4r.

[Taeyeon – 10:32pm]Tiffany. Pulanglah dan istirahat, ini tidak baik untukmu.


“YAH. SEJAK KAPAN AKU MENGIRMI PESAN SEPERTI INI UNTUK ORANG YANG PALING PENTING DALAM HIDUPKU!?”Seru Tiffany agak keras sembari membelalakan matanya membaca pesan-pesan yang ia kirimi semalam untuk Taeyeon. Dirinya sama sekali tidak ingat akan ini.

Ia benar-benar malu. Itu di luar kesadarannya. Ia takut jika Taeyeon mungkin terisak karena ulahnya. Lagipula, isi pesannya benar-benar menggelikan.

“Mana ku tau, mungkin kau menulisnya saat mabuk.”Jawab Jessica enteng sembari menggelengkan kepalanya pelan melihat sahabatnya yang tak pernah berubah. Padahal, dia  juga sama, baru bangun dari tidur panjangnya akibat hangover semalam.

Karena tidak mau ada kesalah fahaman, Tiffany buru-buru mengetik pesan maafnya.


[Tiffany – 10:32 am] Taeyeon-ah, i’m so sorry about earlier.

[Taeyeon – 10:33 am] Hey, kau sudah bangun? Apa kepalamu sakit? Minumlah banyak air..

[Tiffany – 10:33 am]Taeyeon-ah.. i’m serious. Do you forgive me?

[Taeyeon – 10:34 am] Apa? Tidak ada yang perlu aku maafkan. Kau menulis itu ketika mabuk, tidak apa-apa. 

[Tiffany – 10:34 am] Tetap saja, aku pasti mengusikmu semalam. Maaf..

[Taeyeon – 10:35 am] Tiffany, i’m totally fine. How about you? 

[Tiffany – 10:366 am] I’m fine now… hanya kepalaku sedikit sakit.

[Taeyeon – 10:36 am] Sebaiknya kau istirahat yang cukup

[Tiffany – 10:36 am] Aku sudah cukup tidur.. Aku menunggu pesanmu semalam, tapi kau tidak juga mengiriminya.

[Taeyeon – 10:37 am] Aku tau, maafkan aku. Aku sibuk untuk mempersiapkan banyak hal semalam

[Tiffany – 10:37 am] I know that. It’s okay tho..

[Taeyeon – 10:39 am] Are you free, today?

[Tiffany – 10:39 am] Yes, why?

[Taeyeon – 10:39 am] Go out with me?

[Tiffany – 10:40 am] OH MY FABULOUS GOD. YES.


Tiffany tidak bisa memikirkan hal yang lebih baik dari ini. Daripada dirinya yang kini sedang bersama gadis pujaannya. Di salah satu cafe ternama di kota Seoul. Dirinya tidak bisa berpikir dengan jernih, mendapati Taeyeon dengan pakaian yang berbeda selain seragam. Taeyeon bahkan hanya mengenakan kaus v necknya di lengkapi dengan jeans dan sepatu ketsnya. Sangat sederhana namun begitu sempurna di mata Tiffany.

Taeyeon tidak perlu berusaha untuk tampak cantik bagi Tiffany. Dia sangat mempesona dengan apapun yang dia kenakan.

Mungkin Tiffany melihat Taeyeon yang berprawakan tegas dan penuh misteri di sekolah. Karena seragam yang di kenakannya. Tetapi yang ia dapatis sekarang, hanya Taeyeon, seroang gadis sederhana yang tampak sangat cantik dan penuh dengan warna di senyumannya.

Tiffany. You’re spacing out, again.“Suara itu kembali menyadarkan Tiffany dari lamunannya,

Oh, I’m sorry. I was just thinking about something.

Taeyeon kini menaikkan satu alisnya, “About what?

Tiffany sempat terdiam sejenak, “I wonder, if you realize how beautiful you are.”

Dia tidak mengerti sejak kapan dan setan apa yang merasukinya. Ia tidak lagi ragu-ragu untuk memuji gadis yang ada di depannya. Dia bahkan bisa melihat semburat merah di wajah Taeyeon yang menandakan bahwa dia malu akan itu.

“Tiffany. Kau berbicara, seakan kau tidak pernah melihat kaca juga. You’re beautiful too. I’m going blind, you know? You’re too bright.“Puji Taeyeon balik, membuat gadis itu tak lagi bisa berfikir waras sekarang. Ia tidak pernah menyangka bahwa gadis yang ada di depannya kembali mengatakan hal-hal yang sangat manis. Apalagi hanya untuknya. Lagi, jika ini sebuah mimpi, ia memilih untuk tidak di bangunkan untuk waktu yang lama.

You’re cute, when you blushing.“Tambah Taeyeon, tidak membuat situasi Tiffany menjadi lebih baik.

“Thankyou..”

“Sunny harus mengenalmu lebih baik,”Dengan itu, giliran Tiffany yang kini menatapnya heran,

“Dia benar-benar menganggapmu dan teman-temanmu buruk. Aku hanya tidak suka bagaimana dia menilai seseorang sebelum dia mengenal sesuatu lebih dekat.”

“Memangnya, apa yang dia katakan?”Tanya Tiffany penasaran,

“Yah, kau tau. Kumpulan anak populer yang manja dan tukang Bully.”

What… Tetapi kau tau, kita tidak seperti itu.”Jawab Tiffany khawatir, takut-takut Taeyeon akan berpikiran yang sama. Dia tersenyum, “Aku tau..”

“Aku tidak masalah jika orang-orang melihatku seperti itu,”Tukas Tiffany pelan,

“Aku hanya takut jika kau juga berfikiran seperti itu.”Tambahnya mampu membuat Taeyeon bisa merasakan kehangatan lagi yang mengelilingi ruang hatinya. Dia sangat menyukai atmosfir ini. Dimana mereka mengatakan semuanya tanpa ada rasa ragu yang menjadi penghalang. Semuanya mengalir begitu saja,

“Hey, don’t worry. I know you, all too well.”


“Taeyeon-ah, kau benar-benar lucu ketika memakan ice cream.”Ujar Tiffany tertawa pelan, melihat Taeyeon sangat bersemangat memakan ice cream valinna miliknya.

Mereka kini berada di taman tempat biasa Taeyeon berjalan-jalan. Tffany akhirnya mengetahui, bagaimana sosok yang ada di sampingnya begitu mencintai ice cream. baginya, Taeyeon memang penuh dengan kejutan, dan ia ingin sekai mengetahui semua itu satu persatu.

“Sini, biar ku bersihkan.”Tambah Tiffany sembari membersihkan sisa-sisa ice cream yang ada di sudut bibir gadis itu, membuat Taeyeon terdiam sejenak lalu memperhatikan wajah Tiffany yang sedikit serius.

Dia tersenyum simpul, namun semburat merah di wajahnya itu memang tidak bisa ditahannya.

“Kau benar-benar menyukai ice cream, huh?”Kata Tiffany, hanya di jawab tawaan pelan untuk Taeyeon. Dia masih merasakan kehangatan di kedua pipinya.

“Dulu, Ayahkulah yang sangat menyukainya. Tetapi, aku rasa buah apel tidak jatuh terlalu jauh dari pohonnya. Kami sering keluar bersama untuk memakannya.”Tambahnya,

“Really? Wow. Aku iri. Ayahku terlalu sibuk, bahkan dia pernah melupakan ulang tahunku. Aku tidak tau banyak tentangnya.”Balas Tiffany sembari memandang kedepan,

“Well, setidaknya kau masih mempunyai Ayahmu disisimu. Masih banyak waktu untuk mengenalnya lebih baik.”

Dengan itu, mampu membuat Tiffany menatapnya penuh tanya. Taeyeon hanya tersenyum, “Ayahku sudah pergi. Aku tinggal bersama Ayah tiriku, sedangkan ibuku bekerja di luar kota.”

Tiffany benar-benar merasa bersalah sekarang. Andaikan dia tau sebelumnya, dia mungkin tidak akan mengungkit keadaannya dengan ayahnya. Ia takut bahwa Taeyeon mungkin akan merasa tidak nyaman.

I’m so sorry, Taeyeon.”

Namun, yang selanjutnya justru membuat Tiffany semakin terkejut. Taeyeon kini tengah meraih satu tangannya untuk di genggam, lalu tatapan hangat itu kembali di layangkan untuknya, “Hey, it’s okay. Dengan begini, kita akan saling mengenal lebih baik, Bukan?”

Tiffany hanya bisa mengangguk pelan, ia kehabisan kata-kata.

“Aku benci akhir, aku benci perpisahan, aku benci perubahan. Tetapi itulah hidup, harus terus berlanjut.”Tambah Taeyeon, dia mengeratkan genggamannya pada Tiffany sembari berkata, “Jika aku terbuka padamu, itu berarti kau spesial.”

Dan itu mampu membuat Tiffany kembali menyunggingkan senyumnya. Ini sudah sejuta kalinya sosok yang ada disampingnya mampu membunuhnya berulang kali di tempat.

“Di hidupmu, kau akan bertemu dengan dua tipe orang yang berbeda. Pasti ada satu yang selalu ingin menjatuhkanmu, dan satunya lagi akan membantumu kembali bangkit. Namun, pada akhirnya, kau akan berterima kasih kepada keduanya.”Dan saat itu juga, Tiffany mengakui.

Dia telah jatuh cinta akan sosok ini. 

Mungkin karena kepribadiannya, mungkin karna kedua bola matanya, mungkin karena setiap perkataanya, atau hanya, karena Taeyeon menjadi dirinya yang begitu sederhana.

Di saat itu juga, Taeyeon dapat menangkap satu lagi senyuman paling indah yang pernah ia lihat di dalam hidupnya. Dia selalu memuji diam-diam bagaimana indah kedua mata Tiffany yang akan melengkung bila dia tertawa atau hanya tersenyum.

Kau jatuh cinta pada hal-hal kecil yang ada pada seseorang, seperti suara saat mereka tertawa, berbicara, atau bahkan, hanya karna cara senyum mereka terbentuk.

“Taeyeon-ah, mulai saat ini.. Kau tidak bisa melihat orang lain,”

Selain aku.


[Tiffany – 8:02 am] Taeyeon-ah, i’m bored 😦 i miss you…

[Taeyeon – 8:03 am] Tiffany, kita baru saja bertemu kemarin..

[Tiffany – 8:04am] Technically, kita sudah hampir 12 jam tidak bertemu. Masih butuh waktu 24 jam lagi untukku bisa melihatmu di sekolah besok.

[Taeyeon – 8:03 am] Itu bukan waktu yang lama, We’ll see each other tomorrow 🙂

[Tiffany – 8:04am] Tetapi kau benar-benar sibuk, bagaimana kita bisa bertemu? :/

[Taeyeon – 8:04am] Itu tidak benar, aku akan menemuimu besok. Kita akan makan siang bersama, Okay?

[Tiffany – 8:04am] Promise?

[Taeyeon – 8:05am] Yes 🙂

[Tiffany – 8:05am] Okay. Hey, can you give me  a selca? I want to see your face..

[Taeyeon – 8:06m] Again, Tiffany. we just met yesterday-_-

[Tiffany – 8:06am] Please 😦

[Taeyeon – 8:07am] Okay, okay. 

[Taeyeon – 8:007am] 

ac7eb8fba923cae6fa70c9c0697a8099

[Tiffany – 8:10am]  OH. MY. GOD. YOU’RE KILLING ME, KIM. 😦

[Tiffany – 8:10am]  ARE YOU SURE, YOU’RE SENIOR? 😦

[Tiffany – 8:10am] you’re too beautiful and cute, i can’t… 😦

[Taeyeon – 8:15am] Tiffany, kau berlebihan :/

[Tiffany – 8:15am] I’m serious…

[Taeyeon – 8:16am] Thankyou tho, that was sweet of you. 🙂 now, can you give me one?

[Tiffany – 8:16am] Sure. Anything for you

[Tiffany – 8:17am] 

snsd-tiffany

[Taeyeon – 8:20am] Thankyou, you’re so beautiful… i’m so lucky 

[Tiffany – 8:20am] Yes. You’re lucky to have me

[Taeyeon – 8:30am] I know.. Hey, i need to help my father. See you later, okay?

[Tiffany – 8:30am]  😦 Okay then… 


Keesokan paginya, Tiffany sedang dalam mood yang sangat baik karena berbagai alasan. Walaupun sebagian besar, itu semua berasal dari penyemangatnya di setiap hari. Taeyeon.

Namun siapa sangka, ketika dirinya dan teman-temannya berjalan di lorong. Mereka justru berpapasan dengan Taeyeon yang  terlihat  tengahs sibuk dengan gadis di sampingnya yang ia tak kenal. Ia benar-benar di buat kesal ketika sosok itu melewatinya begitu saja tanpa melihat ke arahnya. Ia bisa merasakan api kesal yang membawa di ulu hati.

Antara, ia sungguh cemburu pada gadis itu, atau dia memang tidak suka membagi Taeyeonnya dengan orang lain. Apalagi sampai dia sendiri yang diabaikan.

“Yah. Siapa dia di samping si Kim Taeyeon?”Kata Yuri berbisik pada gadis yang sedang ber api-api ini.

Namun balasan yang di dapatnya, justru membuat Yuri sedikit  terkejut. Tiffany menghentikan langkahnya membuat teman-temannya melakukan hal yang sama,

“Kenapa kau bertanya padaku? Tanya saja sendiri padanya. Dia bahkan tidak membalas pesanku. dan pagi ini, aku melihatnya dengan gadis lain. Kau bisa bayangkan itu!?”Lalu Tiffany berjalan cepat meninggalkan teman-temannya,

Yang lainnya hanya terdiam menganga. Tak terkecuali Yuri. “Yah. Aku bahkan tidak tau jika mereka sekarang dekat,”Kata Yuri pada teman-temannya. Sementara Jessica hanya bisa menggeleng pelan,


Kini giliran Taeyeon yang dibuat bingung oleh sikap Tiffany. Bagaimana tidak, ketika dirinya tanpa sengaja berpapasan dengan gadis itu yang tengah sendiri berjalan di smaping taman, ia justru tak mendapatkan balasan dari senyumannya. Tiffany justru melihatnya dengan datar dan berbalik melangkah pergi.

Ia begitu tersesat. Karena tidak mengerti situasi sekarang. Dia berpikir, mungkin gadis itu sedang dalam mood yang tidak bagus hari ini. Jadi, Taeyeon berusaha untuk melupakan itu dan memberinya sedikit ruang. Namun, hasilnya sama saja ketika dia mencoba menyapa Tiffany di kamar mandi. Gadis itu kembali melenggang pergi bahkan tanpa menatapnya sedikitpun.

Ada perasaan tidak nyaman karena ini. Ia tidak  bisa konsentrasi pada pelajarannya ketika kelas berlangsung. Rasanya, bayangan Tiffany tak mau meninggalkan kepalannya.

Apa aku melakukan hal yang salah?

Tapi, dia yang memintaku untuk tidak melihat orang lain selain dirinya.

Apa dia bersungguh-sungguh?


[Taeyeon – 8:04am] Tiffany?

[Taeyeon – 9:20am] Hey…

Taeyeon benar-benar tak bisa menaruh perhatiannya penuh pada apa yang team organisasinya sedang diskusikan. Padadahal, mrereka tengah berada di rapat diskusi untuk langkah selanjutnya yang harus di lakukan Taeyeon dalam kampanye berikutnya. Sejauh ini, dia dan teamnya memang sudah memegang hampir 200 suara. Itu semua berkat kerja keras teamnya dalam mempromosikan dirinya sebagai ketua osis periode berikutnya,

“Nah, aku rasa kita juga harus meyakinkan para petinggi sekolah juga, Buka begitu?”

“Benar. Dengan begitu, kesempatan untuk memenangkan periode ini menjadi lebih besar.”

“Ya kan, Taeyeon?”Namun yang di dapatkan Sunny hanya sahabatnya yang kini sedang menatap layar telfon genggamnya.

“Taeyeon-ah!”


[Taeyeon – 10:10am] Apa aku melakukan kesalahan? Aku fikir kita akan makan siang bersama, bukan?

[Taeyeon – 11:30am] Aku menunggu mu di atap. Aku juga membuatkanmu makan siang. 🙂

Tiffany mengutuk dirinya sendiri. “Shit!”Katanya setelah melihat angka jarum jam yang ada di jam tangannya menunjukan pukul dua belas siang. Tanpa mempedulikan teman-temannya yang kini sedang di sekelilingnya, Tiffany berlari secepat kilat menuju tempat dimana seharusnya ia berada sekarang.

Benar saja, nafasnya mungkin tersengal. Tetapi dia begitu lega ketika pandangannya mendapatkan sosok Taeyeon yang kini tengah membelakanginya. Duduk sendiri. Namun, rupanya ia segera menyadari kehadiran seseorang di belakangnya,

“Hey…”

Tiffany sekali lagi merutuki senyum itu yang tak pernah gaga melelahkan hati dinginnya.

“Aku begitu khawatir kau lupa. Jadi aku mengirimimu pesan..:”Tambah Taeyeon seiring Tiffany berjalan mnendekatinya,

Tidak mendapatkan jawaban, Taeyeon semakin terheran. “Apa aku melakukan kesalahan?”

“Kenapa kau tidak membalas pesanku?”

Tiffany justru tetap diam sembari tak mau menatapnya langsung. Dia berdiri di dekat pembatas atap, yang kini membelakangi Taeyeon.

Taeyeon ikut bangkit dari duduknya dan mendekat pada gadis itu,

“Tiffany. Jawablah, aku fikir. Kau lah yang memintaku untuk tidak melihat siapapun selain dirimu. Bicaralah jadi aku bisa mengerti. Apa kau tidak bersungguh-sungguh?”Ada nada kecewa, suaranya agak bergetar. Dan itu mampu membuat Tiffany berbalik dan berani menatap Taeyeon langsung.

“Apa yang kau bicarakan? Aku selalu bersungguh-sungguh dengan semua perkataanku. Sampai aku melihatmu dengan gadis itu, kua bahkan tidak mau menatapku. Kau lewat begitu saja seakan aku tidak pernah ada di depanmu.Bahkan pesan-pesanku semalam, apa kau membalasnya? Tidak. Aku mengucapkanmu selamat malam, mengharapkanmu mimpi indah. Apa kau bahkan membacanya? Sekarang jawab aku, apa aku mengusikmu?”

Taeyeon hanya bisa terdiam. Dia mulai mengerti kemana arah pembicaraan Tiffany sekarang.

Dia bisa melihat kedua mata Tiffany yang berkaca-kaca, “Aku rasa, aku terlalu cepat untuk menyukaimu. Huh, Taeyeon?”Namun pada akhirnya dia memang tidak akan pernah bisa menahan air matanya untuk jatuh.

Dengan itu, Taeyeon memberanikan dirnya untuk melangkah lagi lebih dekat. Dia meraih kedua tangan gadis itu. “Maafkan aku.”

“Maaf untuk tidak membalas pesanmu. Untuk soal tadi pagi, mungkin aku tidak melihatmu. Sekali lagi, maafkan aku.”Katanya lembut, mengharapkan gadis itu mau menatapnya matanya sekali lagi,

“Tiffany. Mungkin kedepannya, akan lebih buruk dari sekedar aku mengabaikan pesanmu atau tidak melihatmu. tetapi aku hanya ingin kau tau, bahwa aku tidak pernah mempunyai niat untuk mempermainkanmu. Apalagi menganggapmu mengusikku. Yang aku  tau, aku bersungguh-sungguh akan hal ini..”

“Untuk apa aku membuatkan mu makan siang? Aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi sepanjang hari hanya karna memikirkanmu.”

“Aku mungkin terlihat cuek di luar, tetapi aku benar-benar peduli. Tiffany.”lalu Taeyeon manghapus air matanya dengan ibu jari.

“Lalu siapa gadis itu?”Kata Tiffany pelan, menatapnya balik.

“Ji Eun? Dia adalah calon wakilku. Kita sedang mendiskusikan tentang program kerja yang akan kita jalani jika menjabat.”

“Apa kau yakin, dia hanya calon wakilmu?”

Taeyeon tertawa pelan, lalu mengacak-acak rambut gadis itu pelan, “Bagaimana bisa aku melihat orang lain, jika aku sedang bersama ketua cheerleaders yang lucu dan mempesona ini?”

jazz


NAH. GUE GA NGUTANG2 PDKTNYA TAENY LAGI YA WKWK. BIAR GA BERTELE-TELE UDEH.

Advertisements

129 thoughts on “YOU, AGAIN. CHAPTER FOUR BY JAZZ

  1. Aduhhh ada yg cemburu ini karena tae gak melihat panny akhirnya panny marah bgt gak menghiraukan SMS tae.. tapi pada akhirnya panny tetap menemui tae… blm juga pacaran taeny udh sweet bgt bagaimana kalau udh jadian bisa2 yg lain jadi obat nyamuk aja… hehehe lain kali hati2 Tae jangan perna mengabaikan sms atau apapun Itu yg berhubungan dengan panny Karena bisa2 ntr Tae dapat talak 3 Dari panny 😂😂😂😂 .. Tae ma cool Tapi bisa juga gombal gimana panny gak klepek2😂😂😂

    Like

  2. Waaw, gue udh bbrapa minngu ini lagi gak baca ff karna ulangan2 dan terakhir kali gue baca ff ini baru nyampe chapt 2 yang gue rasa gantung bangettttttt sumpah! Tapi pas gue buka hari ini update nya udah banyak wkwk gue langsung baca dan ini udah nyampe chapt 4, critanya Bagus banget sampe gue ketawa sendiri di kamar TaeNy so sweet banget apa lagi pas tiffany bilang ke taeyeon, taeyeon gak boleh nglihat yang lain selain tiffany OMG 😂😂😂

    Liked by 1 person

  3. waaah…fany orgnya cemburuan banget, untung tae orgnya penyabar….
    tinggal nunggu aja kapan hubungan mereka resmi….

    Like

  4. uhuhuhu ada yg cemburu nih yah.. gokil banget sih tiffany kalo cemburu sampe taeyeon kehilangan konsentrasi wkkwk

    jieun mencintai taeyeon yah ???
    knp harus jieun sih ????

    bag yg trakhir manis banget, taeyeon pintar ngegombal nih.. hihii

    jadi, apa authorny juga suka ngucapin kata2 manis buat someone ???

    author zodiakmu apa, hmm ???

    Like

  5. Wah lama g ngikutin author skrg udh main pw. Ini g bertele tele thor, readers jg pd seneng bacanya. Udh buka2an aja soal ht wkwkw

    Like

  6. Eeehhmmmmm kirim2 selca.. Smakin diabetes deh!

    YaAmmpunnn.. Ini tippAny lucuuuuuu bingiiitttzzzz sih???
    Omggggg *someone help me

    HaaaAa??????
    Mau d pw?
    Gimana nasib saya yg new rider? *oh no

    Like

  7. Bangzaat!! Pas pany mabok trus nulis sms alay, gk kebayang!😂😂😂😂😂
    Dan skrg taeny terang2an ungkapin perasaan, udh gombal2 lagi kan, wkkwwkk

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s