NIGHTLIGHTS CHAPTER FIVE BY JAZZ

“Good luck, Tiffany.”Ucap Taeyeon sebelum gadis itu keluar dari kendaraannya. Sementara dia hanya mengangguk dan menyungginkan senyumnya.

Detik selanjutnya, Tiffany bisa merasakan kecupan lembut itu jatuh di dahinya. Dia bisa merasakan pipinya yang menghangat sekarang.

“Thankyou.”

“You’re blushing.”Ucap Taeyeon dengan nadanya yang sedikit menggoda.

Tiffany justru mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dia mengakui bahwa dirinya kini sungguh malu, karena gadis itu tengah menyadari semburat merah di wajahnya.

“Cute.”Tambah Taeyeon terkekeh pelan melihat reaksi malu-malu Tiffany.

“Stop it, Tae.”

Continue reading

Advertisements

NIGHTLIGHTS CHAPTER FOUR BY JAZZ

UNTUK READERS KU YANG NENEK2 MUNGKIN UDAH LUPA SAMA CHAPTER SEBELUMNYA 🙂 KLIK AJA YA.


 

 

“Jadi, kapan kau akan kembali?”

“Mungkin lusa. Atau tidak. Aku tidak tau jelas mengenai jadwalku disini.”

“Hm… bagaimana bisa seorang penyanyi tidak tau tentang jadwalnya sendiri?”

“Yah. Apa kau menyalahkanku? Aku baru saja selesai dari cutiku. Kau tau itu, Hwang.”

“Arra…”

“I miss you already.”

Continue reading

Catching Feelings CHAPTER 1 BY ATTA

Anyeongggg chingguudeulll!

long time no see!

I’m sorryyy it toooooook me soooo longgg to updateeeee!

i was really busy with my college entrance exams and stuff like that 😦

but dont worry! aku bakal tetep lanjutin She Keeps Me Warm kok! 😉

tapi berhubung UN, USBN, SBMPTN udah deket banget nihhh, jazzatta gaakan mungkin update seseriiinggg duluuu hihiiii! ^^ harap dimaklumi yaaa! nanti kelar semua kan ada nganggur tuh berbulan2 wkwk tepatnya 2 bulan si 😛 Continue reading

You, Again. CHAPTER THIRTEEN BY JAZZ (FINAL)

Sejak hari itu, Tiffany memutuskan untuk terus berada di rumah sakit menjaga Taeyeon. Ia akan membawa baju-bajunya untuk sekedar bermalam disana. Punggungnya memang sering terasa sakit, akibat tidur di sofa. Tetapi, itu tak membuatnya menyerah untuk suatu hal yang kecil.

Baginya, melepaskan Taeyeon adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan selama ini. Ia hanya tidak ingin membiarkan itu terjadi lagi.

Continue reading

You, Again. CHAPTER TWELVE BY JAZZ.

Itu terjadi begitu cepat. Taeyeon bahkan tak mempersiapkan dirinya akan itu. Dirinya hanya bisa terdiam di tempatnya. Kakinya terasa sangat berat untuk melangkah. Tak ada yang lain di fikirannya saat ini. Semua terasa seperti kosong. Luka di hatinya meluas. Jika ini adalah sebuah mimpi buruk, ia berdoa pada surga untuk segera membangunkannya.

Air mata itu mengalir begitu saja, mendengar perkataan perpisahan dari Tiffany, benar-benar tak terbayang di benaknya. Rasanya begitu menyakitkan hingga ia tidak bisa menahannya.
Taeyeon memasuki lagi rumah ini yang sudah beberapa hari tak ia masuki. Rencananya untuk mengunjungi rumah bibinya nampaknya ia telah mengubahnya. Ia lebih memilih untuk kembali kerumahnya, ia pikir ini adalah saat yang tepat untuk itu.

Betapa ia terkejutnya untuk menemukan sosok ayah Tirinya yang kiri berdiribdi tengah ruangan sembari terdiam seribu bahasa. Tseyeon kini telah siap dengan apa yang akan terjadi padanya. Ia bahkan telah memejamkan matanya untuk itu, namun yang selanjutnya terjadi justru mampu membuatnya terkejut.

Continue reading

You, Again. CHAPTER ELEVEN BY JAZZ.

“Oh ya, Sunbae-nim. Aku dengar ada murid pindahan dari Australia di kelasmu.”Kata Lisa pada seniornya yang kini terlihat sedang menyuapi kekasihnya makan siang.
Sementara Taeyeon tidak mengalihkan perhatiannya dari buku pelajarannya. Sembari membiarkan Tiffany melakukan kebiasaanya yang ia suka. Sebenarnya ia mendengar apa yang baru di katakan barusan. Tetapi, dia lebih memilih untuk tidak ikut membicarakan itu.

“Ya. Mana dia…”Jawab Tiffany sembari mengedarkan pandangannya.

“Itu dia.”Sambar Sooyoung sembari menyeruput minumnya. Tiffany mengikuti arah pandangan sahabatnya.

“Oh ya, itu dia bersama Wendy. Kan?”

Continue reading

You, Again. CHAPTER TEN BY JAZZ

Pria paruh baya itu terdiam ketika mendapati gadis yang belum familiar di wajahnya kini berdiri tepat di ambang pintu rumahnya. Gadis itu llau membungkukan badannya sebentar sebelum tersenyum ramah.

“Selamat siang, Tuan.”

Pria paruh baya itu sempat terdiam, sebelum akhirnya membalas sapaanya. “Selamat siang.”

 

“Saya tidak mempunyai banyak waktu untuk berbicara dengan anak sekolahan.”Tambahnya setelah menyadari bahwa gadis yang ada didepannya kini tengah mengenakan seragam.

“Ah, tentu saja. Saya hanya ingin berbicara sebentar mengenai, Taeyeon.”

Mimik muka pria itu berubah. Kini ada rasa yang berbeda di tatapannya. “Apa kau tau dimana dia sekarang?”

“Katakan padaku.”

“Maaf, sebelumnya aku tidak bisa mengatakannya padamu, Tuan.”

“Kenapa?”

Continue reading