LITTLE THINGS CHAPTER TWO BY JAZZ

“Bukankah ini sebuah kebetulan?”Taeyeon melangkahkan kakinya kecil pada gadis itu yang masih mematung di tempatnya. Dia tersenyum simpul,

“Apa memang ini takdir?”

Tiffany hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat. Entah karena sosok itu yang kini memang berdiri tepat di hadapannya, atau dia sudah agak gila hanya karena satu orang.

Situasinya benar-benar tidak membaik untuk mendapati Taeyeon yang kini berdiri di depannya dengan perbedaan yang sangat signifikan. Dia masih mengenali tatapan tajam namun teduh yang ia temukan dulu ketika mereka bertemu. Dia masih bisa melihat senyuman itu yang selalu di rindukannya setiap detik.

Tiffany tau, betapa dia sudah jatuh terlalu dalam untuk tatapan itu yang kini berhasil ia dapatkan kembali.

“Say something, Fany-ah.”

“I miss you.”


 

Ini persis seperti apa yang ada dalam benak Tiffany. Bagaimana tidak, kini mereka tengah berhadapan duduk di salah satu kedai kopi sembari hanya menatap. Tiffany tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya saat sosok itu tak pernah menarik pandangan darinya.

Situasi ruang hatinya memburuk mengetahui bahwa disini begitu sepi dan hanya meninggalkan mereka berdua yang masih sama-sama canggung setelah lama tidak berjumpa. Apa yang terjadi dengannya, ini seharusnya menjadi hal yang menyenangkan mengingat dia sudah mendambakan momen dimana dia bisa bersama Taeyeon lagi.

“Kau menjadi pendiam lagi, huh?”Kata Taeyeon terkekeh pelan,

“Uh…”

“Aku hanya tidak tau harus mengatakan apa.”

Kali ini, Taeyeon menarik sudut bibirnya untuk tersenyum. Seseorang di luar sana tau, betapa dia sungguh merindukan suara itu yang selalu berdengung di telinganya setiap malam.

Diam-diam dia sangat menyukai perubahan suara Tiffany yang menjadi lebih dewasa. terdengar manis dan husky disaat yang bersamaan. Ini benar-benar seperti dugaannya. Bagaimana tidak, saat pertama kali dia melihat sosok yang telah beranjak dewasa ini di taman. Dirinya hanya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Tiffany tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, terlihat lebih dewasa dan anggun. Dia tidak pernah berhenti jatuh hati untuk senyuman itu. Senyuman paling indah yang pernah ia lihat dari siapapun. Dia sangat menyukai bagaimaan kedua mata itu akan membentuk bulan sabit yang sangat menawan.

“Suaramu terdengar berbeda.”Kata Taeyeon pelan,

“Aku menyukai itu. Terdengar menangkan.”

Dan inilah yang sudah di duganya. Jantungnya bahkan kini berpacu sangat cepat. Dia bahkan melewatkan beberapa detakannya hanya karena kata-kata itu yang keluar dari bibir sosok di depannya.

Namun, dia jelas bisa menyembunyikan perasaannya itu dengan terkekeh pelan. membuat Taeyeon juga ikut tertawa.

“Kurasa kita melewatkan berjabat tangan yang semestinya, setelah bertahun-tahun tak bertemu.”Kata Tiffany kini lebih memberanikan dirinya. Dia bahkan sudah mengulurkan satu tangannya.

Taeyeon sembar menatap tangan halus itu untuk beberapa saat. Ada sesuatu di dalam hatinya yang entah kenapa membuatnya sangat gugup sekarang.

Benar saja, tangan yang berniat membalas uluran itu justru bergetar pelan. Membuat Tiffany kembali terkekeh pelan, dan Taeyeon tak bisa menahan semburat merah di pipinya.

Tiffany lalu meraih tangan Taeyeon lebih dulu,

“It’s been a while, Taeyeon-ah.”Tambahnya sembari melemparkan senyum maut itu bagi gadis yang kini juga menyambutnya hangat,

“Feels so good to finally meet you again, Fany-ah.”Kini Taeyeon menjadi lebih rileks karena genggaman itu.

 


 

 

“Kau masih menyukai bunga?”Tanya Taeyeon pada Tiffany yang baru saja menyeruput kopinya. Dia hanya mengangguk cepat,

“Kau tau aku mencintai  bunga.”

Taeyeon ikut menganggukan kepalanya.  Dia tersenyum lalu berkata, “Tunggu disini.”Dia langsung meninggalkan meja mereka dan Tiffany yang memasang muka agak bingungnya. Setelah hampir selama dua menit Taeyeon pergi.

Dia kini nampak berjala santai kembali menghampirinya sembari menyenbunyikan sesuatu di balik badannya yang kecil. Dia memasang wajah tenang, membuat Tiffany semakin penasaran dibuatnya.

Benar saja, ketika dia memperlihatkan apa yang di belakangnya. Tiffany hanya bisa menepuk tangannya cepat sembari berkata, “Woah!”

“These are beautiful!”

Itu memang respon yang sudah di duga oleh Taeyeon. Kau tidak pernah berubah, Fany-ah. Lucu seperti biasa.

“Do you know this flowers name?”Tanya Taeyeon pelan sembari memberikannya pada gadis itu yang masih terpesona akan kecantikan bunga-bunga itu.

“I know this. this is Amaranth. But what is the other one?”

Taeyeon tersenyum, “Almond Blossom.”

“Ah….”

“Apa kau tau arti dari masing-masing bunga itu?”tanya Taeyeon sekali lagi, kali ini Tiffany hanya bisa menggeleng pelan.

Amaranth artinya kesetiaan. Sama seperti bagaimana aku selalu mengingatmu ketika kita tidak bersama.”

Tiffany lalu merasakan kedua pipinya yang hangat,

“dan Almond Blosson mempunyai arti harapan. Sama seperti setiap harapan yang aku selalu panjatkan ke surga setiap harinya. Harapan untuk bisa bertemu denganmu lagi, Fany-ah.”

Dan Tiffany tau, pasti kini kedua pipinya sudah sangat merona. Terimakasih untuk Taeyeon yang sudah membuat konser dadakan di dalam hatinya.

“Terimakasih, Taeyeon-ah…”

Lalu keduanya hanya kembali untuk saling menatap. Sama-sama mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka selama ini. Apa ini adalah sesuatu dimana mereka bisa bertemu kembali dan menyelesaikan apa yang sempat tertunda?

Am i allowed to be this happy, Taeyeon-ah..

almond-blossom-1


 

“Aku tidak terlalu tertarik untuk menjalin sebuah hubungan, kurasa aku hanya terlalu fokus pada kuliahku.”Kata Tiffany sembari mengayunkan kakinya.

Mereka berdua kini tengah berada di rumah pohon di dekat danau di taman dimana mereka berdua pertama kali bertemu dan memulai tali persahabatan mereka. Senja sore ini seakan menjadi saksi akan dua insna muda yang telah lama tidak mendapati kehadiran masing-masing di dalam hidup mereka.

“Ah…”

“Bagaimana denganmu, Tae?”

Ada wajah khawatir di raut wajah Tiffany, dia hanya tidak siap untuk mendengar jawaban itu dari sahabat lamanya. Dia hanya tidak bisa membayangkan jika Taeyeon memang benar-benar sudah menemukan pasangan yang lain. Sementara dia, tidak pernah menyerah akan dongeng yang mereka buat dulu.

Tiffany hanya merasa kasihan pada dirinya sendiri. Bagaimana tidak, dia seperti seseorang yang sangat bodoh yang selalu menggantung keyakinan yang tak pernah masuk di akal karena muslihat masa remaja.

Dia seharusnya lebih mengerti bagaimana cara dunia ini bekerja. Dia seharusnya tau, apa yang langit telah perintahkan untuknya, dan untuk Taeyeon.

Tapi bagaimana jika perasaan dan keyakinannya lebih memilih untuk mengabaikan itu semua? Mengabaikan realita yang sudah menamparnya berkali-kali tak kenal jera.

“Aku…”

“Pernah bersama seseorang.”

Benar saja, Tiffany memang tidak pernah siap untuk ini.

“Tapi sudah lama berakhir.”Lanjut Taeyeon tanpa menyadari bahwa gadis di sampingnya kini sedang berusaha untuk menerima kenyataan yang selalu saja sukses membuatnya jatuh walaupun hanya untuk sesaat.

“Kurasa aku berusaha mencari seseorang di setiap orang lain yang kutemui.”

“Tapi aku tidak pernah menemukannya.”

Lalu Taeyeon menoleh kearah sahabat lamanya yang kini juga tengah menatapnya heran. Dia sempat terdiam memandangi wajah itu yang sekali lagi terlihat sangat sempurna di bawah langit jingga.

“Aku tidak pernah menemukanmu, di orang lain, Fany-ah…”

“Aku tau ini terdengar sedikit bodoh,”

Sangat bodoh,

“Maaf untuk menghilang. Tetapi aku kembali. Aku rasa aku pulang karenamu, Fany-ah.”

Dan seseorang di luar sana tau, bagaimana Tiffany kini merasakana bahagian yang membuncah di ulu hatinya sesaat setelah Taeyeon menyelesaikan perkataannya. ia sungguh tak menduga ini akan terjadi.

Dan jika langit tau, apa yang selama ini menjadi doanya. Kurasa mereka telah menjabahnya lebih dulu.


 

“I’m telling you, he is so handsome. You should accept his dinner!” Seru Jessica agak keras pada sahabatnya yang kini masih sibuk dengan tugas kuliahnya.

Sementara Sooyoung terlihat mondar-mandir mengelilingi kamar Tiffany yang sudah lama tak ia kunjungi.

“Shut up, i can’t focus.”

“Oh, C’mon, Tiff!”

She’s right, Tiff, Nickhun tampan, baik dan dia mahir dalam berbagai hal. Apa lagi yang kurang?”

Dia bukan Taeyeon.

“Lagipula, kau selalu menolak semuanya. Bagaimana jika memberikan yang satu ini kesempatan?”

Kini, Tiffany menghadap kearah keduanya. Dia memutar balik kursi belajarnya. Tatapan jengah tertera di wajahnya,

“Jika aku menerima tawaran kali ini. Kalian harus berjanji tidak akan memaksaku untuk yang lainnya. Fine?

Sooyoung sempat menoleh kearah Jessica sebentar. Dan gadis itu hanya bisa mengangguk. Keduanya lalu sama sama kembali melihat sahabat mereka yang memang terlihat sangat kesal.

“Fine with us!”jawab Sooyoung setuju sembari mengembangkan senyumnya.

“Fine.”

“Good. One dinner won’t hurt yourself.“Sambar Jessica sembari tersenyum puas. Dia sedikit tidak menyangka jika sehabatnya mau menerima tawaran makan malam kali ini dari Nickhun. Bagaimanapun teman pria mereka itu sudah berusaha keras untuk merebut hati seorang Tiffany Hwang.

“Whatever.”

“Is this your bestfriend?”

Tiffany menoleh kearah Sooyoung yang sekarang memegang sebuah bingkai foto sembari menatapnya lamat-lamat.

Yeah.”

She’s cute. Tidak heran jika kau mempunyai girl crush padanya.”

She’s cuter now.

“Aku rasa itu bukan hanya girl crush huh, Tiff?”Kali ini Jessica ikut bicara, membuat Tiffany kembali terdiam dan memilih untuk kembali menaruh perhatiannya pada buku.

“I thought, i told you guys many times.”

“She is more like, my first love.”

Kini Jessica menghela napasnya kasar. “And i thought, i told you that was just your young stupid love. 

Kali ini Tiffany berdiri untuk menghampiri sahabatnya. Jessica dan Sooyoung tidak menarik pandangan mereka dari gadis itu yang kini perlahan juga duduk di tempat tidurnya.

“Sica, Apa kau merasakan sesuatu di dalam hatimu rasanya sangat ribut ketika bertemu seseorang yang kau anggap adalah cinta pertamamu?”

“Tentu saja.”

“Apa kau merasakan lidahmu kelu dan waktu rasanya seperti berhenti?”

“Of course. What are you talking about?”

“Jadi, itu bisa di sebut bahwa dia adalah benar-benar cinta pertamamu, kan? Kau selalu mengharapkan kehadirannya setiap saat di sampingmu.”Jelas Tiffany sekali lagi,

“Seperti dia adalah satu-satunya seseorang yang bisa membuatmu merasa sangat spesial. Dia adalah segalanya yang kau inginkan.”

“Apa yang kau bicarakan, Tiff?”Sambar Sooyoung kali ini agak heran dengan arah pembicaraan mereka. Jessica terlihat menyimak sangat baik dengan jawaban yang akan Tiffany lontarkan. Gadis itu  justru sempat terdiam sembari menatap dua sahabatnya. Tidak yakin jika dia harus memberitahukan yang sebenarnya kepada mereka.

Because i’ve met her,”

“I met Taeyeon.”

“And i felt all those feelings lingering on me just because of her.”

“And i don’t know how to stop it. I’m scared shitless.”


 

Tiffany mengukir senyumnya tipis ketika membaca pesan yang baru saja di terimanya.

[Taeyeon 20.04 pm] Hey

Baginya, orang lain hanya tidak akan mengerti bagaimana hal kecil yang di lakukan Taeyeon mampu membuatnya merasakan kebahagiaan yang terus menyulut api di hatinya,

[Tiffany 20.05] Hey, Tae…

[Taeyeon 20.05 pm] Thought that you were sleeping 🙂

[Tiffany 20.06pm] Nope 🙂

[Taeyeon 20.06pm] Uhm, can we meet, again?

Tiffany tidak tau bisa selebar apa senyumnya yang mengembang sekarang ketika membaca ajakan Taeyeon barusan.

[Tiffany 20.09pm] Sure. Why not, Tae?

i always want to meet you,

[Taeyeon 20.09pm] Idk. You seems busy. So…

[Tiffany 20.09pm] Huh?

[Taeyeon 20.11 pm] Sejujurnya aku mencoba untuk ke taman lagi beberapa sore kemarin. Tetapi aku tidak pernah mendapatimu disana.

Shit!

[Tiffany 20.12 pm] I’m so sorry. I’ve been so busy. You’re right. You should’ve called me.

[Taeyeon 20.13 pm] I wanted too. But, i don’t want to disturb.

[Tiffany 20.14 pm] Don’t talk nonsense, Tae. You will never disturb me.

You just didn’t know how much i missed you lately.

[Taeyeon 20.15 pm] Thankyou. uhm, so can we?

[Tiffany 20.015pm] Of course, silly. When? 🙂

[Taeyeon 20.17pm] How about lunch tomorrow?

Sial. Memang seharusnya aku tidak pernah menerima tawaran Jessica untuk Nichkhun itu. Sial. Bagaimana ini?

[Tiffany 20.18pm] Shit. I think, i couldn’t make it tomorrow. Sorry 😦

[Taeyeon 20.19pm] Ah.. that’s okay. Really.

[Tiffany 20.20pm] How about the day after tomorrow? I want to meet you too, badly.

Kurasa jujur sekali saja tidak akan menyakitkan.

[Taeyeon 20.23pm] Of course 🙂


 

 

“Jadi, aku mengatakan bahwa cincin itu ada disakunya! Kau harus melihat ekspresinya!”

Terkadang, Tiffany hanya tidak bisa menemukan tanggapan apa lagi yang mungkin terlihat layak untuk di tunjukkan. Sedari tadi dirinya hanya mengangguk, lalu tersenyum. Merespon secara singkat cerita yang di bawa dari pria yang terlihat bersemangat di depannya.

Dia hanya sesekali menyeruput minumnya, atau memotong kecil daging asapnya. Serasa tersenyum dan berusaha menyimak apa yang kini di bicarakan oleh teman kencannya, Nickhun.

Ia hanya tidak mau terlihat sangat tidak sopan atau mungkin tidak senang akan rencana ini. Jadi, Tiffany berusaha dengan keras untuk tidak menyinggung perasaan pria baik yang juga sudah menjadi temannya untuk dua tahun belakangan.

Namun, ia tidak bisa memungkiri bahwa hanya ada satu nama yang terus berlari di pikirannya tanpa mengenal waktu dan tempat. Dan dia hanya bisa menyalahkan Taeyeon untuk semua keributan yang ada di ruang hatinya saat ini.

“Your family sounds nice.”Komentar singkat dirinya,

“I know, right. You should meet them one day.”

Why should i? We’re not on relationship or anything specific!

“Uhm, sure.”

Way too dumb, Tiffany.

“I’ll go to the bathroom for a sec.”Katanya seraya bangkit dari duduknya. Sementara Nickhun hanya mengangguk dan berkata, “Sure.”

 

Tiffany menahan napasnya seketika. Sosok itu kini berada di penghujung lorong restaurant. Dia baru saja menyelesaikan urusannya di kamar mandi ketika hendak kembali ke mejanya. Dia menemukan gadis itu yang kini tengah berjalan beriringan dengan seorang gadis berambut merah.

Tiffany mungkin pernah berpikir bahwa penglihatannya telah memburuk. Tetapi nyatanya tidak, disana ada Taeyeon yang kini terlihat bersenda gurau bersama orang lain. Tepat di depan meja kasir di penghujung lorong yang berhubungan langsung dengan ruang makan.

Shit! 

Bagaimana jika dia melihatku?

Benar saja, ketika dia menoleh. Dia langsung tersenyum sumringah setelah mendapatkan Tiffany yang diam mematung dengan wajah khawatirnya. Taeyeon hanya tidak mengerti situasi yang di hadapi Tiffany sekarang.

Tapi, ia juga tidak bisa memungkiri bagaimana dia merasakan sesuatu yang seperti menyukutkan api bahagianya ketika melihat gadis itu.

“Tiffany?”

Oh, no.

Taeyeon lalu melangkahkan kakinya yang di tapaki heels kearah gadis itu yang jujur saja sangat di rindukannya belakangan ini. Rasanya dia ingin sekali memeluk sosok itu, namun kewarasan dalam dirinya seperti menghampirinya lebih dulu.

“You’re here.”Kata Taeyeon dengan senyumnya yang mengembang sempurna.

“You, too.”Balas Tiffany dengan nada keraguannya. Bagaimana tidak, ini mungkin terdengar konyol dan tak masuk akal. Tetapi dia hanya tak ingin sosok yang ada di depannya kini mengetahui bahwa dia sedang bersama seseorang disini. Bahkan bisa di bilang kencan. Apa yang akan di pikirkan Taeyeon? Apa hanya dia yang berlebihan?

“Yeah. Aku hanya bertemu sahabat lama. Here, let me introduce her.”Balas Taeyeon lalu memanggil gadis berambut merah di belakang mereka. “Sunny!”

Lalu Tiffany mendapatkan dirinya yang semakin terjebak akan situasi yang sangat tidak menguntungkan saat ini.

“Hey.”Sapa gadis berambut merah sembari mengulurkan satu tangannya untuk di jabat.

“Sunny.”Tambahnya, Tiffany lalu menyambut tangan itu dengan senyuman. “Hey, i’m Tiffany.”

“I know.”Kata Sunny cepat. Membuat Tiffany menaikkan satu alisnya,

“Si kerdil ini menceritakan banyak tentangmu.”

“YAH!”Sambar Taeyeon pada sahabatnya. Lalu ketiganya hanya tertawa. Dengan semburat merah di kedua wajah Taeyeon dan Tiffany yang bisa dilihat jelas oleh Sunny. Dia hanya kembali tersenyum mengetahui itu.

Disaat mereka bertiga tengah kembali terlarut dalam perbincangan, lalu suara seseorang yang datang bagaikan mimpi buruk bagi Tiffany saat ini juga.

“Tiff!”Dia menoleh dan sekali lagi hanya bisa mengutuk waktu yang datang di saat yang tidak tepat sama sekali. Apa yang harus di lakukannya sekarang, dia benar-benar tidak tau,

Sebagian besar dari dirinya tidak ingin Taeyeon mengetahui siapa Nickhun sebenarnya. Dan sedang apa mereka disini. Dia tidak ingin gadis itu tau bahwa dia sedang berkencan dengan orang lain. Tidak tau alasannya dengan jelas, ia hanya merasa tidak ingin ada kesalah pahaman antara dirinya dengan Taeyeon.

“You took so long, so i decided to check by myself.”Tambahnya lalu berdiri di dekat ketiganya.

Tiffany bisa melihat wajah Taeyeon yang sedikit bingung akan kehadiran Nickhun yang tiba-tiba. Begitu juga dengan Sunny.

Ia dengan seketika merasakan air keringat yang terasa meluncur bebas di keningnya. Perasaan tak karuan yang saat ini dirasa, hanya karena sebuah ketakutan belaka. Yang dia sendiri masih bingung penyebabnya.

“Oh, Hey.”Sapa Nickhun pada dua gadis yang masih terdiam.

“Are you guys Tiffany’s friends?”

“I’m Nickhun bytheway. Her boyfriend.”

Shit! Whats wrong with him!?

Tiffany tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Namun lidahnya seperti terasa kelu dan dia bisa melihat jelas ekspresi terkejut yang bercampur dengan kekecewaan yang tergambar di wajah Taeyeon.

“Ah.. Maaf untuk mengganggu waktu kalian,”Balas Taeyeon mencoba untuk menarik sudut bibirnya untuk tersenyum. Dia lalu menarik satu tangan Sunny untuk pergi bersamanya sembari melemparkan satu pandangan terakhir untuk Tiffany yang masih membisu.

“Kurasa kami harus pergi. Sampai jumpa.”Pamitnya lalu berlalu begitu saja.

No, no, no. Not like this, Taeyeon. 

I can’t lose you, again.

“What are you doing!?”Kata Tiffany agak keras sembari mendorong Nickhun dengan kedua tangannya. Pria itu seketika terkejut akan reaksi Tiffany saat ini.

“I’m not doing anything!”

“You don’t understand!”Tukas Tiffany berhasil membuat beberapa orang yang berlalu lalang memperhatikan keduanya. Dia bahkan sudah menitihkan beberapa bulir air matanya.

“Just… go.”Ujar Tiffany pelan sembari menghapus air matanya dan berlari untuk mengejak sosok itu yang mungkin sudah keluar dari gedung ini.

 

“Taeyeon!”Tiffany sempat terjatuh sekali saat mengejar sosok itu yang kini berusaha mempercepat langkahnya.

“Taeyeon-ah!”

Dan dia berhasil menarik satu tangan itu untuk berbalik kearahnya.

Tiffany cukup terkejut untuk mendapati wajah Taeyeon yang sudah sembab dan kedua matanya yang memerah akibat menangis. Sama sepertinya.

“No, no, no. Don’t cry, please. You got the wrong idea.”

Ini sungguh menyakitkan baginya untuk melihat Taeyeon menangis. Apalagi dia adalah penyebabnya, Sebenarnya kedua insan muda itu hanya tidak mengerti akan jeritan hati mereka sendiri. Ini bukanlah satu atau dua hal kecil yang di miliki semua orang. perasaan mereka yang sudah terpendam begitu lama, seolah seperti merangkak memaksa keluar, dari tempat persembunyian masing-masing.

Sesuatu yang belum terselesaikan.

Kata-kata yang belum sempat terucap.

Dan perasaan yang tidak pernah terungkap.

 

“Just leave, Tiffany. I need sometime alone.”kata Taeyeon, suaranya bergetar. Dia berusaha keras untuk tetap meneguhkan hatinya saat melihat air mata itu yang jatuh di wajah Tiffany.

“And what!? Can you at least hear my explanation?”

“There is no explanation. I get that. I don’t need to look out for you anymore. You have someone to takecare of you.”

Tiffany melepaskan genggamannya tepat setelag Taeyeon mengatakan itu.

“Kau menghilang untuk enam tahun, Taeyeon! enam tahun! I’ve been waiting for you too long! and this is what i got?”

“Kau pergi tanpa mengatakan apapun. Aku menunggumu. Aku bahkan tidak pernah melupakan janjimu untuk kembali.”

“Dan disinilah aku. merasa bersalah untuk sesuatu yang bukan kesalahanku.”

“Taeyeon-ah, hear me out please.. i missed you.”Tiffany mengatakan itu semua masih dengan suaranya yang parau. Dia bahkan sudah tidak peduli dengan situasi dan kondisi yang ada. Dia hanya ingin Taeyeon tau, bahwa dia sudah menunggunya begitu lama.

“Okay.”Balas Taeyeon di sela isakannya.

“Nickhun isn’t my boyfriend. He’s just a friend.”

“Sahabatku selalu memaksaku untuk pergi dan berkencan dengan orang lain. Mereka hanya tidak mengerti bagaimana aku selalu jatuh cinta pada seseorang di masa laluku. Mereka hanya tidak mengerti bagaimana rasanya menunggu seseorang untuk enam tahun lamanya.”

“Aku rasa aku hanya takut jika kau adalah satu-satunya. Aku takut jika aku tidak bisa bersamamu, aku harus bersama seseorang yang tidak aku cintai.”

“Do you remember? i chose to be your friend. But falling in love with you was out of my control.”

“You know, sometimes i hate myself for still waiting for you. Waiting for  impossible thing to happen.

“But you came back. You’re here. And i still falling in love with those eyes. With you. Honestly,  i feel really stupid.”

“But i don’t really care about all that. About bullshit things that always saying it’s just my young stupid love.”

“I need you.”

“Please, stay with me.”

Taeyeon sungguh terkejut ketika mendengar itu semua dari sosok gadis yang kini ada tepat di depannya. Dia bisa merasakan sesuatu yabg seperti menghimpit jantungnya. Merasakan darahnya yang seperti berhenti berdesir setiap saat kata-kata itu terlontar dari bibir Tiffany.

Ia tidak pernah sama sekali membayangkan jika gadis itu akan mengucap kata-kata itu. Kata kata dimana dia juga mencintainya. Taeyeon pikir, selama ini hanya ialah yang merasakan itu. Tak peduli berapa lama ia pergi, ia tau siapa pemilik hatinya yang sebenarnya.

Seseorang yang tak pernah meninggalkan ruang pikirannya siang dan malam selama hampir enam tahun. Nama yang selalu terlintas setiap saat dia melakukan segala sesuatu.

Sosok yang tampaknya tidak pernah terhapus walaupun hanya sebentar dari memorinya.

Seperti mimpi yang sangat indah yang menghampirinya lebih dulu. Ia pikir ia sudah kehilangan sosok itu untuk beberapa saat tadi. Ia pikir, ia tidak akan pernah bisa mendengar kata-kata itu dari Tiffany.

 

Taeyeon dengan segera menarik tubuh itu untuk didekapnya. Dia bisa merasakan sosok Tiffany yang menumpahkan seluruh tangisannya di bahu. Dan dia hanya bisa merasa bersalah karena telah membuat gadis ini menangis karena dirinya. Dia merasa begitu menyesal untuk melanggar janjinya untuk tidak menyakiti Tiffany.

Namun disinilah dirinya. Membiarkan Tiffany menunggunya untuk waktu yang lama. Dan kembalu dengan membawa luka bagi seseorang yang tidak pernah berhenti di cintainya ini.

Namun beberapa bagian dari dirinya merasa sangat sangat bersyukur karena hal ini. Dia bisa mengetahui perasaan Tiffany yang sebenarnya. Surga nampaknya memilih untuk mengabulkan doanya. Setidaknya dia bisa memiliki Tiffany di sampingnya untuk waktu yang sedikit lebih lama.

Dan dia, hanya ingin waktu berhenti, di setiap saat dia mendapatkan Tiffany dalam dekapannya.

“I’m sorry.”

“I miss you, and it hurts, Fany-ah..”

 

Terkadang, beberapa orang mengharapkan kesempatan kedua. Karena mereka hanya tidak siap pada kesempatan pertama.


 

 

HEHE. belum tamat ya belum. mungkin satu chapter lagi. dan sorry untuk lanjutannya yang lama. aku sibuk daftar ulang dll. dan ditambah komputer aku yang mati dan ga mau nyala dan yang parahnya lagi file cerita dan foto2 cinta aku si teyon disana semua. hiks. aku terpaksa ngetik ulang dan begini deh jadinya. gatau bagus apa enggak tapi yawdalaya 😦

next aku bakal kasih oneshoot yang sengaja aku ketik buat seseorang. tapi tunggu aja yaa. much love!

img_0014

Advertisements

55 thoughts on “LITTLE THINGS CHAPTER TWO BY JAZZ

  1. Wah, aku kira ini sudah chapter terakhir
    Semoga di kesempatan kedua mereka bersama, mereka bisa menjalankannya dengan baik

    Oh ya, selamat dan semangat ya sudah diterima di UI! Selamat datang di kampus perjuangan! 😃

    Like

  2. Aaaaakhhh..berasa dikejar sesuatu ngebayangin taeny yg blm ngungkapin perasaannya (hanya pakai kode2an) 😂
    Tp lega akhirnya terungkap semua ,penantian panjang walaupun diawali dg airmata (aduuuuuh bahasa gue)😂
    Enak ya kalau udah jujur berasa plong (reader jg plong) 😂

    Like

  3. Uhhh…saling cinta tp lama bilangnya, tp pernyataan cinta yg manis gitu dr mba pany…
    Taapiii…ngapain gajah thailand muncul2 lg, udh tenang nih kehidupan ga ada dia..

    Eehh cie…cie…oneshoot buat siapa nih ~kekekeke

    Like

  4. hai thor.. perkenalkan saya adalah salah satu silent reader yg akhirnya menyerah karna sangat penasaran dengan cerita cerita author yg belum finish. remember I’m silent readers not haters. saya sangat kagum dengan cerita2 yg author buat.. menurutku semua itu sangat menarik, bikin baper, mengagumkan, dan tidak lupa sangat bikin penasaran dengan kelanjutan Ceritanya. jadi dengan segenap hati saya ingin meminta maaf karna sudah membaca ff yg author buat tanpa memberi komentar.🙏🙏 bisakah saya menjadi salah satu reader ff yg author Buat?????

    Like

  5. Aku kira di sini mereka udh jadian ehh ternyata belum,bahkan mereka sempat salah paham di sini,semoga mereka cepet jadian gk kasihan apa sama tiffany nya nungguin taeyeon ampe 6 tahun gitu

    Like

  6. Ya know i’m not good at words
    And in the end i’ll ended up saying that you’re story makes me baper so much wkwkwkwk
    #yangpentingkomen

    Like

  7. Woww seseorang itu sama” author kah?
    Taeyeon kenapa ngak cepet nembak fany sih? Kan jadinya salah faham begitu….
    Author jazz 💗 sarangekkkk

    Like

  8. Akhirnya yang ditunggi datenga juga, tapi disini taeyeon sama tiffany udah jadian lah thor ? Pokoknya ditunggu next chapnya thor

    Like

  9. Akhirnya stlh penantian taeny yg panjang yaa meski dwarnai dgn sdikit drama n salah paham smua terungkap isi hatinya taeny, walau taeny udh saling mengakui tp lom jadian kek nya ya, thx thor udh update dsela” kesibukannya

    Like

  10. Ahhhh kangen Gue 😊😊 ihhh kepedean lo Nick ia kali pany mau m lo maksa ajj bilang bf nya hahhha syg pany ninggalin lo😆😆

    Like

  11. Akhirnya update,, mksh thor jazz 🙂
    Gatau napa di awal aku rasa kurang dpt padahal dah bgus tulisanmu jg, hehe, , tapi pas nyampe ada nikun trz tae lari n Ke belakang2 dpt feelnya, cuma nyakitin nya bener2 dpt bnget, sedih harunya 😦 ditunggu lanjutnya author.
    Oy, klo itu mati tot.laptop nya dikeluarin aja memorinya, biasanya msh bisa slametin datanya thor, pernah kejadian gtu bisa asal ga di c simpenya.

    Like

  12. That nickhun guy really dont know when to give up-_-” im glad youre back though😆 asekkk yg bentar lg jd anak kuliah
    Oh iya bilangin temen u yg satu itu dong dek, gw craving for catching feeling nih😂😂😂

    Like

  13. wah pikir udah tamat ternyata ada lanjutan yeyeye
    akhirnya tiffany jujur juga ayolah tae jujur aja sosor udah sosor keburu di ambil orang sosor udah sosorrrr wkwkwk

    Like

  14. Oh thanks masih blm tamat.
    Emg hrus ad pemicu ya biar bisa jujur satu sama lain, akhrnya jeng-jeng….
    Jadian,jadian,jadian..
    Eh, nikah aja deh langsung. Wkwkwk

    Like

  15. kepeda bnr tu nick udh ngaku” jd pcr fany pdhal cma kencan doang tu jga fany trpaksa
    untung fany ngomong panjang bnr ttg prasaan’a ke tae jd mrka ga pisah dah

    Like

  16. Tidak ada kesempatan kedua karna mereka emang blm pernah berakhir. Apa setelah sekian lama berpisah ketika mereka bertemu tidak ada pelukan dan ciuman.

    Like

  17. Boleh ngelempar nickhun? Dia disini nyebelin 😑
    Akhirnya fany jujur, ayo jadian ayo… ayolah tae jgn ditunda2 keburu diambil org 😃

    Like

  18. Akhirnya penantian enam thn gk sia2, ikutan seneng deh kl akhirnya taeny bisa saling jujur soal perasaan mereka, ikutan deg2an waktu tae pergi ninggalin ppany gegara si khun, untung aja tae mo dengrin pnjelasan ppany, asyik bntar lg ada yg jadian😊😊

    Like

  19. Akhirnyaa nongol juga, udah nungguin nih wkwkwk…
    Apa2an itu si nikon blm apa2 udah blg pacarnya fany, langkahin dlu mayat taetae gue wkwkwk
    Ciee udah sdkit lebih terbukaa, ikut seneng aja hehe

    Untuk siapakah ffny? Wah ditunggu ya thor, update selanjutnya. Fighting

    Like

  20. Aihh itu sikunti seenak nya bilang boyfriends,sok pede bgtu 😑😑😑
    Terselip kata_kata menyakitkab dan sweet .. jadi jatuh bangun baca ff mu thor ,😂😂
    Kirain ini bklan end org udh pelukan bgtu 😂😂
    Gpp thor lama yg penting update kekkee
    Hwaiting !!

    Like

  21. gue kirain udh chapter trakhir ini, kan kmaren prasaan blang bkalan di bikin 2 chapter doank, haha bgus deh, gue malah seneng klw crita’y mkin panjang muehehehe
    akhir’y taeny bsa tau prasaan msing” ya meski cuma baru tiffany yg ngungkapin prasaan’y, stidak’y taeyeon gak salah paham haha si nikon kepedean pake blang pcar’h tiffany lg cihhh…

    Like

  22. Wah akhirnya yg ditunggu tunggu muncul jga nii ,,maksih dah updt yaa thor,,,,wah taeny selalu sweet bgt,,😍😍😍😍😍😍😍

    Like

  23. udah ketemu ya mereka setelah sekian lama wkwk, sayang belum official tapi kedepannya kayaknya bakal lebih banyak yang sweetnya ya 😁😁
    ntar happy ending ya thor, kasian tuh fany udah nunggu kelamaan

    Like

  24. mein Gott!
    ckck si kamera,,,pede bener ngaku” bf nya ppany..
    bikin taeng salah paham aj,,untung ppany gerak refleksnya cepet…

    semangat utk masa depannya yaaa
    fightaeng!

    Like

  25. 6 tahun lama nungguin akhirx bisa juga ketemu dan akhirx ungkapin prasaanx..fany takut banget khilangan tae..mewek berdua dah mreka..
    ❤❤❤

    Like

  26. Aahhhh author fav update 😄😄😁😁..
    Senangnyaa 😂😂
    .. halo thor kenalinn . Aku silent readersmuu.. skrng aku ngk mau silent lagi 😅😂. Mianhe thor aku khilaf.😆😢
    Aku readers setiamu . Hehe

    Like

  27. Akhirnya up date lgi thor…
    Aku sampe bca ulang chapter 1…
    Akhirnya mereka udh saling tahu perasaan masing”…semoga lekas jadian…trus bahagia…😄😄😄😄

    Like

  28. Fiuuuuhh, untung bukan last chap yaa. Klo gak mungkin mata gue udh ngluarin api berkobar kobar gt ngliat ending ceritanya gantung 😝😝😝

    Like

  29. I think u already update so i came and come but aaah obvious not ..
    Where are u ?
    Busy ? Or ….

    I miss u
    And u story..

    Like

Ayo kasih komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s