NIGHTLIGHTS CHAPTER FIVE BY JAZZ

“Good luck, Tiffany.”Ucap Taeyeon sebelum gadis itu keluar dari kendaraannya. Sementara dia hanya mengangguk dan menyungginkan senyumnya.

Detik selanjutnya, Tiffany bisa merasakan kecupan lembut itu jatuh di dahinya. Dia bisa merasakan pipinya yang menghangat sekarang.

“Thankyou.”

“You’re blushing.”Ucap Taeyeon dengan nadanya yang sedikit menggoda.

Tiffany justru mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dia mengakui bahwa dirinya kini sungguh malu, karena gadis itu tengah menyadari semburat merah di wajahnya.

“Cute.”Tambah Taeyeon terkekeh pelan melihat reaksi malu-malu Tiffany.

“Stop it, Tae.”

“Hahaha, Okay.”

Yang selanjutnya, Taeyeon justru membuat gadis itu kembali menaruh pandangannya untuknya. dengan menopang dagu gadis itu, Tiffany kembali menemukan tatapan hangat Taeyeon yang selalu sukses membuatnya seperti mencair bagaikan es yang terpapar sinar mentari.

Taeyeon tanpa membuang waktunya, dia lalu mengecup bibir lembut itu dengan waktu singkat. Meninggalkan Tiffany yang terkesiap karna gerakan tiba-tibanya.

“Try your best, Okay?”


“Okay. Quiz selesai.”

Tiffany segera memasukkan kembali semua barang bawaanya dengan agak tergesa. Membuat sahabatnya yang duduk di sampingnya mengangkat satu alisnya heran.

“Yah. Kenapa buru-buru sekali? Let’s have lunch together!”

Tiffany menoleh, dia sempat terdiam untuk berpikir sejenak tentang jawabannya.

“Pasti dia ada janji dengan si artis itu duluan!”Sambar Yuri dari belakang meja mereka.

“Yah! Apa itu benar!?”Kata Jessica dengan nadanya yang agak tak senang.

“Kurasa si artis itu banyak menyita waktumu untuk kita, huh?”Tambahnya tanpa memberikan Tiffany untuk merespon perkataannya.

“Don’t say that, Jess. You just don’t know her, yet.”

“Tell me, then.”

“It’s complicated. She’s not a bad person. You knew her situation. She needs someone. She needs me.”

“Why do you care?”

“Because i knew how it feels like to face this world alone!”

Pembicaraan mereka memanas. Tiffany mulai memainkan intonasinya yang agak tinggi. Ia hanya ingin sahabatnya ini mengerti, kenapa dia melakukan semua ini untuk Taeyeon. Alasan kenapa dia terus berusaha untuk tetap berada di samping gadis itu.

“Woah,  there.. guys guys. Stop, okay?”Kini Yuri memajukan satu langkahnya untuk mengamankan kedua sahabatnya yang sedang berseteru.

“Look, Jessica. I’m sorry.”Tiffany kini menyesali nada tinggi yang di gunakannya tadi. Ia seharusnya tidak menuruti emosinya dan meluapkan pada sahabatnya seperti itu.

“It’s… It’s just complicated.”Tambah Tiffany pelan,

“It’s okay. I’m sorry, too.”

“I do, understand, Tiff. She needs you.”

“Thankyou.”

“But, you know what? Let’s have lunch together! I missed you guys so much.”


“No..”

“Not like that..”Ujarnya sembari menahan semburat merah yang sudah menghiasi kedua pipinya.

“What then? You two looks cute together, actually.”Kata Jessica sembari menyeruput minumnya.

“Thanks,”Tiffany spontan menjawabnya membuat semua orang di mejanya justru sedikit terkejut.

“Jadi aku benar?”

“Depends. I.. uh… we are still thinking about it.”

“Don’t hang her too long, Tiff.”Sambar Yuri kali ini mencoba memperingati sahabatnya.

“I know,”

“Tiffany!”


“Bukan seperti, Ji Eun-ah..”

Wanita itu hanya bisa sesekali mencengkram lapisan celana denimnya dengan satu kepalan. Sementara tangannya yang lain menggenggam erat kaleng sodanya. Dia hanya bisa menatap jengah juga sedih ke arah kekasihnya.

“Itu hanya tuntutan pekerjaan. Kami tidak saling berhubungan di luar drama.”Lanjutnya lagi tetapi masih fokus pada bingkis makanan yang  sedang di cari-carinya. Matanya menjalar ke beberapa bagian rak. Sama sekali tak menyadari raut kecewa di wajah kekasihnya.

Bukan seperti ini yang Ji Eun mau dari awal. Dia bahkan rela untuk melepaskan begitu saja jalan kisahnya dengan gadis itu, hanya demi bersama pria ini yang sangat dicintainya sekarang.

Ia merasa terlalu buta akan janji manis yang di berikannya jika mereka bersama. Hingga saat ini, hanyalah kesepian dan kekosongan yang dia dapat dari kekasihnya. Dia selalu bekerja, hampir lupa jika dia memilikinya juga untuk berada di sampingnya.

Hwanhee tak pernah mencoba untuk memberikannya kejutan manis, seperti yang Taeyeon lakukan dulu. Dia tidak dapat memprioritaskan dirinya, mengatakan kata-kata indah, ataupun melakukan hal-hal kecil yang justru berarti lebih.

Ji Eun hanya menemukan dirinya selalu membanding bandingkan keduanya. Dan setiap kali ia memikirkan itu, ia akan langsung tahu siapa pemenangnya.

Ia masih tenggelam akan pemikirannya. Suasana super market yang ramai rasanya mendukung dirinya untuk kembali terdiam dalam kekecewaannya.

Tidak, sampai suara seseorang dari arah lain menembus gendang telinganya,

“Bagaimana jika blackpepper? Itu akan menjadi sangat lezat, Fany-ah.”

Ji Eun tidak memerlukan waktu lama untuknya mengenali siapa pemilik suara itu. Dia langsung berbalik untuk menemukan sosok yang akhir-akhir ini sangat di rindukannya. Yang nampaknya mulai merangkak kembali ke dalam pemikirannya.

Namun dia tidak sendiri. Ji Eun juga menemukan sosok gadis yang berada di sampingnya yang kini sedang sibuk mencari-cari bumbu dapur. Ada perasaan yang kini sedikit banyak mengganggu ruang hatinya ketika melihat gadis itu.

“Nah. Is this the one?”Kata gadis itu seraya menunjukan sausnya untuk di lihat si penyanyi.

“Of course.”Jawabnya singkat sembari tersenyum hangat.

“What?”Kata gadis itu terkekeh karena perubahan mimik mukanya.

“You’re beautiful.”Pujinya. Dan Ji Eum jelas sekali bisa merasakan perasaan aneh yang di sebut cemburu. Kini mengelilingi hatinya. Dia sungguh merasakan apinya semakin menyulut hebat ketika mendengar yang selanjutnya.

“I can’t kiss you now. Not here.”Jawab gadis yang lebih muda itu sementara si penyanyi hanya mengerucutkan bibirnya.

“Stop being so cute.”Tambahnya lagi lalu menepis lembut wajah wanita berambut hitam yang dulu juga mengisi hari-harinya itu.

Entah kenapa, ia mulai merasakan perasaan aneh itu yang kini menyeruak ke seluruh permukaan hatinya.

“Ji Eun-ah!”Panggilan dari kekasihnya justru membuat kedua sosok itu kini juga memalingkan pandangan mereka.

Ji Eun menoleh untuk sesaat lalu mengembalikan pandangannya ke arah Taeyeon dan gadis itu.

Dia bisa melihat wajah gadis itu yang kini sedikit terkejut karena keberadaannya. Sementara gadis yang lainnya hanya terdiam sesekali melihat ke arah mantan kekasihnya.

Tiffany hanya bisa menutup rapat-rapat mulutnya. Jujur saja ia sangat tidak menyangka jika mereka akan di pertemukan dengan seseorang di masa lalu Taeyeon itu. Seseorang yang begitu saja beranjak dari sisinya tanpa memperdulikan bagaimana hancur sosok itu.

Dia sangat takut, jika Taeyeon mungkin saja akan teringat rasa sakit yang di sebabkan oleh gadis itu saat ini. Mengingat mereka juga tidak pernah bertemu lagi satu sama lain.

Atau mungkin, ia hanya takut untuk kehilangan sosok ini dengan waktu yang sangat singkat.

Namun, ketika mereka bertiga hanya saling terdiam dan menatap.

“Taetae! Aku menemukan seladanya!”Seru adik nya yang kini tengah berlari kecil, kearah mereka tanpa sama sekali menyadari situasi yang sedang terjadi.

Namun, yang selanjutnya membuat Tiffany terkesiap. Taeyeon justru mengembangkan senyumnya lebar, berjongkok dan membuka tangannya lebar-lebar untuk mengangkat tubuh gadis kecil itu.

“Wa.. Kerja yang bagus, tuan putri!”Katanya saat berhasil mengangkat tubuh kecilnya. Sementara Sarah hanya memamerkan deretan giginya bangga.

“Tentu! Aku juga menemukan tomatnya, Tiffany!”Katanya sembari menyerahkan bingkisan plastik itu kepada kakak perempuannya, yang kini hanya ikut menyunggingkan senyumnya.

“Good job!”Puji Tiffany kali ini berusaha untuk gembira.

Okay, let’s go to home, shall we?”Ajak Taeyeon pada keduanya lalu di jawab anggukan.

Tiffany diam-diam merasa bersyukur karena mungkin Sarah tidak menyadari keberadaan Ji Eun yanh tak jauh dari mereka. Kalau iya, mungkin gadis kecil itu akan melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan.

Tiffany justru harus tersenyum ketika mereka bertiga melewati gadis itu juga kekasih barunya dengan sukses. Apalagi, mengetahui bahwa Taeyeon tidak sama sekali menarik perhatiannya pada gadis kecil yang kini di gendongnya. Mereka bersenda gurau seiring perjalanan dengan Tiffany yang mengikuti keduanya sembari mendorong troli.

Meninggalan sosok itu yang kini tak bergeming ditempatnya. Merasakan semua rasa sakit dan penyesalan yang menyeruak hebat. Dia mengutuk dirinya karna tak pernah mengucapkan kata perpisahan itu dan langsung pergi begitu saja. Dia menyesal untuk mengetahui betapa dia sudah membawa rasa sakit untuk gadis itu yang sama sekali tak pantas untuk mendapatkannya.

Taeyeon bahkan tak mau melihat kearahnya. Itu membuktikan bahwa dia mungkin saja telah menyakitinya hingga titik yang paling dalam.

Ji Eun untuk pertama kalinya dapat merasakan luka itu yang kembali meluas.


Tiffany sempat menarik lembut satu lengan Taeyeon yang kini tengah sibuk memasukkan barang belanjaan mereka ke bagasi mobil. Sosok itu berpaling, dia mengangkat satu alisnya.

“Hmm?”

“Are you okay?”Tanya Tiffany pelan, dia terlihat sedikit khawatir.

“What do you mean? I’m okay.”

“It’s just… Ji Eun.”

Taeyeon kini mengerti apa yang di maksud gadis yang ada di hadapannya. Dia tersenyum simpul sebelum akhirnya meraih satu tangan Tiffany. “Don’t worry.”

“It’s just you, me, and our little princess, there.”


 

 

 Tiffany tidak mengerti dengan ini. Dia sesekali melemparkan pandangannya pada Sarah yang sudah tertidur di jok belakang lewat pantulan kaca.

Namun, juga sesekali melirik Taeyeon yang tiba-tiba menjadi diam. Masih terngiang di telinganya bahwa dia baru saa mengatakan bahwa ia tidak apa-apa. Dia akan baik-baik saja. Tetapi, situasi yang ada saat ini justru menunjukan yang sebaliknya.

Ia mungkin orang baru dalam hidupnya. Tetapi ia tidak sebuta itu untuk mengetahui suasana hati gadis itu sekarang. Apalagi, dengan hubungan mereka yang sudah sangat dekat. Ia hanya khawatir akan sosok ini. Ia tidak mau siapapun lagi kembali menyakitinya. Dia sudah cukup terluka. Dan butuh waktu lama baginya untuk bisa menyembuhkan itu.

Namun, Tiffany lebih memilih untuk diam kali ini. Ia hanya belum memikirkan hal yang pas untuk sekarang.

 

 

 

Tiffany masih terdiam bahkan ketika Taeyeon sudah mulai berjalan menuju kamar Sarah dengan gadis kecil itu dalam dekapannya. Dia masih tidak bicara. Sedangkan Tiffany hanya bisa mengekor di belakangnya.

Bagaimanapun, dia kini mulai khawatir akan keadaan gadis itu sekarang.

Jadi, ketika Taeyeon menaiki tangga, Tiffany justru mengubah arahnya ke dapur. Dia bermaksud untuk membuat coklat panas untuk mereka berdua. Mengingat udara di luar masih sangat dingin.

Tiffany kembali melenggangkan langkahnya sembari membawa nampan dan dua cangkir coklat panas.

Namun, kakinya lalu terhenti. Dia bisa melihat sosok itu dari celah pintu kamar adiknya yang terbuka. Jelas sekali, sosok itu kini berusaha menahan tangis sembari menutup mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara.

Taeyeon terisak hebat sembari terduduk di kasur Sarah dan memandangi gadis kecil yang tengah terlelap itu. namun, Tiffany tau betul apa yang menyebabkan tangisan mengiris hati itu.

Tidak bisa di pungkiri, dirinya kini merasa ingin mengeluarkan air mata juga karena melihat sosok itu kembali jatuh. Ini sudah perjuangan yang sangat panjang dan lama, untuk menghapus lukanya. Sedangkan, sekarang dia kembali mendapati sosok itu yang kembali rapuh.

 

Tiffany lalu meletakan nampannya di meja lampu. Dia berjalan memasuki ruangan gelap ini perlahan.  Tanpa menyadari, air matanya kini lolos dari kedua matanya. Ini begitu menyakitkan untuknya melihat Taeyeon seperti ini.

Mendengar setiap isakan tangisnya seiring detik di dinding berjalan. Dan jika, ini memungkinkan untuknya memohon pada surga. Ia  ingin, bisa juga menanggung sakit yang sosok itu rasakan kini.

“Tae…”Katanya ikut terisak pelan,

Sosok itu kini menoleh. Membuat Tiffany semakin bisa melihat wajah itu yang penuh goresan luka yang mendalam. Ia bisa melihat tatapan teduhnya kini berubah menjadi sangat kacau. Senyumnya yang seolah selalu bersinar, redup. Bahkan langit pun tau, bahwa salah satu malaikatnya kini tengah menangis.

“Tell me…”

“Why is it stil hurts?”

Dan Tiffany mulai bersumpah pada dirinya sendiri, untuk menghalangi siapapun yang berusaha untuk menyakiti sosok itu lagi. dia kini mengerti, betapa hati itu begitu lemah walaupun semua orang melihatnya sebagai gadis yang kuat.

“Because you loved her.”Jawabnya kini sudah berada di hadapan Taeyeon yang masih terduduk.

“And I will make you forget every pain of her.”

“Every pieces of it.”

Lalu Tiffany membungkuk untuk meraih wajah itu. dia menopang dagunya dengan punggung tangan, lalu terpejam sembari mengecup bibir gadis itu dengan sangat lembut.

Sementara, Taeyeon yang sedikit terkejut, juga ikut terpejam. Dia bisa merasakan air mata milik Tiffany yang kini ikut jatuh di paparan wajahnya.

Lalu  malam ini berubah menjadi malam  yang lebih hening dan sendu. Bahkan bulan tak mau mengalihkan perhatiannya dari kedua insang itu yang kini memutuskan untuk bersama. Memulai perjalanan mereka, hanya mereka berdua.

Kanvas itu tak akan lagi kosong. Setidaknya, akan ada polesan car warna kehidupan yang indah  akan segera terlukis.


Jin Eun terus melangkahkan kakinya menelusuri jalan setapak taman yang ada. Matahari yang terik seperti kembali tenggelam keperadabannya. Langit jingga seperti terbakar di khatulistiwa.

Dia sebenarnya tidak mengerti kenapa kaki ini membawanya ke tempat yang sama untuk kesekian kalinya.

Di akhir harinya yang melelahkan. Ia hanya terus merasakan kekosongan yang mengelilingi ruang hatinya. Hari-hari terus berlalu tanpa dia bisa memikirkan apapun lagi selain Taeyeon. Gadis itu biasanya akan menyambutnya dengan senyuman hangat. Memberikan segala bentuk perhatiannya agar dia tetap merasa nyaman.

Ji Eun hanya bisa menertawakan kebodohannya. Merasa sangat menyesal dengan kelutusannya dahulu.

Dia menginginkan gadis itu lagi. Dia menginginkan semua memori itu tak hanya lagi menjadi angan-angannya. Jika dia, bisa mengulang kembali waktunya. Ia hanya ingin tetap berada di sisinya tanpa melangkah sedikitpun.

Ji Eun lalu terdiam. Menghentikan langkahnya seketika. Ia mungkin merasa gila saat ini. Tapi ia tau, pikirannya masih bisa ia kaji apakah ini nyata atau tidak.

Karena kedua matanya, kini mendapatkan sosok itu yang tengah duduk di bangku taman di bawah langit sore. Membaca buku seperti kebiasannya dulu.

Ji Eun bisa merasakan sesuatu yang memghimpit rongga dadanya ketika kembali menyaksikan wajah tenang dengan senyum tipis itu.

Dia mulai berfikir, bagaimana seseorang bisa terlihat sangat sempurna ketika dia bukan miliknya lagi?

Bagaimana bisa dia begitu buta untuk melihat sesuatu yang berharga?

Baru saja, dengan seluruh keberaniannya. Ji Eun ingin menghampiri sosok itu. Ia hanya ingin berbicara.

Terutama mengengai perbuatannya yang tak bisa di maafkan karena meninggalkannya begitu saja.

Tetapi, tiba-tiba seorang gadis kecil berlari kearahnya sembari memegang ice cream cone di tangannya.

Taeyeon menyambutnya sembari membiarkan gadis kecil itu duduk di pangkuannya.

Jieun masih terpaku di tempatnya sampai seorang gadis berambut coklat juga menghampiri nantan kekasihnya itu.

Ia tidak bisa memungkiri luka yang kini meluas di dataran hatinya. Luka lama yang seperti kembali terbuka dan terasa sangat sakit.

Dia bisa melihat dengan kedua matanya, senyum itu yang dulu dengan tega ia hapus dari wajahnya, kini kembali menghiasi parasnya yang terlihat sangat bahagia kini.

Taeyeon sesekali bergurau dengan gadis kecil di pangkuannya sembari mencium pucuk kepalanya. Berbagi ice cream yang sama. Sementara, gadis yang di samping mereka ikut terkekeh sambil terus menghapus noda ice cream di sekitar bibir keduanya.

Jieun mulai bisa menyambungkan bagian puzzle itu. Ia semakin yakin, bahwa adalah suatu ketidak mungkinan untuknya kali ini.

Seseorang telah membawanya pergi. Dan ia, tidak akan pernah bisa mendapatkannya kembali.

 


Wmo2qcB

“What the fuck… now I understand why you’re dating her, Tiff.”Ujar Jessica sembari tak mau menarik pandangannya dari penyanyi itu yang kini sedang menjalankan pemoretannya.

Sementara sang sahabat hanya terkekeh pelan sembari sesekali melihat kearah kekasihnya.

“Pfft! I’m not dating her appereance. I’m dating Taeyeon and all her flaws.”

Jessica menatap sahabatnya jengah, “And her money, definitely.”

“YAH!”

“You know what? I’m going, then. I have a class after this.”Kata Jessica sembari beranjak dari duduknya, namun dia smepat melambaikan tangannya pada Taeyeon. Gadis itu yang menyadari sahabat kekasihnya akan segera pergi, dia meminta waktu sebentar untuknya berpamitan.

“Where are you going?”Tanya Taeyeon pada Jessica yang kini juga sudah menjadi salah satu sahabat terbaiknya.

Memang, sejak dirinya dan Tiffany meresmikan hubungan mereka. Tiffany tak membutuhkan waktu lama untuk segera mengenalkannya kepada dunia kekasihnya. Taeyeon merasa seperti di terima dengan hangat oleh lingkungan Tiffany.

Dan dia berencana melakukan sebaliknya dalam waktu dekat.

Mereka kini bahkan tinggal bersama di apartment Taeyeon. Memang, hubungan mereka baru saha berjalan untuk beberapa bulan. Namun, Taeyeon semakin memantapkan dirinya untuk terus berada di sisi gadis itu kapanpun dimanapun dia berada. Dia mulai bisa merasakan cintanya yang semakin hari semakin menguat. Harinya tidak akan berjalan dengan baik, jika dia tidak melihat senyum kekasihnya di penghujung hari.

Dia tidak mungkin menjalani sesuatu dengan benar atau fokus, jika Tiffany tidak ada disaat ia membuka matanya di setiap pagi.  Jadi, karena itu dia berhasil meyakinkan kakak laki-laki Tiffany untuk mengizinkan gadis itu tinggal bersamanya. Tidak mudah memang untuk mendapatkan izinnya, tetapi keyakinannya untuk menjaga Tiffany dan membuatnya bahagia bahkan bisa mengalahkan dinding kokoh pertahanan Siwon.

Terlebih lagi, dokter muda itu tau, bahwa dirinya tidak selalu bisa berada di rumah bersama kedua adiknya. Dia sangat sibuk untuk pekerjaannya. Jadi, dia berpikir untuk menyetujui ide itu. lagipula, ia sudah begitu yakin bahwa adiknya sudah berada di tangan yang tepat.

Tetapi, karena letak rumah keluarga Hwang memang lumayan jauh dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tengah kota Seoul. Apartment Taeyeon. Dia memutuskan untuk tetap membiarkan Sarah tinggal bersamanya. Dan dia berjanji akan mengusahakan memberi perhatian pada gadis kecil itu lebih lagi.

I have a class,”Jawab Jessica,

“Aku baru saja berencana mengajakmu makan siang dengan kekasihku yang meyebalkan ini.”Kata Taeyeon mengerucutkan bibirnya, Jessica tertawa.

Yah. Are you dating a kid, now Tiff?”Tanyanya pada Tiffany yang tengah terkekeh pelan.

Sorry. Next time, okay? I’ll ask Yuri and Sooyoung too.”

“Jjinja! Call!”Lalu keduanya berpelukan sekilas, saat Jessica hendak melangkahkan kakinya lagi,

“Yah. Kau tidak memelukku juga?”Tanya Tiffany sedikit jengkel.

“No need. I like hugging your girlfriend more.”

“YAH!”


“Fany-ah, apa kau melihat tas ku yang ku letakan di atas meja tadi?”

Tiffany sempat menoleh sembari terus sibuk dengan masakannya di atas counter.

“Uh.. aku sudah membereskannya tadi. Aku letakan di atas kasur.”

“Okay, thanks.”

“Sial! Aku juga belum siap-siap untuk ke Hongkong besok!”Kata Taeyeon sembari menepuk keningnya dengan satu tangan.

Hey! Don’t do that!”Komentar kekasihnya melihat kebiasaannya.

“Aku juga sudah menyikapkannya sore tadi. Aku sudah memasukkan baju, alat mandi, dan semua keperluanmu untuk disana.”

Taeyeon tersenyum simpul mendengarnya. Dia terdiam sejenak. Taeyeon sungguh merasa menjadi orang yang paling beruntun karena bisa memiliki Tiffany dengan segala kesempurnaannya. Jika saja hujan tidak turun dan membuatnya jatuh kala itu. mungkin, Tiffany tidak akan menghampirinya. Dan merangkak masuk kedalam hidupnya yang begitu kelam dan membuatnya kembali menjadi hidup.

Jujur saja, pertama kali ia melihat Tiffany. dia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis itu akan menjadi sangat berarti baginya dimasa depan.

Dia hanya terdiam sembari terus menatap wajah teduh itu yang tidak pernah absen di malamnya.

Dan lalu bertanya,

Apa yang bisa menjadi lebih sempurna darinya?

Thankyou,”Ujarnya pelan sembari mengistirahatkan kepalanya di bahu sang kekasih. Memeluknye erat dari belakang.

Membuat Tiffany yang masih sibuk dengan tangan-tangannya tersenyum tipis.

For what?”

“Take care of me, and always be here.”

“That is my job as your girlfriend.”

“I know.”Tiffany semakin bisa merasakan dekapan Taeyeon yang semakin erat. Dia lalu menghentikan aktivitasnya dan berbalik.

“Just don’t leave me for too long. okay?”Katanya sembari menangkup wajah Taeyeon dengan kedua telapak tangannya.

“I won’t.”

“Just  finish your work quicly and come back to me.”

“Of course, Fany-ah.”Jawab Taeyeon lagi, kali ini dengan mengecup lembut bibir kekasihnya dan menahannya lama disana. Namun, akhirnya mereka  justru tenggelam akan situasi saat ini.

Tiffany mengakhiri sesi mereka saat dia mulai membutuhkan oksigennya lagi.

Menyatukan kening mereka dan hanya saling menatap. Tenggelam dalam kedua bola mata masing-masing yang memancarkan cinta juga kasih yang sangat luas pengertiannya.

“I love you, Tae.”

“I love you too, Tiff.”


 

 

 

udah tamat apa belum yeaaa :)) tungguin aja dah wkwk. udah pada biasa nunggu kan, mblo? 😉

Oh! And a little words for my inspiration ; Byundokoong.

Lanjut woe silentnya! Tapi terserah sih, asal jangan lanjut hancurin hati aku aja.

Thankyou for always support me through every situations, you deserves everything. You annoy me often, noisy and stone headed. And flirty as hell. But that’s the reason I always curve a smile.

For always be there, you don’t know how much it means to me. Thankyou.. or should I call unnie xD uhm, no… okay, what then? Si menyebalkan? That suits you more. :p  but anyway, your cheesiness is enough to make me smile at the rest of the day.  But you’re annoying sometimes! Kurang-kurangin! Makasih!

Jangan suka bikin orang-orang baper kalo gak mau tanggung jawab, kak. Kasian kan anak orang. Bye.

Always share your happiness as much as you give to everyone who knows you.

-Jazz-

 

Advertisements

75 thoughts on “NIGHTLIGHTS CHAPTER FIVE BY JAZZ

  1. Wow amajing thor.., kamu munculin si Ji Eun cuma buat ngerasain sakitnya ngeliat kemesraan taeny..😏😈👍👍..pasti nyesek banget tuh ati udah ninggalin mas tatang..😝🤣🤣😂😂😂

    Yah jangan end dulu lah thor…, buat Drama Queen dulu aja ama hubungannya taeny, terus baru end deh..😂😂😂

    Like

  2. Hay thor ,aku bkn new reader ya .. akun ku yg kmren Vin RfKimHwang akuga pake lgi jadi aku ganti akun ini .

    Eemm jngn tamat donk thor. Biar jieun ngrasain cemburu yg parah baru end jhehehehe ..
    Kasian tae pasti sakit bgt 😭😭😭,salut ama fany ah yg mau sbr bgt bgadepin taetae ..

    Like

  3. Yaampun diabetes akunya . Kenapa mereka trlihat keren hari demi hari yah . Taeny always the best . Taeny sweetlove

    Mksh thor udh update , bkl tunggu aj happy ending . Love teni+love author=saranghae #plakwkwkwkwkwk

    Like

  4. ah telat lagi bacanya..

    ah suka ceritanya bikin senyum2 aja, diabet lg diabet lg..
    dah tae lamar aja langsung ah, biar sarah punya ponakan.. ~kekekekeke

    Like

  5. Kayakx udah mau tamat aja nih..gak apa2 deh yg pnting taeny brsatu dan gak ada yg gangguin.. Jie Un gak usah gangguin taeny lagi yg udah bahagia..
    💖💖

    Like

  6. Ku harap chap ini bukan akhir dri kisah mamih dan papih gw 😭😂😂 mereka bru memulai min, masa udh mau end aj 😪
    Ku akan menunggumu (lagi) thornim 😣😳
    Syukurin lu jieun.. Nyesek sendri kan 😜 bego bat jdi orang 😒 melepaskan org yg Cinta sma lu, demi orng yg lu Cinta 😏👊
    Astogehh keberadaan emak njess membuatku waswas 😨 kali aj dia jd org ke 3 dlm hubungan taeny.. Dan si daddy bakal selingkuh 😥 hikss andwaee!! Membayangkannya sj sudah membuatku sesaak 😣😭
    Mamih emang dabestt, semua keperluan daddy sdh siap 😏 istri idaman pokoknya 😍
    .
    .
    Mimin himnaeseyo~ hwaiting ya 💪

    Like

  7. Jgn end dulu thor…ini terlalu manis.dan aku blm siap kehilangan sweet moment taeny…😭😭😭😭😭

    Like

  8. Gw kangen jg nih ama fany, mana lg moment taeny skrg udh jarang bgt, cuman bisa lht di ff aja. Semoga endingnya mengesankan ya mbk jazz

    Like

  9. Woowww….
    Welcome back thoor,,hahaha
    Ane pikir lu bakal hiatus sangat sangat lamaaa dan ngbiarin ni wp lumutan
    Hehehe

    Like

  10. Taeny moment, sukaakkkkk 😍
    Kykny bkalan end deh,,
    Thanks buat jazz udh nyempetin update disela kesibukannya yg bejibun 😁
    Bklan ditunggu kok, bner kta jazz udh biasa nunggu ,, fighting

    Like

  11. Pst d kjutn tk trduga ni di chap slnjtny km kn cerdas bkin ff hhh truji klinis, mksih ff ny jazz shat bhgia sukses sll GBU

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s