YOU, AGAIN. CHAPTER SIX BY JAZZ

Namun, setelah mendengar decitan pintu, Taeyeon lebih memilih untuk kembali ke tempat semula. Dia kembali menemukan tatapan hangat itu, yang ada pada Tiffany yang kini tengah berjalan kearahnya.

Tiffany tersenyum, dia hendak memeluk sekali lagi gadis itu, sebelum Taeyeon mengalihkan pandangannya dan berkata, “Sebaiknya aku segera kembali,”Gerakan kecil itu mampu membuat Tiffany sedikit kecewa.

Dia tersenyum sedih, dia tersesat akan perubahan sikap Taeyeon yang hanya dalam hitungan detik. Tapi, dia merasa tak  begitu keberatan. Mungkin gadis yang ada di depannya hanya sedang merasa lelah.

“Kabari aku, jika kau sudah sampai di rumah. Okay?”Kata Tiffany setelah mengantar Taeyeon hingga ambang pintu rumahnya. Gadis itu hanya mengangguk pelan,

Namun, Tiffany tau ada yang sedikit berbeda dari gadis di depannya. “Taeyeon.. ada apa?”

Dia hanya menggeleng pelan, “I’m okay, terimakasih untuk makan malamnya.”Balas Taeyeon lalu baru mau  menarik sudut bibirnya untuk tersenyum.

“Aku pergi.”

Tiffany memperhatikan punggung gadis itu yang semakin jauh dari penglihatannya. Dia sedikit khawatir karna keadaan jalan sudah sangat gelap, namun dia hanya bisa berdiri di tempatnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang kini menghampirinya,


“Taeyeon.”Kata seorang pria paruh baya yang kini sedang menonton tv, membelakangi gadis itu yang kini menghentikan langkahnya.

“Sudah berapa kali, kau melanggar jam malammu?”Tambahnya lagi dengan suara yang berat, membuat gadis itu hanya bisa terdiam dan menunduk.

Dia mulai bangkit dari duduknya, lalu menghadap pada gadis itu yang kini berstatus sebagai putrinya.

“Lalu bagaimana denganmu? Kau bahkan masih mengenakan jasmu.”Balik Taeyeon terhadap pertanyaan ayah tirinya.

“Kau masih bisa seperti ini, ya? Kau benar-benar tak tau di untung. Kau tau itu?”

“Aku tau. Begitu tidak beruntungnya, hingga aku harus memanggilmu, Ayah.”

PLAK!!!

Gadis itu untuk kesekian kalinya tersungkur ke tanah, sembari memegangi satu pipinya yang terasa sangat perih dan panas. Ia tidak bisa menahan butiran air mata itu untuk jatuh.

Dalam hitungan detik, pria itu kini menarik kerah bajunya dengan kasar, untuk berdiri.

“Setidaknya, kau harus mengerti tatakrama bukan?”Katanya sembari menatap tajam mata putrinya yang kini menatapnya kabur. Air matanya masih berjatuhan, sebelum akhirnya tubuhnya kembali di hempaskan, dan punggung belakangnya kembali menghantap lemari yang ada di belakangnya.

Lalu pria itu pergi begitu saja, keluar pintu meninggalkan Taeyeon yang kini hanya bisa terpejam merasakan kembali semua rasa sakitnya yang terus berulang di setiap waktu.

Ia benar-benar tak mengerti dimana letak kesalahannya sehingga harus merasakan semua ini. Dia merasa tak adil. Dia menginginkan sosok ibunya untuk kembali hadir.

Sementara, pria itu kini hanya bisa terdiam di balik setirannya. Perasaan bersalah setiap kali ia menyakiti gadis itu memang selalu menghampirinya. Setiap waktu. Namun, ia hanya tidak pernah bisa menahan dirinya untuk terus melakukan itu. Tidak dengan situasi dimana dirinya tak pernah di akui oleh gadis itu sejak awal mereka berada di atap yang sama.

lee-byung-hun_1435537381_af_org


“Taeng!”Kata Sunny semangat pada sahabatnya yang kini terlihat sangat murung. Dia bahkan memakan bekalnya dengan sangat lama. Tatapannya kosong, dia sama sekali tak mengikuti pembicaraan mereka.

“Oh?”

“Ada apa denganmu hari ini, Unnie?”Sambar Seohyun yang ikut heran, namun gadis itu hanya menggeleng pelan,

I’m fine..

Tidak. Dia tidak baik-baik saja. Taeyeon merindukan ibunya. Sangat. Dia penuh akan rasa sakit yang selalu di simpannya sendiri. Ingin sekali rasanya meneriakan semuanya. Tetapi, ia hanya bisa sembunyi balik dirinya yang terlihat kuat.

Belum lagi, ia baru saja mengetahui bahwa Tiffany, merupakan mantan kekasih dari saingannya. Siwon. Tak pernah terlintas sama sekali di benaknya akan itu. Gadis itu bahkan masih mempunyai foto-fotonya bersama pria itu. Taeyeon mulai berpikir, bahwa Tiffany mungkin saja belum bisa melepaskan mantan kekasihnya. Atauu bahkan, mungkin masih ada kemungkinan jika mereka akan kembali bersama.

Memikirkan hal itu mungkin saja terjadi, cukup membuatnya merasakan sakit yang ia rasakan sejak semalam. Ia hanya tidak bisa menahan dirinya untuk berpikir yang tidak-tidak. Tapi.. Tiffany bahkan tidak  pernah membuka soal itu, disaat hubungan mereka sudah sangat dekat.

Yang selanjutnya, justru semakin membuat Taeyeon memperburuk situasi di ruang hatinya. Di sudut lain kantin ini, dirinya bisa melihat Tiffany yang kini sedang berbincang dengan Siwon. Ia tak bersama sahabat-sahabatnya, melainkan gadis itu hanya berdua di salah satu meja. Terlihat sedang membicarakan topik yang serius. Taeyeon hanya bisa sesekali menatap mereka, jauh di dalam lubuk hatinya. Ia merasa tidak bisa menerima apa yang kini kedua matanya tangkap.

Tanpa sadar, Taeyeon kini telah mengepalkan satu tangannya di meja. Ia tak seharusnya merasakan ini. Seharusnya ia tau, Tiffany bahkan bukan miliknya sejak awal.

Tapi kenapa….

Semakin Taeyeon memikirannya, semakin berat rasa sakit dan bimbang yang menghampirinya.

“Yah. Bukankah itu kekasihmu?”Kata Sunny sembari melemparkan pandangannya pada gadis yang telahdi tatapnya lebih dulu.

Taeyeon lalu bangkit dari duduknya, “Kami bukan pasangan.”Katanya yang mampu membuat teman-teman semejanya yang lain hanya bisa terdiam mendengarnya. Tak yakin dengan apa yang telah mereka dengar barusan.


[Tiffany –09:02 am] Taeyeon, kau belum mengabariku hari ini. Kau dimana? Kau sibuk? I want to see you…

Taeyeon hanya bisa membuang napasnya pelan ketika membaca pesan yang baru saja masuk. Tidak seharusnya ia seperti ini. Perasaan itu, tidak seharusnya ada. Dia tidak bisa begini. Dia merasa begitu bersalah, namun juga bimbang di waktu yang bersamaan. Memikirkan bagaimana Tiffany pernah menjalin hubungan yang bahagia bersama saingannya. Sudah cukup untuk menumbuhkan benih sakit di ladang hatinya.

Dia kembali menatap ke depan. Waktu bel istirahat telah berbunyi lagi. Namun, Taeyeon lebih memilih untuk keatap sekolah. Ia hanya tidak bisa menahannya lagi, jika mendapati Tiffany sedang bersama pria itu lagi. Namun, dia juga tidak bisa menghadapinya sekarang.

[Tiffany –09:03 am] Taeyeon-ah, kau di atap?

Taeyeon sempat terdiam lagi sebelum akhirnya mulai menjawab,

[Taeyeon–09:03 am] No. I’m busy. Talk to you later

[Tiffany –09:04 am] Ah.. okay. Don’t forget to eat something. Don’t be stress and tired. See you later 🙂

Dan pada akhirnya, Taeyeon lebih memilih untuk kembali memasukan lagi telfon genggamnya ke dalam saku.

Dia membiarkan dirinya tenggelam akan semua bayangan yang kini tergambar di kepalanya. Banyak sekali pertanyaan yang berlari. Namun, tak satupun dari itu yang bisa ia jawab. Ia butuh seseorang untuk memberinya petunjuk,

“Hey…”

Taeyeon sedikit tersentak, lalu dia mulai menoleh kearah belakang.

Sosok gadis yang familiar di penglihatannya. Memang, mereka belum pernah berhadapan langsung, apalagi untuk berbicara. Namun, memorinya mulai bisa menerka siapa itu.

Sahabat Tiffany, Jessica.

“Maaf mengganggumu, aku tadi hanya ingin meletakan pot tanamanku disini.”Tambah gadis brunette itu sembari berjalan mendekati Taeyeon yang masih terduduk.

“Oh.. Tidak apa, kau tidak mengangguku.”Balas Taeyeon tersenyum tipis,

Jessica membalas senyumnya, “Kau tidak istirahat? bukankah persaingan sedang ketat?”tanya lagi gadis itu di selingi tawa kecilnya.

Taeyeon tersenyum lalu menggeleng pelan, “Aku sedang ingin disini.”balas singkatnya. Membuat Jessica menautkan satu alisnya.

“Boleh aku duduk disini?”Tanyanya pada Taeyeon yang masih terduduk  menatapnya, gadis itu hanya mengangguk pelan sembari menyisakan ruang untuk gadis itu.

“I’m Jessica,”Kata gadis itu mengulurkan satu tangannya untuk di jabat. Taeyeon lalu menyambutnya, “I’m Taeyeon”

“Wah. Di lihat dari dekat, kau memang benar-benar cantik. Tidak heran si bodoh itu tergila-gila padamu.”Tukas Jessica sembari terkekeh, membuat Taeyeon hanya bisa mengikuti alurnya. Dia tertawa pelan,

“Kita belum sempat bertemu, kan? bahkan sejak kau dekat dengan Tiffany.”Tambahnya lagi, “Kurasa begitu.”

“Tiffany selalu mengatakan, bahwa kau selalu sibuk. Dia bilang, lain kali jika kau punya waktu. Selalu seperti itu…”

Taeyeon menoleh, “Sebenarnya, jika kalian ingin bertemu denganku, aku pasti akan meluangkan waktu.”Jessica tertawa lagi, “Aku tau. Mungkin Tiffany punya alasan sendiri. Dia mungkin tau, jika kau sangat lelah akhir-akhir ini.”

Keduanya kembali terdiam, “Kami hanya ingin memastikan, bahwa kau adalah orang yang tidak akan menyakitinya.”Kini, ada nada sedih dan khawatir disana. Taeyeon bisa dengan jelas mendengarnya.

Dia menoleh, menemukan raut wajah Jessica yang berubah. “Apa maksudnya?”

“Kau tau… Tiffany yang kau lihat sekarang, bukanlah dia yang sebelumnya.”

Taeyeon menatapnya lagi penuh tanya, dia berharap Jessica mau memperjelas lagi perkatanya barusan. Karena dia masih tersesat.

“Itu semua karena Siwon.”

“Apa maksudmu, Jessica?”

Gadis itu kini menatap Taeyeon yang kini terlihat kebingungan, “Mereka pernah bersama. Tiffany sangat mencintainya. Mereka berdua adalah pasangan kekasih yang paling bahagia disini. Tiffany merasa bahwa Siwon adalah hidupnya. Namun, tidak sampai dia memergoki pria itu sedang bersama gadis lain di apartmentnya. Dia bahkan melihat sendiri apa yang mereka lakukan. Bisa kau bayangkan itu?”

Taeyeon bisa merasakan sakit di hatinya semakin meluas. Bukan karena Tiffany. Melainkan karena mendengar kisah pilu yang telah di alami gadis itu. ia tidak bisa membayangkan bagaimana Tiffany melewati semua itu sendirian. Dia pasti benar-benar hancur waktu itu. Taeyeon merasa bodoh karena mengambil kesimpulan sendiri.

Bagaimana bisa dia berfikiran yang lain mengenai Tiffany. Yang bahkan sudah merasakan sakit akibat ulah mantan kekasihnya sendiri. Membayangkan bagaimana Tiffany bisa bertahan, cukup membuat rongga dadanya menyempit. Jika saja ia tau lebih cepat, mungkin ia tidak akan berfikiran yang lain.

Dia merasa begitu bersalah karena itu.

Taeyeon terdiam. Pandangannya mulai kabur, mungkin karena air mata yang kini telah menggenangi pelupuk matanya.

“Dia mulai mengurung diri sejak itu. Kau harus melihat bagaimana Tiffany benar-benar hancur. Itu membuat kita marah, tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan saat itu.”

“Lebih lagi, kejadian itu terulang lagi pada yang selanjutnya. Seperti Minho. Beruntungnya, kali ini Tiffany tidak benar-benar mencintainya. Walaupun, aku sempat mendengarnya menangis semalaman. Dia tetap hancur.”

“Kami hanya ingin memastikan, itu tidak akan terjadi lagi. Tiffany begitu berharga, kami hanya ingin melindunginya. Maka dari itu, pertama kali kami mendengar bahwa dia tertarik padamu. Kami begitu ragu, disamping kau adalah seorang perempuan. Kami benar-benar khawatir jika kau sama saja seperti yang sebelumnya.”

Air mata itu kini jatuh begitu saja di pipinya yang mulus ketika mendengar penjelasan Jessica. Menyadari, gadis di sampingnya menitihkan air mata, Jessica menoleh.

“Omo. Maaf jika aku mengatakan sesuatu yang salah..”

Taeyeon lalu menghapus airmatanya dan menggeleng pelan, “Kau tidak mengatakan hal yang salah.”Gadis itu kini menatap Jessica lagi, lalu kembali tersenyum dalam tangis kecilnya.

“Aku meragukannya. Tiffany.”

Jessica memberikannya tatapan penuh tanya. “Aku pikir, dia menyembunyikan sesuatu dariku. Dan itu adalah hubungannya dengan Siwon. Aku begitu kesal dan marah. Mungkin aku juga penuh dengan masa lalu dan rahasia. Tetapi aku hanya tidak menyukai diriku yang tidak tau apa-apa tentangnya. Kita begitu dekat, namun jauh di saat yang bersamaan. Memikirkan bagaimana Tiffany pernah menjalin hubungan yang bahagia dengan orang lain, membuatku merasa begitu khawatir. Jika dia mungkin saja akan merubah keputusannya. Dan kembali pada Siwon.”

Jessica kini menatapnya tidak percaya.

“Taeyeon…”Katanya penuh iba, “Aku tau. Ini salahku.”

“Tidak ada yang salah disini.”Jawab  Jessica cepat,

“Tapi kau harus tau, bagaimana Tiffany kini benar-benar mengagumimu. Dia selalu menyebutkan namamu setiap perkataanya. Aku bisa melihat mata itu yang kembali bersinar lagi seperti dulu, hanya karena menceritakan tentangmu. Bocah itu… benar benar jatuh cinta padamu.”

“Dan aku merasa begitu bodoh karena meragukannya.”Kata Taeyeon pelan, sebelum akhirnya dia berkata.

“Aku mungkin bukan pria seperti yang lainnya. Aku bukan yang terkuat, tapi aku akan melakukan apapun untuk menjaganya. Aku juga bukan yang orang lain inginkan, tapi aku akan memperlakukannya dengan sangat baik. Aku… tidak akan pernah membiarkannya merasa sendiri. Karena aku akan selalu ada di sampingnya, melawan dunia ini bersama. Dia Tiffany Hwang. Aku akan menjaganya.

Jessica lalu menoleh untuk menemukan waut Taeyeon yang kini terlihat berbeda. Matanya berbinar ketika ia mengatakan itu. Dan untuk pertama kalinya juga, dia melihat kesungguhan disana. Dia semakin yakin, bahwa Taeyeon adalah orang yang tepat kali ini. Walaupun, dirinya dan yang lainnya sempat meragukan gadis ini. Dia bisa mengerti betul kenapa Tiffany jatuh hati padanya. Taeyeon adalah orang yang mengagumkan dengan segala kesempurnaanya.


“Jjinja! Aku dengar dia jatuh sangat parah. Bayangkan saja, jika kau di angkat di ketinggian laku jatuh begitu saja!”Taeyeon kini sedang sibuk mengerjakan tugas-tugasnya di kantin bersama teman-temannya.

Sebelum akhirnya, siswi lain itu melanjutkan perkataanya, “Wah. Aku penasaran bagaimana keadaan Tiffany sekarang. Pasti dia terluka berat.”

Taeyeon menoleh, namun dia bukan satu-satunya yang mendengar itu. Temannya yang lain juga tersentak, “Yah. Apa maksudnya itu?”Sambar Sunny bertanya pada siswi itu,

Sedangkan mereka hanya mengedikkan baru sembari menjawab “Yang ku dengar, Tiffany baru saja terjatuh saat latihannya bersama cheerleaders.”

Dengan itu, Taeyeon tak menghabiskan waktunya lagi untuk berdiam. Dia segera bangkit dari duduknya. Tidak bisa di pungkiri bahwa kini aliran darahnya seperti berhenti berdesir. Rasa takut dan khawatir yang begitu besar mampu mengalahkan segalana.

“LALU DIMANA DIA SEKARANG!?”Tanyanya agak meninggikan suara. Siswi itu benar-benar gugup sekarang. Selain karena, mereka dapa melihat calon ketua osis itu dari jarak yang sangat dekat. Pertanyaan Taeyeon yang terdengar sangat keras namun penuh khawatir juga mampu merebut semua perhatian siswa di kantin.

“Uh.. Anu.. Aku dengar dia di bawa ke ruang perawatan sekolah.”

Shit.”Ungkapnya pelan seraya berlari menuju tempat itu. Dalam perjalanannya ia benar-benar tak bisa melihat apapun selain bayangan gadis itu yang ada di kepalanya.

“Tiffany!”Tukasnya setelah melihta gadis itu yang kini terbaring disana. Tiffany menoleh dan tersenyum padanya. Masih bisa di lihat luka-luka yang ada di wajahnya, kedua tangannya yang lecet, dan kakinya yang tampak di balut dengan perban.

Dia kini sedang di kelilingi oleh petugas rawat dan teman-teman cheerleadersnya.

Namun, Taeyeon benar-benar mengabaikan itu.

Belum sempat Tiffany mengatakan apa-apa, gadis itu berlari kearahnya. Berdiri di tepi tempat tidurnya dan berkata, “Apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi? Kau terluka?”Tanyanya penuh khawatir. namun, belum sempat gadis itu menjawabnya lagi. Taeyeon sudah menarik Tiffany untuk di dekapnya.

“Berhenti membuatku, khawatir Hwang..”Tukasnya pelan, sembari mengeratkan pelukannya. Tanpa sadar, kini Tiffany tengah menitihkan air matanya. Entah bagaimana menggambarkan perasaan bahagia untuk mendapati Taeyeon yang seperti ini. Seperti yang ada di dalam dekapannya sekarang. Sisi baru dari Taeyeon yang satu ini mulai merangkak keluar.

Tiffany menyadari bagaimana Taeyeon lebih khawatir padanya di bandingkan banyak pasang mata yang kini tengah memperhatikan mereka. Taeyeon tidak ragu lagi untuk menunjukan kedekatan mereka pada semua orang.

Melihat kedua siswi yang ada di depan mereka, semua orang perlahan-lahan melenggangkan kakinya keluar. Semua dari mereka kini mempercayai, bahwa kedekatan mereka itu sungguh nyata. Mereka menyaksikan sendiri, bagaimana gadis yang terlihat acuh dan misterius itu, berkaca-kaca, suaranya parau dah penuh kekhawatiran saat berhadapan dengan, Tiffany.

“Aku benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi padamu..”Lirih pelan Taeyeon sembari memejamkan kedua matanya. Tangannya tak henti membelai rambut panjang milik Tiffany. Sementara, suara isakan tangis gadis itu tak bisa di tahan. Membuat Taeyeon melepaskan dekapannya dengan segera.

Dia meraih wajah Tiffany, di tangkupnya sembari berkata. “Ada apa? Kau terluka? Katakan padaku dimana yang sakit.”Namun gadis itu hanya bisa terdiam haru. Sembari memperhatikan wajah khawatir Taeyeon. Dia sangat menyukainya.

“Aku baik-baik saja, Taeyeon.. hanya luka kecil. Hanya, kakiku yang terkilir.”

“Tapi, bukan itu yang membuatku menangis.”

“Lalu apa?”Tanya pelan Taeyeon,

“Melihatmu, mengkhawatirkanku. Aku sungguh-sungguh berterimakasih, Taeyeon-ah.”


“Nah. Jadi bagaimana? Kau bisa pertemuan pulang nanti, Taeyeon?”

Gadis itu terdiam. Dia masih berpikir untuk jawaban yang akan di berikannya. Biasanya, dia tidak akan ragu menjawab sanggup jika ini sudah mengenai calon kepemimpinannya. Namun…

“Bisakah kita atur ulang jadwalnya?”

“Kenapa?”

“Aku harus mengantar Tiffany kembali. Kalian tau tadi ada insiden. Aku khawatir jika nanti terjadi sesuatu yang lebih buruk.”

Bahkan, seisi ruangan ini terheran mendengar jawaban gadis itu. Karena tidak biasanya dia seperti ini. Sungguh.


“Tiffany..”Panggil Taeyeon pada gadis itu yang kini sedang bergurau dengan  teman-temannya di dalam kelasnya. Lagi-lagi, ini adalah kali pertamanya menghampiri Tiffany langsung di kelasnya. Sebelumnya, ia tidak ingin publik tau bahwa dia sedang dekat dengan ketua cheers itu. Dia bahkan selalu meminta gadis itu untuk pergi ke atap setiap kali mereka akan bertemu.

Bisa di lihat satu kaki Tiffany yang kini di baluti perban.

Gadis itu menoleh. Dia cukup terkejut karena pandangannya kini menemukan sosok Taeyeon yang  berdiri di ambang pintu dengan senyum hangatnya. Bahkan, seisi kelas ini tengah memperhatikan gadis itu juga. Banyak dari mereka, yang kini baru bisa mempercayai. Bahwa keduanya kini tengah dekat.

“Taeyeon?”Katanya, Jessica dan yang lainnya hanya bisa tersenyum kearah Taeyeon. Lalu gadis itu menyambut senyum mereka sebelum akhirnya mempersilahkan dirinya masuk mendekati gadis itu yang kini di kelilingi teman-temannya.

“Apa kau masih ada urusan? Aku akan mengantarmu pulang.”Tanyanya pada gadis itu yang masih terduduk. Menghiraukan orang-orang yang berbisik.

“Yah. Ternyata rumor itu benar.”

“Jjinja. Ini pertama kalinya dia kemari, kan?”

“Aku kira itu semua hanya gossip.”

“Dilihat-lihat, mereka terlihat lucu jika bersama,”

“Tumben sekali, Kim”Sambar Yuri tersenyum kecut, namun dia diam-diam menyukai sisi perhatian Taeyeon pada sahabatnya kini.

Taeyeon menoleh, “Aku hanya ingin memastikannya baik-baik saja.”

“Baguslah. Akhirnya kau memperhatikannya…”Kata Sooyoung yang mendapat sikutan dari Tiffany akibat perkataannya. Taeyeon sedikit terkejut, namun dia membungkukan badannya cepat sembari berkata, “Maafkan kekuranganku,”

“Yah. Yah. Itu bukan masalah yang besar. Kau serius sekali… aku kan hanya bercanda.”Balas Sooyoung yang tersentak dengan sikap Taeyeon. Dia benar-benar berpikir bahwa gadis yang ada di depannya mempunyai tatakrama yang sangat baik. Sikapnya patut di acungi jempol. Pikirnya,

Taeyeon hanya tersenyum, lalu menatap Tiffany yang kini tersipu malu dibuatnya.

“Aku Sooyoung bytheway,”Kata gadis jangkung itu mengulurkan tangannya. Taeyeon menyambutnya, “Aku Taeyeon.” “Aku tau. Siapa yang tidak tau calon ketua osis yang cantik dan sopan begini? Pfft!!”

Yang lainnya hanya terkekeh pelan mendengarnya, “Aku Yuri.”Kata gadis itu setelah ikut terbawa suasana hangat ini, Taeyeon kembali menyambut tangan itu. “Taeyeon.”

“Maaf jika kita belum sempat mengenal lebih dekat,”Tambah Taeyeon pada teman-teman Tiffany.

It’s okay. Tiffany menceritakan betapa sibuknya kau.”Balas Yuri, “Kita mengerti.”Sambar Sooyoung.

“Yasudah, dia kesini untuk menjemput si putri ini.”Kini giliran Jessica yang berbicara.

Taeyeon hanya terkekeh pelan mendengar itu, sebelum dia mulai membawakan tas Tiffany dan membantu gadis itu berdiri. Kini dialah yang menadi penuntun dan penyangganya berjalan.

“Baiklah, kami pamit duluan.”Kata Taeyeon terakhir sembari tersenyum, “Kami pergi. Jangan lupa kalian harus tetap latihan nanti! acaranya sebentar lagi!”Kata Tiffany pada teman-temannya yang kini tidak menghiraukan perkataanya. Malah sibuk dengan telfon genggamnya masing-masing. Taeyeon tertawa, “Aish! Kalian ini!”cetus Tiffany kesal.

Lalu mereka berdua melenggang keluar ruangan. Tanpa menyadari, seorang pria di pojok ruangan tengah memperhatikan mereka sejak awal. padahal, dia juga tengah di kelilingi teman-temannya.

Jadi, itu semua benar, Tiffany…

Apa benar-benar tidak ada kesempatan lagi, untukku?

“Tiffany.”Panggilnya pada gadis itu yang kini tengah berada di balkon di depan kelasnya. Gadis itu menoleh. Dia sedikit terkejut ketika pandangannya menangkap seorang pria berprawakan tinggi kini tersenyum padanya. Senyum yang dulu selalu mengisi harinya. Dia dan segala kenangan yang mereka pernah gambar bersama.

Tiffany masih ingat betul, bagaimana sosok itu mengisi warna di setiap harinya. Bagaimana dia memberikan cinta yang begitu besar. Bagaimana dia selalu berusaha untuk membuat harinya menjadi lebih baik. Bagaimana dia selalu ada, dalam suka maupun duka.

Dan yang paling terpenting.

Bagaimana Siwon selalu berusaha untuk tetap di sampingnya, apapun yang terjadi.

Namun, dia juga tidak bisa memungkiri. Rasa sakit itu yang hingga kini masih berbayang di ingatannya.

Bagaimana pria itu, merobohkan kepercayaan dan cintanya yang begitu besar.

Bagaimana dia, membuatnya sangat hancur untuk waktu yang lama.

“Aku ingin berbicara denganmu.”

Kini mereka tengah berada di bangku penonton di lapangan sekolah mereka. Siwon memilihnya, karena menurutnya tempat ini mengingatkannya dengan Tiffany dahulu. Dimana mereka bertemu, tanpa secara sengaja ketika sedang sama-sama latihan. Dia adalah captain dari team basket sekolah ini, sedangkan Tiffany dulu masih menjadi anggot cheerleaders yang masik sibuk-sibuknya berlatih.

Di pertandingan, Siwon menemukan Tiffany yang sedang beraksi bersama teman-temannya terlihat sangat menarik. Dan untuk pertama kalinya, dia jatuh untuk kedua bola mata hangat yang menatapnya juga. Tiffany sangat cantik, pikirnya kala itu. Tidak lama setelah itu, Siwon memberanikan dirinya untuk berkenalan dengan gadis itu. Menjalin hubungan hampir setahun. Mereka adalah pasangan kekasih yang paling di kagumi di sekolah ini. Keduanya terlihat sangat bahagia.

Namun tidak, sampai dirinya membuat kesalahan terbesar yang pernah ia buat selama hidupnya. Dia menyia-nyiakan kesempatan itu. Kesempatan untuk terus berada di siis gadis itu. Yang sangat di cintainya, hingga sekarang. 

“Sebaiknya cepat selesaikan ini. Aku ada urusan lain,”Tukas Tiffany sembari menatap ke depan. tak mau melihat wajah pria yang disampingnya. Rasa sakit itu masih disana. Jauh di dalam ruang hatinya.

Siwon tersenyum, lalu terkekeh pelan. “Tidak banyak yang ingin aku bicarakan.”Katanya pelan sembari menjatuhkan pandangannya pada gadis yang ada di sampingnya. “Aku… hanya merindukanmu.”

Tiffany hanya terdiam mendengar itu. Tak bisa di pungkiri bahwa kini jantungnya berdetak begitu cepat. Dia merasa begitu bodoh. Seharusnya tidak seperti ini. Seharusnya dia tidak merasakan ini lagi.

“Itu konyol.”Balas Tiffany cepat mengalihkan pandangannya.

“Itu yang sebenarnya.”Kata Siwon masih tak mau mencabut pandangannya pada gadis itu. Tiffany tak pernah berubah. Ia masih mempunyai pesona ini sejak dulu. Dia kembali tersenyum saat kembali memperhatikan lekukan wajah Tiffany yang dikaguminya. yang semua orang kagumi.

“Aku tidak punya waktu untuk ini.”Gadis itu lalu bangkit dari duduknya. Hendak pergi sebelum satu tangannya lebih dulu di raih oleh Siwon.

“Apa mungkin… masih ada kesempatan. Untuk kita?”Tiffany kini menoleh untuk menemukan wajah Siwon yang terlihat begitu tulus dan serius.

Dia melihat kearah tangannya yang kini diraih, sebelum dia kembali menatap Siwon. “Berhenti mengatakan hal-hal bodoh.”Katanya cepat,

“Apa masih ada hal lain? Aku berjanji makan siang dengan Taeyeon.”

Dengan itu, Siwon perlahan melepaskan genggamannya. Tidak bisa di pungkiri, rasa sakit itu kini meluas di rongga dadanya. Dia memejamkan matanya. Sementara, Tiffany kini sudah berbalik dan mulai melangkah, sebelum pria itu berkata,

“Apa.. sekarang kalian bersama?”

Tiffany menghentikan langkahnya. “Belum. Tapi aku yakin, dia akan menjadi milikku sebentar lagi.”

“Kau menyukainya?”

Tiffany berbalik, “Aku rasa itu bukan urusanmu, Siwon.”

“Bagaimana kau tau kalau kau juga menyukainya? atau bahkan mencintainya?”

Gadis itu menarik sudut bibirnya untuk tersenyum. Terbayang dibenaknya bagaimana Taeyeon sangat banyak telah mempengaruhi hidupnya sekarang. Gadis itu adalah segalanya baginya. Dia adalah satu-satunya alasan untuk Tiffany bangun setiap hari, mengharapkan hal-hal baik datang kepadanya dan Taeyeon.

“Sederhana, karena dia telah membuat mimpi burukku, pergi. Bahkan menghilang.”


“Tiffany? Apa yang terjadi?”Nyonya Hwang menuruni anak tangga dengan cepat sembari menghmapiri putrinya yang kini di sanggah oleh Taeyeon.

“I’m fine, mom. Kakiku hanya terkilir.”

“Kau terjatuh? Bagaimana kejadiannya, Taeyeon?”

“Aku tidak melihat langsung, Nyonya Hwang. Yang aku dengar, dia terjatuh saat latihan jadi aku langsung menghampirinya. Tapi untung saja tidak ada luka yang terlalu parah. Dia terkilir.”Jelas Taeyeon, wanita itu hanya bisa membuang napasnya lega. Maklum saja, Tiffany adalah anak satu-satunya. Dia begitu takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada putrinya.

“Yasudah, sebaiknya kau bawa dia ke kamar. Aku akan memghubungi Dr. Martin. Istirahatlah.”Perintah wanita itu hanya di sambut anggukan oleh Taeyeon. “Kami permisi,”


“Kau harus hati-hati lain kali, Tiffany.”Ujar Taeyeon pelan, sembari memandangi gadis ini yang terbaring di atas tempat tidurnya.

“Maaf membuatmu khawatir.”

Taeyeon tersenyum, “Jantungku seperti hilang dari tempatnya setelah mendengar itu. Kau tau?” “Aku benar-benar takut.”Tambahnya,

“I know. I’m sorry.”

“It’s okay.”Balasnya lalu membelai pelan rambut gadis itu. Mereka hanya saling memandang untuk waktu yang lama.  Mungkin, tidak ada dari mereka yang mengucapkan sesuatu. Tetapi, seperti keduanya sudah tau betapa, kehadiran masing-masing sangat mmebuat perubahan pada diri mereka. Seperti kepingan puzzle yang hilang, kini telah lengkap.

“Aku berencana mengajakmu bermain ke pantai, sebelumnya. Tapi, melihat kondisimu, aku membatalkannya.”

“Yah. Kenapa kau tidak bertanya dulu? Aku pasti akan tetap menjawab ya. Asal denganmu.”

Taeyeon terkekeh pelan, “Aku ingin mengatakan sesuatu disana.”Tiffany menautkan kedua alisnya, dia penasaran dengan pernyataan Taeyeon barusan.

“Apa? kenapa harus disana?”

“Karena, kupikir itu adalah tenpat yang cocok.”

“Tapi, ku pikir aku hanya tidak bisa menundanya lagi.”

Taeyeon kini meraih satu tangan Tiffany untuk di genggamnya. Gadis itu kini merubah posisinya menjadi terduduk. Ingin mendengar dengan jelas apa yang akan gadis ini sampaikan.

“Kau tau, Tiffany… saat pertama kali aku melihatmu. Kau adalah orang yang berbeda. Orang-orang mungkin berpikiran buruk, tetapi entah sebabnya. Aku malah berfikir, bahwa kau adalah orang yang unik. Jangan tertipu dengan wajah biasaku ketika melihatmu. Padahal faktanya aku diam-diam selalu mengagumi pesona yang kau miliki. Kau adalah seseorang yang penuh cerita, kau selalu tersenyum, kau cantik. Dan mempunyai sifat yang selalu aku, kagumi.”

Tiffany benar-benar bisa merasakan ruang di hatinya yang mengadakan konser dadakan. Tak  bisa di pungkiri jika rasanya jantung itu mau copot dari tempatnya.

Tatapan Taeyeon penuh dengan kesungguhan dan ketulusan yang hangat.

“Kenapa aku menyukaimu? Aku tidak mempunyai alasan spesifik untuk itu. Tapi aku kira, itu semua karena getaran yang kau berikan padaku, senyum yang kau ukir di wajahku, dan tawa yang aku dapatkan saat berbicara denganmu. Dan fakta, dimana kau bisa membuatku memikirkanmu, bahkan jika kita tidak sedang bersama. Sejujurnya, aku tidak mempunyai alasan yang lain. Tapi, yang kutau, kau adalah satu-satunya yang bisa membuatku bahagia. Di setiap hariku, di setiap hari kita.”

Tiffany benar-benar tak menyangka, jika Taeyeon akan mengatakan hal semacam itu. Dirinya bahkan ini telah menitihkan air mata, mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir gadis itu.

“Aku mungkin bukan yang terbaik, aku hanya satu datu sekian banyak yang ingin berada disisimu. Di luar sana, banyak yang lebih baik dan lebih pantas bersamamu. Tapi, yang aku tau, bahwa aku hanya ingin menjadi satu satunya, tempat dimana kau bisa pulang dan menceritakan bagaimana harimu. Bagaimana ceritamu. Apa yang membuatmu sedih, apa yang membuatmu bahagia.”

“Aku ingin tau apa bulan favoritmu dan apa alasannya. Aku ingin tau, dimana tempat yang paling membuatmu merasa nyaman.Aku ingin tau, bagian mana dari puisi yang membuatmu merasa tenang. Dan bagian mana dari naungan langit yang membuatmu merasa aman. Aku ingin tau, buku mana yang dapat mengubah suasana hatimu, atau musik apa yang bisa membuatmu merasa tetap hidup.”

“Aku ingin tau, jika kau mungkin saja menyukai pinggiran roti atau sebaliknya, atau berapa banyak gula yang kau tuangkan kedalam tehmu. atau, kopi apa yang biasa kau pesan, dan dimana tempat favoritmu.”

“Aku ingin tau, jika kau merasakan hal yang sama denganku.”

Kini gadis itu tengah terisak sembari mendengarkan setiap kata-kata indah yang dirangkai Taeyeon. Pandangannya agak kabur karena air mata yang menggenangi pelupuk matanya. Ia bisa melihat senyum itu yang mengembang sempurna.

Dia merasa sangat bahagia.

Dan bahagia dia adalah Taeyeon.

Gadis itu menyeka air mata yang ada di pipi Tiffany dengan ibu jarinya. Dia tersenyum hangat,

“Taeyeon-ah…”Tiffany beanar-benar kehabisan kata-kata.

“I’m not good at words. Just please, be mine.”

Tiffany bisa bersumpah, bahwa kini hidupnya tengah di jungkir balikkan hanya karena sosok baru yang belum lama hadir dalam hidupnya, namun mampu mengubah banyak hal buruk menjadi lebih indah.

Taeyeon selama ini terlihat begitu cuek dan tidak terlalu menunjukan sisinya yang seperti ini. Taeyeon yang ada didepannya, persis seperti sosok yang ada di mimpi indahnya setiap malam.

“Taeyeon-ah, aku jatuh cinta padamu, jauh sebelum kau menyadarinya. Aku jatuh, untuk seorang gadis yang selalu melalui pekarangan rumahku. Aku jatuh untuk dia, yang selalu belajar dikelasnya. Yang selalu ada di atap, ketika istirahat tiba. Yang terlihat sangat mempesona, ketika menguncir rambutnya ketika olahraga. Yang berani membela temannya, dan membuat seorang guru menjadi tunduk. Aku jatuh untuk kedua matamu, yang terlihat sangat menarik. seseorang yang hangat, seperti musim panas, namun juga dingin seperti salju. Aku jatuh untuk seseorang yang bahkan belum mengetahui keberadaanku.”

“Aku hanya tidak bisa melihat orang lain, dimasa depan. Selain kau, Taeyeon-ah. Aku hanya melihatmu, aku melihat kita.”

Dengan itu, juga mampu merobohkan bendungan air mata yang Taeyeon miliki. Dia bahagia. Dia bahagia bisa mendengar itu semua.

Detik kemudian, Taeyeon bangkit dari duduknya. Dia mengecup kening, kedua mata Tiffany, pipi juga hidungnya. Keduanya kini menitihkan air mata bahagia yang hanya mereka berdua yang dapat menjelaskan. Taeyeon menyatukan kening mereka, keduanya menarik sudut bibir untuk tersenyum. Taeyeon yang mengambil inisatif lebih dulu untuk mengecup bibir itu untuk pertama kali. Bibir merah muda yang dimiliki Tiffany, yang selalu merebut perhatiannya.

Itu adalah ciuman pertama mereka yang begitu murni. Di penuhi dengan berbagai rasa yang menderu, yang telah lama ada. Namun keduanya simpan, jauh di dalam lubuk hati mereka.

Mereka kembali menyatukan kening mereka, “You’re mine now, Kim.”

“Aku tidak akan membagimu dengan siapapun.”

jazz


gila, untung indonesia menang…

yaudah, gitu aja.

ini belum tamat yessss. ❤

VOTE TAENY http://www.sbs.com.au/popasia/blog/2016/12/09/poll-which-k-pop-couples-do-you-ship-final-4?cid=trending

Advertisements

96 thoughts on “YOU, AGAIN. CHAPTER SIX BY JAZZ

  1. Jir papa tirinya taeng libyunghun , udah ntar mamanya taeng kimtehi aja thor ya 😅😆

    si siwon belewon ngapain lah sosoan kangen , sosoan pengen blik lg , taenyg lg berkobar skarang mah janggan ganggu ,
    Duh envy sma cra taeng nyatain perasaan nya , impian cwe cwe bnget itu mah , yg g mungkin kewujud kalo kalangan nyata mungkin , kbnyakan nembk lewat chat skarang mah 😆😅
    😆😆

    Cpet bnget updatenya makash thor , tpi kasian deh kyanya ngetik mulu , semangat ya 😆😄

    Like

  2. Cieeeee…☺ yang udh jadian seneng banget tuh sma kyk yang baca 💜
    Tpi janga sampe siwon ngancurin hubungan mereka 😈

    Like

  3. Ini jadi penasaran gue sama ateng n keluarganya. Kenapa bokapnya ngerasa ga di anggep ama ateng? Terus ateng kenapa juga gitu banget? Apa Gegara bokap tirinya sering mukulin dia? Terus nyokapnya ga pulang pulang. Kerjaaaaa apa? Akhirnya yah taeny jadian juga kekekeke. Seneng liatnya, traktiran dong tiffany sama the gank nya Wkwkwkwkw.

    Like

  4. Kan kan siapa suruh nyia2in tiffany trus skrng udh deket sma si taeyeon ehee berani lg blng pen balikan-_-” untung aja tiffany tak mau
    Awwww akhirnya smw emosi ditumpahkan

    Like

  5. Yeee akhirnya teni jadian juga *potong tumpeng* siwon bisa bae gombalnya “aku merindukan mu” kata tipany dalem hati*taek ucing lau kelaut aja sono* 😅😅

    Like

  6. Om ojo galak” sama tae napa ,klo mmng merasa bersalah, baik”in gtu kan perlahan tae juga bisa ngakuin om itu sbg ayahnya 😩

    Ahhh taeny kemaniseeennn sampe kadar gula ku naek gegara baca chap. Ini thorㅋㅋㅋ dan yasss taeny official yesssss 😘😘😘😳

    Like

  7. Warbyasahhhhh ceritax keren 👍👍
    terhura bngt bacanya, quotenya saoloh bkin greget aja..
    Aing sprti trbwa susana.. Nyesek dsaat daddy trsakiti, degdegan dsaat daddy smpet down grgr mkirin hbngn mommy dan siwon, khawatir krn mommy jtuh, dan trakhir bhagia krn lhat mreka ofc 😍😍😍
    thanks authornim, ff rasa novelnya kereennnnnn plus ketjehh beud.. 😂
    Semangat qaqa, jgn bosan” untk nulis y.. aing dsni mndukungmu 😁😘

    Like

  8. Sedih amat iduplu tang..
    Bpaklo cuman gengsi plus rada” sinting dikit aja tang jgn dimasukin hati kalo lo digampar ya gampar balik aja tang..
    Kirain gw edisi jealousnya si tatang bakal lama taunya dikit aja, ngomong” soal si siwon gak usah dialah thor yg jd perusak nantinya gw bisa gondokan kalo tiap baca ff pasti yg ganggu kalo gak siwon ya nickhun.. Kalo boleh ngasih saran kasih pemain baru aja thor di next chap.nya..
    BTW Congrats nii buat tatang ma neng pany dah official ditunggu kanmakannya 😀

    Like

  9. 😭😭😭😭
    Thor ,kata-kata nya indah banget ,aku sampe nangis berasaa banget feel nya . .
    Berutung nya mrk, ga berhenti nangis 😭😭😭

    Author suka bola juga yah ?? Berdoa besok INDONESIA tanding lagi semoga bisa menang. .✊✊

    Like

  10. Feelnya dpt bnget thor …
    Tae bsa bertindak seperti itu krna sica, klo tae ga tau yg sbernya mngkin dia akan slamanya bersikap dingin sma fany untung nya sica memberitahu semuanya sma tae BINGO!!! akhirnya tae nembak fany jga

    Like

  11. Ahahahaha cie cie udh jadian😄😄😄
    Senang nya hatiku akhirnya taeny jadian~~
    Yg tadi nya taeyeon ragu sama pany karna liat poto mantan masih dipajang dikamar membuat seorang kim jadi sakit hati, dan sakit fisik karna kekerasan yg selalu taeyon dapet kalau pulang telat!😤😤 emak nya taeyeon gk balik balik sih kan kasian taeyeon selalu dianiaya😤😤😤

    Hhahah typo bertebaran dimana-mana thor😂😂😂
    Hwaiting thor bikin ff nya😄😄😄😄

    Like

  12. Gila hampir aja telat bacanya

    Wah drama romantis banget ini bikin mau berdua lagi ma doi
    Tae nembak nya romantis banget

    HAhaha makasih jazz udah update cepet gua suka ma jalan cerita nya semoga yang ketujuh cepet

    Gua mau kasih saran boleh ga

    Pas bapak nya tae mukul taeyeon ketahuan ama ibunya biar kaya drama korea gitu

    Mau kasih saran aja si

    Love u
    XOXO

    Liked by 1 person

  13. Ciiyee official.. Nah tu Tae suuzon sama fany tp kenyatan ny kga bnr kn.. Untung Ada Jessie yg ngasih tao.. Eeew Minta balikan sono sama ayam Noh siwon

    Like

  14. Baru tau chptr 6 udh beberapa hari lalu, padahal mantengin trus…
    Ini aja tau gegara liat chptr baru tapi malah chptr 7 berarti gua udh ketingval 1 chptr.
    Waaaaa nice kim!!! Gantle! Good gilr, jagai pani yeon, kayanya pani bisa aja tuh punya rasa ke siwon lagi buktinya masih ada dag dig dug gitu ke siwon.
    Jadi ayahnya taeng itu sebenernya baik gitu? Terpaksa ngelakuin perbuatan kasar gitu? Sadar dong om, taeng kasian di pukulin trus….

    Like

  15. Meskipun typo bertebaran yg pntg taeny jadian.. :v

    Siwon,gk usah bilang kngen ya.. Ntr aku marah loh.. Kau cukup untukku saja yah..
    Jgn g3 hub taeny.. Please tampangmu gk cocok jd perusak hubungan orang lol

    Ciiicuwittttt taeyeon tak hny membuat hati tiffany meleleh, namun hatiku juga lol

    Like

  16. Ternyata ini udah dipost 5 hari yang laluuuuu. Huaaaa dan baru baca kelewata pdhl nungguin terus. Kaget banget udh chap 7 tadi wkwkwkk

    Omg! Suka banget taeng yg jujur dengan sikapnya, gak pura” acuh. Duh suka bangey dia khawatir sama fanu finally bukan kaya cinta fany yg bertepuk sebelah tangan lagi. Finally TAENY!!!!
    Aaaakkkkk semoga tuh siwon gak aneh aneh deh ngeliat mereka bareng

    Like

  17. Padahal tiffany yg ditembak tpi kok gw yg terbang ya? 😂😂🔫🔫
    TaeNy official now!!! Yay!!!
    Kata2nya Tae kece dah.. Ngena banget 😭😭😁😁

    Like

  18. “AKU TIDAK AKAN MEMBAGIMU DENGAN SIAPAPUN”..
    Eeewwwwoooowwwww
    tak bisa berkata2..
    Pokoknya chapter ini penuh dengan yg namanya bahagiaaaa 😍😍😍😍

    Like

  19. Untung ada mba jess yang nerangin soal hubungan siwon ama pany ke taeyeon,jadi taeyeon ga salah paham ladih deh sama pany.. 😀 😀
    Udah won kamu sama nikhum aja sana 😆 😆 ,dan lu ga usah ngarep balikan lagi ama pany, soalnya dia udah punya gebetan baru yang kece abis hahahaha

    Like

  20. Brati sbnrnya ayh tiri tae t baik cm dy btuh pngakuan dr tae. Sygnya tae blm bs mnerima. Konfliknya dkit y thor cm tae yg liat fto siwon sm fany trus sica dtg klarifikasi. Yg ditakutin dsini tjor ntr author bawa konflik yg bikin reader nyesek smua. Waaaah g sbr nunggu nyeseknya eh? wkwkwk. biasanya hbs konflik yg bikin nyesek kan ada moment bhagia y kan thor

    Like

  21. Untung ada Jessie yang udah bikin Tae makin memantapkan perasaanya ama Fany. Tsk, bisa ga tuh siwon cepet2 di bikin habis masa kontraknya di ff ini? wkwkwkwk. Poor uri Fany. Gegara terlalu mikirin Tae ampe dia jatuh. Tapi, jangan2 Fany jatuh gegara teringat perkataan siwon ke dia. Tsk, mengganggu amat sih tuh siwon

    Like

  22. Anjirrrr gue baper gilaaa thor, kata2 nya ughhhh. Taeny ohh taenyyyy senyum2 gaje gue thor hahaaaa. Walopun banyak typo tp tetep keceee, tetep ngena bgt hahaaa

    Like

  23. Ksihan tae, bpk tirinya galak banget. Katanya butuh pengakuan dri tae tpi gak dgn cara kasar jga kali.
    Akhirnya tae tau kebenaran yg trjadi antara fany n siwon. Untung ada mbak sica, Mkannya tae jngan main ngambek2 aja.
    Yeeeeyy akhirnya TaeNy Jadian jga. Kata2nya tae keren banget deh…

    Like

  24. Weewww,,,taeyeon….
    Gak nyangka dia pnya sifat yg bgni…
    Mngambil insiatif dluann…
    Melting bner tuh fany dnger kta2 taeyeon…hahah

    Pi fany belum tau keadaan taeyeon yg sbnarnya…dmna dia selalu di skiti oleh ayah tirinua…

    Mdah2an taeyeon mau brbagi dengan fany mengenai maslahnya..

    Like

  25. Keren bgt bahasa authornya.. Gimana gitu, hoho

    Dan omooooo.. First kiss!
    “Aku tidak akan membagimu dengan siapapun.”

    Like

  26. aaaaa sweet banget 😆😆
    tae romantis asli dah, idaman banget 😍
    langgeng deh ya taeny nya
    kerenlah thor, kasih jempol (°∀°)b
    feelnya kerasa banget 😆 suka banget setiap moment sama ucapan di chapter ini

    btw aku masih nunggu lanjutan ff lainnya, semoga cepet di lanjut ya
    hwaiting thor

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s