LITTLE THINGS CHAPTER TWO BY JAZZ

“Bukankah ini sebuah kebetulan?”Taeyeon melangkahkan kakinya kecil pada gadis itu yang masih mematung di tempatnya. Dia tersenyum simpul,

“Apa memang ini takdir?”

Tiffany hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat. Entah karena sosok itu yang kini memang berdiri tepat di hadapannya, atau dia sudah agak gila hanya karena satu orang.

Situasinya benar-benar tidak membaik untuk mendapati Taeyeon yang kini berdiri di depannya dengan perbedaan yang sangat signifikan. Dia masih mengenali tatapan tajam namun teduh yang ia temukan dulu ketika mereka bertemu. Dia masih bisa melihat senyuman itu yang selalu di rindukannya setiap detik.

Tiffany tau, betapa dia sudah jatuh terlalu dalam untuk tatapan itu yang kini berhasil ia dapatkan kembali.

“Say something, Fany-ah.”

“I miss you.”


 

Ini persis seperti apa yang ada dalam benak Tiffany. Bagaimana tidak, kini mereka tengah berhadapan duduk di salah satu kedai kopi sembari hanya menatap. Tiffany tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya saat sosok itu tak pernah menarik pandangan darinya.

Situasi ruang hatinya memburuk mengetahui bahwa disini begitu sepi dan hanya meninggalkan mereka berdua yang masih sama-sama canggung setelah lama tidak berjumpa. Apa yang terjadi dengannya, ini seharusnya menjadi hal yang menyenangkan mengingat dia sudah mendambakan momen dimana dia bisa bersama Taeyeon lagi.

Continue reading

Advertisements

NIGHTLIGHTS CHAPTER FIVE BY JAZZ

“Good luck, Tiffany.”Ucap Taeyeon sebelum gadis itu keluar dari kendaraannya. Sementara dia hanya mengangguk dan menyungginkan senyumnya.

Detik selanjutnya, Tiffany bisa merasakan kecupan lembut itu jatuh di dahinya. Dia bisa merasakan pipinya yang menghangat sekarang.

“Thankyou.”

“You’re blushing.”Ucap Taeyeon dengan nadanya yang sedikit menggoda.

Tiffany justru mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dia mengakui bahwa dirinya kini sungguh malu, karena gadis itu tengah menyadari semburat merah di wajahnya.

“Cute.”Tambah Taeyeon terkekeh pelan melihat reaksi malu-malu Tiffany.

“Stop it, Tae.”

Continue reading

NIGHTLIGHTS CHAPTER FOUR BY JAZZ

UNTUK READERS KU YANG NENEK2 MUNGKIN UDAH LUPA SAMA CHAPTER SEBELUMNYA 🙂 KLIK AJA YA.


 

 

“Jadi, kapan kau akan kembali?”

“Mungkin lusa. Atau tidak. Aku tidak tau jelas mengenai jadwalku disini.”

“Hm… bagaimana bisa seorang penyanyi tidak tau tentang jadwalnya sendiri?”

“Yah. Apa kau menyalahkanku? Aku baru saja selesai dari cutiku. Kau tau itu, Hwang.”

“Arra…”

“I miss you already.”

Continue reading

Night Lights CHAPTER ONE By JAZZ

“I’m so sorry, Taeyeon-ah…”

Gadis berambut brunette itu hanya bisa menatap kekasihnya nanar. Pandangannya kini kabur karena air mata yang kini menggenangi pelupuk matanya. Ia hampir tidak bisa merasakan darahnya yang mengalir.

Semua ini terasa seperti mimpi buruk yang menghampirinya lebih dulu. Jika ini benar, ia memohon untuk di bangunkan. Ia hanya tidak bisa menghadapi kenyataan dimana dia akan segera kehilangan orang yang paling di cintainya di dunia ini.

“Apa aku melakukan kesalahan? Aku akan memperbaikinya, JI Eun-ah.. aku akan berubah untukmu.”Katanya lagi dengan air mata yang berlinang. Dia mencoba meraih kedua tangan kekasihnya lagi, sebelum gadis itu memundurkan satu langkahnya.
Dia juga kini tengah menangis. Hatinya juga hancur. Namun tak separah Taeyeon yang kini bahkan terjatuh di tanah dengan kedua lututnya. Terpejam sembari terus merasakan luka di hatinya yang meluas. Dia seperti hiasan yang sudah rapuh, namun orang lain memperburuknya dengan menjatuhkannya. Memecahkannya hingga kepingan paling kecil.

Continue reading

You, Again. CHAPTER THIRTEEN BY JAZZ (FINAL)

Sejak hari itu, Tiffany memutuskan untuk terus berada di rumah sakit menjaga Taeyeon. Ia akan membawa baju-bajunya untuk sekedar bermalam disana. Punggungnya memang sering terasa sakit, akibat tidur di sofa. Tetapi, itu tak membuatnya menyerah untuk suatu hal yang kecil.

Baginya, melepaskan Taeyeon adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan selama ini. Ia hanya tidak ingin membiarkan itu terjadi lagi.

Continue reading

You, Again. CHAPTER TWELVE BY JAZZ.

Itu terjadi begitu cepat. Taeyeon bahkan tak mempersiapkan dirinya akan itu. Dirinya hanya bisa terdiam di tempatnya. Kakinya terasa sangat berat untuk melangkah. Tak ada yang lain di fikirannya saat ini. Semua terasa seperti kosong. Luka di hatinya meluas. Jika ini adalah sebuah mimpi buruk, ia berdoa pada surga untuk segera membangunkannya.

Air mata itu mengalir begitu saja, mendengar perkataan perpisahan dari Tiffany, benar-benar tak terbayang di benaknya. Rasanya begitu menyakitkan hingga ia tidak bisa menahannya.
Taeyeon memasuki lagi rumah ini yang sudah beberapa hari tak ia masuki. Rencananya untuk mengunjungi rumah bibinya nampaknya ia telah mengubahnya. Ia lebih memilih untuk kembali kerumahnya, ia pikir ini adalah saat yang tepat untuk itu.

Betapa ia terkejutnya untuk menemukan sosok ayah Tirinya yang kiri berdiribdi tengah ruangan sembari terdiam seribu bahasa. Tseyeon kini telah siap dengan apa yang akan terjadi padanya. Ia bahkan telah memejamkan matanya untuk itu, namun yang selanjutnya terjadi justru mampu membuatnya terkejut.

Continue reading

You, Again. CHAPTER TEN BY JAZZ

Pria paruh baya itu terdiam ketika mendapati gadis yang belum familiar di wajahnya kini berdiri tepat di ambang pintu rumahnya. Gadis itu llau membungkukan badannya sebentar sebelum tersenyum ramah.

“Selamat siang, Tuan.”

Pria paruh baya itu sempat terdiam, sebelum akhirnya membalas sapaanya. “Selamat siang.”

 

“Saya tidak mempunyai banyak waktu untuk berbicara dengan anak sekolahan.”Tambahnya setelah menyadari bahwa gadis yang ada didepannya kini tengah mengenakan seragam.

“Ah, tentu saja. Saya hanya ingin berbicara sebentar mengenai, Taeyeon.”

Mimik muka pria itu berubah. Kini ada rasa yang berbeda di tatapannya. “Apa kau tau dimana dia sekarang?”

“Katakan padaku.”

“Maaf, sebelumnya aku tidak bisa mengatakannya padamu, Tuan.”

“Kenapa?”

Continue reading