LITTLE THINGS CHAPTER TWO BY JAZZ

“Bukankah ini sebuah kebetulan?”Taeyeon melangkahkan kakinya kecil pada gadis itu yang masih mematung di tempatnya. Dia tersenyum simpul,

“Apa memang ini takdir?”

Tiffany hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat. Entah karena sosok itu yang kini memang berdiri tepat di hadapannya, atau dia sudah agak gila hanya karena satu orang.

Situasinya benar-benar tidak membaik untuk mendapati Taeyeon yang kini berdiri di depannya dengan perbedaan yang sangat signifikan. Dia masih mengenali tatapan tajam namun teduh yang ia temukan dulu ketika mereka bertemu. Dia masih bisa melihat senyuman itu yang selalu di rindukannya setiap detik.

Tiffany tau, betapa dia sudah jatuh terlalu dalam untuk tatapan itu yang kini berhasil ia dapatkan kembali.

“Say something, Fany-ah.”

“I miss you.”


 

Ini persis seperti apa yang ada dalam benak Tiffany. Bagaimana tidak, kini mereka tengah berhadapan duduk di salah satu kedai kopi sembari hanya menatap. Tiffany tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya saat sosok itu tak pernah menarik pandangan darinya.

Situasi ruang hatinya memburuk mengetahui bahwa disini begitu sepi dan hanya meninggalkan mereka berdua yang masih sama-sama canggung setelah lama tidak berjumpa. Apa yang terjadi dengannya, ini seharusnya menjadi hal yang menyenangkan mengingat dia sudah mendambakan momen dimana dia bisa bersama Taeyeon lagi.

Continue reading

Little Things CHAPTER ONE BY JAZZ.

Tiffany kecil masih berlari mengelilingi danau ini yang entah kenapa tampak sangat sepi. Ini tidak seperti hari-hari biasanya. Dia akan menemukan beberapa pasangan atau keluarga kecil akan berada di tepi danau dan menikmati sore. Tetapi tidak hari ini. Namun, dalam hati kecilnya dia merasa sedikit bersyukur, karna jika ramai, kadang dia tidak bisa bermain dengan angsa-angasa itu karena harus rebutan dengan anak-anak lainnya.

Ini sudah belasan tahun lamanya dia tinggal di perumahan yang dulu, hanya ada segelintir orang yang menempati setiap bangunan. Namun, saat ia beranjak remaja, memang banyak yang mulai tertarik pada daerah ini karena fasilitasnya yang lengkap juga lingkungan yang sangat indah.

Continue reading

Haloo.

Bytheway karna hal ini dan itu, alias kesibukan kita yang tak kunjung kelar. Akhirnya gue, jazz. Bisa balik ngurusin ini fp yang udah terbengkalai untuk waktu yang kayanya lama deh wkwk. Pokoknya setelah post an ini gausah banyak cang-cing-cong. Gue bakal post ff dengan judul baru yang cuma ada dua part. Gue bakal usahain update sesering mungkin *ga yakin

oh yaa, thankyou yaa buat support2nya selama ini untuk JazzAtta. And actually, beberapa hari lalu gue baru aja di terima oleh UI. *yey *ngarep di tepok tanganin. jurusannya hukum. i know i know, gue sibuk dan atta sibuk, Tapi ya demi masa depan yang lebih cerah genks. Dan untuk Atta, tunggu kabar baik dari dia ya! because dia pilih kedokteran jadi usahanya bakal jauh lebih susah dan panjang daripada gue.

Continue reading

NIGHTLIGHTS CHAPTER FIVE BY JAZZ

“Good luck, Tiffany.”Ucap Taeyeon sebelum gadis itu keluar dari kendaraannya. Sementara dia hanya mengangguk dan menyungginkan senyumnya.

Detik selanjutnya, Tiffany bisa merasakan kecupan lembut itu jatuh di dahinya. Dia bisa merasakan pipinya yang menghangat sekarang.

“Thankyou.”

“You’re blushing.”Ucap Taeyeon dengan nadanya yang sedikit menggoda.

Tiffany justru mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dia mengakui bahwa dirinya kini sungguh malu, karena gadis itu tengah menyadari semburat merah di wajahnya.

“Cute.”Tambah Taeyeon terkekeh pelan melihat reaksi malu-malu Tiffany.

“Stop it, Tae.”

Continue reading

NIGHTLIGHTS CHAPTER FOUR BY JAZZ

UNTUK READERS KU YANG NENEK2 MUNGKIN UDAH LUPA SAMA CHAPTER SEBELUMNYA 🙂 KLIK AJA YA.


 

 

“Jadi, kapan kau akan kembali?”

“Mungkin lusa. Atau tidak. Aku tidak tau jelas mengenai jadwalku disini.”

“Hm… bagaimana bisa seorang penyanyi tidak tau tentang jadwalnya sendiri?”

“Yah. Apa kau menyalahkanku? Aku baru saja selesai dari cutiku. Kau tau itu, Hwang.”

“Arra…”

“I miss you already.”

Continue reading

NIGHTLIGHTS CHAPTER THREE BY JAZZ

Crew yang berlalu lalang didepan kedua gadis itu hanya bisa sesekali menoleh. Mereka terlihat mengobrol biasa. Namun tak jarang gadis yang tak di ketahui namanya akan segera menghapus bulir keringat yang turun di wajah artis mereka.

Padahal, pendingin ruangan masih menyala. Mereka hanya tidak tau, bahwa semua keributan di hati Taeyeonlah yang membuatnya menitihkan sedikit keringat.

Dia seperti membeku atau mati tiap kali gadis yang ada di depannya melakukan itu. Walaupun dia berusaha mengontrol semuanya dengan wajah tenang seolah olah tidak ada apa-apa, angin puting beliung di hatinya sebenarnya berkata lain.

“Baiklah, aku harus kembali kesana.”Kata Taeyeon sekali lagi ketika photographer itu memanggil namanya.

“Tentu, hwaiting!”

“Thank you.”

Lalu sesi photoshoot kembali berjalan dengan kedua mata Tiffany yang tak pernah meninggalkan sosok itu. Dia mulai mempertimbangkan hubungan mereka adalah teman baik sekarang.

Kenapa tidak, pikirnya. Taeyeon adalah orang yang baik dengan segala kesempurnaannya. Walaupun, dia masih belum jauh untuk mengenal sosok itu lebih dekat lagi.
Dia menyimpulkan senyumnya ketika sosok itu sesekali melemparkan pandangan kepadanya.

“Aku, tidak pernah sekalipun membayangkan jika mereka akan pergi begitu saja. Aku bahkan tidak sempat untuk mengatakan apapun pada mereka.”Ujar pelan Taeyeon sembari memainkan pasir pantai yang ada di tangannya.

Mereka berdua kini telah tiba di pemberhentian terakhir dari hari panjang mereka bersama. Keduanya kini semakin mengenal kehidupan pribadi masing-masing. Tidak bisa di bohongi, Tiffany terkadang merasa hidupnya lah yang paling berat karena harus kehilangan orang tua sejak kecil.

Namun kini berbeda,

Continue reading

Nightlights CHAPTER TWO BY JAZZ

sebelumnya aku mau kasih tau kalau Jonghyun yang di chapter pertama itu adalah manajer, aku ganti jadi Han Woo. karna suatu alasan.

Mungkin cerita ini kurang cocok untuk kalian yang suka banyak gambaran dari beberapa pandangan pihak kesatu maupun ketiga. 

Alur cerita memang lambat, ga seperti cerita aku yang lainnya.Tapi, sekalilagi ini keputusan kalian untuk negikutin cerita ini atau engga ya hehe.

Continue reading