You, Again. CHAPTER EIGHT BY JAZZ

Aku benar-benar tidak tega membangunkanmu. 

Sampai jumpa senin di sekolah, Tiffany 🙂 

i love you, 

Taeyeon.

Tidak bisa di bohongi bagaimana Tiffany sudah terasa begitu nyaman ketika bersama kekasihnya. Namun, bagaimanapun juga, ia ingin melihatnya lagi di setiap pagi. Jadi, ketika membaca surat itu yang di letakan kekasihnya di atas meja, ada rasa sedikit kesal namun, ia juga buru-buru untuk tersenyum ketika membaca kalimat akhirnya.

Taeyeon tidak pernah menjadi yang pertama untuk mengatakan cinta padanya. Jadi, suasana hatinya hari ini sudah lebih berwarna, terima kasih untuk kekasihnya.

Sial. aku lupa sekarang hari sabtu. Itu berarti, aku tidak akan bertemu dengannya dua hari. Yah. Bagaimana bisa?

Tiffany sempat terdiam sejenak karena pemikirannya itu.

Di pikir-pikir, aku belum pernah ke rumah Taeyeon sendiri. Bahkan, sedikit tidak adil jika dia sudah mengenal baik ibuku, tapi aku tak mengenal baik keluarganya.

Tanpa banyak memikirkan itu lagi, Tiffany segera berniat untuk mendapatkan alamat kekasihnya. Dia segera bertanya pada teman-teman terdekat Taeyeon yang ada pada contactnya.

Benar saja, mungkin dengan kepopulerannya. Dia dengan cepat mendapatkan apa yang dia inginkan. Kali ini, dia bermaksud untuk memberikan kejutan kecil untuk Taeyeon. Jadi, dia tidak mau memberitahukannya lebih dulu.

“Tiffany? kau sudah rapih jam segini? itu sangat bukan anakku.”

Tiffany memutar kedua bola matanya mendengar itu, “Mom. Ini bukan pertama kalinya aku bangun pagi.”

“Lihat siapa yang berbicara. Nona muda yang biasa terbangun saat makan siang tiba.”Jawab ibunya terkekeh pelan, sementara anak gadisnya hanya bisa membuang napasnya pelan. Lalu bergabung di meja makan,

“Ayahmu pulang malam ini. Mungkin sekitar seminggu, lalu dia akan kembali lagi.”

“Benarkah!? ASSA!”Ibundanya lagi-lagi hanya tertawa melihat reaksi putrinya.

“Kau mau kemana?”

“Aku akan mengunjungi Taeyeon.”

“Ah, pas sekali. Mom memasak banyak hari ini. Sekalian, kita harus bersikap ramah juga pada keluarganya. Jadi kau bisa membawa rantang makanan itu. Berikan padanya dan keluarganya atas ucapan terimakasih.”

“Of course.”


Senyum Tiffany mengembang sembari menunggu pintu yang ada didepannya terbuka. Jujur saja, dia agak nervous sekarang. Ini pertama kalinya dia akan menemui keluarga Taeyeon juga. Atau dalam hal ini, Ayah tiri Taeyeon. Dia penasaran seperti apa keprawakannya. Dan yang paling penting, apakah dia akan memberikannya lampu hijau sebagai kekasih putrinya.

Itulah hal yang menjadi pertanyaan kini di kepalanya.

Namun, setelaj pintu terbuka. Dia justru menemukan kekasihnya yang kini menatapnya terkejut. “Tiffany!? apa yang kau lakukan disini?”

“Ak-“Belum dia menyelesaikan jawabannya. Taeyeon telah menarik satu tangannya untuk masuk. Sementara, Tiffany yang kini tersesat akan sikap kekasihnya yang tiba-tiba. Dia hanya bisa mengikuti kemana Taeyeon membawanya.

Dia memasuki rumah yang tidak terlalu besar.  Sederhana, namun nyaman. Tetapi, rumah ini begitu gelap. Seperti tidak ada cahaya yang di izinkan masuk, kecuali bayangan dari beberapa jendela.

Mereka menaiki anak tangga sebelum akhirnya tiba di suatu kamar, yang Tiffany percaya adalah milik kekasihnya.

“Taeyeon-ah, ada apa?”

Gadis itu berbalik, lalu memejamkan matanya. Dia meremas rambutnya kasar.

“Kau tidak senang aku kemari?”Ada nada kecewa di perkataan Tiffany. Mampu membuat Taeyeon untuk berbalik kembali menghadapnya,

“That is not what i meant..”Jawab kekasihnya sembari meraih kedua tangannya untuk di genggam. “Lalu ap–”

“Taeyeon!”Panggil suara seorang pria paruh baya dari bawah tangga. Taeyeon kini tak bisa memungkiri bagaimana dia merasa sangat panik sekarang. Apa yang akan terjadi jika ayahnya itu menemukan Tiffany di dalam rumah ini?

“Tiffany! kau harus bersembunyi sekarang, ku mohon!”Katanya pada gadis itu yang kini terlihat sangat kebingungan. Taeyeon mengedarkan pandangannya. Lalu tanpa banyak pikir, dia menarik tangan kekasihnya lagi untuk menuju lemarinya.

“Kau harus masuk”

“Taeyeon-ah, jelaskan padaku ada apa?”Kata Tiffany yang kini ikut panik di buatnya.

“Aku akan menjelaskanmu nanti, tapi kau harus masuk sekarang. Kumohon.”

Tiffany berpikir, Taeyeon adalah orang yang selalu berpegang teguh pada omongannya. Dia pasti mempunyai alasan yang kuat untuk ini. Tidak pernah sekalipun, dia meragukan kekasihnya. Akhirnya, Tiffany hanya bisa menuruti perkataan kekasihnya dan masuk kedalam lemari yang memang kosong, Dia masih memegang rantang makanan itu.

Dia bisa melihat situasi di luar dari celah pintu lemari. Beberapa saat kemudian, masuklah seorang pria paruh baya dengan mimik mukanya yang terlihat penuh emosi. Dia menghampiri Taeyeon dengan gerakan cepat dan menamparnya dengan keras.

Tiffany yang melihatnya hanya bisa menutup mulutnya dengan satu tangan, tidak membiarkan suaranya terdengar. Tidak  bisa di bohongi, hatinya merasakan sakit yang begitu nyeri ketika melihat orang itu berbuat kasar pada gadis yang sangat-sangat di cintainya.

“AKU PERNAH BILANG PADAMU UNTUK SELALU PULANG TEPAT WAKTU!”

Gadis itu sempat terisak sebelum akhirnya menjawab, “TAPI KAU SENDIRI YANG MENGIZINKAN AKU BERMALAM DISANA!”

“LALU APA YANG HARUS AKU KATAKAN KETIKA MEREKA MEMINTA IZIN PADAKU? MENOLAKNYA!?”

“TAPI MEREKA ADALAH ORANG BAIK!”

“LALU? APA YANG HARUS AKU KATAKAN PADA IBUMU JIKA ANAK GADISNYA BENAR-BENAR PEMBANGKANG SEPERTI INI!?”

Cekcok  antara anak gadis dengan ayah tirinya kini bisa terdengar seisi rumah. Tiffany bisa merasakanair mata yang mulai menggenangi pelupuk matanya kini. Tidak, sampai…

“BUG!”Pria itu terlihat mendorong kekasihnya dengan keras sehingga ia terlempar dan punggungnya kembali membentur meja. Dia meringis kesakitan setelahnya. Pria itu lalu pergi dan menutup pintu dengan kasar.

Tanpa buang waktu lagi, Tiffany segera keluar dari persembunyiannya sembari ikut menangis. Dia hanya tidak bisa lagi melihat ini. Menyaksikan seseorang melukai kekasihnya, ia hanya tidak dapat terima. Api kemarahan itu kini membara di ulu hatinya. Tak pernah sekalipun terbayangkan dalam benaknya. Bahwa ia akan menyaksikan semua itu.

“Taeyeon-ah!”Katanya berlari menghampiri kekasihnya yang kini terduduk lemas. Air matanya kembali tumpah. Dia sempat meraih luka di sudut bibir Taeyeon sebelum gadis itu kembali meringis, “Aw!”

Tiffany kini memeriksa bagian punggung belakang kekasihnya. Karna penasaran, dia berusaha membuka sedikit baju Taeyeon untuk di lihat lukanya. Betapa ini benar-benar mengejutkannya. Banyak luka lebam yang tergambar disana. Menandakan bahwa dia sudah berkali-kali di sakiti seperti ini.

Itu membuat Tiffany benar-benar hancur. Dia merasa seperti kekasih paling buruk yang pernah ada. Ini salahnya karena tidak tau apa-apa tentang Taeyeon. pikirnya.

Dia memeluk Taeyeon yang kini juga sedang terisak. Berkali-kali menjatuhkan kecupan di dahinya sembari membelai rambut panjang Taeyeon untuk menenangkannya.

“It’s hurt…”

“I know baby, i’m so sorry…”

 

“Dia Byunghun, kekasih ibu. Mulai sekarang, dia akan tinggal disini bersama kita, Taeyeon.”

Gadis itu yang kini masih menginjak masa remajanya terlihat tidak senang. Dia melemparkan pandangannya dari pria itu. “Taeyeon, itu tidak sopan. Beri dia salam.”

“Aku tidak mau.”Katanya cepat. Berhasil membuat emosi ibunya kini naik. Wanita itu menarik putrinya untuk menjauh dari pria itu yang kini terlihat kebingungan.

“Aku tidak mengajarkanmu tata krama yang buruk, Taeyeon. Bantulah Umma disini!”

Taeyeon hanya memutar kedua bola matanya. “Lalu Umma mengharapkan apa? memanggilnya dengan sebutan Appa dan berpura-pura bahagia dengan kehadirannya?”

“Sampai kapapun, aku tidak akan pernah memanggilnya itu. Itu terdengar menjijikan. Hanya appa lah yang cocok sebagai ayahku!”

“PLAK!!!”

Dan untuk pertama kalinya, dia mendapatkan tamparan dari ibunya. Dia meringis kesakitan, pipinya terasa sangat panas. Air mata mulai membanjiri pelupuk matanya. Sementara ibunya yang menyesali perbuatannya barusan berusaha meraih luka yang di goresnya,

Taeyeon hanya  berlari dan berbalik meninggalkan ibunya. Sembari menangis, dia mulai berpikir. Bahwa dia tidak akan pernah menerima kehadiran ayah tirinya, yang kini mampu membuat ibunya yang sangat penyabar dan penyayang, menjadi orang asing yang telah menyakitinya.

Bahkan, ketika keduanya menikah. Dia pergi dari rumah untuk berbulan-bulan dan tak pernah kembali. Itu menunjukan bagaimana dia benar-benar tidak suka akan hubungan mereka. Baginya, lebih baik pergi daripada berada satu atap dengan ayah tirinya. 

Dia pergi pun, ibunya sama sekali tidak menghubunginya. Itu membuat Taeyeon semakin marah dan semakin memantapkan hatinya untuk membenci pria asing itu.

Dan dia kembali disaat ibunya mulai memohon padanya untuk pulang. Itu bahkan sudah hampir enam bulan semenjak kepergiannya ibunya baru menghubunginya. Padahal, Taeyeon tak pernah mengganti nomornya. Ia diam-diam mengharapkan sosok ibu yang masih mengharapkan kehadirannya, yang saat itu datang sangat terlambat untuk membawanya kembali.

“Bukan hanya karena melihatmu terluka seperti ini yang membuatku merasa sakit juga, Taeyeon.”

Tukas wanita itu tak menarik pandangannya dari laut yang menghampar luas di hadapan mereka. Taeyeon dan Tiffany kini berada di tebing sekitar laut Daejun. Setelah berhasil membuat kekasihnya lebih tenang, Tiffany memutuskan untuk membawanya kesini.

Dia masih sedikit shock untuk melihat kejadian barusan di kediaman kekasihnya. Namun, dia tau bahwa Taeyeon kini membutuhkannya untuk terus di sampingnya. Ada untuknya dalam duka  seperti saat-saat ini.

“Ini menyakitiku, mengetahui bahwa kau menyembunyikan semuanya selama ini.”

Taeyeon kini menoleh untuk menemukan kekasihnya yang kini sudah kembali menitihkan air matanya,

“Aku benar-benar merasa tak berguna menjadi kekasihmu. Aku seharusnya mengetahi semua hal tentangmu, Taeyeon-ah.”Tambahnya lagi sembari menyeka air matanya.

Taeyeon hanya bisa terdiam sembari tertunduk dalam diam nya. Dia juga, kini sudah terisak pelan. Dia merasa sangat bersalah karena ini. Dia seharusnya mengerti, bahwa Tiffany berhak mengetahui semua tentang dirinya. Dia seharusnya tau, bagaimana sosok ini akan selalu ada di sisinya. Dia merasa begitu egois, karena menyembunyikan semuanya dari kekasihnya. Disaat faktanya, dia sudah mengetahui segalanya tentang Tiffany.

I’m sorry…“Balas Taeyeon parau, suaranya hampir tak terdengar.

Keduanya kembali terdiam. Tiffany hanya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia mungkin sedikit kecewa atas tindakan Taeyeon, namun tidak bisa di pungkiri bahwa dia ingin selalu berada di sisinya.

Namun, apa yang keluar dari bibir Taeyeon selanjutnya, mampu membuatnya menoleh ke sosok itu,

“Aku memang egois, Tiffany. Maafkan aku,”

“Aku bahkan tidak bisa terbuka padamu,”

“Aku rasa ini tidak pantas, untuk menyebutku sebagai kekasihmu.”

Taeyeon bangkit dari duduknya. Dia kini membelakangi Tiffany yang masih terdiam

“Aku fikir, lebih baik jika kita mengakhiri ini. Daripada aku akan lebih menyakitimu di masa yang akan datang.”

Mendengar itu, Tiffany bisa merasakan jantungnya yang berhenti berpacu. Alirah darahnya seperti berhenti berdesir. Jika ini adalah mimpi buruk yang menghampirinya lebih dulu, ia memohon pada surga untuk segera membangunkannya.

Tanpa memberikan jeda, Tiffany ikut bangkit dari duduknya. Dia menarik satu tangan Taeyeon untuk menghadapnya. Dia bisa menemukan kedua bola mata itu yang menyiratkan penyesalan, rasa sakit, hancur. Di aduk dalam satu wadah pandangannya.

“No, no, no. Please don’t say that. Don’t leave me. I love you so much, Taeyeon.”

“i’m sorry…”Katanya sembari meletakan kedua telapak tangannya di paparan halus wajah kekasihnya yang kini menatapnya sedih.

“Kau tidak bisa mengatakan itu, Taeyeon. Itu lebih menyakitkan dari apapun di dunia ini.”

“Aku belum siap kehilanganmu hanya karena ini, Taeyeon-ah.”

“Apa kau bahkan mengerti jika aku benar-benar mencintaimu?”

“Apa kau mengerti itu?”Tiffany kini telah terisak keras. Pandangannya kabur untuk melihat wajah Taeyeon. Air  mata sudah memenuhi pelupuk matanya

Sementara, di lain sisi. Taeyeon bisa melihat bagaimana hancur kekasihnya ketika dia mengucapkan kata perpisahan itu. Dia pernah berjanji seumur hidupnya bahwa dia tidak akan menjadi penyebab tangis kesedihan Tiffany. Bahwa dia tidak akan meninggalkan sisi gadis itu tidak peduli bagaimana dunia akan menentang keduanya.

Tapi disinilah dia, melanggar sumpahnya sendiri. Bahkan, dia telah memutuskan semuanya secara sepihak. Tidak memperdulikan bagaimana Tiffany benar-benar mencintainya. Apa yang dia pikirkan untuk meninggalkan sosok ini yang merupakan sumber dari semua kebahagiaanya?

“Taeyeon-ah. Jika tidak ada siapapun yang mungkin berada di sisimu sekarang. Aku hanya ingin kau tau bahwa aku akan selalu ada disini.”

“Bahkan jika kita mempunyai tujuan yang berbeda, bahkan jika cinta tidak pernah cukup.”

” Dan Jika kau memanggil, aku akan menjawabmu. Jika kau meneriakiku sekalipun, aku akan tetap mendengarkanmu. Apabila kau membutuhkan sesuatu, apapun. Aku akan memberikan segalanya untukmu.”

“Apapun itu yang menyangkut kau, Taeyeon-ah.”

Mendengar itu semua, Taeyeon tak bisa memungkiri bagaimana dia benar-benar merasa bodoh sekarang. Bagaimana dia bisa meninggalkan gadis ini yang begitu mencintainya?

Taeyeon menarik tubuh Tiffany untuk di dekapnya. Menenggelamkan wajahnya pada helaian lembut rambut kekasihnya sembari terisak. Sementara Tiffany bisa merasakan gadis ini yang mengeratkan pelukannya.

Dia ikut terpejam sembari terus merasa bersyukur untuk waktu yang telah mempertemukan keduanya.

“I’m sorry… i will never leave you, Tiffany.“Kata Taeyeon pelan,

“Please don’t say things like you would leave me again. It hurts.”

“I know, i’m sorry…”

“I love you so much, Taeyeon.”

“Thankyou, i love you too.”


Sooyoung hanya bisa menggelengkan kepalanya, memperhatikan tingkah Tiffany yang kini sudah berubah. Semua di karenakan minuman alkohol yang sudah beberapa gelas di tenggaknya. Sementara, kekasihnya hanya bisa sesekali terkekeh pelan mendengar semua kata-katanya yang kadang melantur.

Mereka bertiga memang kini sedang menghabiskan makan malam yang bertemakan seafood. Jelas saja, restaurant ini yang letaknya tak jauh dari tempatnya dan Taeyeon tadi, adalah milik ayah Sooyoung. Beliau membuka bisnisnya sejak putrinya kecil.

Sooyoung, yang kebetulan berada disana. Ikut bergabung untuk menemani kedua sahabatnya itu. Walaupun, sebenarnya dia agak heran ketika mendapati kedua gadis itu dengan mata mereka yang sembab. Terlihat jelas, bahwa mereka telah menghabiskan banyak air mata. Dia cukup, penasaran dan khawatir apa yang terjadi. Tapi, dia lebih memilih untuk keduanya yang membukanya sendiri.

“Terutama, siapa yang akan mencincang Ji Eun jika aku bukan lagi kekasihmu, HAH!?”Kata Tiffany pada kekasihnya, tatapannya tajam.

“Bagaimana jika orang-orang centil yang suka menggodamu, akan bertindak lebih jauh jika aku tidak di sampingmu!?”

“Apa kau bahkan memikirkan itu?”Katanya lagi. Sooyoung lagi-lagi memutar kedua bola matanya.

“Kim Taeyeon… Milikku…”Tambah Tiffany menopang wajahnya di atas telapak tangan sembari menatap Taeyeon sayu. Gadis itu hanya bisa tersenyum, lalu terkekeh pelan mendengar penyataan Tiffany.

“Sial. Apa yang telah kau lakukan, Kim?”Kali ini nada Tiffany agak kesal, lalu dia kembali menenggak satu cangkir kecil soju itu lagi.

“Kau membuatku benar-benar gila.”

“Bahkan, suaramu saja bisa membuat siapapun yang mendengar, jatuh cinta. Itu benar-benar bahaya. Bukankah begitu, Sooyoungie?”Tanyanya pada sahabatnya yang kini agak jengah.

“Yah! berhenti meminum itu lagi! Ck!”

Tiffany tidak memperdulikan perkataan sahabatnya barusan. Dia kini menoleh lagi ke arah kekasihnya. Menatapnya manja sebelum akhirnya memeluk gadis itu dari samping. Meletakan dagunya di atas bahu, dan terpejam. Mengeratkan dekapannya sembari berkata,

“Karena itu. Gajjima…”

“Don’t leave me. I love you so much, it’s crazy.”Kali ini Taeyeon hanya bisa menarik sudut bibirnya untuk tersenyum karena perkataan kekasihnya barusan.

Apa yang dia pikirkan tadi untuk meninggalkan gadis ini  yang benar-benar berharga?

Kau telah merubah semua aspek dalam hidupku, Hwang…

Aku pasti sudah gila, jika aku pergi satu langkah saja darimu.

jazz


 

sorry ya pendek, lagi sakit guys. cuma karena ngerasa ngutang aja wkwk.

enjoy:)

Advertisements

100 thoughts on “You, Again. CHAPTER EIGHT BY JAZZ

  1. It’s hurt melihat taeyeon dipukuli ini ibunya kenapa ga balik balik coba aja semua terbongkar dan ibu nya mengetahui apa yg dilakukan laki-laki itu ,sedikit bersabar jika gue pasti kabur dari rumah dan ga akan kembali ..syukur ada tiffany ya setidaknya mengobati sedikit kesakitan taeyeon

    Like

  2. ihhh jahat banget bapakx tae..kasian tae harus d pukulin terus dan fany melihatx..pasti lebih sakit fany yg melihatx..
    tapi syukurlah fany selalu ada buat tae..
    GWS buat authorx ya..

    Like

  3. Akhirnya fany tw juga taeyeon sering dpukuli ayah tirinya…
    Ane kira ayah nya da baik wktu ngizini dia nginap tmpat fany…eh ternyataaaa…

    Jngan lpasin fany taeyeon…mdah2an fany bisa ngelindungi kmu dri ayah mu..

    Oh ya,,gws ya thor..

    Like

  4. tae jgn ucapkan perpisahan lagi, locksmith gak rela!
    jgn terlalu memaksakan diri authornim kalo lgi skit, nanti malah tambah parah.
    sembuh aja dlu bru lanjut lgi.
    salah satu readermu ini akan setia menunggu sampai update lagi. hehehe

    Like

  5. udah deg deg an kirain tae beneran mau ninggalin paniti..
    btw itu ayahnya tae bisa dimusnahkan ga? kasian si tae dipukul mulu-_-

    Like

  6. ouch…ternyata ayah tiri klo jahat bisa lebih evil dr ibu tirinya cinderella…haha
    pdhl chap sblmnya udh ga sbrp sebel ama ayah tirinya taeng ehhh malah jd sebel lg…

    gws thorrr..banyak istirahat…

    Like

  7. Waaahhh jazz lgi sakit 😢 semiga cepat pulih jazz.

    Duh berhutang gini bahasanya.
    Dan seneng banget deh liat updatean paling atas, bisa baca lanjutan ceritanyaaa.

    Omg tiffany pasti shock banget liat taeng, duh taeng kenapa lembek banget gitu sih jangan sampe ninggalin fany loh 😢 semoga Appanya fany ngerestuin, pliss jangan buat hidup taeng tambah sengsaraaa. Hhuhu

    Like

  8. Kependekan thor….tp syukur deh taeny gak jd putus. Appa taeng jahat yah. Kasar, kasian tae…. Untung ada fanny yg setia..
    Lagi beberapa part bakal end nih kayaknya. Hehehehehe

    Like

  9. akhirnya update juga makin penasaran sama ceritanya.. Ayah tae kejam banget sih, fany pasti kaget dan sakit liat tae di pukul semoga taeny selalu bersatau

    Like

  10. Akhirnya tiffany tau juga bagaimana kejahatan bapak tiri taeyeon… Tiffany klo mabuk jadi gila yah wkwkwkwk 😀

    Like

  11. Huuu,, gw kira taeny mau bnran putus… untung gak jadi..
    Dan lagi tu ayah tiri ny tae main pukul aja.. seharus nya pany ajak tae lari aja dri rumah tae..
    Biar tinggal tmpt pany..
    Utk author cpt sembuh n cpt update y thor.. hehe

    Like

  12. ouch kasiang uri appa taeng .slalu kuatkan appa ya eommaT_T. new readers thor . salam perkenalan . izin bca ffmu .

    Like

  13. Jahat banget bapak nya tae jadi kesel dengan ibu nya kemana sih kenapa lama banget kembalinya untung tae ngak jadi putus dengan pany dan hanya pany lah yang tae miliki dan lucu banget liat pany mabuk jadi over protective gitu 😂😂😂😂

    Like

  14. Ayah tiri yg kejam. Kasihan bgt taetae, anak imut koq di siksa gt. Jgn pernah tinggalin fany, Taetae….
    Entar kl di ambil cowok lain gmn?

    Like

  15. Ayah tae jahat, sangat menyakitkan saat orang yg kita sayang di perlakukan kasar di depan mata kita sendiri 😂😂😭😭😭

    Tae ,jangan pernah ninggalin fany yaah ,itu menyakitkan lohhh ..kekeke

    Like

  16. Semoga selalu sehat thor
    Ayo taeng jgn cpt2 amat ngambil keptusan buat ninggalin fany, nyesel loh nanti. Ayah tirinya kasar amat sih, sebel kan jadinya.

    Like

  17. ahhhhh XD
    This ff make me crazy too.. 😂😂
    kapan appanya tae bisa ‘lembut’ 😒
    jangan mukul taeyeon lagi 😭😭gak kebayang taeny break up 😭
    bru seumur jagung :v masa udh putus 😂

    Like

  18. yasss akhirnya sempet baca jg. teryata ini kasus nya tae kebuka juga, fany pasti sakit bgt liat taeng digituin. pengen mama nya tae balik deh, siapa tau bisa jd lbh baik

    Like

  19. ihhhh untung aja taeny kagak jd ceraii, bhaya nanti klw smpe trjadi, bisa” tiffany lngsung terjun tuh dri tebing haha :v
    cpet sembuhh thor, biar bsa bkin ff yg super panjang lg kekeke #bercanda #GWSTHOR

    Like

  20. Semoga hubungan taeyeon sama ayah tirinya cepet membaik, abis kasian si TY disakitin terus (T.T) ummanya kapan balik??? Dan Tae jangan cepet nyerah gitu dong, klo bener2 ditinggalin fany baru tau eeaaaa 😂😂

    Pendek gpp thor, nyempetin ngepost juga udh makasih, padahal lagi sakit.. GWS author-nim 😄

    Like

  21. untung pany bisa menenangkan taeng yg mau putus dengannya, klo tidak meyesal lah taeng yg mau memutuskan pany yg begitu mencintainya

    Like

  22. pas bagian fany ditarik sama tae kekamar trs fany liat tae disiksa berasa greget nya bgt njir,lgi ayah tirinya apa bgt,chap ini pendek tapi greget sama cocuit,btw gws thor

    Like

  23. Wow. … rasanya mau cincang tuh byunghun….
    Duh tae jangan sekalipun katakan perpisahan ke pphany..
    Hahahha biasanya org mabuk itu jujur loh.. cemburunya pphany tuh lucuuu bgt jd gemes ><

    Like

  24. hahahaha….fany mabuknya gitu banget, sepertinya fany bener2 cinta banget sma tae…
    wiiiihhh…sumvah kesel banget sma bpk tirinya tae…
    akhirnya fany tau jga bagaimana kehidupan tae…

    Like

  25. Aaa authorr rasanya aku tau gimana perasaan pany pas tau kekasihnya di pukuli 😢😢 pasti sakitt bangett ituu 😭 kyaa kirain taeng ngucapin itu beneran untung aja enggak jadii 😂😂

    Like

  26. Akhrnya fany tau juga kelakuan appa tiri tae sediiih bangets..
    Tapi untung g jadi putus taeny,,
    tapi knp mamanya tae g pulang2???

    Like

  27. Gils, kirain beneran ninggalin pany, eh kgk jadi:3 tpi ujung2 pany yg mabok, harus tae yg mabok, tae kan yg kena siksa:(
    Untung ada pany yg selalu ada:3

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s